<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MRT Jadi Tulang Punggung Angkutan Massal</title><description>MRT Bundaran HI-Lebak Bulus diproyeksikan menjadi tulang punggung angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/320/2031966/mrt-jadi-tulang-punggung-angkutan-massal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/320/2031966/mrt-jadi-tulang-punggung-angkutan-massal"/><item><title>MRT Jadi Tulang Punggung Angkutan Massal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/320/2031966/mrt-jadi-tulang-punggung-angkutan-massal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/19/320/2031966/mrt-jadi-tulang-punggung-angkutan-massal</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2019 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/19/320/2031966/mrt-jadi-tulang-punggung-angkutan-massal-tBty4wo04o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek MRT Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/19/320/2031966/mrt-jadi-tulang-punggung-angkutan-massal-tBty4wo04o.jpg</image><title>Proyek MRT Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mass rapid transit (MRT) Bundaran HI-Lebak Bulus diproyeksikan menjadi tulang punggung angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
MRT tak bisa berdiri sendiri dan harus terkoneksi dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, serta light rail transit (LRT). &amp;ldquo;Supaya berjalan optimal, layanan MRT harus ditopang angkutan massal yang mudah diakses masyarakat baik untuk melanjutkan perjalanan setelah menggunakan MRT maupun sebaliknya saat menuju stasiun MRT terdekat,&amp;rdquo; ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Jakarta kemarin. Menurut dia, jika operasional MRT tidak terintegrasi, bisa menimbulkan kemacetan di setiap stasiun ketika penumpang hilir mudik apalagi pada jamjam sibuk.
Baca Juga: Lebih Mahal Mana Biaya Pembangunan LRT atau MRT?
 
Maka itu, BPTJ terus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Trans portasi Jakarta, PT MRT Jakarta, serta PT LRT Jakarta untuk menghubungkan layanan MRT. Saat ini MRT memasuki tahap uji coba untuk masyarakat umum. PT MRT Jakarta menambah kuota penumpang sejak 18 - 24 Maret 2019 karena animo masyarakat yang cukup tinggi. &amp;ldquo;Kuota di sistem pendaftaran dinaikkan dari 28.800 penumpang per hari menjadi 50.000 penumpang,&amp;rdquo; kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin. Tak hanya menambah kuota, PT MRT juga memperpanjang jam uji coba. Sebelumnya hanya dibuka sejak pukul 08.00- 16.00 WIB menjadi pukul 07.00-17.00 WIB.
Pada Minggu (24/3) mendatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pengoperasian MRT Bundaran HI-Lebak Bulus. &amp;ldquo;Rencananya peresmian diadakan di Stasiun MRT Bundaran HI,&amp;rdquo; ucap Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat. Sebelum meresmikan MRT, Jokowi akan mencoba layanan moda transportasi massal tersebut pada hari ini. Kemarin Ibu Negara Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla mengikuti uji coba publik MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus kemudian kembali lagi ke tempat awal.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/03/13/56274/285676_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ujicoba MRT, Warga Manfaatkan untuk Keliling Ibukota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Keduanya didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kembali mengenai integrasi dan mengoptimalkan layanan MRT, Pemprov DKI terus mempersiapkan segala sesuatunya terkait rencana pengoperasian MRT pada Minggu (24/3). Pertama, dari sisi angkutan umum yang integrasinya harus diselesaikan dengan Transjakarta baik bus kecil, bus sedang, maupun bus besar dengan program Jak Lingko. Menurut pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, untuk bus kecil terus mengalami progres yang efektif lantaran sudah ada kontrak dengan seluruh operator melalui sistem rupiah perkilometer di Badan Pelayanan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJ).Nanti semua layanan berbasis standar pelayanan minimum (SPM) yang  salah satunya mengatur naik-turun penumpang serta kenyamanan dan  keamanan angkutannya. Untuk bus sedang seperti Kopaja dan Metromini  akhir Maret ini sistem rupiah per kilometer baru ada di katalog daerah.  Ketika mereka sudah terintegrasi dengan Transjakarta pada 2019 ini,  tentu akan ada pengaturan. &amp;ldquo;Jelang pengoperasian mempersiapkan  penggunaan hak pengelolaan stasiun kepada MRT termasuk pengadaan badan  usaha jasa pengamanan untuk mengatur dan mengelola kawasan stasiun MRT.  Jadi titik penjemputan ojek online sudah dipertimbangkan oleh MRT,&amp;rdquo;  ungkap Sigit. Dengan menyelesaikan integrasi angkutan umum dan hak  pengelolaan stasiun, kekhawatiran MRT menyebabkan kemacetan dapat  diminimalisasi. Terpenting pola perjalanan masyarakat terlayani  seluruhnya dengan angkutan umum.
