<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Startup Lokal, Pemerintah Siap Modali Rp1 Miliar</title><description>Yang boleh mengikuti program pembesaran usaha startup ini adalah perusahaan yang sudah memiliki omzet senilai Rp1 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040128/kembangkan-startup-lokal-pemerintah-siap-modali-rp1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040128/kembangkan-startup-lokal-pemerintah-siap-modali-rp1-miliar"/><item><title>Kembangkan Startup Lokal, Pemerintah Siap Modali Rp1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040128/kembangkan-startup-lokal-pemerintah-siap-modali-rp1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040128/kembangkan-startup-lokal-pemerintah-siap-modali-rp1-miliar</guid><pubDate>Minggu 07 April 2019 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040128/kembangkan-startup-lokal-pemerintah-siap-modali-rp1-miliar-kgyUcgDwld.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040128/kembangkan-startup-lokal-pemerintah-siap-modali-rp1-miliar-kgyUcgDwld.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan menyuntikkan dana bantuan hingga Rp1 miliar untuk membesarkan usaha startup Tanah Air. Suntikan dana tersebut nantinya akan diberikan bagi startup yang mampu menggaet investor yang memberikan investasi dengan dana yang lebih besar dari yang diberikan pemerintah.
Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristek Dikti Retno Sumekar mengatakan, Kemenristek Dikti tengah menyiapkan program pembinaan baru bagi startup yang sudah matang.
&amp;ldquo;Kita mau scale-up startup yang bisa memproduksi kebutuhan nasional. Atau paling tidak startup yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat,&amp;rdquo; katanya di Kantor Kemenristek Dikti kemarin.
Retno menjelaskan, yang boleh mengikuti program scale-up atau pembesaran usaha startup ini adalah perusahaan yang sudah memiliki omzet senilai Rp1 miliar.
Baca Juga: Menristekdikti: Kita Sudah Memiliki Ratusan Startup
Selain itu yang sudah memiliki pasar masif. Pihaknya membuka kesempatan bagi startup yang dimaksud untuk mengajukan proposal yang di dalamnya juga sudah mencantumkan data para investornya.
Dia menyatakan, persyaratan berapa besar serapan tenaga kerja tidak menjadi patokan asalkan startup itu sudah memiliki produk untuk pasar nasional. Dari data Kemenristek Dikti, dari 1.307 tenant startup di seluruh Indonesia, program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristek Dikti telah melahirkan 32 tenant yang sudah matang dengan peningkatan omzet rata-rata lebih dari 426% dan tenant yang matang tersebut memiliki omzet minimal Rp500 juta.

Startup dengan nilai omzet tertinggi adalah produk Satpam Pintar dalam bidang keamanan sekaligus teknologi informasi dengan omzet mencapai Rp7 miliar. Startup kedua tertinggi yang mencapai Rp6,5 miliar adalah Kapal Pelat Datar dalam bidang transportasi dan yang ketiga adalah Isolated Ground Shield Wire, yaitu kabel listrik untuk voltase tinggi dan voltase sedang, dalam bidang material maju yang memiliki omzet sebesar Rp5 miliar.
Baca Juga: Perkembangan Startup Indonesia Kian Menjanjikan
Kunci Kemenristek Dikti dalam program IBT terletak tidak hanya pada pemberian modal, tetapi juga memberikan bimbingan hasil riset dan inovasi agar sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Retno menjelaskan, meski 32 startup ini dinilai sudah matang, tidak serta-merta langsung mendapat dana bantuan Rp1 miliar. Bagi mereka, menurut dia, diwajibkan juga mengirim proposal agar bisa bersaing dengan startup lain.
&amp;ldquo;Ya meski sudah mature , mereka tetap harus mengajukan proposal. Nanti akan kita seleksi lagi dan kita uji lagi,&amp;rdquo; katanya.Plh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad mengatakan,  kampusnya sangat mendukung dan mendorong semangat mahasiswanya untuk  berwirausaha.
Salah satunya melalui Fakultas Ekonomi, mereka bersama Inkubator  Bisnis UNJ telah berhasil mengembangkan 10 startup , yaitu SMOCO,  Kampung Inggris Digital (KID), Bookita, Talangin, Let Share, Picku,  Motto Ban, Kulinary, Promo In, dan Yourspace.
Mantan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan KemenristekDikti itu  menjelaskan, ke-10 startup itu sebelumnya telah mengikuti kegiatan  pembinaan dan pendampingan melalui kegiatan Founder Academy yang  diselenggarakan Ciputra One yang merupakan bagian dari Ciputra Group.
&amp;ldquo;Beberapa startup yang digawangi oleh mahasiswa - mahasiswa Fakultas  Ekonomi dan beberapa fakultas lain di UNJ ini juga telah meraih prestasi  dalam ajang kompetisi startup Get In The Ring Jakarta 2019 kategori  Vote Terbanyak, yaitu KID, SMOCO, dan Bookita,&amp;rdquo; katanya.
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  Mohamad Nasir menerangkan pentingnya tiga prinsip untuk pengembangan  produk inovatif dari startup ini, yaitu harga (cost ) produksi yang  relatif rendah, price competitiveness (harga jual yang kompetitif),  serta durability .
&amp;ldquo;Sudah saatnya para peneliti, perekayasa maupun inovator muda di  Indonesia memikirkan hal ini jika ingin berhasil dengan program startup  -nya,&amp;rdquo; ujar Nasir.
Sementara itu pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok  Amin berpendapat, di perguruan tinggi sudah ada mata kuliah  kewirausahaan sebagai pendukung atmosfer kampus untuk mengembangkan  wirausaha.
