<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan Surplus, Sri Mulyani: Kita Tetap Waspada</title><description>Pemerintah akan tetap waspada walau neraca perdagangan Februari 2019 mengalami surplus</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/15/320/2030338/neraca-perdagangan-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/15/320/2030338/neraca-perdagangan-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspada"/><item><title>Neraca Perdagangan Surplus, Sri Mulyani: Kita Tetap Waspada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/15/320/2030338/neraca-perdagangan-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/15/320/2030338/neraca-perdagangan-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspada</guid><pubDate>Jum'at 15 Maret 2019 13:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/15/320/2030338/neraca-perdagangan-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspada-2o4mF2G9CO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/15/320/2030338/neraca-perdagangan-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspada-2o4mF2G9CO.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan tetap waspada walau neraca perdagangan Februari 2019 mengalami surplus setelah defisit pada bulan sebelumnya.
&quot;Kita akan tetap terus waspada. Kenapa? Karena ini positifnya karena dua-duanya negatif yaitu ekspor negatif 11,3% dan impornya turun lebih dalam lagi,&quot; ujar Sri Mulyani di sela-sela kunjungannya meninjau program pemerintah di Kampung Pojok, Desa Sindang Sari, Serang, Banten, seperti dikutip Antaranews, Jumat (15/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan Februari 2019 Surplus USD330 Juta
Menurut Sri Mulyani, harus diperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan neraca perdagangan Februari surplus apakah karena faktor musiman atau lebih karena fundamental perekonomian Indonesia akibat dampak pelemahan ekonomi dunia.
&quot;Kita juga harus lihat dampak dari penurunan impor itu apakah diganti dengan substitusi impor, sehingga seluruh kebutuhan bahan baku barang modal itu masih tetap berjalan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Impor Gula, Susu, hingga Telur Naik di Februari 2019
Apabila tidak ada substitusi impor, lanjut Sri Mulyani, hal tersebut berarti sektor-sektor produksi yang menggunakan bahan baku dan barang modal itu, akan mengalami dampak dari penurunan impor tersebut.
&quot;Nanti kita akan lihat statistiknya lebih dalam, tapi paling tidak dengan surplus ini memberikan suatu positive signal kepada kita namun PR-nya masih banyak dan harus kita lakukan,&quot; ujar Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan tetap waspada walau neraca perdagangan Februari 2019 mengalami surplus setelah defisit pada bulan sebelumnya.
&quot;Kita akan tetap terus waspada. Kenapa? Karena ini positifnya karena dua-duanya negatif yaitu ekspor negatif 11,3% dan impornya turun lebih dalam lagi,&quot; ujar Sri Mulyani di sela-sela kunjungannya meninjau program pemerintah di Kampung Pojok, Desa Sindang Sari, Serang, Banten, seperti dikutip Antaranews, Jumat (15/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan Februari 2019 Surplus USD330 Juta
Menurut Sri Mulyani, harus diperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan neraca perdagangan Februari surplus apakah karena faktor musiman atau lebih karena fundamental perekonomian Indonesia akibat dampak pelemahan ekonomi dunia.
&quot;Kita juga harus lihat dampak dari penurunan impor itu apakah diganti dengan substitusi impor, sehingga seluruh kebutuhan bahan baku barang modal itu masih tetap berjalan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Impor Gula, Susu, hingga Telur Naik di Februari 2019
Apabila tidak ada substitusi impor, lanjut Sri Mulyani, hal tersebut berarti sektor-sektor produksi yang menggunakan bahan baku dan barang modal itu, akan mengalami dampak dari penurunan impor tersebut.
&quot;Nanti kita akan lihat statistiknya lebih dalam, tapi paling tidak dengan surplus ini memberikan suatu positive signal kepada kita namun PR-nya masih banyak dan harus kita lakukan,&quot; ujar Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
