<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih BCA Naik 10,9% Jadi Rp25,9 Triliun</title><description>PT Bank Central Asia Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp25,9 triliun sepanjang 2018, tumbuh 10,9%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/278/2024141/laba-bersih-bca-naik-10-9-jadi-rp25-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/278/2024141/laba-bersih-bca-naik-10-9-jadi-rp25-9-triliun"/><item><title>Laba Bersih BCA Naik 10,9% Jadi Rp25,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/278/2024141/laba-bersih-bca-naik-10-9-jadi-rp25-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/278/2024141/laba-bersih-bca-naik-10-9-jadi-rp25-9-triliun</guid><pubDate>Kamis 28 Februari 2019 19:13 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/28/278/2024141/laba-bersih-bca-naik-10-9-jadi-rp25-9-triliun-yS8ImkxU5w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/28/278/2024141/laba-bersih-bca-naik-10-9-jadi-rp25-9-triliun-yS8ImkxU5w.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk mencetak laba bersih  sebesar Rp25,9 triliun sepanjang 2018, tumbuh 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp23,3 triliun.
&quot;BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2018 di tengah kondisi likuiditas sektor perbankan yang mengetat dan tren kenaikan suku bunga,&quot; kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat jumpa pers, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Peningkatan laba bersih ditopang oleh pendapatan operasional BCA yang mampu tumbuh 10,6% menjadi Rp63 triliun pada tahun lalu dibandingkan 2017 Rp57 triliun.
Baca Juga: Lepas Saham BCA, Jahja Setiaatmadja Kantongi Rp1,85 Miliar
Secara lebih rinci, pendapatan bunga bersih naik 8,3% menjadi Rp45,3 triliun dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 17% mencapai Rp17,7 triliun.
Pada 2018, portofolio kredit BCA juga mengalami peningkatan sebesar 15,1% menjadi Rp538 triliun tersebut didukung oleh tingginya kebutuhan kredit usaha. Kredit korporasi tumbuh sebesar 20,4% menjadi Rp213,3 triliun pada akhir 2018 dan kredit komersial dan UKM meningkat 13,4% menjadi RP183,8 triliun.
BCA mencatat pertumbuhan kredit usaha yang lebih tinggi, baik pada kredit investasi maupun modal kerja. Meskipun dihadapkan pada peningkatan suku bunga, kredit konsumer tumbuh 9,7% menjadi Rp140,8 triliun.&amp;nbsp;
Baca Juga: Ikuti Era Digital, BCA Incar Pasar Milenial
Pada segmen konsumer, Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mampu tumbuh sebesar 12% menjadi Rp87,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 4,4%menjadi Rp40 triliun. Pada periode yang sama, pembiayaan kartu kredit tumbuh mencapai 11,8% menjadi Rp12, 9 triliun.
Kendati penyaluran kredit tumbuh positif, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat berada pada level 1,4% atau masih berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima.
&quot;Kami tekankan kehati-hatian dalam penyaluran kredit dalam meraih peluang dari permintaan kredit yang lebih tinggi selama tahun 2018,&quot; ujar Jahja.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk mencetak laba bersih  sebesar Rp25,9 triliun sepanjang 2018, tumbuh 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp23,3 triliun.
&quot;BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2018 di tengah kondisi likuiditas sektor perbankan yang mengetat dan tren kenaikan suku bunga,&quot; kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat jumpa pers, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Peningkatan laba bersih ditopang oleh pendapatan operasional BCA yang mampu tumbuh 10,6% menjadi Rp63 triliun pada tahun lalu dibandingkan 2017 Rp57 triliun.
Baca Juga: Lepas Saham BCA, Jahja Setiaatmadja Kantongi Rp1,85 Miliar
Secara lebih rinci, pendapatan bunga bersih naik 8,3% menjadi Rp45,3 triliun dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 17% mencapai Rp17,7 triliun.
Pada 2018, portofolio kredit BCA juga mengalami peningkatan sebesar 15,1% menjadi Rp538 triliun tersebut didukung oleh tingginya kebutuhan kredit usaha. Kredit korporasi tumbuh sebesar 20,4% menjadi Rp213,3 triliun pada akhir 2018 dan kredit komersial dan UKM meningkat 13,4% menjadi RP183,8 triliun.
BCA mencatat pertumbuhan kredit usaha yang lebih tinggi, baik pada kredit investasi maupun modal kerja. Meskipun dihadapkan pada peningkatan suku bunga, kredit konsumer tumbuh 9,7% menjadi Rp140,8 triliun.&amp;nbsp;
Baca Juga: Ikuti Era Digital, BCA Incar Pasar Milenial
Pada segmen konsumer, Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mampu tumbuh sebesar 12% menjadi Rp87,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 4,4%menjadi Rp40 triliun. Pada periode yang sama, pembiayaan kartu kredit tumbuh mencapai 11,8% menjadi Rp12, 9 triliun.
Kendati penyaluran kredit tumbuh positif, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat berada pada level 1,4% atau masih berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima.
&quot;Kami tekankan kehati-hatian dalam penyaluran kredit dalam meraih peluang dari permintaan kredit yang lebih tinggi selama tahun 2018,&quot; ujar Jahja.</content:encoded></item></channel></rss>