Dia menyarankan, mata kuliah kewirausahaan yang ada di kampus harus  diperbarui materi kuliahnya setiap saat karena perkembangan bisnis dan  teknologi yang sedemikian cepat. &amp;ldquo;Dunia bisnis itu sekarang dinamis dan  beda jauh dengan lima tahun lalu. Jangan sampai isinya masih jadul dan  dosennya juga belum updated. Jadi konten mata kuliah perlu dirombak dan  disesuaikan. Dosennya perlu dilatih soal bisnis startup dan segala  aspeknya,&amp;rdquo; urainya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan menyuntikkan dana bantuan hingga Rp1 miliar untuk membesarkan usaha startup Tanah Air. Suntikan dana tersebut nantinya akan diberikan bagi startup yang mampu menggaet investor yang memberikan investasi dengan dana yang lebih besar dari yang diberikan pemerintah.
Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristek Dikti Retno Sumekar mengatakan, Kemenristek Dikti tengah menyiapkan program pembinaan baru bagi startup yang sudah matang.
&amp;ldquo;Kita mau scale-up startup yang bisa memproduksi kebutuhan nasional. Atau paling tidak startup yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat,&amp;rdquo; katanya di Kantor Kemenristek Dikti kemarin.
Retno menjelaskan, yang boleh mengikuti program scale-up atau pembesaran usaha startup ini adalah perusahaan yang sudah memiliki omzet senilai Rp1 miliar.
Baca Juga: Menristekdikti: Kita Sudah Memiliki Ratusan Startup
Selain itu yang sudah memiliki pasar masif. Pihaknya membuka kesempatan bagi startup yang dimaksud untuk mengajukan proposal yang di dalamnya juga sudah mencantumkan data para investornya.
Dia menyatakan, persyaratan berapa besar serapan tenaga kerja tidak menjadi patokan asalkan startup itu sudah memiliki produk untuk pasar nasional. Dari data Kemenristek Dikti, dari 1.307 tenant startup di seluruh Indonesia, program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristek Dikti telah melahirkan 32 tenant yang sudah matang dengan peningkatan omzet rata-rata lebih dari 426% dan tenant yang matang tersebut memiliki omzet minimal Rp500 juta.

Startup dengan nilai omzet tertinggi adalah produk Satpam Pintar dalam bidang keamanan sekaligus teknologi informasi dengan omzet mencapai Rp7 miliar. Startup kedua tertinggi yang mencapai Rp6,5 miliar adalah Kapal Pelat Datar dalam bidang transportasi dan yang ketiga adalah Isolated Ground Shield Wire, yaitu kabel listrik untuk voltase tinggi dan voltase sedang, dalam bidang material maju yang memiliki omzet sebesar Rp5 miliar.
Baca Juga: Perkembangan Startup Indonesia Kian Menjanjikan
Kunci Kemenristek Dikti dalam program IBT terletak tidak hanya pada pemberian modal, tetapi juga memberikan bimbingan hasil riset dan inovasi agar sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Retno menjelaskan, meski 32 startup ini dinilai sudah matang, tidak serta-merta langsung mendapat dana bantuan Rp1 miliar. Bagi mereka, menurut dia, diwajibkan juga mengirim proposal agar bisa bersaing dengan startup lain.
&amp;ldquo;Ya meski sudah mature , mereka tetap harus mengajukan proposal. Nanti akan kita seleksi lagi dan kita uji lagi,&amp;rdquo; katanya.Plh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad mengatakan,  kampusnya sangat mendukung dan mendorong semangat mahasiswanya untuk  berwirausaha.
Salah satunya melalui Fakultas Ekonomi, mereka bersama Inkubator  Bisnis UNJ telah berhasil mengembangkan 10 startup , yaitu SMOCO,  Kampung Inggris Digital (KID), Bookita, Talangin, Let Share, Picku,  Motto Ban, Kulinary, Promo In, dan Yourspace.
Mantan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan KemenristekDikti itu  menjelaskan, ke-10 startup itu sebelumnya telah mengikuti kegiatan  pembinaan dan pendampingan melalui kegiatan Founder Academy yang  diselenggarakan Ciputra One yang merupakan bagian dari Ciputra Group.
&amp;ldquo;Beberapa startup yang digawangi oleh mahasiswa - mahasiswa Fakultas  Ekonomi dan beberapa fakultas lain di UNJ ini juga telah meraih prestasi  dalam ajang kompetisi startup Get In The Ring Jakarta 2019 kategori  Vote Terbanyak, yaitu KID, SMOCO, dan Bookita,&amp;rdquo; katanya.
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  Mohamad Nasir menerangkan pentingnya tiga prinsip untuk pengembangan  produk inovatif dari startup ini, yaitu harga (cost ) produksi yang  relatif rendah, price competitiveness (harga jual yang kompetitif),  serta durability .
&amp;ldquo;Sudah saatnya para peneliti, perekayasa maupun inovator muda di  Indonesia memikirkan hal ini jika ingin berhasil dengan program startup  -nya,&amp;rdquo; ujar Nasir.
Sementara itu pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok  Amin berpendapat, di perguruan tinggi sudah ada mata kuliah  kewirausahaan sebagai pendukung atmosfer kampus untuk mengembangkan  wirausaha.
Dia menyarankan, mata kuliah kewirausahaan yang ada di kampus harus  diperbarui materi kuliahnya setiap saat karena perkembangan bisnis dan  teknologi yang sedemikian cepat. &amp;ldquo;Dunia bisnis itu sekarang dinamis dan  beda jauh dengan lima tahun lalu. Jangan sampai isinya masih jadul dan  dosennya juga belum updated. Jadi konten mata kuliah perlu dirombak dan  disesuaikan. Dosennya perlu dilatih soal bisnis startup dan segala  aspeknya,&amp;rdquo; urainya.</content:encoded></item></channel></rss>