Tarif LRT Velodrom dengan Transjakarta ke Dukuh Atas Rp11.000
LRT Kelapa Gading-Velodrom akan melayani perjalanan hingga Dukuh Atas  dengan bantuan bus Transjakarta. Tarif sebesar Rp11.000 dinilai mampu  meningkatkan layanan LRT. Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono  mengatakan, saat ini pembangunan jembatan penghubung atau skybridge  antara Stasiun LRT Velodrom dengan Halte Transjakarta Pemuda,  Rawamangun, Jakarta Timur tengah dibangun. Dengan terhubungnya LRT dan  Transjakarta hingga ke Dukuh Atas, dia optimistis penumpang LRT bisa  mencapai 14.225 penumpang per hari. Allan berharap usulan tarif yang  diajukan Pemprov DKI sebesar Rp6.000 disetujui DPRD.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/13/56274/285677_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ujicoba MRT, Warga Manfaatkan untuk Keliling Ibukota&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) merekomendasikan Rp10.800  terintegrasi Trans jakarta. DKI usul Rp6.000 untuk tarif LRT saja. Kalau  mau nyambung Jak Lingko pengguna nambah Rp5.000. Total Rp11.000 hampir  sama dengan rekomendasi DTKJ,&amp;rdquo; ucapnya. Berdasarkan hitungan LRT, tarif  keekonomian untuk LRT Jakarta yakni Rp41.655. Karena itu, Pemprov DKI  harus menggelontorkan subsidi dari APBD Rp6.000 untuk LRT. Dengan  demikian, subsidi yang dibutuhkan sebesar Rp327 miliar.
&amp;ldquo;Biaya modal Rp34 miliar, biaya operasi dan perawatan sarana Rp36  miliar, biaya operasi dan perawatan prasarana Rp156 miliar,&amp;rdquo; kata  pelaksana tugas (PLT) Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Abbas.  Direktur Proyek PT LRT Jakarta Iwan Takwin menuturkan, LRT tinggal  menunggu izin operasional dari Dinas Perhubungan DKI lantaran sudah ada  sertifikat dari Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) yang telah melakukan pengujian sarana dan prasarana LRT.
&amp;ldquo;Kemungkinan Minggu ini izin operasional dikeluarkan oleh Dinas  Perhubungan. Akhir Maret kami targetkan sudah beroperasi,&amp;rdquo; ujarnya.
(Bima Setiyadi)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mass rapid transit (MRT) Bundaran HI-Lebak Bulus diproyeksikan menjadi tulang punggung angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
MRT tak bisa berdiri sendiri dan harus terkoneksi dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, serta light rail transit (LRT). &amp;ldquo;Supaya berjalan optimal, layanan MRT harus ditopang angkutan massal yang mudah diakses masyarakat baik untuk melanjutkan perjalanan setelah menggunakan MRT maupun sebaliknya saat menuju stasiun MRT terdekat,&amp;rdquo; ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Jakarta kemarin. Menurut dia, jika operasional MRT tidak terintegrasi, bisa menimbulkan kemacetan di setiap stasiun ketika penumpang hilir mudik apalagi pada jamjam sibuk.
Baca Juga: Lebih Mahal Mana Biaya Pembangunan LRT atau MRT?
 
Maka itu, BPTJ terus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Trans portasi Jakarta, PT MRT Jakarta, serta PT LRT Jakarta untuk menghubungkan layanan MRT. Saat ini MRT memasuki tahap uji coba untuk masyarakat umum. PT MRT Jakarta menambah kuota penumpang sejak 18 - 24 Maret 2019 karena animo masyarakat yang cukup tinggi. &amp;ldquo;Kuota di sistem pendaftaran dinaikkan dari 28.800 penumpang per hari menjadi 50.000 penumpang,&amp;rdquo; kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin. Tak hanya menambah kuota, PT MRT juga memperpanjang jam uji coba. Sebelumnya hanya dibuka sejak pukul 08.00- 16.00 WIB menjadi pukul 07.00-17.00 WIB.
