<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Susi Kampanye Gemarikan hingga Sosialisasi Sampah Plastik di Ponpes Banyuwangi   </title><description>&quot;Salah satu sumbernya adalah ikan yang kaya akan protein dan omega, tapi matahari juga perlu.&quot;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040120/menteri-susi-kampanye-gemarikan-hingga-sosialisasi-sampah-plastik-di-ponpes-banyuwangi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040120/menteri-susi-kampanye-gemarikan-hingga-sosialisasi-sampah-plastik-di-ponpes-banyuwangi"/><item><title>Menteri Susi Kampanye Gemarikan hingga Sosialisasi Sampah Plastik di Ponpes Banyuwangi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040120/menteri-susi-kampanye-gemarikan-hingga-sosialisasi-sampah-plastik-di-ponpes-banyuwangi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040120/menteri-susi-kampanye-gemarikan-hingga-sosialisasi-sampah-plastik-di-ponpes-banyuwangi</guid><pubDate>Minggu 07 April 2019 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040120/menteri-susi-kampanye-gemarikan-hingga-sosialisasi-sampah-plastik-di-ponpes-banyuwangi-cRrFbAzzvM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri Susi Kampanye Makan Ikan di Ponpes Banyuwangi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040120/menteri-susi-kampanye-gemarikan-hingga-sosialisasi-sampah-plastik-di-ponpes-banyuwangi-cRrFbAzzvM.jpg</image><title>Foto: Menteri Susi Kampanye Makan Ikan di Ponpes Banyuwangi</title></images><description>BANYUWANGI - Dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkeliling ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi untuk mengampanyekan program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) pada 4-5 April 2019 kemarin.
Ponpes Mabadi&amp;rsquo;ul Ihsan yang berlokasi di Karangdoro, Kecamatan Tegalsari menjadi lokasi pertama yang dikunjungi oleh Menteri Susi pada Kamis 4 April 2019. Dalam kesempatan itu, Menteri Susi mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara simbolis menyerahkan 3,25 ton ikan segar kepada Ketua Yayasan setempat.
Menariknya, sebagian dari ikan tersebut menjadi santapan bersama Menteri Susi dan para santri di siang itu. Derasnya hujan yang turun tak menyurutkan antusiasme para santri melahap nasi dan ikan yang dibagikan.
Baca Juga: Indonesia Dicap Pembuang Sampah ke Laut, Menteri Susi: Say No To Single-Use Plastic!
Menteri Susi pun berpesan agar para santri meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber vitamin yang baik bagi pertumbuhan.
&amp;ldquo;Saya liat para santri di sini sangat partisipatif, kreatif. Berarti, adik-adeik semua sangat sehat. Sehat itu tidak harus minum vitamin. Vitamin itu kita bisa dapat dari makanan dan matahari. Salah satu sumbernya adalah ikan yang kaya akan protein dan omega, tapi matahari juga perlu sebagai pemroses supaya vitamin bisa masuk ke dalam tubuh. Jadi banyak-banyaklah makan ikan, makan sayur, sama kena matahari,&amp;rdquo; pesannya.

Selain ikan segar, KKP juga menyerahkan bantuan berupa 16 lubang bioflok untuk mendorong jiwa entrepreneurship para santri. Bioflok ini diharapkan dapat membantu para santri untuk mengembangkan kemampuannya di bidang budidaya perikanan sekaligus mendukung misi sekolah yang hendak mencetak lulusan yang tak sebatas menjadi pencari kerja, melainkan dapat menjadi pencipta lapangan kerja.
Lebih lanjut, Susi juga mengingatkan para santri sebagai bagian dari masyarakat Banyuwangi untuk menjaga laut sekitar dari sampah plastik. Dia membagikan pengalamannya di mana ia menemukan begitu banyak sampah plastik di  Pantai Bangsring yang dikunjungi sehari sebelumnya.
Baca Juga: Menteri Susi Kecewa Pulau Kotor Banyak Sampah Plastik
Sampah-sampah tersebut, menurutnya, disebabkan oleh kebiasaan masyarakat di darat yang sering membuang sampah sembarangan di selokan dan sungai.
&amp;ldquo;Nah, sekarang setelah kita selesai dengan pemberantasan illegal fishing, persoalan lain ada lebih banyak lagi di laut. Apa itu? Sampah plastik. Nah sampah plastik di laut itu datang dari mana? Dari darat. Dari bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, kita semua,&amp;rdquo; tuturnya.

