<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih HK Metals Melesat 117,83% Jadi Rp66,92 miliar</title><description>PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) membukukan perolehan laba bersih di 2018 sebesar Rp66,92 miliar atau tumbuh signifikan 117,83%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/278/2039393/laba-bersih-hk-metals-melesat-117-83-jadi-rp66-92-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/278/2039393/laba-bersih-hk-metals-melesat-117-83-jadi-rp66-92-miliar"/><item><title>Laba Bersih HK Metals Melesat 117,83% Jadi Rp66,92 miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/278/2039393/laba-bersih-hk-metals-melesat-117-83-jadi-rp66-92-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/278/2039393/laba-bersih-hk-metals-melesat-117-83-jadi-rp66-92-miliar</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2019 11:54 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/05/278/2039393/laba-bersih-hk-metals-melesat-117-83-jadi-rp66-92-miliar-oxI8M1SNAz.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/05/278/2039393/laba-bersih-hk-metals-melesat-117-83-jadi-rp66-92-miliar-oxI8M1SNAz.jpeg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) membukukan perolehan laba bersih di 2018 sebesar Rp66,92 miliar atau tumbuh signifikan 117,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,72 miliar.
Baca Juga: IPO, HK Metals Pasang Harga di Rp190-Rp230 per Saham
Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (5/4/2019), pendapatan emiten manufaktur logam ini tercatat sebesar Rp864,98 miliar atau naik 73,86% dibandingkan tahun lalu. Adapun, beban pokok penjualan naik 72,09% menjadi Rp671,30 miliar. Pendapatan lain-lain meningkat signifikan dari Rp721,27 juta pada 2017 menjadi Rp3,27 miliar pada 2018.Total aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp1,53 triliun, naik 46,07% dibandingkan dengan total aset perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp1,53 triliun.
Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan hingga 95% seiring dengan penambahan 4 mesin ekstrusi baru pada tahun ini. Proyeksi pertumbuhan ini berasal dari pertumbuhan bisnis manufaktur sebesar 170,2% secara tahunan dan bisnis perdagangan sebesar 66,0% secara tahunan. Bisnis manufaktur diperkirakan akan mengambil porsi lebih besar terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan yang diperkirakan 38,5% pada 2019, lebih tinggi dari 2018 sebesar 27,8%
&amp;nbsp;
Sekretaris Perusahaan HKMU, Imelda Feryani pernah bilang, perseroan menambah 4 mesin ekstrusi dan 1 mesin smelter pada tahun ini. Beberapa mesin baru ini melengkapi 3 mesin ekstrusi dan 1 mesin melter yang telah beroperasi pada tahun lalu. Dimana satu mesin baru ekstrusi telah beroperasi pada akhir Februari 2019.
Adapun, dua mesin baru akan beroperasi pada akhir Maret dan 1 mesin baru pada Mei 2019. Sementara itu, mesin smelter baru diperkirakan beroperasi pada kuartal III/2019.Penambahan mesin baru memberikan total produksi menjadi 1.500 ton per bulan dengan kapasitas penuh, dari semula 450 ton per bulan. Perseroan memperkirakan produksi aluminum ekstrusi tahun ini sebesar 12.000 ton - 13.000 ton, dari semula 3.500 ton pada 2018.&amp;ldquo;Full year total produksi berkisar 12.000 - 13.000 ton aluminium dari penambahan 4 mesin di tahun ini,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) membukukan perolehan laba bersih di 2018 sebesar Rp66,92 miliar atau tumbuh signifikan 117,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,72 miliar.
Baca Juga: IPO, HK Metals Pasang Harga di Rp190-Rp230 per Saham
Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (5/4/2019), pendapatan emiten manufaktur logam ini tercatat sebesar Rp864,98 miliar atau naik 73,86% dibandingkan tahun lalu. Adapun, beban pokok penjualan naik 72,09% menjadi Rp671,30 miliar. Pendapatan lain-lain meningkat signifikan dari Rp721,27 juta pada 2017 menjadi Rp3,27 miliar pada 2018.Total aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp1,53 triliun, naik 46,07% dibandingkan dengan total aset perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp1,53 triliun.
Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan hingga 95% seiring dengan penambahan 4 mesin ekstrusi baru pada tahun ini. Proyeksi pertumbuhan ini berasal dari pertumbuhan bisnis manufaktur sebesar 170,2% secara tahunan dan bisnis perdagangan sebesar 66,0% secara tahunan. Bisnis manufaktur diperkirakan akan mengambil porsi lebih besar terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan yang diperkirakan 38,5% pada 2019, lebih tinggi dari 2018 sebesar 27,8%
&amp;nbsp;
Sekretaris Perusahaan HKMU, Imelda Feryani pernah bilang, perseroan menambah 4 mesin ekstrusi dan 1 mesin smelter pada tahun ini. Beberapa mesin baru ini melengkapi 3 mesin ekstrusi dan 1 mesin melter yang telah beroperasi pada tahun lalu. Dimana satu mesin baru ekstrusi telah beroperasi pada akhir Februari 2019.
Adapun, dua mesin baru akan beroperasi pada akhir Maret dan 1 mesin baru pada Mei 2019. Sementara itu, mesin smelter baru diperkirakan beroperasi pada kuartal III/2019.Penambahan mesin baru memberikan total produksi menjadi 1.500 ton per bulan dengan kapasitas penuh, dari semula 450 ton per bulan. Perseroan memperkirakan produksi aluminum ekstrusi tahun ini sebesar 12.000 ton - 13.000 ton, dari semula 3.500 ton pada 2018.&amp;ldquo;Full year total produksi berkisar 12.000 - 13.000 ton aluminium dari penambahan 4 mesin di tahun ini,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
