<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Menarik MRT Bikin Harga Tanah Jadi Mahal</title><description>Pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut memberikan dampak positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/31/320/2036740/6-fakta-menarik-mrt-bikin-harga-tanah-jadi-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/03/31/320/2036740/6-fakta-menarik-mrt-bikin-harga-tanah-jadi-mahal"/><item><title>6 Fakta Menarik MRT Bikin Harga Tanah Jadi Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/03/31/320/2036740/6-fakta-menarik-mrt-bikin-harga-tanah-jadi-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/03/31/320/2036740/6-fakta-menarik-mrt-bikin-harga-tanah-jadi-mahal</guid><pubDate>Minggu 31 Maret 2019 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/29/320/2036740/6-fakta-menarik-mrt-bikin-harga-tanah-jadi-mahal-ln1JUQTv0T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/29/320/2036740/6-fakta-menarik-mrt-bikin-harga-tanah-jadi-mahal-ln1JUQTv0T.jpg</image><title>MRT (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut memberikan dampak positif. Selain membantu meningkatkan daya saing karena adanya pembangunan, ternyata membuat harga tanah di sekitar infrastruktur merangkak naik.

Contohnya, pembangunan infrastruktur di sektor transportasi yakni Moda Raya Terpadu/Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. MRT Jakarta diresmikan pada 24 Maret 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: MRT Jakarta Dongkrak Harga Tanah Lebak Bulus hingga Blok M
Berikut fakta-fakta MRT membuat harga tanah merangkak naik seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (31/3/2019).
&amp;nbsp;
 
1. Jalur Dilalui MRT Kerek Harga Properti

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti.

Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah. Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.

&amp;ldquo;Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tarif Rp14.000, MRT Jakarta Optimistis Target Penumpang Tercapai
2. Rata-Rata Indeks Harga per Kuartal DKI Naik

Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah sebesar 122 poin, naik 4% dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta di 2017 (year-on-year). Jika dibandingkan dengan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta, rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah sebesar 149 poin, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;
 
3. Para Pencari Properti Meningkat

Kecenderungan kenaikan harga properti di sepanjang jalur MRT ini juga terlihat dari Rumah.com Property Index (RPI). Data RPI ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
&amp;nbsp;
 


4. Wilayah Jakarta Selatan dan Timur Kenaikan Paling Besar

Kenaikan rata-rata indeks harga per kuartal di Jakarta Selatan 2018  ini, bersama Jakarta Timur adalah yang tertinggi di seluruh wilayah DKI  Jakarta. Jakarta Pusat dan Jakarta Barat mencatat kenaikan sebesar 4%  (y-o-y), sementara Jakarta Utara yang terendah, sebesar 2%. (y-o-y).

Kenaikan indeks di Jakarta Selatan diperkirakan sebagai akibat  pembangunan MRT Jakarta Fase I. Selaras dengan kenaikan di Jakarta  Selatan, daerah perbatasannya pun mengalami kenaikan yang sama.  Tangerang Selatan mengalami kenaikan indeks sebesar 4%(y-o-y).

5. Menjamurnya Perkantoran di TB Simatupang

Perkembangan properti di Jakarta Selatan juga tak lepas dari faktor  perkembangan properti di ruas jalan TB Simatupang, yang berubah menjadi  kawasan bisnis baru. Kemunculan gedung-gedung perkantoran baru diimbangi  dengan munculnya hunian-hunian baru, khususnya apartemen. Sebut saja  Arumaya, Izzara, ataupun Midtown Residence, yang terletak tepat di ruas  jalan TB Simatupang.

Kemudian ada pula yang sedikit menjorok ke dalam seperti Apple  Residence di jalan Jatipadang, serta satu dari sedikit landed house baru  di sekitar Simatupang, yakni Simatupang Residence, yang terletak di  kawasan Pasar Minggu, sekitar 600 meter dari jalan TB Simatupang. Untuk  apartemen, harga unit studio-nya sudah berada pada kisaran Rp1 miliar ke  atas sementara rumah tapak dimulai pada kisararn Rp4 miliaran.

