<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Trik Penggunaan Kartu Kredit yang Sehat</title><description>Bagi kaum urban, memiliki kartu kredit sudah menjadi hal yang lazim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/02/320/2024466/6-trik-penggunaan-kartu-kredit-yang-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/02/320/2024466/6-trik-penggunaan-kartu-kredit-yang-sehat"/><item><title>6 Trik Penggunaan Kartu Kredit yang Sehat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/02/320/2024466/6-trik-penggunaan-kartu-kredit-yang-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/02/320/2024466/6-trik-penggunaan-kartu-kredit-yang-sehat</guid><pubDate>Sabtu 02 Maret 2019 07:13 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/01/320/2024466/6-trik-penggunaan-kartu-kredit-yang-sehat-E0pxV1BJnJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/01/320/2024466/6-trik-penggunaan-kartu-kredit-yang-sehat-E0pxV1BJnJ.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Bagi kaum urban, memiliki kartu kredit sudah menjadi hal yang lazim. Kartu kredit merupakan salah satu pilihan alat transaksi non tunai yang paling disukai karena praktis dan menyuguhkan banyak kemudahan.

Beli apapun bisa tinggal gesek tanpa harus repot membawa uang tunai. Keuntungan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari poin rewards, diskon belanja, cashback, voucher, dan lain-lain.

Tak heran kalau semakin hari, banyak sekali orang yang kian meminatinya. Mengacu pada data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi kartu kredit per Maret 2018 lalu telah mencapai Rp 755,28 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jenis-Jenis Biaya Kartu Kredit yang Harus Diketahui
Nilai tersebut meningkat 9,82% dibandingkan Februari 2018 yang hanya mencapai Rp 687,69 miliar. Di sisi lain, penggunaan kartu kredit tidak selamanya menguntungkan.

Jika tidak bisa mengontrolnya setiap bulan, siap-siap saja mendapatkan tagihan yang gendut. Nah untuk menghindari hal itu, simak trik penggunaan kartu kredit yang sehat berikut ini seperti dikutip CekAja, Jakarta, Sabtu (1/3/2019).

1. Limit harus sesuai

Pada dasarnya, limit kartu kredit ditentukan oleh bank penerbit berdasarkan gaji seseorang. Kamu memang tidak bisa memilih sendiri.

Namun, ada kalanya pihak bank menawarkan untuk meng-upgrade limit tersebut sebagai apreasiasi jika tagihanmu lancar. Jangan pernah tergiur dengan penawaran seperti ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: 6 Jurus Lunasi Tunggakan Tagihan Kartu Kredit
Karena secara tidak langsung, kamu bakal lebih konsumtif dibuatnya. Dengan limit yang besar, kamu dapat membeli apapun yang diinginkan. Barang branded ataupun non branded bisa kamu miliki dengan hanya menggesek kartu kredit. Tapi begitu harus membayar, ujung-ujungnya &amp;lsquo;besar pasak daripada tiang&amp;rsquo;.

2. Pahami syarat dan ketentuan

Syarat dan ketentuan mutlak dibaca dan dipahami dengan teliti agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Pasalnya, beberapa hal penting mengenai kartu kredit sering kali tidak disadari betul-betul oleh penggunanya.

Semisal iuran tahunan yang begitu ditagih ternyata cukup besar. Begitupun soal denda keterlambatan, sampai komponen administrasi terkecil seperti biaya materai.

Semua harus jelas serta benar-benar dipahami sebelum menggunakan kartu kredit.

3. Sebisa mungkin bayar penuh

Walaupun ada pilihan membayar tagihan minimum yakni 10 persen dari total bill, usahakan untuk tetap melunasinya di setiap bulan. Pembayaran minimum hanya akan menumpuk sisa-sisa tagihan yang ada (outstanding balance).

Ketika masuk ke tagihan bulan selanjutnya, jumlah outstanding balance tersebut pun bakal ditambah lagi dengan bunga beberapa persen. Bisa dibayangkan seberapa besar utang kartu kreditmu tersebut? Tentunya sangat menguras kantong.
 

4. Manfaatkan cicilan 0 Persen

Menyicil barang dengan kartu kredit tentunya sah-sah saja. Toh, fasilitas itulah yang paling diandalkan banyak nasabah.

