<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batavia Incar Dana Kelolaan Rp52 Triliun</title><description>PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) mengaku optimis target  pengelolaan dana tahun ini sebesar Rp52 triliun bisa tercapai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/278/2036041/batavia-incar-dana-kelolaan-rp52-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/278/2036041/batavia-incar-dana-kelolaan-rp52-triliun"/><item><title>Batavia Incar Dana Kelolaan Rp52 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/278/2036041/batavia-incar-dana-kelolaan-rp52-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/278/2036041/batavia-incar-dana-kelolaan-rp52-triliun</guid><pubDate>Kamis 28 Maret 2019 11:47 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/28/278/2036041/batavia-incar-dana-kelolaan-rp52-triliun-y9ufLvMzke.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/28/278/2036041/batavia-incar-dana-kelolaan-rp52-triliun-y9ufLvMzke.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sukses menebitkan dua produk reksa dana exchange traded fund (ETF), PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) mengaku optimis target pengelolaan dana tahun ini sebesar Rp52 triliun bisa tercapai. Apalagi, perseroan sepanjang tahun ini masih akan menerbitkan 16-18 produk lagi.&amp;rdquo;Mungkin tahun ini kami akan meluncurkan 1-2 ETF lagi yang merupakan bagian dari rencana penerbitan 16&amp;ndash;18 produk baru hingga akhir tahun. Mengenai indeks dan strategi khususnya apa, belum bisa kami sampaikan sekarang karena masih dikaji,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BPAM Lilis Setiadi dilansir dari Harian Neraca, Kamis (28/3/2019).
Perseroan mengungkapkan, Per Februari total dana yang dikelola BPAM tercatat Rp44,02 triliun. Adapun varian produk yang bakal dirilis terdiri dari produk ETF, reksadana penyertaan terbatas (RDPT), reksa dana terbuka biasa dengan varian lebih condong ke saham, dan reksa dana terproteksi. Menurutnya, perkembangan industri ETF di Indonesia yang masih tergolong baru dan karena itu, perseroan optimistis prospek ke depannya bisa semakin cerah.
Baca Juga: Batavia Prosperindo Incar Terbitkan Tiga Reksa Dana Baru
 
Melihat ke belakang,NAB produk ETF di Indonesia memang masih relatif kecil. Lilis menjelaskan, pada awal tahun lalu, produk ETF tercatat hanya senilai Rp7,9 triliun. Namun, seiring dengan perkembangan pasar saham dan obligasi yang bergejolak di sepanjang 2018, NAB produk ETF mampu mencapai peningkatan sebesar 45%.&amp;ldquo;Per Desember 2018, ETF ditutup di angka Rp11,56 triliun. Jadi ini merupakan peningkatan signifikan dan jauh dibandingkan varian reksa dana lain,&amp;rdquo; kata Lilis.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, total NAB produk ETF di Amerika Serikat pada akhir tahun lalu telah mencapai USD3,4 triliun, kendati lebih kecil dibandingkan NAB reksa dana yang mencapai angka USD18,7 triliun. Kendati basis produk ETF lebih kecil dari reksa dana jenis lain, Lilis menilai, perkembangan yang positif selama setahun terakhir di Indonesia telah membuktikan bahwa produk ETF telah semakin dikenal, diminati, dan makin banyak investor yang mau mencoba.

