<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Rini Tentukan Nasib Direktur Krakatau Steel yang Kena OTT KPK</title><description>&quot;Saya masih berkonsultasi dengan Deputi (Kementerian BUMN) dan juga Ibu Menteri (BUMN Rini Soemarno).&quot;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/24/320/2034312/menteri-rini-tentukan-nasib-direktur-krakatau-steel-yang-kena-ott-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/24/320/2034312/menteri-rini-tentukan-nasib-direktur-krakatau-steel-yang-kena-ott-kpk"/><item><title>Menteri Rini Tentukan Nasib Direktur Krakatau Steel yang Kena OTT KPK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/24/320/2034312/menteri-rini-tentukan-nasib-direktur-krakatau-steel-yang-kena-ott-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/24/320/2034312/menteri-rini-tentukan-nasib-direktur-krakatau-steel-yang-kena-ott-kpk</guid><pubDate>Minggu 24 Maret 2019 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/24/320/2034312/menteri-rini-tentukan-nasib-direktur-krakatau-steel-yang-kena-ott-kpk-PqNTrWHa4l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri BUMN Rini Soemarno (KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/24/320/2034312/menteri-rini-tentukan-nasib-direktur-krakatau-steel-yang-kena-ott-kpk-PqNTrWHa4l.jpg</image><title>Foto: Menteri BUMN Rini Soemarno (KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - KPK telah menangkap Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Tbk Wisnu Kuncoro dalam operasi tangkap tangan (OTT). Wisnu ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan, terkait pergantian jabatan di tubuh direksi, pihaknya tengah berkonsultasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
&quot;Saya masih berkonsultasi dengan Deputi (Kementerian BUMN) dan juga Ibu Menteri (BUMN Rini Soemarno) kaitan dengan langkah selanjutnya dan juga kaitan dengan penggantian (direktur),&quot; katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Krakatau Steel, Jakarta, Minggu (24/3/2019).
Baca Juga: Proyek Krakatau Steel yang Disangkakan dalam OTT KPK Tak Ada di Rencana Kerja Perusahaan
Meski demikian, Silmy mengatakan, kemungkinan status jabatan Wisnu sudah dinonaktifkan dari jajaran direksi perusahaan. Keputusan nasib Wisnu sendiri sepenuhnya berada di tangan Menteri BUMN Rini Soemarno.
&quot;Pasti itu sudah dinonaktifkan karena yang tanda tangan untuk direksi itu Bu Menteri,&quot; imbuhnya
Dia mengatakan, proses pergantian direksi diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perusahaan sendiri tercatat bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 26 April 2019.

&quot;Mengenai pergantian direksi sudah ada mekanisme di Kementerian BUMN, dan untuk penggantian yang sifatnya permanen memang harus melewati RUPS, dan yang tak ter-schedule tetap harus di-schedule-kan, tapi namanya RUPSLB,&quot; jelas Hilmy.
Adapun untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut maka saat ini diisi oleh Direktur Human Capital Krakatau Steel Rahmat Hidayat. Status Rahmat yakni sebagai Plt. Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel.
Baca Juga: Pasca-OTT KPK, Krakatau Steel Kumpulkan Semua Jajaran Manajemen
Meski demikian, Hilmy kini mengambil alih langsung kegiatan strategis yang sebelumnya menjadi tugas Wisnu. Sementara tugas sehari-hari ditangani oleh Rahmat Hidayat sebagai Plt.
Dia menambahkan, sebenarnya Rahmat Hidayat sudah mengurusi pekerjaan Wisnu sejak sepekan lalu. Lantaran, Wisnu memang tengah mengambil cuti sebelum akhirnya ditangkap oleh KPK.
&quot;(Rahmat Hidayat) memang sedang jadi Plt karena yang bersangkutan (Wisnu Kuncoro ketika ditangkap KPK) sedang cuti. Kalau tidak salah, cuti mulai satu minggu lalu, sehingga Pak Yayat (Hidayat) sudah menangani day to day operation-nya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - KPK telah menangkap Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Tbk Wisnu Kuncoro dalam operasi tangkap tangan (OTT). Wisnu ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan, terkait pergantian jabatan di tubuh direksi, pihaknya tengah berkonsultasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
&quot;Saya masih berkonsultasi dengan Deputi (Kementerian BUMN) dan juga Ibu Menteri (BUMN Rini Soemarno) kaitan dengan langkah selanjutnya dan juga kaitan dengan penggantian (direktur),&quot; katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Krakatau Steel, Jakarta, Minggu (24/3/2019).
Baca Juga: Proyek Krakatau Steel yang Disangkakan dalam OTT KPK Tak Ada di Rencana Kerja Perusahaan
Meski demikian, Silmy mengatakan, kemungkinan status jabatan Wisnu sudah dinonaktifkan dari jajaran direksi perusahaan. Keputusan nasib Wisnu sendiri sepenuhnya berada di tangan Menteri BUMN Rini Soemarno.
&quot;Pasti itu sudah dinonaktifkan karena yang tanda tangan untuk direksi itu Bu Menteri,&quot; imbuhnya
Dia mengatakan, proses pergantian direksi diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perusahaan sendiri tercatat bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 26 April 2019.

&quot;Mengenai pergantian direksi sudah ada mekanisme di Kementerian BUMN, dan untuk penggantian yang sifatnya permanen memang harus melewati RUPS, dan yang tak ter-schedule tetap harus di-schedule-kan, tapi namanya RUPSLB,&quot; jelas Hilmy.
Adapun untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut maka saat ini diisi oleh Direktur Human Capital Krakatau Steel Rahmat Hidayat. Status Rahmat yakni sebagai Plt. Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel.
Baca Juga: Pasca-OTT KPK, Krakatau Steel Kumpulkan Semua Jajaran Manajemen
Meski demikian, Hilmy kini mengambil alih langsung kegiatan strategis yang sebelumnya menjadi tugas Wisnu. Sementara tugas sehari-hari ditangani oleh Rahmat Hidayat sebagai Plt.
Dia menambahkan, sebenarnya Rahmat Hidayat sudah mengurusi pekerjaan Wisnu sejak sepekan lalu. Lantaran, Wisnu memang tengah mengambil cuti sebelum akhirnya ditangkap oleh KPK.
&quot;(Rahmat Hidayat) memang sedang jadi Plt karena yang bersangkutan (Wisnu Kuncoro ketika ditangkap KPK) sedang cuti. Kalau tidak salah, cuti mulai satu minggu lalu, sehingga Pak Yayat (Hidayat) sudah menangani day to day operation-nya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
