<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Mulai Kembangkan Mobil Terbang</title><description>Di ajang Geneva Motor Show 2019, perusahaan startup asal Belanda, PAL-V, menampilkan mobil terbang bernama PAL-V Liberty Pioneer Edition.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/09/470/2027802/industri-mulai-kembangkan-mobil-terbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/09/470/2027802/industri-mulai-kembangkan-mobil-terbang"/><item><title>Industri Mulai Kembangkan Mobil Terbang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/09/470/2027802/industri-mulai-kembangkan-mobil-terbang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/09/470/2027802/industri-mulai-kembangkan-mobil-terbang</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2019 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/09/470/2027802/industri-mulai-kembangkan-mobil-terbang-pFpGv6CQgA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Mobil Terbang (Foto: Propaganda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/09/470/2027802/industri-mulai-kembangkan-mobil-terbang-pFpGv6CQgA.jpg</image><title>Ilustrasi: Mobil Terbang (Foto: Propaganda)</title></images><description>JENEWA - Mobil terbang mulai mendapatkan tempat di peta automotif dunia. Bahkan, industri pendukung sudah mulai mempersiapkan diri apabila rencana mobil terbang tersebut nantinya segera terealisasi.
Ajang Geneva Motor Show 2019 yang digelar pada 7-17 Maret 2019 itu masih jadi panggung utama pabrikan mobil dunia untuk saling memamerkan mobil konsep dan produksi terbaru serta teknologi terbaru yang mereka miliki.
Yang berbeda, tahun ini Geneva Motor Show 2019 mulai memberikan tempat pada tren automotif baru yang tengah jadi pembicaraan masyarakat dunia, yaitu mobil terbang. Kehadiran mobil terbang di pameran automotif  internasional saat ini tergolong jarang.
Umumnya para pihak yang terlibat dalam proyek mobil terbang lebih memilih ajang Consumer Electronic Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat sebagai tempat yang paling ideal untuk memperkenalkan mobil terbang buatan mereka. Kini di ajang Geneva Motor Show 2019, sebuah perusahaan startup asal Belanda, PAL-V, menampilkan mobil terbang mereka yang dinamakan PAL-V Liberty Pioneer Edition.
Berbeda dengan mobil terbang yang saat ini masih dalam bentuk purwarupa atau konsep, PAL-V sudah resmi menjual mobil terbang itu.&amp;nbsp; Mobil yang sudah dikerjakan sejak 1999 itu dibanderol harga USD599.000 atau setara Rp8,4 miliar.
&amp;ldquo;Ada 90 unit mobil terbang yang kami jual. Mobil ini dibuat untuk 90 orang yang ingin membuat sejarah bersama kami. Mereka akan menjadi lini terdepan dalam revolusi mobilitas di mana mobil tidak hanya bisa di kemudikan, tapi juga diterbangkan ke berbagai destinasi,&amp;rdquo; ujar CEO PAL-V Robert Dingemanse.
Dia menambahkan, kedepannya PAL-V akan menghadirkan mobil terbang yang harganya lebih murah. Rencananya mereka akan membuat PAL-V Liberty Sport Edition yang harganya mencapai USD399.000 atau setara Rp5,5 miliar. &amp;ldquo;Rencananya pengiriman akan dilakukan awal 2020,&amp;rdquo; jelas Robert Dingemanse.
Dibandingkan dengan mobil terbang konsep lain yang dikembangkan oleh Audi, Air-bus, dan Uber, PAL-V memilih teknologi berbeda. PAL-V Liberty Pio neer Edition menggunakan teknologi autogiro atau gyro plane di mana agar mampu terbang mobil ini menggunakan baling-baling. Jadi, mobil ini tidak ubahnya seperti helikopter yang hadir dalam sebuah mobil.
Menurut Chief of Engineer PAL-V Mike Stekelenburg, baling-baling mobil ini tidak digerakkan oleh mesin seperti halnya baling-baling di helikopter. PAL-V memasang sebuah motor listrik guna menggerakkan baling-baling. Tenaga yang dihasilkan mesin justru di alihkan ke rotor mobil yang ada di bagian belakang.