Dia pun mengajak para santri dan keluarganya untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai untuk menjaga kebersihan laut sebagai bagian dari iman.
&amp;ldquo;Kita dikasih alam oleh Tuhan, dijaga. Menjaga alam dan menjaga kebersihan itu kan termasuk ibadah. Termasuk tidak buang sampah sembarangan, itu adalah bagian dari iman kita,&amp;rdquo; ujarnya.
Rangkaian kampanye Gemarikan yang disosialisasikan langsung oleh Menteri Susi tak berhenti sampai di situ. Keesokan harinya, Jumat 5 April 2019, dia mengunjungi Ponpes Miftahul Ulum yang terletak di Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.
Di sana, ia kembali membagikan bantuan berupa ikan segar dan 16 lubang lele bioflok. Tak lupa, dia juga makan bersama para santri yang hadir memenuhi lapangan ponpes.&amp;ldquo;Jadi adik-adik semua, bapak-bapak kenapa kita bagikan ikan-ikan ke  pesantren-pesantren? Pemerintah ingin menanggulangi persoalan stunting  dengan mengampanyekan (program) Gemar Makan Ikan supaya generasi muda  tumbuh besar dan pintar. Karna yang kita butuhkan supaya pintar ada  dalam omega. Omega itu ada dalam ikan, bukan dalam ayam,&amp;rdquo; tandasnya.
Pemerintah secara bersama-sama tengah terus mendorong pencegahan  stunting atau  gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi  secara kronis. Dalam mendukung upaya tersebut, KKP terus menggalakkan  kampanye Gemarikan (Gemar Makan Ikan) pada masyarakat. Data terbaru dari  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan mencatat  angka stunting di Indonesia telah turun dari 37,8% pada tahun 2013  menjadi 30,8% pada tahun 2018.
Dalam kesempatan itu, Menteri Susi tak lupa memberikan bantuan berupa  16 lubang bioflok kepada yayasan untuk digunakan para mahasiswa  mempelajari entrepreneurship di sektor perikanan.

Selain mengunjungi institut pendidikan, Menteri Susi juga mengunjungi  sejumlah lokasi lainnya. Di antaranya ialah Pulau Tabuhan dan Pulau  Menjangan di mana ia meninjau kebersihan pantai dan perairan sekitar  dari sampah plastik. Sejalan dengan hal itu, dia juga mengunjungi tempat  pengolahan sampah  sementara (TPST) di Desa Tembokrejo, Kecamatan  Muncar. TPST tersebut dikelola oleh warga setempat, yang didampingi oleh  Pemkab Banyuwangi dan organisasi non-pemerintah (NGO) dunia.
&amp;rdquo;Ini upaya yang sangat baik dari pemerintah daerah. Saya berharap  penanganan sampah ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,&quot;  tambahnya.
Terkait dengan peninjauan sektor pelayanan masyarakat, Menteri Susi  pun mengunjungi Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi pada Jumat (5/4).  MPP ini merupakan mal pertama yang didirikan oleh kabupaten.
&quot;Mall Pelayanan Publik ini luar biasa, ada 199 dokumen dan izin  dilayani dalam satu ruangan. Sampai mau menikah di sini juga bisa.  Sangat memudahkan masyarakat. Jadi, soal izin kapal itu mungkin bisa  langsung disatukan ke mall ini sehingga nelayan semakin mudah mengurus  perizinannya karena lebih dekat&amp;ldquo; tuturnya.

