<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari 100 Bandara, Jumlah Penerbangan Soetta Terbanyak ke-2 di Dunia   </title><description>Adapun hasil OTP yang tinggi itu membuat Soekarno-Hatta berada di Top 25 bandara dengan OTP terbaik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040159/dari-100-bandara-jumlah-penerbangan-soetta-terbanyak-ke-2-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040159/dari-100-bandara-jumlah-penerbangan-soetta-terbanyak-ke-2-di-dunia"/><item><title>Dari 100 Bandara, Jumlah Penerbangan Soetta Terbanyak ke-2 di Dunia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040159/dari-100-bandara-jumlah-penerbangan-soetta-terbanyak-ke-2-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040159/dari-100-bandara-jumlah-penerbangan-soetta-terbanyak-ke-2-di-dunia</guid><pubDate>Minggu 07 April 2019 19:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040159/dari-100-bandara-jumlah-penerbangan-soetta-terbanyak-ke-2-di-dunia-43SE0BkN9h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">bandara so</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040159/dari-100-bandara-jumlah-penerbangan-soetta-terbanyak-ke-2-di-dunia-43SE0BkN9h.jpg</image><title>bandara so</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatatkan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) jadwal keberangkatan pesawat mencapai 93,8% pada Februari 2019.
Tingkat OTP yang menggembirakan itu berdasarkan riset dari lembaga independen yang diakui industri penerbangan global yakni OAG. Adapun hasil OTP yang tinggi itu membuat Soekarno-Hatta berada di Top 25 bandara dengan OTP terbaik.
OAG juga mencatat bahwa di antara Top 100 bandara dengan OTP terbaik, jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta merupakan yang paling banyak kedua mencapai 16.093 penerbangan pada Februari 2019.
Bandara dengan penerbangan paling banyak pertama adalah Changi di Singapura yakni 16.393 penerbangan, namun tingkat OTP 90,4% atau masih di bawah Soekarno-Hatta.
OAG merupakan perusahaan terkemuka dunia berbasis di inggris yang menyediakan informasi penerbangan digital, intelijen dan analitik untuk bandara, maskapai penerbangan dan perusahaan teknologi perjalanan.
Baca Juga: AP II Rogoh Kocek Rp9 Triliun Percantik Bandara Soetta
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan kinerja positif ini berdampak pada peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat. Dia menuturkan operasional di bandara yang terintegrasi dan didukung sistem teknologi informasi mampu membuat Soekarno-Hatta beroperasi secara efektif.
&amp;ldquo;Sejak 2017, Soekarno-Hatta memiliki pos komando terintegrasi yang disebut dengan Airport Operation Control Center atau AOCC, di mana ini adalah hasil kolaborasi dari Airport Operator, Airline Operator, Air Navigation, dan Authorities seperti Karantina, Bea Cukai, Imigrasi, Kepolisian, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/4/2019).

&amp;ldquo;Seluruh operasional baik itu sisi udara dan sisi darat dipantau dari AOCC untuk menghasilkan kinerja yang efektif, dan hasilnya terbukti dengan OTP Soekarno-Hatta yang sangat membanggakan yakni tembus hampir 94%,&amp;rdquo; ujar Awaluddin.
AOCC sendiri dilengkapi modul yakni Airport Operation Database (AODB), Airport Management System (AMS), Resources Management System (RMS), Network Management System (NMS), Airport Security System (ASS), dan Facility Engineering Management System (FEMS).
Modul AODB guna menyimpan data operasi, lalu AMS dan RMS untuk memonitor serta mengendalikan operasional bandara seperti contohnya mengatur sumber daya seperti parking stands, boarding gate, dan check in counter.
Baca Juga: Menteri Rini: Terminal 4 Bandara Soetta Rampung 2024
Sementara itu, NMS menampilkan kinerja jaringan dan perangkat teknologi informasi dalam mengelola serta mendistribusikan data operasi ke sejumlah stakeholder, dan FEMS berfungsi untuk memonitor, mengendalikan dan mengelola kehandalan fasilitas-fasilitas utama bandara.
&amp;ldquo;Kami sangat yakin jika proyek runway ketiga dan east cross taxiway sudah selesai, maka jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akan semakin meningkat dan diiringi dengan tingkat OTP yang semakin tinggi,&amp;rdquo; jelas Awaluddin.Sebelumnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk di peringkat 6  dalam daftar bandara terbaik di dunia 2019 yang melayani 60-70 juta  penumpang per tahun.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Skytrax, lembaga independen asal  Inggris,  berdasarkan survei pelayanan dan fasilitas yang dilakukan  terhadap penumpang pesawat di 550 bandara di seluruh dunia pada Agustus  2017 hingga Februari 2018.
Di dalam kategori Best Airport 2019: 60-70 Million Passenger ini,  peringkat Soekarno-Hatta mengungguli Bangkok Suvarnabhumi (7),  Dallas/Fort Worth (8), Delhi (9), dan New York JFK (10).
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin  mengatakan pengembangan hard infrastructure dan soft infrastructure  membawa Soekarno-Hatta sejajar dengan bandara-bandara berkelas dunia  lainnya.
&amp;ldquo;Soekarno-Hatta sudah sejajar dengan bandara berkelas dunia lainnya.  Sejak beberapa tahun ini, AP II dan seluruh stakeholder termasuk  pemerintah telah mengoptimalkan dan memaksimalkan pengembangan di  Soekarno-Hatta demi meningkatkan pelayanan. Kami bersyukur bahwa  pengembangan yang dilakukan ini mendapat apresiasi positif dari para  penumpang pesawat,&quot; ujarnya.