Dengan catatan, pilih merchant yang menawarkan cicilan 0%. Tenornya juga sebisa mungkin jangan yang terlalu lama.

Demi mengurangi bebanmu dari membayar cicilan yang rasanya tidak  kunjung selesai. Selain itu, gunakan kartu kredit hanya untuk  pembelanjaan yang menawarkan poin reward.

Poin ini nantinya dapat Anda ditukarkan dengan berbagai penawaran  dari kartu kredit, mulai dari fasilitas menunggu di lounge bandara kelas  satu hingga diskon pembelian barang-barang tertentu di toko yang telah  bekerja sama dengan penerbit kartu kredit.
&amp;nbsp;

5. Hindari tarik tunai

Sebaiknya jangan pernah melakukan tarik tunai dengan kartu kredit.  Bank Indonesia bahkan melarang hal ini, terutama bila transaksi  dilakukan melalui mesin Electronic Data Capture (EDC).

Selain membuatmu berutang lebih banyak, ada beberapa kerugian lain  yang muncul dari kegiatan tersebut. Seperti penyalahgunaan data, kredit  macet, hingga risiko pencucian uang.

Lagipula, biaya administrasi tarik tunai juga cukup besar. Selagi masih ada uang di rekening, pergunakan yang ada saja.

6. Jangan dijadikan dana cadangan

Mengandalkan kartu kredit sebagai dana cadangan? Salah besar. Jadikan  kartu kredit sebagai alat pembayaran untuk kepentingan-kepentingan yang  bersifat urgent saja.

Seperti kehabisan uang tunai saat traveling ke luar negeri, menyicil  barang tertentu, atau terdesak keperluan di luar dugaan. Jika hendak  memakainya untuk keperluan darurat dalam jumlah besar, pastikan bisa  melunasinya saat tagihan datang.
&amp;nbsp;
 
Upaya Negosiasi Pembayaran

Bila kondisi keuangan sedang bermasalah sehingga sulit membayar  tagihan kartu kredit, tak perlu sungkan untuk mendatangi bank penerbit  untuk berkonsultasi.

Pihak bank bisa memberi solusinya. Kamu akan dibantu mengatur rencana pembayaran tagihan lewat negosiasi.

Tidak ada yang salah dengan penggunaan kartu kredit. Hanya saja,  mungkin beberapa orang sering lalai dalam menggunakan produk keuangan  ini.

Tetap sesuaikan penggunaan kartu kredit dengan penghasilanmu, niscaya  tagihan membengkak pun tinggal kenangan. Mengajukan kartu kredit  sekarang tak hanya bisa dilakukan langsung di bank terkait saja.</description><content:encoded>JAKARTA - Bagi kaum urban, memiliki kartu kredit sudah menjadi hal yang lazim. Kartu kredit merupakan salah satu pilihan alat transaksi non tunai yang paling disukai karena praktis dan menyuguhkan banyak kemudahan.

Beli apapun bisa tinggal gesek tanpa harus repot membawa uang tunai. Keuntungan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari poin rewards, diskon belanja, cashback, voucher, dan lain-lain.

Tak heran kalau semakin hari, banyak sekali orang yang kian meminatinya. Mengacu pada data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi kartu kredit per Maret 2018 lalu telah mencapai Rp 755,28 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jenis-Jenis Biaya Kartu Kredit yang Harus Diketahui
Nilai tersebut meningkat 9,82% dibandingkan Februari 2018 yang hanya mencapai Rp 687,69 miliar. Di sisi lain, penggunaan kartu kredit tidak selamanya menguntungkan.

Jika tidak bisa mengontrolnya setiap bulan, siap-siap saja mendapatkan tagihan yang gendut. Nah untuk menghindari hal itu, simak trik penggunaan kartu kredit yang sehat berikut ini seperti dikutip CekAja, Jakarta, Sabtu (1/3/2019).

1. Limit harus sesuai

Pada dasarnya, limit kartu kredit ditentukan oleh bank penerbit berdasarkan gaji seseorang. Kamu memang tidak bisa memilih sendiri.