Melihat kemudahan yang diberikan oleh fasilitas tersebut, dia  berharap agar perizinan kapal nelayan berukuran 10-30 GT yang  kewenangannya saat ini berada di pemerintah provinsi bisa diakses di  daerah. Ia mengusulkan, pemerintah provinsi bisa menaruh personelnya di  daerah sehingga pemilik kapal ikan tidak perlu jauh untuk mengurus izin  kapal.
Tak ketinggalan, Menteri Susi juga sempat menicipi durian khas  Banyuwangi di Kampung Durian Songgon. Ia juga menikmati nuansa asli  &amp;ldquo;Suku Osing&amp;rdquo; asal Banyuwangi di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren,  Kecamatan Glagah. Di sana, ia menikmati suguhan Tari Gandrung, Tari  Jaran Goyang, dan alunan musik Eso berlatarkan rumah adat Suku Osing  yang unik.</description><content:encoded>BANYUWANGI - Dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkeliling ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi untuk mengampanyekan program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) pada 4-5 April 2019 kemarin.
Ponpes Mabadi&amp;rsquo;ul Ihsan yang berlokasi di Karangdoro, Kecamatan Tegalsari menjadi lokasi pertama yang dikunjungi oleh Menteri Susi pada Kamis 4 April 2019. Dalam kesempatan itu, Menteri Susi mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara simbolis menyerahkan 3,25 ton ikan segar kepada Ketua Yayasan setempat.
Menariknya, sebagian dari ikan tersebut menjadi santapan bersama Menteri Susi dan para santri di siang itu. Derasnya hujan yang turun tak menyurutkan antusiasme para santri melahap nasi dan ikan yang dibagikan.
Baca Juga: Indonesia Dicap Pembuang Sampah ke Laut, Menteri Susi: Say No To Single-Use Plastic!
Menteri Susi pun berpesan agar para santri meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber vitamin yang baik bagi pertumbuhan.
&amp;ldquo;Saya liat para santri di sini sangat partisipatif, kreatif. Berarti, adik-adeik semua sangat sehat. Sehat itu tidak harus minum vitamin. Vitamin itu kita bisa dapat dari makanan dan matahari. Salah satu sumbernya adalah ikan yang kaya akan protein dan omega, tapi matahari juga perlu sebagai pemroses supaya vitamin bisa masuk ke dalam tubuh. Jadi banyak-banyaklah makan ikan, makan sayur, sama kena matahari,&amp;rdquo; pesannya.

Selain ikan segar, KKP juga menyerahkan bantuan berupa 16 lubang bioflok untuk mendorong jiwa entrepreneurship para santri. Bioflok ini diharapkan dapat membantu para santri untuk mengembangkan kemampuannya di bidang budidaya perikanan sekaligus mendukung misi sekolah yang hendak mencetak lulusan yang tak sebatas menjadi pencari kerja, melainkan dapat menjadi pencipta lapangan kerja.
Lebih lanjut, Susi juga mengingatkan para santri sebagai bagian dari masyarakat Banyuwangi untuk menjaga laut sekitar dari sampah plastik. Dia membagikan pengalamannya di mana ia menemukan begitu banyak sampah plastik di  Pantai Bangsring yang dikunjungi sehari sebelumnya.
Baca Juga: Menteri Susi Kecewa Pulau Kotor Banyak Sampah Plastik
Sampah-sampah tersebut, menurutnya, disebabkan oleh kebiasaan masyarakat di darat yang sering membuang sampah sembarangan di selokan dan sungai.
&amp;ldquo;Nah, sekarang setelah kita selesai dengan pemberantasan illegal fishing, persoalan lain ada lebih banyak lagi di laut. Apa itu? Sampah plastik. Nah sampah plastik di laut itu datang dari mana? Dari darat. Dari bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, kita semua,&amp;rdquo; tuturnya.

