<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp14.247/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di pembukaan perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/12/278/2028769/pagi-ini-rupiah-menguat-ke-rp14-247-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/12/278/2028769/pagi-ini-rupiah-menguat-ke-rp14-247-usd"/><item><title>Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp14.247/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/12/278/2028769/pagi-ini-rupiah-menguat-ke-rp14-247-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/12/278/2028769/pagi-ini-rupiah-menguat-ke-rp14-247-usd</guid><pubDate>Selasa 12 Maret 2019 09:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/12/278/2028769/pagi-ini-rupiah-menguat-ke-rp14-247-usd-nuEb3Xhnh8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Kurniasih/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/12/278/2028769/pagi-ini-rupiah-menguat-ke-rp14-247-usd-nuEb3Xhnh8.jpeg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Kurniasih/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp14.200 an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Selasa (12/3/2019) pukul 09.25 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 43,50 poin atau 0,30% ke level Rp14.247 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.245 per USD &amp;ndash; Rp14.252 per USD.
Baca Juga: Rupiah Tertekan ke Rp14.317/USD di Awal Pekan
 
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 45 poin atau 0,31% ke Rp14.240 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.230 per USD &amp;ndash; Rp14.320 per USD.
Seperti yang diberitakan Okezone, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah seminggu ini banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.
&amp;nbsp;
&quot;Oleh karena itu mendorong menguatnya Dolar Amerika Serikat tersebut,&quot; ujarnya.
Dia menjelaskan industri manufaktur AS yang cukup baik memberikan sentimen positif untuk dolar. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di mana pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah.
&quot;Dengan kondisi ekonomi Eropa yang memang masih lemah dan inflasi rendah oleh karena itu, akan perpanjang stimulus moneter. Jadi dovish statement dan stimulus moneter buat mata uang euro melemah,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp14.200 an per USD.
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Selasa (12/3/2019) pukul 09.25 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 43,50 poin atau 0,30% ke level Rp14.247 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.245 per USD &amp;ndash; Rp14.252 per USD.
Baca Juga: Rupiah Tertekan ke Rp14.317/USD di Awal Pekan
 
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 45 poin atau 0,31% ke Rp14.240 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.230 per USD &amp;ndash; Rp14.320 per USD.
Seperti yang diberitakan Okezone, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah seminggu ini banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.
&amp;nbsp;
&quot;Oleh karena itu mendorong menguatnya Dolar Amerika Serikat tersebut,&quot; ujarnya.
Dia menjelaskan industri manufaktur AS yang cukup baik memberikan sentimen positif untuk dolar. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di mana pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah.
&quot;Dengan kondisi ekonomi Eropa yang memang masih lemah dan inflasi rendah oleh karena itu, akan perpanjang stimulus moneter. Jadi dovish statement dan stimulus moneter buat mata uang euro melemah,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