&amp;ldquo;Prinsip kerja gyro plane sangat ideal karena memudahkan mobil untuk dapat terbang dan dikendarai di jalan dengan mudah. Selain itu, regulasi yang berlaku buat autogiro saat ini lebih mudah dipenuhi ketimbang teknologi pesawat yang ada,&amp;rdquo; ujar Mike Steke len burg.
Meski realisasi mobil terbang masih butuh waktu, beberapa industri pendukung automotif justru mulai bersiap untuk memberikan amunisi pelengkapnya.&amp;nbsp; Masih di Geneva Motor Show 2019, Goodyear menghadirkan sebuah ban khusus yang mereka klaim cocok untuk digunakan di mobil terbang.
Ban mobil terbang buatan Goodyear itu tidak terlihat seperti ban mobil yang ada pada umumnya. Ban mobil itu lebih tipis ketimbang ban mobil biasa karena memang tidak berisi udara.&amp;nbsp; Alih-alih ban tersebut terbuat dari serat khusus yang mampu adaptif dengan kondisi jalan dan di udara.
&amp;ldquo;Ban biasa akan mengalami perubahan temperatur saat berada di langit. Ban ini akan mampu mengatasi kelemahan itu,&amp;rdquo; jelas Goodyear.Selain itu, ban tersebut juga memiliki fungsi unik lainnya yakni  baling-baling. Ketika mobil siap-siap akan terbang, satu demi persatu  ban mobil akan berubah posisi dari vertikal ke horizontal. Saat itulah  bilah-bilah yang ada di ban mobil mulai bekerja dan perlahan-lahan  membantu mobil untuk terangkat ke udara.
&amp;ldquo;Saat perusahaan mobilitas mulai beralih ke langit, teknologi ban  canggih yang kami miliki berhasil membuat sebuah ban yang tidak hanya  bisa bekerja secara tradisional dijalanan, tapi juga bisa jadi tenaga  penggerak saat ada di langit,&amp;rdquo; ujar Chief Technolgy Officer Goodyear,  Chris Helsel.
Kehadiran mobil terbang di masyarakat bukan hanya ditentukan oleh  adanya model. Mobil terbang membutuhkan ekosistem dan infrastruktur yang  sesuai agar moda transportasi baru ini bisa diterima dengan baik oleh  masyarakat.
&amp;ldquo;Harus meniru dengan kesuksesan teknologi listrik yang sudah  berkembang pesat seperti sekarang. Saat ini infrastruktur mobil listrik  sudah sangat mudah ditemukan di mana saja,&amp;rdquo; jelas Head of Product dari  Uber Elevate, Aerial Division Uber, Nikhil Goel.
Harus diakui saat ini teknologi mobil listrik memang sudah sangat  mapan. Kemajuan ini bahkan terasa di tempat yang sama, di mana seluruh  mobil yang ditampilkan di pameran automotif  itu di dominasi oleh mobil  listrik.&amp;nbsp;
Regulasi emisi yang diterapkan di kawasan Eropa yang disahkan pada  Desember 2018 lalu memaksa setiap pabrikan untuk mengurangi gas buang  yang dihasilkan oleh mobil sebesar 37%. Ketat dan sulitnya standar ini  membuat banyak pabrikan mulai beralih kemobil listrik ketimbang mobil  dengan pembakaran internal.
Ambil contoh BMW yang membawa empat model mobil baru di Geneva Motor  Show 2019. Keempat mobil itu sudah meng gu nakan sistem plug in hybrid  generasi keempat, yakni BMW 754e, BMW 330e, BMW X3 XDrive30e, dan BMW X5  XDri ve45e. Mobil-mobil ini memiliki baterai berkapasitas tinggi yang  bisa membuat mobil melaju dalam mode elektrik sejauh 80 km.
&amp;ldquo;Masa  depan kami jelas adalah elektrik, kami bangga menjadi market leader  dalam mobil listrik di Eropa. Kami akan menawarkan mobil elektrik di  semua segmen. BMW X3 yang merupakan salah satu model populer kami akan  memiliki tiga sistem penggerak, yakni plug in hybrid, listrik murni, dan  mesin pembakaran dalam,&amp;rdquo; ujarnya dalam paparan perusahaan di Geneva  Motor Show.
