<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sore Ini Rupiah Ungguli Dolar AS</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di penutupan perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/13/278/2029512/sore-ini-rupiah-ungguli-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/13/278/2029512/sore-ini-rupiah-ungguli-dolar-as"/><item><title>Sore Ini Rupiah Ungguli Dolar AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/13/278/2029512/sore-ini-rupiah-ungguli-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/13/278/2029512/sore-ini-rupiah-ungguli-dolar-as</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2019 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Retno Tri Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/13/278/2029512/sore-ini-rupiah-ungguli-dolar-as-AjMnHW17tq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Rupiah Menguat (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/13/278/2029512/sore-ini-rupiah-ungguli-dolar-as-AjMnHW17tq.jpg</image><title>Foto: Rupiah Menguat (Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp14.200 an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (11/3/2019) pukul 17.19 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 1,5 poin atau 0,01 % ke level Rp14.265 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.245 per USD &amp;ndash; Rp14.282 per USD.
&amp;nbsp;Baca Juga: Rupiah Terus Menguat ke Level Rp14.266/USD
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah di level Rp14.260 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.245 per USD &amp;ndash; Rp14.282 per USD.

Seperti yang diberitakan Okezone, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah seminggu ini banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

&quot;Oleh karena itu mendorong menguatnya Dolar Amerika Serikat tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp14.247/USD
 
Dia menjelaskan industri manufaktur AS yang cukup baik memberikan sentimen positif untuk dolar. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di mana pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah.

&quot;Dengan kondisi ekonomi Eropa yang memang masih lemah dan inflasi rendah oleh karena itu, akan perpanjang stimulus moneter. Jadi dovish statement dan stimulus moneter buat mata uang euro melemah,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp14.200 an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (11/3/2019) pukul 17.19 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 1,5 poin atau 0,01 % ke level Rp14.265 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.245 per USD &amp;ndash; Rp14.282 per USD.
&amp;nbsp;Baca Juga: Rupiah Terus Menguat ke Level Rp14.266/USD
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah di level Rp14.260 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.245 per USD &amp;ndash; Rp14.282 per USD.

Seperti yang diberitakan Okezone, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah seminggu ini banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

&quot;Oleh karena itu mendorong menguatnya Dolar Amerika Serikat tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp14.247/USD
 
Dia menjelaskan industri manufaktur AS yang cukup baik memberikan sentimen positif untuk dolar. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di mana pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah.

&quot;Dengan kondisi ekonomi Eropa yang memang masih lemah dan inflasi rendah oleh karena itu, akan perpanjang stimulus moneter. Jadi dovish statement dan stimulus moneter buat mata uang euro melemah,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