&amp;ldquo;Berada di 10 besar bandara terbaik dunia, tepatnya berada di  peringkat 6, merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh  stakeholder di Soekarno-Hatta demi mengharumkan nama Indonesia di dunia  internasional,&amp;rdquo; ujar Muhammad Awaluddin.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini merupakan bandara  tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang per tahun mencapai lebih  dari 60 juta penumpang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatatkan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) jadwal keberangkatan pesawat mencapai 93,8% pada Februari 2019.
Tingkat OTP yang menggembirakan itu berdasarkan riset dari lembaga independen yang diakui industri penerbangan global yakni OAG. Adapun hasil OTP yang tinggi itu membuat Soekarno-Hatta berada di Top 25 bandara dengan OTP terbaik.
OAG juga mencatat bahwa di antara Top 100 bandara dengan OTP terbaik, jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta merupakan yang paling banyak kedua mencapai 16.093 penerbangan pada Februari 2019.
Bandara dengan penerbangan paling banyak pertama adalah Changi di Singapura yakni 16.393 penerbangan, namun tingkat OTP 90,4% atau masih di bawah Soekarno-Hatta.
OAG merupakan perusahaan terkemuka dunia berbasis di inggris yang menyediakan informasi penerbangan digital, intelijen dan analitik untuk bandara, maskapai penerbangan dan perusahaan teknologi perjalanan.
Baca Juga: AP II Rogoh Kocek Rp9 Triliun Percantik Bandara Soetta
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan kinerja positif ini berdampak pada peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat. Dia menuturkan operasional di bandara yang terintegrasi dan didukung sistem teknologi informasi mampu membuat Soekarno-Hatta beroperasi secara efektif.
&amp;ldquo;Sejak 2017, Soekarno-Hatta memiliki pos komando terintegrasi yang disebut dengan Airport Operation Control Center atau AOCC, di mana ini adalah hasil kolaborasi dari Airport Operator, Airline Operator, Air Navigation, dan Authorities seperti Karantina, Bea Cukai, Imigrasi, Kepolisian, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/4/2019).

&amp;ldquo;Seluruh operasional baik itu sisi udara dan sisi darat dipantau dari AOCC untuk menghasilkan kinerja yang efektif, dan hasilnya terbukti dengan OTP Soekarno-Hatta yang sangat membanggakan yakni tembus hampir 94%,&amp;rdquo; ujar Awaluddin.
AOCC sendiri dilengkapi modul yakni Airport Operation Database (AODB), Airport Management System (AMS), Resources Management System (RMS), Network Management System (NMS), Airport Security System (ASS), dan Facility Engineering Management System (FEMS).
Modul AODB guna menyimpan data operasi, lalu AMS dan RMS untuk memonitor serta mengendalikan operasional bandara seperti contohnya mengatur sumber daya seperti parking stands, boarding gate, dan check in counter.
Baca Juga: Menteri Rini: Terminal 4 Bandara Soetta Rampung 2024
Sementara itu, NMS menampilkan kinerja jaringan dan perangkat teknologi informasi dalam mengelola serta mendistribusikan data operasi ke sejumlah stakeholder, dan FEMS berfungsi untuk memonitor, mengendalikan dan mengelola kehandalan fasilitas-fasilitas utama bandara.
&amp;ldquo;Kami sangat yakin jika proyek runway ketiga dan east cross taxiway sudah selesai, maka jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akan semakin meningkat dan diiringi dengan tingkat OTP yang semakin tinggi,&amp;rdquo; jelas Awaluddin.Sebelumnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk di peringkat 6  dalam daftar bandara terbaik di dunia 2019 yang melayani 60-70 juta  penumpang per tahun.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Skytrax, lembaga independen asal  Inggris,  berdasarkan survei pelayanan dan fasilitas yang dilakukan  terhadap penumpang pesawat di 550 bandara di seluruh dunia pada Agustus  2017 hingga Februari 2018.
Di dalam kategori Best Airport 2019: 60-70 Million Passenger ini,  peringkat Soekarno-Hatta mengungguli Bangkok Suvarnabhumi (7),  Dallas/Fort Worth (8), Delhi (9), dan New York JFK (10).
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin  mengatakan pengembangan hard infrastructure dan soft infrastructure  membawa Soekarno-Hatta sejajar dengan bandara-bandara berkelas dunia  lainnya.
&amp;ldquo;Soekarno-Hatta sudah sejajar dengan bandara berkelas dunia lainnya.  Sejak beberapa tahun ini, AP II dan seluruh stakeholder termasuk  pemerintah telah mengoptimalkan dan memaksimalkan pengembangan di  Soekarno-Hatta demi meningkatkan pelayanan. Kami bersyukur bahwa  pengembangan yang dilakukan ini mendapat apresiasi positif dari para  penumpang pesawat,&quot; ujarnya.
&amp;ldquo;Berada di 10 besar bandara terbaik dunia, tepatnya berada di  peringkat 6, merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh  stakeholder di Soekarno-Hatta demi mengharumkan nama Indonesia di dunia  internasional,&amp;rdquo; ujar Muhammad Awaluddin.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini merupakan bandara  tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang per tahun mencapai lebih  dari 60 juta penumpang.</content:encoded></item></channel></rss>
