<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Mobil Tangki Dibajak, Pertamina Tak Akan Tambah Pengamanan</title><description>Pertamina mengaku tidak akan ada penambahan pengamanan dalam pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju SPBU.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/18/320/2031641/2-mobil-tangki-dibajak-pertamina-tak-akan-tambah-pengamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/18/320/2031641/2-mobil-tangki-dibajak-pertamina-tak-akan-tambah-pengamanan"/><item><title>2 Mobil Tangki Dibajak, Pertamina Tak Akan Tambah Pengamanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/18/320/2031641/2-mobil-tangki-dibajak-pertamina-tak-akan-tambah-pengamanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/18/320/2031641/2-mobil-tangki-dibajak-pertamina-tak-akan-tambah-pengamanan</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2019 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/18/320/2031641/2-mobil-tangki-dibajak-pertamina-tak-akan-tambah-pengamanan-abAtGy357U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/18/320/2031641/2-mobil-tangki-dibajak-pertamina-tak-akan-tambah-pengamanan-abAtGy357U.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku tidak akan ada penambahan pengamanan dalam pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Meskipun pada pagi tadi dua mobil tangki yang membawa Biosolar disandera oleh orang tak dikenal.

Direktur Utama Patra Niaga Nina Sulistyowati mengatakan, selama ini pihaknya sudah berkoordinasi terus dengan pihak Kepolisian dalam mengirim BBM ke SPBU, sehingga menurutnya, tidak diperlukan penambahan pengamanan dalam penyaluran BBM tersebut.

&quot;Selama ini kita memang sudah bekerjasama dengan baik dengan pihak Kepolisian. Ini hanya tinggal ini saja. Ini sebenernya koordinasi kan sudah berjalan kita tinggal mempersiapkan lebih matang,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (18/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: 2 Mobil Tangki Pertamina yang Dibajak Sudah Diantarkan ke SPBU
Nina menambahkan, pengawalan pengiriman truk tangki menuju SPBU-SPBU itu juga dirasa tidak diperlukan. Sebab jika hal tersebut dilakukan bisa mebutuhkan biaya yang cukup tinggi karena PT Pertamina sendiri memiliki ribuan mobil tangki di seluruh Indonesia.

&quot;Oh enggaklah kalo setiap mobil tangki kita punya ada ribuan lah ya se-Indonesia enggak mungkin juga. Kita kan sudah ada GPS tracking dan sebagainya,&quot; jelasnya.

Menurut Nina, untuk pengamanan pengirimanan sendiri pihaknya sudah memasang GPS pada mobil tersebut. Hla ini untuk memonitor dari mobil pengantar BBM tersebut menuju SPBU-SPBU.

&quot;(GPS) berfungsi dengan baik. Bahkan untuk mengurangi seperti misalnya kecelakaan dan sebagainya Patra niaga baru saja menemukan alat untuk sensor panas dsb,&quot; jelasnya
Baca Juga: 2 Truk Tangki Pertamina yang Dibajak Berada di Monas
Selain itu, dirinya juga memasang teknologi untuk memastikan kemanan dan keselamatan dari mobil tangki tersebut. Sehingga ketika terjadi sesuatu hal yang tak dinginkan seperti kebakaran mobil tangki bisa diatasi.

&quot;Jadi memang masalah keselamatan pengendara maupun mobil itu sendiri sudah menjadi prioritas,&quot; kata Nina

Sebagai informasi, dua mobil tangki Pertamina dibajak pada Senin (18/3/2019) pagi tadi. Dua mobil tangki tersebut dihadang dan dilarikan menuju Istana Negara oleh orang tak dikenal sekitar pukul 05.00 WIB

Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia mengatakan,  kedua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu berukuran  32 Kilo Liter (KL). Dalam dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.

Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing  ber plat polisi  B 9214 TFU dan  B 9575 UU dan dikemudikan  Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

Ayu menambahkan, penghadangan dan perampasan itu terjadi  saat mobil tangki  akan mengirim biosolar  tujuan SPBU area Tangerang. Saat hendak  memasuki pintu Toll Ancol, tiba-tiba ada sekelompok  orang sekitar 10 orang  turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopor alias awak mobil tangki</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku tidak akan ada penambahan pengamanan dalam pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Meskipun pada pagi tadi dua mobil tangki yang membawa Biosolar disandera oleh orang tak dikenal.

Direktur Utama Patra Niaga Nina Sulistyowati mengatakan, selama ini pihaknya sudah berkoordinasi terus dengan pihak Kepolisian dalam mengirim BBM ke SPBU, sehingga menurutnya, tidak diperlukan penambahan pengamanan dalam penyaluran BBM tersebut.

&quot;Selama ini kita memang sudah bekerjasama dengan baik dengan pihak Kepolisian. Ini hanya tinggal ini saja. Ini sebenernya koordinasi kan sudah berjalan kita tinggal mempersiapkan lebih matang,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (18/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: 2 Mobil Tangki Pertamina yang Dibajak Sudah Diantarkan ke SPBU
Nina menambahkan, pengawalan pengiriman truk tangki menuju SPBU-SPBU itu juga dirasa tidak diperlukan. Sebab jika hal tersebut dilakukan bisa mebutuhkan biaya yang cukup tinggi karena PT Pertamina sendiri memiliki ribuan mobil tangki di seluruh Indonesia.

&quot;Oh enggaklah kalo setiap mobil tangki kita punya ada ribuan lah ya se-Indonesia enggak mungkin juga. Kita kan sudah ada GPS tracking dan sebagainya,&quot; jelasnya.

Menurut Nina, untuk pengamanan pengirimanan sendiri pihaknya sudah memasang GPS pada mobil tersebut. Hla ini untuk memonitor dari mobil pengantar BBM tersebut menuju SPBU-SPBU.

&quot;(GPS) berfungsi dengan baik. Bahkan untuk mengurangi seperti misalnya kecelakaan dan sebagainya Patra niaga baru saja menemukan alat untuk sensor panas dsb,&quot; jelasnya
Baca Juga: 2 Truk Tangki Pertamina yang Dibajak Berada di Monas
Selain itu, dirinya juga memasang teknologi untuk memastikan kemanan dan keselamatan dari mobil tangki tersebut. Sehingga ketika terjadi sesuatu hal yang tak dinginkan seperti kebakaran mobil tangki bisa diatasi.

&quot;Jadi memang masalah keselamatan pengendara maupun mobil itu sendiri sudah menjadi prioritas,&quot; kata Nina

Sebagai informasi, dua mobil tangki Pertamina dibajak pada Senin (18/3/2019) pagi tadi. Dua mobil tangki tersebut dihadang dan dilarikan menuju Istana Negara oleh orang tak dikenal sekitar pukul 05.00 WIB

Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia mengatakan,  kedua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu berukuran  32 Kilo Liter (KL). Dalam dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.

Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing  ber plat polisi  B 9214 TFU dan  B 9575 UU dan dikemudikan  Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

Ayu menambahkan, penghadangan dan perampasan itu terjadi  saat mobil tangki  akan mengirim biosolar  tujuan SPBU area Tangerang. Saat hendak  memasuki pintu Toll Ancol, tiba-tiba ada sekelompok  orang sekitar 10 orang  turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopor alias awak mobil tangki</content:encoded></item></channel></rss>
