<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Melahirkan, Siapkan Dana Untuk 7 Hal Ini</title><description>Berikut ini, CekAja.com rangkum apa saja kebutuhan yang kira-kira diperlukan jelang persalinan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/25/320/2033888/jelang-melahirkan-siapkan-dana-untuk-7-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/25/320/2033888/jelang-melahirkan-siapkan-dana-untuk-7-hal-ini"/><item><title>Jelang Melahirkan, Siapkan Dana Untuk 7 Hal Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/25/320/2033888/jelang-melahirkan-siapkan-dana-untuk-7-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/25/320/2033888/jelang-melahirkan-siapkan-dana-untuk-7-hal-ini</guid><pubDate>Senin 25 Maret 2019 09:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/23/320/2033888/jelang-melahirkan-siapkan-dana-untuk-7-hal-ini-v5srzgIJkQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/23/320/2033888/jelang-melahirkan-siapkan-dana-untuk-7-hal-ini-v5srzgIJkQ.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Menyambut kelahiran sang buah hati ke dunia, merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu. Bukan hanya untuk calon ibu, tapi juga ayahnya. Terlebih jika ini adalah anak pertamamu, excitement yang dirasakan pasti berbeda.
Sudah masuk trimester 3 kehamilan? Itu artinya, kamu perlu menyiapkan beberapa hal jelang kelahiran &amp;lsquo;the little kicker&amp;rsquo; dalam perutmu.
Kendati tidak sedikit, rencanakan dana sematang-matangnya untuk memenuhi segala kebutuhan tersebut. Berikut ini, CekAja.com rangkum apa saja kebutuhan yang kira-kira diperlukan jelang persalinan:
1. Perlengkapan bayi
Jika ini anak pertamamu, perlengkapan bayi yang harus dibeli otomatis akan lebih banyak jumlahnya. Tapi sebenarnya, kamu tidak perlu membeli semua keperluan perlengkapan bayi pada waktu bersamaan.
Begitu masuk trimester 3, kamu bisa langsung menyicilnya secara bertahap. Mulai dari bulan ketujuh, kedelapan, hingga kesembilan.
Baca Juga: 8 Trik agar Anak Kos Bisa Bertahan Hidup di Tanggal Tua
 
Di setiap bulannya, rencanakan apa saja perlengkapan yang ingin dibeli. Berapa dana yang dibutuhkan? Siapkan paling tidak Rp5 juta.
Tenang, untuk anak kedua nanti, percayalah tidak akan sebanyak ini. Beberapa perlengkapan bisa dipakai ulang, termasuk semua pakaiannya. Apalagi kalau jenis kelamin mereka sama.
2. Kelas pengasuhan anak
Di kelas ini, kamu akan diajarkan cara merawat bayi di bulan-bulan pertamanya. Seperti bagaimana memandikan, merawat tali pusat, mengganti popok, dan beragam perawatan lain yang membantu si kecil tetap nyaman.
Materi yang diajarkan oleh tutor terpercaya di kelas ini juga termasuk pertolongan pertama saat bayi sakit. Uniknya, semua kelas tersebut bisa diikuti calon ayah, lho. Sehingga kelak, orangtua dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam merawat anak.

3. USG 4D
Beberapa tahun belakangan, USG 4D mulai populer lantaran sering dijadikan media untuk melihat wajah sang buah hati. Termasuk mengabadikan rekaman janin saat bergerak dalam bentuk CD.
Pada dasarnya, USG 4D sendiri benar-benar diwajibkan apabila dokter menemukan ada kelainan di pemeriksaan sebelumnya. Kondisi organ janin akan terlihat jelas.
Jumlah jarinya, pergerakan organ vital seperti jantung dan paru-parunya, termasuk aliran darahnya. USG 4D umumnya hanya dilakukan oleh dokter obgyn dengan sub spesialis fetomaterna. Maka dari itu, biaya untuk sekali periksanya cukup mahal. Sekitar Rp500 ribu &amp;ndash; Rp800 ribu.
4. Ke konselor laktasi
Semua ibu pastinya mendambakan ASI berlimpah, demi menunjang kesehatan dan kedekatan dengan bayi. Tak heran begitu mengalami permasalahan ASI, banyak ibu yang merasa gagal hingga merasakan baby blues.
Untuk menghindari hal tersebut, berkonsultasi dengan konselor laktasi amatlah penting. Konselor laktasi adalah spesialis menyusui profesional, umumnya mereka bersertifikasi IBCLE (International Board of Location Consultant Examiners).Mintalah tips bagaimana agar produksi ASI mencukupi, semaksimalnya  hingga anak berusia dua tahun. Selain itu untuk para working mom,  konselor laktasi juga akan memberi tahu cara penyimpanan ASI perah  terbaik. Sekaligus pemberian ASI tersebut, sehingga manfaatnya bisa  dirasakan oleh bayi.