Pada Minggu (24/3) mendatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pengoperasian MRT Bundaran HI-Lebak Bulus. &amp;ldquo;Rencananya peresmian diadakan di Stasiun MRT Bundaran HI,&amp;rdquo; ucap Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat. Sebelum meresmikan MRT, Jokowi akan mencoba layanan moda transportasi massal tersebut pada hari ini. Kemarin Ibu Negara Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla mengikuti uji coba publik MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus kemudian kembali lagi ke tempat awal.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/03/13/56274/285676_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ujicoba MRT, Warga Manfaatkan untuk Keliling Ibukota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Keduanya didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kembali mengenai integrasi dan mengoptimalkan layanan MRT, Pemprov DKI terus mempersiapkan segala sesuatunya terkait rencana pengoperasian MRT pada Minggu (24/3). Pertama, dari sisi angkutan umum yang integrasinya harus diselesaikan dengan Transjakarta baik bus kecil, bus sedang, maupun bus besar dengan program Jak Lingko. Menurut pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, untuk bus kecil terus mengalami progres yang efektif lantaran sudah ada kontrak dengan seluruh operator melalui sistem rupiah perkilometer di Badan Pelayanan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJ).Nanti semua layanan berbasis standar pelayanan minimum (SPM) yang  salah satunya mengatur naik-turun penumpang serta kenyamanan dan  keamanan angkutannya. Untuk bus sedang seperti Kopaja dan Metromini  akhir Maret ini sistem rupiah per kilometer baru ada di katalog daerah.  Ketika mereka sudah terintegrasi dengan Transjakarta pada 2019 ini,  tentu akan ada pengaturan. &amp;ldquo;Jelang pengoperasian mempersiapkan  penggunaan hak pengelolaan stasiun kepada MRT termasuk pengadaan badan  usaha jasa pengamanan untuk mengatur dan mengelola kawasan stasiun MRT.  Jadi titik penjemputan ojek online sudah dipertimbangkan oleh MRT,&amp;rdquo;  ungkap Sigit. Dengan menyelesaikan integrasi angkutan umum dan hak  pengelolaan stasiun, kekhawatiran MRT menyebabkan kemacetan dapat  diminimalisasi. Terpenting pola perjalanan masyarakat terlayani  seluruhnya dengan angkutan umum.
Tarif LRT Velodrom dengan Transjakarta ke Dukuh Atas Rp11.000
LRT Kelapa Gading-Velodrom akan melayani perjalanan hingga Dukuh Atas  dengan bantuan bus Transjakarta. Tarif sebesar Rp11.000 dinilai mampu  meningkatkan layanan LRT. Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono  mengatakan, saat ini pembangunan jembatan penghubung atau skybridge  antara Stasiun LRT Velodrom dengan Halte Transjakarta Pemuda,  Rawamangun, Jakarta Timur tengah dibangun. Dengan terhubungnya LRT dan  Transjakarta hingga ke Dukuh Atas, dia optimistis penumpang LRT bisa  mencapai 14.225 penumpang per hari. Allan berharap usulan tarif yang  diajukan Pemprov DKI sebesar Rp6.000 disetujui DPRD.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/13/56274/285677_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ujicoba MRT, Warga Manfaatkan untuk Keliling Ibukota&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) merekomendasikan Rp10.800  terintegrasi Trans jakarta. DKI usul Rp6.000 untuk tarif LRT saja. Kalau  mau nyambung Jak Lingko pengguna nambah Rp5.000. Total Rp11.000 hampir  sama dengan rekomendasi DTKJ,&amp;rdquo; ucapnya. Berdasarkan hitungan LRT, tarif  keekonomian untuk LRT Jakarta yakni Rp41.655. Karena itu, Pemprov DKI  harus menggelontorkan subsidi dari APBD Rp6.000 untuk LRT. Dengan  demikian, subsidi yang dibutuhkan sebesar Rp327 miliar.
&amp;ldquo;Biaya modal Rp34 miliar, biaya operasi dan perawatan sarana Rp36  miliar, biaya operasi dan perawatan prasarana Rp156 miliar,&amp;rdquo; kata  pelaksana tugas (PLT) Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Abbas.  Direktur Proyek PT LRT Jakarta Iwan Takwin menuturkan, LRT tinggal  menunggu izin operasional dari Dinas Perhubungan DKI lantaran sudah ada  sertifikat dari Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) yang telah melakukan pengujian sarana dan prasarana LRT.
&amp;ldquo;Kemungkinan Minggu ini izin operasional dikeluarkan oleh Dinas  Perhubungan. Akhir Maret kami targetkan sudah beroperasi,&amp;rdquo; ujarnya.
(Bima Setiyadi)</content:encoded></item></channel></rss>