Adapun untuk dua produk ETFF terbaru tersebut, BPAM menargetkan dana kelolaan masing-masing produk di sekitar Rp500 miliar&amp;mdash;Rp1 triliun. Sebagai informasi, perseroan menggandeng PT Mandiri Sekuritas menerbitkan dua produk reksa dana ETF, yaitu Batavia IDX30 ETF (XBID) dan Batavia SRI-KEHATI ETF (XBSK). Kedua ETF tersebut telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam kerja sama ini BPAM bertindak sebagai manajer investasi, sedangkan Mandiri Sekuritas berperan sebagai dealer partisipan. Khusus untuk produk XBSK, BPAM juga menjalin kerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dalam rangka penggunaan nama dan konstituen saham dalam indeks SRI-KEHATI.Kata Lilis, penerbitan ETF ini merupakan salah satu bentuk komitmen  perseroan kepada para investor untuk menyediakan produk yang semakin  lengkap dan kompetitif sesuai dengan tren perkembangan industri  pengelolaan investasi global maupun nasional. Sementara Direktur Utama  Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir menambahkan, penerbitan produk XBID  dan XBSK ini merupakan upaya bersam perseroan untuk menghadirkan ragam  produk investasi yang inovatif, berkualitas, dan kompetitif kepada para  investor. &amp;ldquo;Sebagai br&amp;oacute;ker lokal teraktif di pasar modal Indonesia, kami  optimis dapat memberikan nilai tambah kepada para investor melalui  layanan pasar modal terlengkap kepada seluruh nasabah,&amp;rdquo; tandasnya.
Menurut Silvano, tingginya minat para investor terhadap pilihan  produk investasi berkualitas mendorong Mandiri Sekuritas untuk  menawarkan secara perdana ETF XBID dan XBSK. Sebagai informasi, XBID  akan berinvestasi pada saham-saham yang ada dalam daftar indeks IDX30,  dengan tujuan untuk menghasilkan kinerja portofolio yang menyerupai  kinerja indeks tersebut. Konstituen saham IDX30 dipilih oleh BEI terdiri  dari 30 saham yang paling likuid diperdagangkan. Kapitalisasi pasar  IDX30 mencapai 59,1% dari kapitalisasi pasar di BEI, dan kinerjanya  selama 5 tahun terakhir (2014-2018) lebih unggul 4,31% dibanding IHSG.
Sementara itu XBSK akan berinvestasi pada saham-saham dalam daftar  indeks SRIKEHATI, dengan tujuan menghasilkan kinerja yang menyerupai  indeks tersebut. Indeks SRI-KEHATI beranggotakan 25 saham yang  ditetapkan oleh Yayasan KEHATI dengan pertimbangan utama emiten harus  memiliki bisnis yang ramah lingkungan, tanggung jawab sosial yang  tinggi, dan tata kelola korporasi yang baik. Kinerja SRI-KEHATI selama 5  tahun terakhir (2014-2018) menghasilkan 59,31%, sementara IHSG  menghasilkan angka 44,93%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sukses menebitkan dua produk reksa dana exchange traded fund (ETF), PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) mengaku optimis target pengelolaan dana tahun ini sebesar Rp52 triliun bisa tercapai. Apalagi, perseroan sepanjang tahun ini masih akan menerbitkan 16-18 produk lagi.&amp;rdquo;Mungkin tahun ini kami akan meluncurkan 1-2 ETF lagi yang merupakan bagian dari rencana penerbitan 16&amp;ndash;18 produk baru hingga akhir tahun. Mengenai indeks dan strategi khususnya apa, belum bisa kami sampaikan sekarang karena masih dikaji,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BPAM Lilis Setiadi dilansir dari Harian Neraca, Kamis (28/3/2019).
Perseroan mengungkapkan, Per Februari total dana yang dikelola BPAM tercatat Rp44,02 triliun. Adapun varian produk yang bakal dirilis terdiri dari produk ETF, reksadana penyertaan terbatas (RDPT), reksa dana terbuka biasa dengan varian lebih condong ke saham, dan reksa dana terproteksi. Menurutnya, perkembangan industri ETF di Indonesia yang masih tergolong baru dan karena itu, perseroan optimistis prospek ke depannya bisa semakin cerah.
