<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Robin Hutson, Miliarder yang Gagal di Ujian Sekolah</title><description>Kehidupan Robin Hutson mungkin akan jauh dari sukses jika dia tidak gagal ujian sekolah. Simak kisahnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/320/2039351/kisah-robin-hutson-miliarder-yang-gagal-di-ujian-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/320/2039351/kisah-robin-hutson-miliarder-yang-gagal-di-ujian-sekolah"/><item><title>Kisah Robin Hutson, Miliarder yang Gagal di Ujian Sekolah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/320/2039351/kisah-robin-hutson-miliarder-yang-gagal-di-ujian-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/05/320/2039351/kisah-robin-hutson-miliarder-yang-gagal-di-ujian-sekolah</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2019 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/05/320/2039351/kisah-robin-hutson-miliarder-yang-gagal-di-ujian-sekolah-UeHaZ1S81h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/05/320/2039351/kisah-robin-hutson-miliarder-yang-gagal-di-ujian-sekolah-UeHaZ1S81h.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kehidupan Robin Hutson mungkin akan jauh dari sukses jika dia tidak gagal ujian sekolah. Justru kegagalan itulah yang melontarkannya ke puncak keberhasilan bisnis saat ini.
&amp;ldquo;Saya berupaya memperbaiki semua peringkat saya dan tidak diundang masuk kuliah. Jadi, saya harus mencari sesuatu yang lain untuk dilakukan,&amp;rdquo; tutur pria 62 tahun yang saat ini menjadi pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Home Grown Hotels yang berbasis di Inggris.
&amp;ldquo;Pada usia 16 tahun saya tidak tertarik melakukan banyak hal, mulai mengejar para gadis dan ibu saya bilang, &amp;euml;baik, kamu selalu suka membuat berantakan di dapur,&amp;rdquo; ujar Hutson, dilansir BBC .
Baca Juga: Berkat Uniqlo, Tadashi Yanai Jadi Orang Terkaya Jepang
Ibunya pun menasihatinya untuk mengambil kursus bidang perhotelan dan operasional katering yang kemudian memperkuat minatnya untuk karier dalam industri hospitality. Dia pun kemudian membangun jaringan Hotel du Vin yang populer pada 1994 yang menjadikannya sebagai multi jutawan 10 tahun kemudian saat dia dan mitra bisnisnya menjual perusahaan itu senilai 66 juta poundsterling.
Baca Juga: Perjalanan Go-Jek dan Traveloka Jadi Unicorn
Sejak 2011, Robin membangun koleksi hotel lainnya yang disebut The Pig. Saat ini, dengan enam lokasi tersebar di penjuru selatan Inggris, perusahaan dengan brand Home Grown Hotels itu memiliki pendapatan tahunan lebih dari 20 juta poundsterling. Meski karier sukses Robin telah menjadikannya mendapat julukan pebisnis perhotelan paling berpengaruh di Inggris, dia merintisnya dengan menjalani berbagai kerja magang.
Setelah lulus dari pendidikan katering di Surrey, selatan London, pada pertengahan 1970-an, dia bergabung program pelatihan manajemen di jaringan hotel Savoy Group. Dia memulainya sebagai pelayan junior di hotel bintang lima di London, Claridge&amp;rsquo;s, sebelum pindah ketempat yang juga prestisius Hotel de Crillon di Paris.Dia kemudian kembali ke London pada usia 23 tahun dan menjadi manajer  resepsionis termuda di The Berkeley. Karier itu diikuti dengan dua  tahun bekerja di satu hotel di Bermuda. Dia pun ingin kembali ke Inggris  saat dia ditawari posisi manajer umum di hotel di Hampshire saat dia  berusia 28 tahun. Dia memegang jabatan itu delapan tahun, tapi kemudian  dia memutuskan ini saatnya mengelola hotelnya sendiri.
&amp;ldquo;Saya berusia 36 tahun, saya telah melakukan sejumlah pekerjaan untuk  orang lain, dan saya pikir, apakah ini apa yang saya ingin lakukan  hingga sisa hidup saya, atau saya akan mencoba dan melakukan yang lain?&amp;rdquo;  ungkap dia.
Sesuatu yang lain itu adalah hotel butik pusat kota yang secara  khusus fokus pada makanan dan wine. Jadi pada 1994, dia bekerja sama  dengan temannya Gerard Basset untuk meluncurkan Hotel du Vin di  Winchester, Hampshire. Untuk mengumpulkan uang yang dia perlukan, Robin  berupaya meyakinkan istrinya, Judy, agar sepakat bahwa mereka akan  menjadikan rumahnya sebagai jaminan untuk mendapat pinjaman.
&amp;ldquo;Ini mungkin hal paling berani yang dilakukan Judy dan syukur Tuhan dia melakukannya,&amp;rdquo; kata dia.
Robin dan Gerard juga mendapatkan dana 500.000 poundsterling dari  teman-teman dan keluarganya, serta meminjam 750.000 dari bank. &amp;ldquo;Saya  seperti mengedarkan topi kepada semua orang yang kami kenal yang  memiliki dana yang dapat diinvestasikan,&amp;rdquo; ujar Robin.