BMW sebelumnya menargetkan bakal merilis 25 model  elek trifikasi sampai 2025; tahun ini BMW akan meluncurkan 10 model baru  dan model upgrade untuk mobil listrik. &amp;ldquo;Kami juga akan memperkenalkan  iX3 pada 2020, i4 pada 2021, serta iNEXT,&amp;rdquo; ujarnya.
(wahyu sibarani) </description><content:encoded>JENEWA - Mobil terbang mulai mendapatkan tempat di peta automotif dunia. Bahkan, industri pendukung sudah mulai mempersiapkan diri apabila rencana mobil terbang tersebut nantinya segera terealisasi.
Ajang Geneva Motor Show 2019 yang digelar pada 7-17 Maret 2019 itu masih jadi panggung utama pabrikan mobil dunia untuk saling memamerkan mobil konsep dan produksi terbaru serta teknologi terbaru yang mereka miliki.
Yang berbeda, tahun ini Geneva Motor Show 2019 mulai memberikan tempat pada tren automotif baru yang tengah jadi pembicaraan masyarakat dunia, yaitu mobil terbang. Kehadiran mobil terbang di pameran automotif  internasional saat ini tergolong jarang.
Umumnya para pihak yang terlibat dalam proyek mobil terbang lebih memilih ajang Consumer Electronic Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat sebagai tempat yang paling ideal untuk memperkenalkan mobil terbang buatan mereka. Kini di ajang Geneva Motor Show 2019, sebuah perusahaan startup asal Belanda, PAL-V, menampilkan mobil terbang mereka yang dinamakan PAL-V Liberty Pioneer Edition.
Berbeda dengan mobil terbang yang saat ini masih dalam bentuk purwarupa atau konsep, PAL-V sudah resmi menjual mobil terbang itu.&amp;nbsp; Mobil yang sudah dikerjakan sejak 1999 itu dibanderol harga USD599.000 atau setara Rp8,4 miliar.
&amp;ldquo;Ada 90 unit mobil terbang yang kami jual. Mobil ini dibuat untuk 90 orang yang ingin membuat sejarah bersama kami. Mereka akan menjadi lini terdepan dalam revolusi mobilitas di mana mobil tidak hanya bisa di kemudikan, tapi juga diterbangkan ke berbagai destinasi,&amp;rdquo; ujar CEO PAL-V Robert Dingemanse.
Dia menambahkan, kedepannya PAL-V akan menghadirkan mobil terbang yang harganya lebih murah. Rencananya mereka akan membuat PAL-V Liberty Sport Edition yang harganya mencapai USD399.000 atau setara Rp5,5 miliar. &amp;ldquo;Rencananya pengiriman akan dilakukan awal 2020,&amp;rdquo; jelas Robert Dingemanse.
Dibandingkan dengan mobil terbang konsep lain yang dikembangkan oleh Audi, Air-bus, dan Uber, PAL-V memilih teknologi berbeda. PAL-V Liberty Pio neer Edition menggunakan teknologi autogiro atau gyro plane di mana agar mampu terbang mobil ini menggunakan baling-baling. Jadi, mobil ini tidak ubahnya seperti helikopter yang hadir dalam sebuah mobil.
Menurut Chief of Engineer PAL-V Mike Stekelenburg, baling-baling mobil ini tidak digerakkan oleh mesin seperti halnya baling-baling di helikopter. PAL-V memasang sebuah motor listrik guna menggerakkan baling-baling. Tenaga yang dihasilkan mesin justru di alihkan ke rotor mobil yang ada di bagian belakang.
&amp;ldquo;Prinsip kerja gyro plane sangat ideal karena memudahkan mobil untuk dapat terbang dan dikendarai di jalan dengan mudah. Selain itu, regulasi yang berlaku buat autogiro saat ini lebih mudah dipenuhi ketimbang teknologi pesawat yang ada,&amp;rdquo; ujar Mike Steke len burg.
Meski realisasi mobil terbang masih butuh waktu, beberapa industri pendukung automotif justru mulai bersiap untuk memberikan amunisi pelengkapnya.&amp;nbsp; Masih di Geneva Motor Show 2019, Goodyear menghadirkan sebuah ban khusus yang mereka klaim cocok untuk digunakan di mobil terbang.
