<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Hal Penting Sebelum Bangun Bisnis Bareng Teman</title><description>Ada lima hal yang harus benar-benar diperhatikan saat kamu berencana mendirikan bisnis bersama teman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/30/320/2036629/5-hal-penting-sebelum-bangun-bisnis-bareng-teman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/30/320/2036629/5-hal-penting-sebelum-bangun-bisnis-bareng-teman"/><item><title>5 Hal Penting Sebelum Bangun Bisnis Bareng Teman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/30/320/2036629/5-hal-penting-sebelum-bangun-bisnis-bareng-teman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/30/320/2036629/5-hal-penting-sebelum-bangun-bisnis-bareng-teman</guid><pubDate>Sabtu 30 Maret 2019 09:28 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/29/320/2036629/5-hal-penting-sebelum-bangun-bisnis-bareng-teman-1oN20CDLsJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/29/320/2036629/5-hal-penting-sebelum-bangun-bisnis-bareng-teman-1oN20CDLsJ.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Membangun bisnis membutuhkan dukungan modal yang cukup. Tanpa modal, bisnis yang dibangun bukan gak mungkin hanya sebatas angan-angan semata. Untuk mendapatkan modal usaha, kamu bisa ajukan ke bank atau lembaga keuangan non bank yang menyalurkan kredit usaha.
Selain itu, kamu juga bisa mengajak orang terdekat seperti teman atau sahabat untuk sama-sama membangun bisnis yang kamu rencanakan. Urusan permodalan tentu akan ringan jika ditanggung bersama. Maka membangun bisnis bareng teman adalah salah satu pilihan yang bisa dilakukan.
Hanya saja, ada beberapa catatan kalau memang kamu berencana ngebangun bisnis bareng teman. Kita tahu, yang namanya teman terkadang membuat urusan bisnis tak lagi sejalan. Melansir CekAja.com, ada lima hal yang harus benar-benar diperhatikan saat kamu berencana mendirikan bisnis bersama teman:
Profesional
Saat membangun usaha bersama teman, hindari dulu deh istilah &amp;ldquo;harga teman&amp;rdquo;. Bisnis adalah bisnis, teman adalah teman. Kalau sedang dalam menjalankan usaha, teman kamu ya mitra bisnis kamu. Terapkan sikap profesional kamu dengan temanmu saat menjalankan usaha.
Baca Juga: Menguntungkan, Simak Kiat Sukses Bisnis Bubur Ayam
Urusan pertemanan dalam bisnis seringkali menjadi gangguan saat menjalankan usaha. Hal paling sering terjadi adalah urusan keuangan. Kerap kali kolega bisnis meminjam uang untuk urusan yang gak penting-penting amat. Dengan alibi, &amp;ldquo;Kita kan teman, masa gak boleh pinjem uang. Lagian kita kan bangun bisnis ini bareng-bareng.&amp;rdquo;
Nah, kalau mendengar kolega bisnis kamu sudah bilang begitu mau bagaimana? Bukannya gak boleh kasih pinjam uang, hanya saja yang harus diperhatikan adalah profesionalitas dalam menjalankan bisnis bersama-sama. Boleh pinjam asalkan di waktu yang tepat. Misalnya saat akhir bulan, akhir tahun atau saat bisnis sedang untung-untungnya sehingga kondisi keuangan perusahaan sedang baik.
Disiplin
Hal paling menyebalkan saat membangun bisnis bareng teman adalah soal kedisiplinan. Nah, kalau mau bisnis yang dibangun bareng teman berkembang, kamu harus menerapkan disiplin, baik disiplin waktu atau disiplin dalam hal lainnya.

Hal paling sederhana menerapkan kedisiplinan dalam bisnis ialah datang dan pulang tepat waktu. Anggap saja kamu dan teman memang sedang bekerja profesional seperti saat bekerja di tempat lain.
Adil
Salah satu alasan bisnis yang kamu jalankan bersama teman bisa terus berkembang adalah karena menerapkan asas keadilan. Adil dalam hal ini adalah misalnya terkait pembagian keuntungan.
Namun, bukan berarti kamu harus adil membagi keuntungan masing-masing 50 persen secara merata. Adil dalam hal ini adalah sesuai porsi kontribusi masing-masing. Sebagai contoh, jika kamu mengeluarkan modal awal sebesar 70 persen dan teman kamu 30 persen, maka keuntungannya pun dibagi secara adil sesuai kontribusi.Pahit manis bersama
Saat bisnis sedang bagus-bagusnya, kamu dan teman mungkin semangat  untuk menjalankan usaha. Sampai-sampai berencana untuk membuka cabang  atau toko baru. Ya, memang keuntungan berbisnis bikin senyum manis dan  kantong tebal.
Namun, terkadang kalau bisnis lagi gak bagus, semangat biasanya mulai  meredup. Tak jarang juga di antara kamu saling menyalahkan sehingga  membuat penjualan gak bagus. Nah, untuk membangun bisnis yang baik,  rupanya kamu dan teman harus sama-sama menjalankan prinsip pahit manis  dirasakan bersama.
Baca Juga: Mengeruk Untung Besar dari Segarnya Bisnis Es Dawet
Komitmen
Membangun bisnis bareng-bareng memang butuh komitmen yang harus  dijaga. Tanpa komitmen, percaya deh sebuah bisnis yang dibangun gak  bakal bertahan lama. Mulailah dengan komitmen yang disepakati kedua  pihak. Beberapa komitmen di poin-poin sebelumnya harus menjadi pegangan  buat kamu dan kolega bisnis kamu menjalankan usaha.
