<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN Capai Rp54,61 Triliun pada Februari 2019</title><description>Kemenkeu mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja  Negara (APBN) hingga 28 Februari 2019 sebesar Rp54,61 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/20/2032157/defisit-apbn-capai-rp54-61-triliun-pada-februari-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/20/2032157/defisit-apbn-capai-rp54-61-triliun-pada-februari-2019"/><item><title>Defisit APBN Capai Rp54,61 Triliun pada Februari 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/20/2032157/defisit-apbn-capai-rp54-61-triliun-pada-februari-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/20/2032157/defisit-apbn-capai-rp54-61-triliun-pada-februari-2019</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2019 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/19/20/2032157/defisit-apbn-capai-rp54-61-triliun-pada-februari-2019-fnL9KEUTmT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/19/20/2032157/defisit-apbn-capai-rp54-61-triliun-pada-februari-2019-fnL9KEUTmT.jpeg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga 28 Februari 2019 sebesar Rp54,61 triliun atau 0,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Di mana pada Februari 2018 defisit tercatat Rp48,31 triliun atau 0,33% terhadap PDB.
Mengutip data APBN KiTa yang dirilis Kemenkeu, defisit APBN hingga akhir Februari 2019 itu terdiri dari pendapatan negara sebesar Rp217,21 triliun atau 10,03% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 8,21% dibandingkan periode yang sama 2018 yang mencapai Rp200,72 triliun.
Baca Juga: Awal 2019 Belanja Negara Capai Rp153,8 Triliun, Untuk Apa Saja?
Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp271,83 triliun atau sudah 11,04% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh sebesar 9,15% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun 2018.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga 28 Februari 2019 tercatat sebesar Rp197,56 triliun. Termasuk untuk pembiayaan investasi sebesar Rp2 triliun.
&quot;Dengan demikian, keseimbangan primer hingga 28 Februari 2019 dalam posisi defisit Rp20,56 triliun. Lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit periode yang sama tahun lalu sebesar Rp13,88 triliun,&quot; demikian dikutip dari rilis APBN KiTa, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
Secara rinci, untuk pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp177,24 triliun atau sudah mencapai 9,92% dari target. Angka ini tumbuh 9,97% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp161,17 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak mencapai Rp160,84 triliun atau sudah 10,20% dari target APBN. Bila dibandingkan Februari 2018, realisasi ini tumbuh sebesar 4,66%.
Juga terdiri dari penerimaan bea dan cukai mencapai Rp16,39 triliun atau sudah 7,85% dari target. Angka ini tumbuh sebesar 119,05% dibandingkan periode sama tahun lalu.
&quot;Lalu dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) membukukan realisasi  sebesar Rp39,91 triliun atau 10,55% dari target APBN tahun 2019,&quot; tulis Kemenkeu.
Sementara itu, realisasi belanja negara yang sebesar Rp271,83 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp145,68 triliun atau sudah 8,91% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini  tumbuh 14,19% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018.
Kemudian dari realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp126,14 triliun atau sudah 15,26% dari pagu APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 3,86% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga 28 Februari 2019 sebesar Rp54,61 triliun atau 0,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Di mana pada Februari 2018 defisit tercatat Rp48,31 triliun atau 0,33% terhadap PDB.
Mengutip data APBN KiTa yang dirilis Kemenkeu, defisit APBN hingga akhir Februari 2019 itu terdiri dari pendapatan negara sebesar Rp217,21 triliun atau 10,03% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 8,21% dibandingkan periode yang sama 2018 yang mencapai Rp200,72 triliun.
Baca Juga: Awal 2019 Belanja Negara Capai Rp153,8 Triliun, Untuk Apa Saja?
Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp271,83 triliun atau sudah 11,04% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh sebesar 9,15% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun 2018.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga 28 Februari 2019 tercatat sebesar Rp197,56 triliun. Termasuk untuk pembiayaan investasi sebesar Rp2 triliun.
&quot;Dengan demikian, keseimbangan primer hingga 28 Februari 2019 dalam posisi defisit Rp20,56 triliun. Lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit periode yang sama tahun lalu sebesar Rp13,88 triliun,&quot; demikian dikutip dari rilis APBN KiTa, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
Secara rinci, untuk pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp177,24 triliun atau sudah mencapai 9,92% dari target. Angka ini tumbuh 9,97% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp161,17 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak mencapai Rp160,84 triliun atau sudah 10,20% dari target APBN. Bila dibandingkan Februari 2018, realisasi ini tumbuh sebesar 4,66%.
Juga terdiri dari penerimaan bea dan cukai mencapai Rp16,39 triliun atau sudah 7,85% dari target. Angka ini tumbuh sebesar 119,05% dibandingkan periode sama tahun lalu.
&quot;Lalu dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) membukukan realisasi  sebesar Rp39,91 triliun atau 10,55% dari target APBN tahun 2019,&quot; tulis Kemenkeu.
Sementara itu, realisasi belanja negara yang sebesar Rp271,83 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp145,68 triliun atau sudah 8,91% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini  tumbuh 14,19% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018.
Kemudian dari realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp126,14 triliun atau sudah 15,26% dari pagu APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 3,86% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