Ban mobil terbang buatan Goodyear itu tidak terlihat seperti ban mobil yang ada pada umumnya. Ban mobil itu lebih tipis ketimbang ban mobil biasa karena memang tidak berisi udara.&amp;nbsp; Alih-alih ban tersebut terbuat dari serat khusus yang mampu adaptif dengan kondisi jalan dan di udara.
&amp;ldquo;Ban biasa akan mengalami perubahan temperatur saat berada di langit. Ban ini akan mampu mengatasi kelemahan itu,&amp;rdquo; jelas Goodyear.Selain itu, ban tersebut juga memiliki fungsi unik lainnya yakni  baling-baling. Ketika mobil siap-siap akan terbang, satu demi persatu  ban mobil akan berubah posisi dari vertikal ke horizontal. Saat itulah  bilah-bilah yang ada di ban mobil mulai bekerja dan perlahan-lahan  membantu mobil untuk terangkat ke udara.
&amp;ldquo;Saat perusahaan mobilitas mulai beralih ke langit, teknologi ban  canggih yang kami miliki berhasil membuat sebuah ban yang tidak hanya  bisa bekerja secara tradisional dijalanan, tapi juga bisa jadi tenaga  penggerak saat ada di langit,&amp;rdquo; ujar Chief Technolgy Officer Goodyear,  Chris Helsel.
Kehadiran mobil terbang di masyarakat bukan hanya ditentukan oleh  adanya model. Mobil terbang membutuhkan ekosistem dan infrastruktur yang  sesuai agar moda transportasi baru ini bisa diterima dengan baik oleh  masyarakat.
&amp;ldquo;Harus meniru dengan kesuksesan teknologi listrik yang sudah  berkembang pesat seperti sekarang. Saat ini infrastruktur mobil listrik  sudah sangat mudah ditemukan di mana saja,&amp;rdquo; jelas Head of Product dari  Uber Elevate, Aerial Division Uber, Nikhil Goel.
Harus diakui saat ini teknologi mobil listrik memang sudah sangat  mapan. Kemajuan ini bahkan terasa di tempat yang sama, di mana seluruh  mobil yang ditampilkan di pameran automotif  itu di dominasi oleh mobil  listrik.&amp;nbsp;
Regulasi emisi yang diterapkan di kawasan Eropa yang disahkan pada  Desember 2018 lalu memaksa setiap pabrikan untuk mengurangi gas buang  yang dihasilkan oleh mobil sebesar 37%. Ketat dan sulitnya standar ini  membuat banyak pabrikan mulai beralih kemobil listrik ketimbang mobil  dengan pembakaran internal.
Ambil contoh BMW yang membawa empat model mobil baru di Geneva Motor  Show 2019. Keempat mobil itu sudah meng gu nakan sistem plug in hybrid  generasi keempat, yakni BMW 754e, BMW 330e, BMW X3 XDrive30e, dan BMW X5  XDri ve45e. Mobil-mobil ini memiliki baterai berkapasitas tinggi yang  bisa membuat mobil melaju dalam mode elektrik sejauh 80 km.
&amp;ldquo;Masa  depan kami jelas adalah elektrik, kami bangga menjadi market leader  dalam mobil listrik di Eropa. Kami akan menawarkan mobil elektrik di  semua segmen. BMW X3 yang merupakan salah satu model populer kami akan  memiliki tiga sistem penggerak, yakni plug in hybrid, listrik murni, dan  mesin pembakaran dalam,&amp;rdquo; ujarnya dalam paparan perusahaan di Geneva  Motor Show.
BMW sebelumnya menargetkan bakal merilis 25 model  elek trifikasi sampai 2025; tahun ini BMW akan meluncurkan 10 model baru  dan model upgrade untuk mobil listrik. &amp;ldquo;Kami juga akan memperkenalkan  iX3 pada 2020, i4 pada 2021, serta iNEXT,&amp;rdquo; ujarnya.
(wahyu sibarani) </content:encoded></item></channel></rss>