Baca Juga: Batavia Prosperindo Incar Terbitkan Tiga Reksa Dana Baru
 
Melihat ke belakang,NAB produk ETF di Indonesia memang masih relatif kecil. Lilis menjelaskan, pada awal tahun lalu, produk ETF tercatat hanya senilai Rp7,9 triliun. Namun, seiring dengan perkembangan pasar saham dan obligasi yang bergejolak di sepanjang 2018, NAB produk ETF mampu mencapai peningkatan sebesar 45%.&amp;ldquo;Per Desember 2018, ETF ditutup di angka Rp11,56 triliun. Jadi ini merupakan peningkatan signifikan dan jauh dibandingkan varian reksa dana lain,&amp;rdquo; kata Lilis.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, total NAB produk ETF di Amerika Serikat pada akhir tahun lalu telah mencapai USD3,4 triliun, kendati lebih kecil dibandingkan NAB reksa dana yang mencapai angka USD18,7 triliun. Kendati basis produk ETF lebih kecil dari reksa dana jenis lain, Lilis menilai, perkembangan yang positif selama setahun terakhir di Indonesia telah membuktikan bahwa produk ETF telah semakin dikenal, diminati, dan makin banyak investor yang mau mencoba.

Adapun untuk dua produk ETFF terbaru tersebut, BPAM menargetkan dana kelolaan masing-masing produk di sekitar Rp500 miliar&amp;mdash;Rp1 triliun. Sebagai informasi, perseroan menggandeng PT Mandiri Sekuritas menerbitkan dua produk reksa dana ETF, yaitu Batavia IDX30 ETF (XBID) dan Batavia SRI-KEHATI ETF (XBSK). Kedua ETF tersebut telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam kerja sama ini BPAM bertindak sebagai manajer investasi, sedangkan Mandiri Sekuritas berperan sebagai dealer partisipan. Khusus untuk produk XBSK, BPAM juga menjalin kerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dalam rangka penggunaan nama dan konstituen saham dalam indeks SRI-KEHATI.Kata Lilis, penerbitan ETF ini merupakan salah satu bentuk komitmen  perseroan kepada para investor untuk menyediakan produk yang semakin  lengkap dan kompetitif sesuai dengan tren perkembangan industri  pengelolaan investasi global maupun nasional. Sementara Direktur Utama  Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir menambahkan, penerbitan produk XBID  dan XBSK ini merupakan upaya bersam perseroan untuk menghadirkan ragam  produk investasi yang inovatif, berkualitas, dan kompetitif kepada para  investor. &amp;ldquo;Sebagai br&amp;oacute;ker lokal teraktif di pasar modal Indonesia, kami  optimis dapat memberikan nilai tambah kepada para investor melalui  layanan pasar modal terlengkap kepada seluruh nasabah,&amp;rdquo; tandasnya.
Menurut Silvano, tingginya minat para investor terhadap pilihan  produk investasi berkualitas mendorong Mandiri Sekuritas untuk  menawarkan secara perdana ETF XBID dan XBSK. Sebagai informasi, XBID  akan berinvestasi pada saham-saham yang ada dalam daftar indeks IDX30,  dengan tujuan untuk menghasilkan kinerja portofolio yang menyerupai  kinerja indeks tersebut. Konstituen saham IDX30 dipilih oleh BEI terdiri  dari 30 saham yang paling likuid diperdagangkan. Kapitalisasi pasar  IDX30 mencapai 59,1% dari kapitalisasi pasar di BEI, dan kinerjanya  selama 5 tahun terakhir (2014-2018) lebih unggul 4,31% dibanding IHSG.
Sementara itu XBSK akan berinvestasi pada saham-saham dalam daftar  indeks SRIKEHATI, dengan tujuan menghasilkan kinerja yang menyerupai  indeks tersebut. Indeks SRI-KEHATI beranggotakan 25 saham yang  ditetapkan oleh Yayasan KEHATI dengan pertimbangan utama emiten harus  memiliki bisnis yang ramah lingkungan, tanggung jawab sosial yang  tinggi, dan tata kelola korporasi yang baik. Kinerja SRI-KEHATI selama 5  tahun terakhir (2014-2018) menghasilkan 59,31%, sementara IHSG  menghasilkan angka 44,93%.</content:encoded></item></channel></rss>
