<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Perpanjang Penguatan</title><description>Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/23/320/2033895/harga-emas-berjangka-perpanjang-penguatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/23/320/2033895/harga-emas-berjangka-perpanjang-penguatan"/><item><title>Harga Emas Berjangka Perpanjang Penguatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/23/320/2033895/harga-emas-berjangka-perpanjang-penguatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/23/320/2033895/harga-emas-berjangka-perpanjang-penguatan</guid><pubDate>Sabtu 23 Maret 2019 09:25 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/23/320/2033895/harga-emas-berjangka-perpanjang-penguatan-plhxJ9uxCw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/23/320/2033895/harga-emas-berjangka-perpanjang-penguatan-plhxJ9uxCw.jpg</image><title>Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena saham-saham AS turun tajam di tengah kekhawatiran pertumbuhan dunia.
Data ekonomi terbaru dari salah satu ekonomi utama Eropa, Jerman, dan pandangan berhati-hati Federal Reserve (Fed) untuk ekonomi AS telah menyebabkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.
Baca Juga: Turun Rp8.000, Harga Emas Antam Dipatok Rp663.000/Gram
 
Indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor manufaktur Jerman turun menjadi 44,7 poin dari 47,6 poin pada Maret, penurunan tertajam sejak Agustus 2012, menurut indeks PMI. Indikator utama Wall Street turun terutama di tengah data suram. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari satu%, Indeks S&amp;amp;P 500 dan Komposit Nasdaq juga menurun secara signifikan.
Ketika pasar ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari aset-aset yang nilai sebagai safe haven (tempat yang aman). Namun demikian, kenaikan harga emas lebih lanjut dibatasi oleh penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,37% menjadi 96,71 pada pukul 1.27 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.
Pada akhir sesi, emas yang paling aktif untuk penyerahan April naik USD5,00 atau 0,38%, menjadi ditutup pada USD1.312,30 per ounce, dilansir dari Antaranews, Sabtu (23/3/2019).
Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun tiga sen AS atau 0,19% menjadi ditutup pada USD15,407 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD12,70 atau 1,47%, menjadi berakhir di USD848,40 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena saham-saham AS turun tajam di tengah kekhawatiran pertumbuhan dunia.
Data ekonomi terbaru dari salah satu ekonomi utama Eropa, Jerman, dan pandangan berhati-hati Federal Reserve (Fed) untuk ekonomi AS telah menyebabkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.
Baca Juga: Turun Rp8.000, Harga Emas Antam Dipatok Rp663.000/Gram
 
Indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor manufaktur Jerman turun menjadi 44,7 poin dari 47,6 poin pada Maret, penurunan tertajam sejak Agustus 2012, menurut indeks PMI. Indikator utama Wall Street turun terutama di tengah data suram. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari satu%, Indeks S&amp;amp;P 500 dan Komposit Nasdaq juga menurun secara signifikan.
Ketika pasar ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari aset-aset yang nilai sebagai safe haven (tempat yang aman). Namun demikian, kenaikan harga emas lebih lanjut dibatasi oleh penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,37% menjadi 96,71 pada pukul 1.27 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.
Pada akhir sesi, emas yang paling aktif untuk penyerahan April naik USD5,00 atau 0,38%, menjadi ditutup pada USD1.312,30 per ounce, dilansir dari Antaranews, Sabtu (23/3/2019).
Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun tiga sen AS atau 0,19% menjadi ditutup pada USD15,407 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD12,70 atau 1,47%, menjadi berakhir di USD848,40 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
