<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Outlook Ekonomi Tahun Ini Optimis, Optimis dan Optimis!</title><description>Perry Warjiyo menyatakan, pihaknya optimistis perekonomian nasional tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/20/2023960/gubernur-bi-outlook-ekonomi-tahun-ini-optimis-optimis-dan-optimis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/20/2023960/gubernur-bi-outlook-ekonomi-tahun-ini-optimis-optimis-dan-optimis"/><item><title>Gubernur BI: Outlook Ekonomi Tahun Ini Optimis, Optimis dan Optimis!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/20/2023960/gubernur-bi-outlook-ekonomi-tahun-ini-optimis-optimis-dan-optimis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/20/2023960/gubernur-bi-outlook-ekonomi-tahun-ini-optimis-optimis-dan-optimis</guid><pubDate>Kamis 28 Februari 2019 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/28/20/2023960/gubernur-bi-outlook-ekonomi-tahun-ini-optimis-optimis-dan-optimis-S1J7ObisTV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/28/20/2023960/gubernur-bi-outlook-ekonomi-tahun-ini-optimis-optimis-dan-optimis-S1J7ObisTV.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, pihaknya optimistis perekonomian nasional tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, meski masih dihadapkan beberapa tantangan ketidakpastian global. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,2%-5,3%.
&quot;Outlook ekonomi (tahun ini), optimis, optimis, optimis,&quot; kata dia dalam acara Economic Outlook: Prospek Ekonomi di Tahun Politik, Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Baca Juga: Tantangan Ekonomi RI 2019 Tak Seberat 2018
 
Meski demikian, Perry mengakui masih ada tantangan dari domestik yakni defisit transaksi berjalan (currenct account deficit/CAD). &quot;Masalahnya dari global masih ada gonjang ganjing, sehingga sulit untuk menggenjot ekspor. Sehingga net impor-ekspor masih negatif,&quot; kata dia.
Sementara itu, dari sisi nilai tukar Rupiah, Perry menilai akan lebih stabil bahkan cenderung menguat sepanjang tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu, di mana Rupiah tercatat mengalami depresiasi sebesar 6,9%.
Stabilnya mata uang Garuda ini ditopang semakin meningkatnya arus modal asing yang masuk (capital inflow). Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi yang lebih baik.

&quot;Pasar valuta asing semakin berkembang, tidak hanya hanya bergantung pada perdagangan spot dan swap, tetapi juga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF),&quot; jelasnya.
Perry menegaskan, Bank Sentral selalu memperhitungkan risiko dari setiap kebijakan yang diputuskannya. Oleh sebab itu, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
&quot;Kami melakukan koordinasi yang baik, jadi kalau negara lain antara pemerintah dan Bank Sentral tidak rukun, tapi kalau di Indonesia guyub rukun dan bersinergi,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, pihaknya optimistis perekonomian nasional tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, meski masih dihadapkan beberapa tantangan ketidakpastian global. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,2%-5,3%.
&quot;Outlook ekonomi (tahun ini), optimis, optimis, optimis,&quot; kata dia dalam acara Economic Outlook: Prospek Ekonomi di Tahun Politik, Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Baca Juga: Tantangan Ekonomi RI 2019 Tak Seberat 2018
 
Meski demikian, Perry mengakui masih ada tantangan dari domestik yakni defisit transaksi berjalan (currenct account deficit/CAD). &quot;Masalahnya dari global masih ada gonjang ganjing, sehingga sulit untuk menggenjot ekspor. Sehingga net impor-ekspor masih negatif,&quot; kata dia.
Sementara itu, dari sisi nilai tukar Rupiah, Perry menilai akan lebih stabil bahkan cenderung menguat sepanjang tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu, di mana Rupiah tercatat mengalami depresiasi sebesar 6,9%.
Stabilnya mata uang Garuda ini ditopang semakin meningkatnya arus modal asing yang masuk (capital inflow). Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi yang lebih baik.

&quot;Pasar valuta asing semakin berkembang, tidak hanya hanya bergantung pada perdagangan spot dan swap, tetapi juga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF),&quot; jelasnya.
Perry menegaskan, Bank Sentral selalu memperhitungkan risiko dari setiap kebijakan yang diputuskannya. Oleh sebab itu, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
&quot;Kami melakukan koordinasi yang baik, jadi kalau negara lain antara pemerintah dan Bank Sentral tidak rukun, tapi kalau di Indonesia guyub rukun dan bersinergi,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