5. Pemeriksaan laboratorium
Jelang persalinan, calon ibu juga disarankan untuk melakukan  pemeriksaan laboratorium. Ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan  seorang ibu hamil menjelang kelahiran di trimester 3.
Diantaranya hematologi, golongan darah + rhesus, serologi, dan  urinalisa. Pemeriksaan ini berguna untuk mengantisipasi kemungkinan  buruk yang mengganggu proses melahirkan.
Semisal jika kadar hemoglobinmu rendah, risikonya persalinannya nanti  akan cukup membahayakan. Mulai dari rasa lemas berlebih, pendarahan,  hingga masalah kontraksi. Untuk biaya pemeriksaan laboratorium tersebut,  umumnya sekitar Rp300 ribu &amp;ndash; Rp500 ribu.
6. Biaya Persalinan
Ada sejumlah cara untuk melakukan persalinan, di antaranya yang  paling umum adalah normal dan caesar. Biaya yang diperlukan oleh  seseorang yang melahirkan dengan cara normal berkisar antara Rp5 juta  hingga Rp10 juta.
Baca Juga: 5 Hal yang Wajib Disiapkan Sebelum Pensiun Dini
Sedangkan biaya yang harus disiapkan apabila terpaksa menjalani  tindakan caesar, rata-rata mulai Rp11 juta hingga Rp30 juta. Tentunya  perbedaan ini tergantung di rumah sakit mana yang dipilih serta kelas  dari kamar yang digunakan.
Ingin mencoba inovasi water birth? Konon, persalinan ini lebih  membuat ibu rileks dan mengurangi rasa sakit. Biaya yang dibutuhkan  untuk melahirkan dengan metode ini berada di kisaran Rp7 juta hingga  Rp15 juta.
7. Imunisasi bayi
Jangan lupa setelah bayi lahir, ia pun membutuhkan beberapa imunisasi  secara bertahap. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, mewajibkan  anak yang berumur 0-18 bulan untuk melakukan imunisasi.
Imunisasi penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap  suatu penyakit. Caranya dengan memasukkan vaksin lewat suntikan khusus.
Vaksin yang pertama kali diberikan adalah vaksin Hepatitis B.  Pemberian vaksin ini baiknya diberikan tidak lebih dari 12 jam setelah  bayi dilahirkan.
Biaya imunisasi di rumah sakit cukup beragam, belum ditambah biaya  dokter spesialis anak dan administrasi. Jika ditotal, siapkan lah dana  sekitar Rp6 juta untuk semua jenis vaksin. Namun jika kamu bersedia  memilih Puskesmas, serangkaian imunisasi tersebut umumnya gratis.
Itulah beberapa hal yang harus dipenuhi, jelang detik-detik kelahiran  sang buah hati. Tentunya tidak akan memberatkan bila semua dana telah  kamu persiapkan dengan baik.</description><content:encoded>JAKARTA - Menyambut kelahiran sang buah hati ke dunia, merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu. Bukan hanya untuk calon ibu, tapi juga ayahnya. Terlebih jika ini adalah anak pertamamu, excitement yang dirasakan pasti berbeda.
Sudah masuk trimester 3 kehamilan? Itu artinya, kamu perlu menyiapkan beberapa hal jelang kelahiran &amp;lsquo;the little kicker&amp;rsquo; dalam perutmu.
Kendati tidak sedikit, rencanakan dana sematang-matangnya untuk memenuhi segala kebutuhan tersebut. Berikut ini, CekAja.com rangkum apa saja kebutuhan yang kira-kira diperlukan jelang persalinan:
1. Perlengkapan bayi
Jika ini anak pertamamu, perlengkapan bayi yang harus dibeli otomatis akan lebih banyak jumlahnya. Tapi sebenarnya, kamu tidak perlu membeli semua keperluan perlengkapan bayi pada waktu bersamaan.
Begitu masuk trimester 3, kamu bisa langsung menyicilnya secara bertahap. Mulai dari bulan ketujuh, kedelapan, hingga kesembilan.
Baca Juga: 8 Trik agar Anak Kos Bisa Bertahan Hidup di Tanggal Tua
 
Di setiap bulannya, rencanakan apa saja perlengkapan yang ingin dibeli. Berapa dana yang dibutuhkan? Siapkan paling tidak Rp5 juta.
Tenang, untuk anak kedua nanti, percayalah tidak akan sebanyak ini. Beberapa perlengkapan bisa dipakai ulang, termasuk semua pakaiannya. Apalagi kalau jenis kelamin mereka sama.
2. Kelas pengasuhan anak
Di kelas ini, kamu akan diajarkan cara merawat bayi di bulan-bulan pertamanya. Seperti bagaimana memandikan, merawat tali pusat, mengganti popok, dan beragam perawatan lain yang membantu si kecil tetap nyaman.