6. MRT Jakarta Dorong Masyarakat Kembali ke Tengah Kota

MRT Jakarta akan berdampak positif dan bisa mendongkrak industri  properti yang ada di Jakarta karena bisa memunculkan pusat-pusat hunian,  bisnis dan komersial baru. Selain itu akan juga bisa meramaikan wilayah  selatan Jakarta dan Tangerang Selatan yang memiliki kedekatan akses  menuju stasiun MRT.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut memberikan dampak positif. Selain membantu meningkatkan daya saing karena adanya pembangunan, ternyata membuat harga tanah di sekitar infrastruktur merangkak naik.

Contohnya, pembangunan infrastruktur di sektor transportasi yakni Moda Raya Terpadu/Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. MRT Jakarta diresmikan pada 24 Maret 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: MRT Jakarta Dongkrak Harga Tanah Lebak Bulus hingga Blok M
Berikut fakta-fakta MRT membuat harga tanah merangkak naik seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (31/3/2019).
&amp;nbsp;
 
1. Jalur Dilalui MRT Kerek Harga Properti

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti.

Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah. Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.

&amp;ldquo;Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tarif Rp14.000, MRT Jakarta Optimistis Target Penumpang Tercapai
2. Rata-Rata Indeks Harga per Kuartal DKI Naik

Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah sebesar 122 poin, naik 4% dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta di 2017 (year-on-year). Jika dibandingkan dengan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta, rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah sebesar 149 poin, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;
 
3. Para Pencari Properti Meningkat

Kecenderungan kenaikan harga properti di sepanjang jalur MRT ini juga terlihat dari Rumah.com Property Index (RPI). Data RPI ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
&amp;nbsp;
 


4. Wilayah Jakarta Selatan dan Timur Kenaikan Paling Besar

Kenaikan rata-rata indeks harga per kuartal di Jakarta Selatan 2018  ini, bersama Jakarta Timur adalah yang tertinggi di seluruh wilayah DKI  Jakarta. Jakarta Pusat dan Jakarta Barat mencatat kenaikan sebesar 4%  (y-o-y), sementara Jakarta Utara yang terendah, sebesar 2%. (y-o-y).

Kenaikan indeks di Jakarta Selatan diperkirakan sebagai akibat  pembangunan MRT Jakarta Fase I. Selaras dengan kenaikan di Jakarta  Selatan, daerah perbatasannya pun mengalami kenaikan yang sama.  Tangerang Selatan mengalami kenaikan indeks sebesar 4%(y-o-y).

5. Menjamurnya Perkantoran di TB Simatupang

Perkembangan properti di Jakarta Selatan juga tak lepas dari faktor  perkembangan properti di ruas jalan TB Simatupang, yang berubah menjadi  kawasan bisnis baru. Kemunculan gedung-gedung perkantoran baru diimbangi  dengan munculnya hunian-hunian baru, khususnya apartemen. Sebut saja  Arumaya, Izzara, ataupun Midtown Residence, yang terletak tepat di ruas  jalan TB Simatupang.

Kemudian ada pula yang sedikit menjorok ke dalam seperti Apple  Residence di jalan Jatipadang, serta satu dari sedikit landed house baru  di sekitar Simatupang, yakni Simatupang Residence, yang terletak di  kawasan Pasar Minggu, sekitar 600 meter dari jalan TB Simatupang. Untuk  apartemen, harga unit studio-nya sudah berada pada kisaran Rp1 miliar ke  atas sementara rumah tapak dimulai pada kisararn Rp4 miliaran.

6. MRT Jakarta Dorong Masyarakat Kembali ke Tengah Kota

MRT Jakarta akan berdampak positif dan bisa mendongkrak industri  properti yang ada di Jakarta karena bisa memunculkan pusat-pusat hunian,  bisnis dan komersial baru. Selain itu akan juga bisa meramaikan wilayah  selatan Jakarta dan Tangerang Selatan yang memiliki kedekatan akses  menuju stasiun MRT.</content:encoded></item></channel></rss>