Namun yang namanya bisnis kalau hanya sekadar rencana tanpa aksi yang  nyata, sampai kapanpun gak akan berjalan. Satu-satunya cara menjalankan  bisnis bersama adalah kumpulin modal usaha dan langsung jalankan usaha  tersebut. Kalau kamu masih terkendala permodalan untuk mendirikan  bisnis, kamu bisa akses CekAja.com untuk memeroleh panduan finansial  terpercaya.</description><content:encoded>JAKARTA - Membangun bisnis membutuhkan dukungan modal yang cukup. Tanpa modal, bisnis yang dibangun bukan gak mungkin hanya sebatas angan-angan semata. Untuk mendapatkan modal usaha, kamu bisa ajukan ke bank atau lembaga keuangan non bank yang menyalurkan kredit usaha.
Selain itu, kamu juga bisa mengajak orang terdekat seperti teman atau sahabat untuk sama-sama membangun bisnis yang kamu rencanakan. Urusan permodalan tentu akan ringan jika ditanggung bersama. Maka membangun bisnis bareng teman adalah salah satu pilihan yang bisa dilakukan.
Hanya saja, ada beberapa catatan kalau memang kamu berencana ngebangun bisnis bareng teman. Kita tahu, yang namanya teman terkadang membuat urusan bisnis tak lagi sejalan. Melansir CekAja.com, ada lima hal yang harus benar-benar diperhatikan saat kamu berencana mendirikan bisnis bersama teman:
Profesional
Saat membangun usaha bersama teman, hindari dulu deh istilah &amp;ldquo;harga teman&amp;rdquo;. Bisnis adalah bisnis, teman adalah teman. Kalau sedang dalam menjalankan usaha, teman kamu ya mitra bisnis kamu. Terapkan sikap profesional kamu dengan temanmu saat menjalankan usaha.
Baca Juga: Menguntungkan, Simak Kiat Sukses Bisnis Bubur Ayam
Urusan pertemanan dalam bisnis seringkali menjadi gangguan saat menjalankan usaha. Hal paling sering terjadi adalah urusan keuangan. Kerap kali kolega bisnis meminjam uang untuk urusan yang gak penting-penting amat. Dengan alibi, &amp;ldquo;Kita kan teman, masa gak boleh pinjem uang. Lagian kita kan bangun bisnis ini bareng-bareng.&amp;rdquo;
Nah, kalau mendengar kolega bisnis kamu sudah bilang begitu mau bagaimana? Bukannya gak boleh kasih pinjam uang, hanya saja yang harus diperhatikan adalah profesionalitas dalam menjalankan bisnis bersama-sama. Boleh pinjam asalkan di waktu yang tepat. Misalnya saat akhir bulan, akhir tahun atau saat bisnis sedang untung-untungnya sehingga kondisi keuangan perusahaan sedang baik.
Disiplin
Hal paling menyebalkan saat membangun bisnis bareng teman adalah soal kedisiplinan. Nah, kalau mau bisnis yang dibangun bareng teman berkembang, kamu harus menerapkan disiplin, baik disiplin waktu atau disiplin dalam hal lainnya.

Hal paling sederhana menerapkan kedisiplinan dalam bisnis ialah datang dan pulang tepat waktu. Anggap saja kamu dan teman memang sedang bekerja profesional seperti saat bekerja di tempat lain.
Adil
Salah satu alasan bisnis yang kamu jalankan bersama teman bisa terus berkembang adalah karena menerapkan asas keadilan. Adil dalam hal ini adalah misalnya terkait pembagian keuntungan.
Namun, bukan berarti kamu harus adil membagi keuntungan masing-masing 50 persen secara merata. Adil dalam hal ini adalah sesuai porsi kontribusi masing-masing. Sebagai contoh, jika kamu mengeluarkan modal awal sebesar 70 persen dan teman kamu 30 persen, maka keuntungannya pun dibagi secara adil sesuai kontribusi.Pahit manis bersama
Saat bisnis sedang bagus-bagusnya, kamu dan teman mungkin semangat  untuk menjalankan usaha. Sampai-sampai berencana untuk membuka cabang  atau toko baru. Ya, memang keuntungan berbisnis bikin senyum manis dan  kantong tebal.
Namun, terkadang kalau bisnis lagi gak bagus, semangat biasanya mulai  meredup. Tak jarang juga di antara kamu saling menyalahkan sehingga  membuat penjualan gak bagus. Nah, untuk membangun bisnis yang baik,  rupanya kamu dan teman harus sama-sama menjalankan prinsip pahit manis  dirasakan bersama.
Baca Juga: Mengeruk Untung Besar dari Segarnya Bisnis Es Dawet
Komitmen
Membangun bisnis bareng-bareng memang butuh komitmen yang harus  dijaga. Tanpa komitmen, percaya deh sebuah bisnis yang dibangun gak  bakal bertahan lama. Mulailah dengan komitmen yang disepakati kedua  pihak. Beberapa komitmen di poin-poin sebelumnya harus menjadi pegangan  buat kamu dan kolega bisnis kamu menjalankan usaha.
Namun yang namanya bisnis kalau hanya sekadar rencana tanpa aksi yang  nyata, sampai kapanpun gak akan berjalan. Satu-satunya cara menjalankan  bisnis bersama adalah kumpulin modal usaha dan langsung jalankan usaha  tersebut. Kalau kamu masih terkendala permodalan untuk mendirikan  bisnis, kamu bisa akses CekAja.com untuk memeroleh panduan finansial  terpercaya.</content:encoded></item></channel></rss>