Namun, ada kalanya pihak bank menawarkan untuk meng-upgrade limit tersebut sebagai apreasiasi jika tagihanmu lancar. Jangan pernah tergiur dengan penawaran seperti ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: 6 Jurus Lunasi Tunggakan Tagihan Kartu Kredit
Karena secara tidak langsung, kamu bakal lebih konsumtif dibuatnya. Dengan limit yang besar, kamu dapat membeli apapun yang diinginkan. Barang branded ataupun non branded bisa kamu miliki dengan hanya menggesek kartu kredit. Tapi begitu harus membayar, ujung-ujungnya &amp;lsquo;besar pasak daripada tiang&amp;rsquo;.

2. Pahami syarat dan ketentuan

Syarat dan ketentuan mutlak dibaca dan dipahami dengan teliti agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Pasalnya, beberapa hal penting mengenai kartu kredit sering kali tidak disadari betul-betul oleh penggunanya.

Semisal iuran tahunan yang begitu ditagih ternyata cukup besar. Begitupun soal denda keterlambatan, sampai komponen administrasi terkecil seperti biaya materai.

Semua harus jelas serta benar-benar dipahami sebelum menggunakan kartu kredit.

3. Sebisa mungkin bayar penuh

Walaupun ada pilihan membayar tagihan minimum yakni 10 persen dari total bill, usahakan untuk tetap melunasinya di setiap bulan. Pembayaran minimum hanya akan menumpuk sisa-sisa tagihan yang ada (outstanding balance).

Ketika masuk ke tagihan bulan selanjutnya, jumlah outstanding balance tersebut pun bakal ditambah lagi dengan bunga beberapa persen. Bisa dibayangkan seberapa besar utang kartu kreditmu tersebut? Tentunya sangat menguras kantong.
 

4. Manfaatkan cicilan 0 Persen

Menyicil barang dengan kartu kredit tentunya sah-sah saja. Toh, fasilitas itulah yang paling diandalkan banyak nasabah.

Dengan catatan, pilih merchant yang menawarkan cicilan 0%. Tenornya juga sebisa mungkin jangan yang terlalu lama.

Demi mengurangi bebanmu dari membayar cicilan yang rasanya tidak  kunjung selesai. Selain itu, gunakan kartu kredit hanya untuk  pembelanjaan yang menawarkan poin reward.

Poin ini nantinya dapat Anda ditukarkan dengan berbagai penawaran  dari kartu kredit, mulai dari fasilitas menunggu di lounge bandara kelas  satu hingga diskon pembelian barang-barang tertentu di toko yang telah  bekerja sama dengan penerbit kartu kredit.
&amp;nbsp;

5. Hindari tarik tunai

Sebaiknya jangan pernah melakukan tarik tunai dengan kartu kredit.  Bank Indonesia bahkan melarang hal ini, terutama bila transaksi  dilakukan melalui mesin Electronic Data Capture (EDC).

Selain membuatmu berutang lebih banyak, ada beberapa kerugian lain  yang muncul dari kegiatan tersebut. Seperti penyalahgunaan data, kredit  macet, hingga risiko pencucian uang.

Lagipula, biaya administrasi tarik tunai juga cukup besar. Selagi masih ada uang di rekening, pergunakan yang ada saja.

6. Jangan dijadikan dana cadangan

Mengandalkan kartu kredit sebagai dana cadangan? Salah besar. Jadikan  kartu kredit sebagai alat pembayaran untuk kepentingan-kepentingan yang  bersifat urgent saja.

Seperti kehabisan uang tunai saat traveling ke luar negeri, menyicil  barang tertentu, atau terdesak keperluan di luar dugaan. Jika hendak  memakainya untuk keperluan darurat dalam jumlah besar, pastikan bisa  melunasinya saat tagihan datang.
&amp;nbsp;
 
Upaya Negosiasi Pembayaran

Bila kondisi keuangan sedang bermasalah sehingga sulit membayar  tagihan kartu kredit, tak perlu sungkan untuk mendatangi bank penerbit  untuk berkonsultasi.

Pihak bank bisa memberi solusinya. Kamu akan dibantu mengatur rencana pembayaran tagihan lewat negosiasi.

Tidak ada yang salah dengan penggunaan kartu kredit. Hanya saja,  mungkin beberapa orang sering lalai dalam menggunakan produk keuangan  ini.

Tetap sesuaikan penggunaan kartu kredit dengan penghasilanmu, niscaya  tagihan membengkak pun tinggal kenangan. Mengajukan kartu kredit  sekarang tak hanya bisa dilakukan langsung di bank terkait saja.</content:encoded></item></channel></rss>