Karena kekurangan sumber daya, dua pendiri itu terpaksa ikut  menyingsingkan lengan. &amp;ldquo;Gerard dan saya biasa menghabiskan waktu tidur  di sofa untuk menyediakan layanan pada malam hari. Ini melelahkan, kami  melakukan semuanya dari membuat sarapan hingga melayani tamu di  restoran. Tapi kami untung pada tahun pertama,&amp;rdquo; kata Robin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kehidupan Robin Hutson mungkin akan jauh dari sukses jika dia tidak gagal ujian sekolah. Justru kegagalan itulah yang melontarkannya ke puncak keberhasilan bisnis saat ini.
&amp;ldquo;Saya berupaya memperbaiki semua peringkat saya dan tidak diundang masuk kuliah. Jadi, saya harus mencari sesuatu yang lain untuk dilakukan,&amp;rdquo; tutur pria 62 tahun yang saat ini menjadi pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Home Grown Hotels yang berbasis di Inggris.
&amp;ldquo;Pada usia 16 tahun saya tidak tertarik melakukan banyak hal, mulai mengejar para gadis dan ibu saya bilang, &amp;euml;baik, kamu selalu suka membuat berantakan di dapur,&amp;rdquo; ujar Hutson, dilansir BBC .
Baca Juga: Berkat Uniqlo, Tadashi Yanai Jadi Orang Terkaya Jepang
Ibunya pun menasihatinya untuk mengambil kursus bidang perhotelan dan operasional katering yang kemudian memperkuat minatnya untuk karier dalam industri hospitality. Dia pun kemudian membangun jaringan Hotel du Vin yang populer pada 1994 yang menjadikannya sebagai multi jutawan 10 tahun kemudian saat dia dan mitra bisnisnya menjual perusahaan itu senilai 66 juta poundsterling.
Baca Juga: Perjalanan Go-Jek dan Traveloka Jadi Unicorn
Sejak 2011, Robin membangun koleksi hotel lainnya yang disebut The Pig. Saat ini, dengan enam lokasi tersebar di penjuru selatan Inggris, perusahaan dengan brand Home Grown Hotels itu memiliki pendapatan tahunan lebih dari 20 juta poundsterling. Meski karier sukses Robin telah menjadikannya mendapat julukan pebisnis perhotelan paling berpengaruh di Inggris, dia merintisnya dengan menjalani berbagai kerja magang.
Setelah lulus dari pendidikan katering di Surrey, selatan London, pada pertengahan 1970-an, dia bergabung program pelatihan manajemen di jaringan hotel Savoy Group. Dia memulainya sebagai pelayan junior di hotel bintang lima di London, Claridge&amp;rsquo;s, sebelum pindah ketempat yang juga prestisius Hotel de Crillon di Paris.Dia kemudian kembali ke London pada usia 23 tahun dan menjadi manajer  resepsionis termuda di The Berkeley. Karier itu diikuti dengan dua  tahun bekerja di satu hotel di Bermuda. Dia pun ingin kembali ke Inggris  saat dia ditawari posisi manajer umum di hotel di Hampshire saat dia  berusia 28 tahun. Dia memegang jabatan itu delapan tahun, tapi kemudian  dia memutuskan ini saatnya mengelola hotelnya sendiri.
&amp;ldquo;Saya berusia 36 tahun, saya telah melakukan sejumlah pekerjaan untuk  orang lain, dan saya pikir, apakah ini apa yang saya ingin lakukan  hingga sisa hidup saya, atau saya akan mencoba dan melakukan yang lain?&amp;rdquo;  ungkap dia.
Sesuatu yang lain itu adalah hotel butik pusat kota yang secara  khusus fokus pada makanan dan wine. Jadi pada 1994, dia bekerja sama  dengan temannya Gerard Basset untuk meluncurkan Hotel du Vin di  Winchester, Hampshire. Untuk mengumpulkan uang yang dia perlukan, Robin  berupaya meyakinkan istrinya, Judy, agar sepakat bahwa mereka akan  menjadikan rumahnya sebagai jaminan untuk mendapat pinjaman.
&amp;ldquo;Ini mungkin hal paling berani yang dilakukan Judy dan syukur Tuhan dia melakukannya,&amp;rdquo; kata dia.
Robin dan Gerard juga mendapatkan dana 500.000 poundsterling dari  teman-teman dan keluarganya, serta meminjam 750.000 dari bank. &amp;ldquo;Saya  seperti mengedarkan topi kepada semua orang yang kami kenal yang  memiliki dana yang dapat diinvestasikan,&amp;rdquo; ujar Robin.
Karena kekurangan sumber daya, dua pendiri itu terpaksa ikut  menyingsingkan lengan. &amp;ldquo;Gerard dan saya biasa menghabiskan waktu tidur  di sofa untuk menyediakan layanan pada malam hari. Ini melelahkan, kami  melakukan semuanya dari membuat sarapan hingga melayani tamu di  restoran. Tapi kami untung pada tahun pertama,&amp;rdquo; kata Robin.</content:encoded></item></channel></rss>
