<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditopang Bisnis Batubara, Pendapatan Trada Alam Minera Capai Rp3,48 Triliun</title><description>Perseroan sepanjang tahun 2018 kemarin membukukan kinerja keuangan yang  positif dengan mengantongi pendapatan sebesar Rp3,48 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/04/278/2038936/ditopang-bisnis-batubara-pendapatan-trada-alam-minera-capai-rp3-48-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/04/278/2038936/ditopang-bisnis-batubara-pendapatan-trada-alam-minera-capai-rp3-48-triliun"/><item><title>Ditopang Bisnis Batubara, Pendapatan Trada Alam Minera Capai Rp3,48 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/04/278/2038936/ditopang-bisnis-batubara-pendapatan-trada-alam-minera-capai-rp3-48-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/04/278/2038936/ditopang-bisnis-batubara-pendapatan-trada-alam-minera-capai-rp3-48-triliun</guid><pubDate>Kamis 04 April 2019 12:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/04/278/2038936/ditopang-bisnis-batubara-pendapatan-trada-alam-minera-capai-rp3-48-triliun-2fkL2i0QHD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Batu Bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/04/278/2038936/ditopang-bisnis-batubara-pendapatan-trada-alam-minera-capai-rp3-48-triliun-2fkL2i0QHD.jpg</image><title>Ilustrasi Batu Bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kembali geliatnya industri pertambangan memberikan dampak positif terhadap bisnis jasa angkutan batu bara yang dimiliki PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan terlebih perseroan juga sudah memasuki bisnis pertambangan. Alhasil, perseroan sepanjang tahun 2018 kemarin membukukan kinerja keuangan yang positif dengan mengantongi pendapatan sebesar Rp3,48 triliun atau melesat tajam dibandingkan pada tahun 2017 pendapatan tercatat sebesar Rp512,23 miliar.
Direktur Utama TRAM Soebianto Hidayat menuturkan, adanya peningkatan pendapatan yang signifikan ini diperoleh dari kontribusi PT Gunung Bara Utama (GBU). &amp;ldquo;Anak usaha kami di sektor pertambangan batubara berkontribusi sebesar 68,47%. Sedangkan pendapatan berikutnya diperoleh dari jasa pertambangan yaitu SMR Utama atau anak usaha dari PT Ricobana Abadi berkontribusi sebesar 24,42%,&amp;rdquo;ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (4/4/2019).
Baca Juga: Perkuat Bisnis Tambang, Trada Alam Minera Kantungi Kontrak Baru Citra Dayak
Disampaikannya, pencapaian positif ini merupakan buah hasil dari aksi korporasi perusahaan yang dilakukan pada akhir tahun 2017 dengan melakukan akuisisi perusahaan pertambangan batubara dan jasa pertambangan batubara. Dia menambahkan, peningkatan pendapatan GBU berasal dari bertumbuhnya produksi batubara sebesar 2,6 juta ton batubara, pada tahun sebelumnya produksi batubara hanya 265.000 ton.
Saat ini rata-rata produksi mereka sebesar 300.000 ton per hari. Nantinya mereka juga akan terus menggenjot rata-rata produksi harian. &amp;ldquo;Hasil kinerja 2018 menunjukkan pengembangan bisnis batubara dan jasa penunjang pertambangan batubara merupakan langkah yang terbaik yang ditandai dengan meningkatnya laba. Kami optimistis prospek bisnis akan semakin cerah di masa depan,&amp;rdquo; jelasnya.

Seiring dengan naiknya pendapatan, beban pendapatan perseroan juga meningkat menjadi Rp2,91 triliun meningkat ketimbang beban pendapatan pada tahun sebelumnya atau 2017 sebanyak Rp431,72 miliar. TRAM menorehkan laba bruto pada tahun lalu Rp575,96 miliar naik 573,63% dari tahun 2017 Rp85,50 miliar. Sepanjang tahun lalu mereka berhasil mencatatkan laba bersih Rp295,48 miliar, padahal pada tahun 2017 TRAM masih rugi Rp33,15 miliar. Sementara itu, total aset mereka sepanjang tahun 2018 turun 27,20% menjadi Rp8,24 triliun, pada 2017 total aset TRAM sebesar Rp11,32 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kembali geliatnya industri pertambangan memberikan dampak positif terhadap bisnis jasa angkutan batu bara yang dimiliki PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan terlebih perseroan juga sudah memasuki bisnis pertambangan. Alhasil, perseroan sepanjang tahun 2018 kemarin membukukan kinerja keuangan yang positif dengan mengantongi pendapatan sebesar Rp3,48 triliun atau melesat tajam dibandingkan pada tahun 2017 pendapatan tercatat sebesar Rp512,23 miliar.
Direktur Utama TRAM Soebianto Hidayat menuturkan, adanya peningkatan pendapatan yang signifikan ini diperoleh dari kontribusi PT Gunung Bara Utama (GBU). &amp;ldquo;Anak usaha kami di sektor pertambangan batubara berkontribusi sebesar 68,47%. Sedangkan pendapatan berikutnya diperoleh dari jasa pertambangan yaitu SMR Utama atau anak usaha dari PT Ricobana Abadi berkontribusi sebesar 24,42%,&amp;rdquo;ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (4/4/2019).
Baca Juga: Perkuat Bisnis Tambang, Trada Alam Minera Kantungi Kontrak Baru Citra Dayak
Disampaikannya, pencapaian positif ini merupakan buah hasil dari aksi korporasi perusahaan yang dilakukan pada akhir tahun 2017 dengan melakukan akuisisi perusahaan pertambangan batubara dan jasa pertambangan batubara. Dia menambahkan, peningkatan pendapatan GBU berasal dari bertumbuhnya produksi batubara sebesar 2,6 juta ton batubara, pada tahun sebelumnya produksi batubara hanya 265.000 ton.
Saat ini rata-rata produksi mereka sebesar 300.000 ton per hari. Nantinya mereka juga akan terus menggenjot rata-rata produksi harian. &amp;ldquo;Hasil kinerja 2018 menunjukkan pengembangan bisnis batubara dan jasa penunjang pertambangan batubara merupakan langkah yang terbaik yang ditandai dengan meningkatnya laba. Kami optimistis prospek bisnis akan semakin cerah di masa depan,&amp;rdquo; jelasnya.

Seiring dengan naiknya pendapatan, beban pendapatan perseroan juga meningkat menjadi Rp2,91 triliun meningkat ketimbang beban pendapatan pada tahun sebelumnya atau 2017 sebanyak Rp431,72 miliar. TRAM menorehkan laba bruto pada tahun lalu Rp575,96 miliar naik 573,63% dari tahun 2017 Rp85,50 miliar. Sepanjang tahun lalu mereka berhasil mencatatkan laba bersih Rp295,48 miliar, padahal pada tahun 2017 TRAM masih rugi Rp33,15 miliar. Sementara itu, total aset mereka sepanjang tahun 2018 turun 27,20% menjadi Rp8,24 triliun, pada 2017 total aset TRAM sebesar Rp11,32 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