Materi yang diajarkan oleh tutor terpercaya di kelas ini juga termasuk pertolongan pertama saat bayi sakit. Uniknya, semua kelas tersebut bisa diikuti calon ayah, lho. Sehingga kelak, orangtua dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam merawat anak.

3. USG 4D
Beberapa tahun belakangan, USG 4D mulai populer lantaran sering dijadikan media untuk melihat wajah sang buah hati. Termasuk mengabadikan rekaman janin saat bergerak dalam bentuk CD.
Pada dasarnya, USG 4D sendiri benar-benar diwajibkan apabila dokter menemukan ada kelainan di pemeriksaan sebelumnya. Kondisi organ janin akan terlihat jelas.
Jumlah jarinya, pergerakan organ vital seperti jantung dan paru-parunya, termasuk aliran darahnya. USG 4D umumnya hanya dilakukan oleh dokter obgyn dengan sub spesialis fetomaterna. Maka dari itu, biaya untuk sekali periksanya cukup mahal. Sekitar Rp500 ribu &amp;ndash; Rp800 ribu.
4. Ke konselor laktasi
Semua ibu pastinya mendambakan ASI berlimpah, demi menunjang kesehatan dan kedekatan dengan bayi. Tak heran begitu mengalami permasalahan ASI, banyak ibu yang merasa gagal hingga merasakan baby blues.
Untuk menghindari hal tersebut, berkonsultasi dengan konselor laktasi amatlah penting. Konselor laktasi adalah spesialis menyusui profesional, umumnya mereka bersertifikasi IBCLE (International Board of Location Consultant Examiners).Mintalah tips bagaimana agar produksi ASI mencukupi, semaksimalnya  hingga anak berusia dua tahun. Selain itu untuk para working mom,  konselor laktasi juga akan memberi tahu cara penyimpanan ASI perah  terbaik. Sekaligus pemberian ASI tersebut, sehingga manfaatnya bisa  dirasakan oleh bayi.
5. Pemeriksaan laboratorium
Jelang persalinan, calon ibu juga disarankan untuk melakukan  pemeriksaan laboratorium. Ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan  seorang ibu hamil menjelang kelahiran di trimester 3.
Diantaranya hematologi, golongan darah + rhesus, serologi, dan  urinalisa. Pemeriksaan ini berguna untuk mengantisipasi kemungkinan  buruk yang mengganggu proses melahirkan.
Semisal jika kadar hemoglobinmu rendah, risikonya persalinannya nanti  akan cukup membahayakan. Mulai dari rasa lemas berlebih, pendarahan,  hingga masalah kontraksi. Untuk biaya pemeriksaan laboratorium tersebut,  umumnya sekitar Rp300 ribu &amp;ndash; Rp500 ribu.
6. Biaya Persalinan
Ada sejumlah cara untuk melakukan persalinan, di antaranya yang  paling umum adalah normal dan caesar. Biaya yang diperlukan oleh  seseorang yang melahirkan dengan cara normal berkisar antara Rp5 juta  hingga Rp10 juta.
Baca Juga: 5 Hal yang Wajib Disiapkan Sebelum Pensiun Dini
Sedangkan biaya yang harus disiapkan apabila terpaksa menjalani  tindakan caesar, rata-rata mulai Rp11 juta hingga Rp30 juta. Tentunya  perbedaan ini tergantung di rumah sakit mana yang dipilih serta kelas  dari kamar yang digunakan.
Ingin mencoba inovasi water birth? Konon, persalinan ini lebih  membuat ibu rileks dan mengurangi rasa sakit. Biaya yang dibutuhkan  untuk melahirkan dengan metode ini berada di kisaran Rp7 juta hingga  Rp15 juta.
7. Imunisasi bayi
Jangan lupa setelah bayi lahir, ia pun membutuhkan beberapa imunisasi  secara bertahap. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, mewajibkan  anak yang berumur 0-18 bulan untuk melakukan imunisasi.
Imunisasi penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap  suatu penyakit. Caranya dengan memasukkan vaksin lewat suntikan khusus.
Vaksin yang pertama kali diberikan adalah vaksin Hepatitis B.  Pemberian vaksin ini baiknya diberikan tidak lebih dari 12 jam setelah  bayi dilahirkan.
Biaya imunisasi di rumah sakit cukup beragam, belum ditambah biaya  dokter spesialis anak dan administrasi. Jika ditotal, siapkan lah dana  sekitar Rp6 juta untuk semua jenis vaksin. Namun jika kamu bersedia  memilih Puskesmas, serangkaian imunisasi tersebut umumnya gratis.
Itulah beberapa hal yang harus dipenuhi, jelang detik-detik kelahiran  sang buah hati. Tentunya tidak akan memberatkan bila semua dana telah  kamu persiapkan dengan baik.</content:encoded></item></channel></rss>