Dia pun mengajak para santri dan keluarganya untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai untuk menjaga kebersihan laut sebagai bagian dari iman.
&amp;ldquo;Kita dikasih alam oleh Tuhan, dijaga. Menjaga alam dan menjaga kebersihan itu kan termasuk ibadah. Termasuk tidak buang sampah sembarangan, itu adalah bagian dari iman kita,&amp;rdquo; ujarnya.
Rangkaian kampanye Gemarikan yang disosialisasikan langsung oleh Menteri Susi tak berhenti sampai di situ. Keesokan harinya, Jumat 5 April 2019, dia mengunjungi Ponpes Miftahul Ulum yang terletak di Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.
Di sana, ia kembali membagikan bantuan berupa ikan segar dan 16 lubang lele bioflok. Tak lupa, dia juga makan bersama para santri yang hadir memenuhi lapangan ponpes.&amp;ldquo;Jadi adik-adik semua, bapak-bapak kenapa kita bagikan ikan-ikan ke  pesantren-pesantren? Pemerintah ingin menanggulangi persoalan stunting  dengan mengampanyekan (program) Gemar Makan Ikan supaya generasi muda  tumbuh besar dan pintar. Karna yang kita butuhkan supaya pintar ada  dalam omega. Omega itu ada dalam ikan, bukan dalam ayam,&amp;rdquo; tandasnya.
Pemerintah secara bersama-sama tengah terus mendorong pencegahan  stunting atau  gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi  secara kronis. Dalam mendukung upaya tersebut, KKP terus menggalakkan  kampanye Gemarikan (Gemar Makan Ikan) pada masyarakat. Data terbaru dari  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan mencatat  angka stunting di Indonesia telah turun dari 37,8% pada tahun 2013  menjadi 30,8% pada tahun 2018.
Dalam kesempatan itu, Menteri Susi tak lupa memberikan bantuan berupa  16 lubang bioflok kepada yayasan untuk digunakan para mahasiswa  mempelajari entrepreneurship di sektor perikanan.

Selain mengunjungi institut pendidikan, Menteri Susi juga mengunjungi  sejumlah lokasi lainnya. Di antaranya ialah Pulau Tabuhan dan Pulau  Menjangan di mana ia meninjau kebersihan pantai dan perairan sekitar  dari sampah plastik. Sejalan dengan hal itu, dia juga mengunjungi tempat  pengolahan sampah  sementara (TPST) di Desa Tembokrejo, Kecamatan  Muncar. TPST tersebut dikelola oleh warga setempat, yang didampingi oleh  Pemkab Banyuwangi dan organisasi non-pemerintah (NGO) dunia.
&amp;rdquo;Ini upaya yang sangat baik dari pemerintah daerah. Saya berharap  penanganan sampah ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,&quot;  tambahnya.
Terkait dengan peninjauan sektor pelayanan masyarakat, Menteri Susi  pun mengunjungi Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi pada Jumat (5/4).  MPP ini merupakan mal pertama yang didirikan oleh kabupaten.
&quot;Mall Pelayanan Publik ini luar biasa, ada 199 dokumen dan izin  dilayani dalam satu ruangan. Sampai mau menikah di sini juga bisa.  Sangat memudahkan masyarakat. Jadi, soal izin kapal itu mungkin bisa  langsung disatukan ke mall ini sehingga nelayan semakin mudah mengurus  perizinannya karena lebih dekat&amp;ldquo; tuturnya.

Melihat kemudahan yang diberikan oleh fasilitas tersebut, dia  berharap agar perizinan kapal nelayan berukuran 10-30 GT yang  kewenangannya saat ini berada di pemerintah provinsi bisa diakses di  daerah. Ia mengusulkan, pemerintah provinsi bisa menaruh personelnya di  daerah sehingga pemilik kapal ikan tidak perlu jauh untuk mengurus izin  kapal.
Tak ketinggalan, Menteri Susi juga sempat menicipi durian khas  Banyuwangi di Kampung Durian Songgon. Ia juga menikmati nuansa asli  &amp;ldquo;Suku Osing&amp;rdquo; asal Banyuwangi di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren,  Kecamatan Glagah. Di sana, ia menikmati suguhan Tari Gandrung, Tari  Jaran Goyang, dan alunan musik Eso berlatarkan rumah adat Suku Osing  yang unik.</content:encoded></item></channel></rss>
