<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Pertumbuhan Kredit di Februari 2019 Capai 12,13%</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan tren peningkatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/320/2036231/ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/320/2036231/ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13"/><item><title>OJK: Pertumbuhan Kredit di Februari 2019 Capai 12,13%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/320/2036231/ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/28/320/2036231/ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13</guid><pubDate>Kamis 28 Maret 2019 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/28/320/2036231/ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13-w1XRp2JuYw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers OJK (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/28/320/2036231/ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13-w1XRp2JuYw.jpeg</image><title>Konferensi Pers OJK (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan tren peningkatan. Pada Februari 2019,  penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,13% (year on year/yoy). Di mana pada Januari 2019 pertumbuhannya sebesar 11,9%.
Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Yohannes Santoso Wibowo mengatakan, pertumbuhan kredit itu di dorong tingginya pembiayaan untuk kegiatan investasi.
&quot;Sehingga pertumbuhan ini juga memberikan harapan peningkatan aktivitas ekonomi ke depan,&quot; kata dia di Gedung Radius Prawiro Kompleks BI, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Baca Juga: Kredit Bermasalah UMKM Capai 3,79% di Januari 2019
 
Adapun dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat mengalami pertumbuhan 6,57% yoy di Februari 2019. Lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%.
Perbaikan kinerja intermediasi tersebut disertai dengan terjaganya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). OJK mencatat NPL gross perbankan sebesar 2,59% dan NPL net 1,17%. Sementara rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan stabil pada level 2,70%.
&quot;Risiko pasar perbankan juga berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan sebesar 1,92%, di bawah ambang batas ketentuan,&quot; jelas dia.

Yohanes menjelaskan, pertumbuhan intermediasi juga didukung likuiditas perbankan yang memadai, tercermin dari liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 218,45% dan non core deposito sebesar 107,25%.
Jumlah total aset likuid perbankan mencapai Rp1.162 triliun pada akhir Februari  2019. Angka ini dinilai berada pada level yang memadai untuk mendukung pertumbuhan kredit ke depan.
&quot;Permodalan perbankan juga tercatat cukup kuat yang ditunjukkan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sebesar 23,86%,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan tren peningkatan. Pada Februari 2019,  penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,13% (year on year/yoy). Di mana pada Januari 2019 pertumbuhannya sebesar 11,9%.
Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Yohannes Santoso Wibowo mengatakan, pertumbuhan kredit itu di dorong tingginya pembiayaan untuk kegiatan investasi.
&quot;Sehingga pertumbuhan ini juga memberikan harapan peningkatan aktivitas ekonomi ke depan,&quot; kata dia di Gedung Radius Prawiro Kompleks BI, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Baca Juga: Kredit Bermasalah UMKM Capai 3,79% di Januari 2019
 
Adapun dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat mengalami pertumbuhan 6,57% yoy di Februari 2019. Lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%.
Perbaikan kinerja intermediasi tersebut disertai dengan terjaganya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). OJK mencatat NPL gross perbankan sebesar 2,59% dan NPL net 1,17%. Sementara rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan stabil pada level 2,70%.
&quot;Risiko pasar perbankan juga berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan sebesar 1,92%, di bawah ambang batas ketentuan,&quot; jelas dia.

Yohanes menjelaskan, pertumbuhan intermediasi juga didukung likuiditas perbankan yang memadai, tercermin dari liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 218,45% dan non core deposito sebesar 107,25%.
Jumlah total aset likuid perbankan mencapai Rp1.162 triliun pada akhir Februari  2019. Angka ini dinilai berada pada level yang memadai untuk mendukung pertumbuhan kredit ke depan.
&quot;Permodalan perbankan juga tercatat cukup kuat yang ditunjukkan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sebesar 23,86%,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
