<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Februari Deflasi,  Harga Daging Ayam hingga Cabai Merah Turun</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,08% (</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/01/20/2024356/februari-deflasi-harga-daging-ayam-hingga-cabai-merah-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/01/20/2024356/februari-deflasi-harga-daging-ayam-hingga-cabai-merah-turun"/><item><title> Februari Deflasi,  Harga Daging Ayam hingga Cabai Merah Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/01/20/2024356/februari-deflasi-harga-daging-ayam-hingga-cabai-merah-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/01/20/2024356/februari-deflasi-harga-daging-ayam-hingga-cabai-merah-turun</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2019 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/01/20/2024356/februari-deflasi-harga-daging-ayam-hingga-cabai-merah-turun-ZFGJega4ki.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: BPS Umumkan Februari Deflasi 0,08% (Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/01/20/2024356/februari-deflasi-harga-daging-ayam-hingga-cabai-merah-turun-ZFGJega4ki.jpg</image><title>Foto: BPS Umumkan Februari Deflasi 0,08% (Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Februari 2019 terjadi deflasi  sebesar 0,08% (month to month/mtm). Laju ini lebih terkendali dari Januari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,32%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti menjelaskan, deflasi terjadi karena penurunan harga pada kelompok bahan makanan. Kelompok ini menjadi satu-satunya yang mengalami deflasi diantara kelompok pengeluaran lainnya.

&quot;Bahan makanan mengalami delasi 1,11% dengan andil pada deflasi nasional sebesar 0,24%. Ini satu-satunya yang mengalami deflasi, kelompok yang lainnya inflasi,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Februari 2019 Diprediksi Deflasi 0,05%
Adapun komoditas yang mengalami deflasi yakni daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar 0,06%, lalu telur ayam ras sebesar 0,05%, bawang merah sebesar 0,04%, cabai rawit sebesar 0,02%. Serta ikan segar, wortel, jeruk, masing-masing memiliki andil deflasi 0,01%

Meski demikian, pada kelompok bahan makanan beberapa komoditas juga mengalami inflasi antara lain beras, mie kering instan, dan bawang putih. &quot;Tapi andil ke inflasinya kecil, masing-masing 0,01%,&quot; ujarnya.

Sementara itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau terjadi inflasi 0,31% dengan andil 0,06%. Komoditas yang memberi andil inflasi yakni nasi dengan lauk pauk dan rokok kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01%.
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Februari 2019 Deflasi 0,08%
Untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,25% dengan andil 0,06%. Sementara inflasi kelompok kesehatan sebesar 0,36% dengan andil 0,01%.

Lalu kelompok sandang inflasi sebesar 0,27% dengan andil 0,01%. Serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11% dengan  andil 0,01%.

Adapun pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,05% dengan andil sebesar 0,01%. Di mana pada kelompok ini tarif angkutan udara dan harga mobil menjadi komoditas penyumbang inflasi.

Sedangkan komoditas bensin mengalami deflasi 0,03% karena penurunan harga khususnya pada non subsidi yakni pertamax, pertamax turbo yang turun sejak bulan Februari.

&quot;Jadi inflasi kelompok ini lebih kerena kenaikan tarif angkutan udara sebesar 0,03% dan mobil harga sebesar 0,01%,&quot; katanya.

Dengan demikian, tingkat untuk inflasi komponen inti pada Januari-Februari 2019 tercatat sebesar 0,56% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 3,06%.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Februari 2019 terjadi deflasi  sebesar 0,08% (month to month/mtm). Laju ini lebih terkendali dari Januari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,32%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti menjelaskan, deflasi terjadi karena penurunan harga pada kelompok bahan makanan. Kelompok ini menjadi satu-satunya yang mengalami deflasi diantara kelompok pengeluaran lainnya.

&quot;Bahan makanan mengalami delasi 1,11% dengan andil pada deflasi nasional sebesar 0,24%. Ini satu-satunya yang mengalami deflasi, kelompok yang lainnya inflasi,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Februari 2019 Diprediksi Deflasi 0,05%
Adapun komoditas yang mengalami deflasi yakni daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar 0,06%, lalu telur ayam ras sebesar 0,05%, bawang merah sebesar 0,04%, cabai rawit sebesar 0,02%. Serta ikan segar, wortel, jeruk, masing-masing memiliki andil deflasi 0,01%

Meski demikian, pada kelompok bahan makanan beberapa komoditas juga mengalami inflasi antara lain beras, mie kering instan, dan bawang putih. &quot;Tapi andil ke inflasinya kecil, masing-masing 0,01%,&quot; ujarnya.

Sementara itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau terjadi inflasi 0,31% dengan andil 0,06%. Komoditas yang memberi andil inflasi yakni nasi dengan lauk pauk dan rokok kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01%.
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Februari 2019 Deflasi 0,08%
Untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,25% dengan andil 0,06%. Sementara inflasi kelompok kesehatan sebesar 0,36% dengan andil 0,01%.

Lalu kelompok sandang inflasi sebesar 0,27% dengan andil 0,01%. Serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11% dengan  andil 0,01%.

Adapun pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,05% dengan andil sebesar 0,01%. Di mana pada kelompok ini tarif angkutan udara dan harga mobil menjadi komoditas penyumbang inflasi.

Sedangkan komoditas bensin mengalami deflasi 0,03% karena penurunan harga khususnya pada non subsidi yakni pertamax, pertamax turbo yang turun sejak bulan Februari.

&quot;Jadi inflasi kelompok ini lebih kerena kenaikan tarif angkutan udara sebesar 0,03% dan mobil harga sebesar 0,01%,&quot; katanya.

Dengan demikian, tingkat untuk inflasi komponen inti pada Januari-Februari 2019 tercatat sebesar 0,56% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 3,06%.

</content:encoded></item></channel></rss>
