<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Anjlok Selama 4 Hari Berturut-turut</title><description>Wall Street ditutup turun selama empat hari berturut-turut pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/08/278/2027238/wall-street-anjlok-selama-4-hari-berturut-turut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/08/278/2027238/wall-street-anjlok-selama-4-hari-berturut-turut"/><item><title>Wall Street Anjlok Selama 4 Hari Berturut-turut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/08/278/2027238/wall-street-anjlok-selama-4-hari-berturut-turut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/08/278/2027238/wall-street-anjlok-selama-4-hari-berturut-turut</guid><pubDate>Jum'at 08 Maret 2019 07:19 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/08/278/2027238/wall-street-anjlok-selama-4-hari-berturut-turut-zD1LaI3aDd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street dibuka melemah (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/08/278/2027238/wall-street-anjlok-selama-4-hari-berturut-turut-zD1LaI3aDd.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street dibuka melemah (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup turun selama empat hari berturut-turut pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan menunda kenaikan suku bunga dan menawarkan putaran baru pinjaman murah kepada bank-bank, meningkatkan kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi global.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 200,23 poin atau 0,78% menjadi berakhir di 25.473,23 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 22,52 poin atau 0,81% menjadi ditutup pada 2.748,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 84,46 poin atau 1,13% menjadi berakhir di 7.421,46 poin.
Baca Juga: Wall Street Melemah Terbebani Saham Kesehatan
 
Indeks acuan S&amp;amp;P 500 telah naik 9,7% tahun ini, tetapi investor mengatakan tidak jelas apa yang akan mendorong langkah selanjutnya lebih tinggi untuk saham-saham.
Dow Jones Transport Average yang diawasi ketat turun 1,0%, penurunan ke-10 berturut-turut dan penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2009. Indeks transportasi terseret oleh saham FedEx Corp yang jatuh 3,0% karena Citigroup Inc memangkas estimasi laba kuartalan dan target harga untuk perusahaan pengiriman paket tersebut.
S&amp;amp;P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan (MA) 200-hari, level teknis yang diawasi ketat, untuk pertama kalinya dalam sekitar sebulan.

Consumer discretionary (kebutuhan sekunder konsumen) dan keuangan adalah sektor utama S&amp;amp;P 500 berkinerja terburuk. Utilitas, kelompok defensif, adalah satu-satunya sektor utama yang berada di wilayah positif.
Menambah nada pasar yang masam, saham Kroger Co anjlok 10,0% setelah penjual bahan makanan ini memproyeksikan laba tahunan di bawah perkiraan Wall Street. Jumlah saham turun melebihi jumlah yang naik, di NYSE dengan rasio 2,43 banding 1; di Nasdaq dengan rasio 2,14 banding 1.
S&amp;amp;P 500 membukukan 18 tertinggi baru dalam 52-minggu dan enam terendah baru; Komposit Nasdaq mencatat 20 tertinggi baru dan 61 terendah baru. Sekitar 7,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 7,4 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir, demikian dilansir Antaranews, Jumat (8/3/2019).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup turun selama empat hari berturut-turut pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan menunda kenaikan suku bunga dan menawarkan putaran baru pinjaman murah kepada bank-bank, meningkatkan kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi global.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 200,23 poin atau 0,78% menjadi berakhir di 25.473,23 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 22,52 poin atau 0,81% menjadi ditutup pada 2.748,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 84,46 poin atau 1,13% menjadi berakhir di 7.421,46 poin.
Baca Juga: Wall Street Melemah Terbebani Saham Kesehatan
 
Indeks acuan S&amp;amp;P 500 telah naik 9,7% tahun ini, tetapi investor mengatakan tidak jelas apa yang akan mendorong langkah selanjutnya lebih tinggi untuk saham-saham.
Dow Jones Transport Average yang diawasi ketat turun 1,0%, penurunan ke-10 berturut-turut dan penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2009. Indeks transportasi terseret oleh saham FedEx Corp yang jatuh 3,0% karena Citigroup Inc memangkas estimasi laba kuartalan dan target harga untuk perusahaan pengiriman paket tersebut.
S&amp;amp;P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan (MA) 200-hari, level teknis yang diawasi ketat, untuk pertama kalinya dalam sekitar sebulan.

Consumer discretionary (kebutuhan sekunder konsumen) dan keuangan adalah sektor utama S&amp;amp;P 500 berkinerja terburuk. Utilitas, kelompok defensif, adalah satu-satunya sektor utama yang berada di wilayah positif.
Menambah nada pasar yang masam, saham Kroger Co anjlok 10,0% setelah penjual bahan makanan ini memproyeksikan laba tahunan di bawah perkiraan Wall Street. Jumlah saham turun melebihi jumlah yang naik, di NYSE dengan rasio 2,43 banding 1; di Nasdaq dengan rasio 2,14 banding 1.
S&amp;amp;P 500 membukukan 18 tertinggi baru dalam 52-minggu dan enam terendah baru; Komposit Nasdaq mencatat 20 tertinggi baru dan 61 terendah baru. Sekitar 7,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 7,4 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir, demikian dilansir Antaranews, Jumat (8/3/2019).</content:encoded></item></channel></rss>
