<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megahnya Jembatan Holtekamp Papua hingga Gaji PNS Cair Pertengahan April</title><description>Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama dan KPPU memanggil manajemen AirAsia dan Traveloka serta Tiket.com</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/08/320/2040263/megahnya-jembatan-holtekamp-papua-hingga-gaji-pns-cair-pertengahan-april</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/08/320/2040263/megahnya-jembatan-holtekamp-papua-hingga-gaji-pns-cair-pertengahan-april"/><item><title>Megahnya Jembatan Holtekamp Papua hingga Gaji PNS Cair Pertengahan April</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/08/320/2040263/megahnya-jembatan-holtekamp-papua-hingga-gaji-pns-cair-pertengahan-april</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/08/320/2040263/megahnya-jembatan-holtekamp-papua-hingga-gaji-pns-cair-pertengahan-april</guid><pubDate>Senin 08 April 2019 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040263/megahnya-jembatan-holtekamp-papua-hingga-gaji-pns-cair-pertengahan-april-Q9fQRHMLYH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jembatan Holtekamp (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/07/320/2040263/megahnya-jembatan-holtekamp-papua-hingga-gaji-pns-cair-pertengahan-april-Q9fQRHMLYH.jpg</image><title>Foto: Jembatan Holtekamp (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama buatan PT PAL (Persero). Jembatan dipinggir pantai Holtekamp ini terletak di atas Teluk Youtefa dan direncanakan beroperasi Juli 2019.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah yang belum mencairkan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya gaji yang dicairkan masih sama dengan sebelumnya.
Di sisi lain, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil manajemen AirAsia dan agen penjualan tiket Traveloka serta Tiket.com terkait hilangnya penjualan tiket dari kedua agen online itu.
Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:
Megah dan Gagahnya Jembatan Holtekamp Papua
Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama buatan PT PAL (Persero). Jembatan dipinggir pantai Holtekamp ini terletak di atas Teluk Youtefa dan direncanakan beroperasi Juli 2019.
Okezone mendapat kesempatan untuk melihat langsung proyek yang dikerjakan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PTPP, Hutama Karya dan Nindya Karya.
Baca Juga: Fakta-Fakta Jembatan Holtekamp Diresmikan Juli 2019 dan Ganti Nama
Jembatan ini juga terdiri dari dua bentang utama dengan pelengkung baja. Masing-masing panjang bentang utama 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton.
Di tengah teriknya matahari di Timur Indonesia, Jembatan Holtekamp nampak keindahannya. Ditambah birunya langit, hijaunya air teluk dan merahnya Jembatan Holtekamp.
Dua bentang utama dengan pelengkung baja dengan panjang masing-masing 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton sudah terpasang dengan kokoh.
Jembatan ini memiliki panjang 1.328 meter dan akan menghubungkan Distrik Muara Tami menuju Distrik Hamadi.

Terlihat untuk jalan pendekat sudah 100% selesai. Pengerjaan seperti tulangan struktur hingga pengecoran beton sudah dilakukan.
Selain itu, borpile, pilecap, kolom, slab, median atau dinding jalan dan jembatan sudah terbangun. Barrier, pedestrian, pengadaan girder, pengaspalan, railink, lampu PJU, expansion join dan marka jalan juga sudah ada.
Secara keseluruhan untuk pengerjaan jembatan dan jalan pendekatnya sudah 100%. Hanya saja, jembatan masih belum bisa digunakan, sebab jalan akses menuju Skouw sepanjang 7 km masih dalam tahap pengaspalan.
Baca Juga: Megah dan Gagahnya Jembatan Holtekamp Papua
Selain itu, pengerjaan frontage sisi engros dan sisi laut baru mencapai 75% meliputi pekerjaan gorong-gorong, timbunan, PJU, pengaspalan dan marka jalan.
Jembatan Holtekamp memiliki beberapa manfaat di antaranya sebagai solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Kemudian, mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw.
Jembatan ini juga sebagai sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang diselenggarakan di Papua. Dan yang pasti Jembatan yang diusulkan namanya menjadi Youtefa menjadi landmark atau ikon baru Papua.Pembiayaan jembatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat  melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah  Provinsi Papua mendanai pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp,  dan Pemerintah Kota Jayapura.
Total keseluruhan biaya pembangunan mencapai Rp1,8 triliun, dengan  rincian bentang utama panjangnya 433 meter status selesai (biaya  pembangunan Rp946 miliar).
Jalan akses jembatan Holtekamp 9.590 progres 74,49% (Rp237 miliar).  Jalan pendekat sisi. Holtekam 600 meter status selesai (Rp246 miliar).
Jembatan pendekat sisi Holtekamp 270 meter status selesai (Rp269  miliar). Jembatan pendekat sisi Holtekamp 30 meter progres 85,9% (Rp155  miliar). Jalan pendekat sisi Hamadi 320 meter progres selesai (Rp35  miliar).
Tenang, Kenaikan Gaji PNS Cair Pertengahan April
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa  Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah yang belum mencairkan kenaikan  gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya gaji yang dicairkan masih sama  dengan sebelumnya.
Meskipun begitu, Sri Mulyani memastikan jika sebelum pertengahan  bulan ini, kenaikan gaji PNS sudah bisa dicairkan sepenuhnya. Termasuk  kenaikan sejak Januari 2019.
Seperti diketahui, pemerintah sendiri memastikan kenaikan gaji  Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah bisa dicairkan pada April 20119.  Kenaikan gaji PNS tersebut dihitung sejak kenaikan gaji Januari 2019  (dirapel).
&quot;Nanti dibayarkan sebelum pertengahan bulan ini,&quot; ujarnya saat ditemui di SCBD, Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Menurut Sri Mulyani, belum cairnya beberapa instansi ini karena  pengajuan rapel gajinya mepet dengan awal April, sehingga beberapa  instansi belum sempat melakukan revisi gaji pegawainya.
Alhasil, beberapa instansi masih menganggarkan gaji pegawai yang  belum berubah. Padahal seharusnya gaji pegawai uang dicantumkan dan  diserahkan itu merupakan gaji yang angkanya sudah naik sejak Januari.
&quot;Karena rapelnya memang hampir mendekati 1 april, sehingga mereka belum sempat merevisi,&quot; ucapnya.
Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, masyarakat tidak perlu khawatir.  Sebab menurutnya, pemerintah sudah mengalokasikan sejak awal tahun  kenaikan gaji PNS ini.
&quot;Namun sekarang K/L mulai menyiapkan dokumen Dipa untuk pembaayaran  rapel bulan April ini yaitu dari kenaikan dari Januari, Februari, Maret,  April,&quot; katanya.
KPPU Panggil Manajemen AirAsia, Minta Penjelasan soal Harga Tiket
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil manajemen    AirAsia dan agen penjualan tiket Traveloka serta Tiket.com terkait    hilangnya penjualan tiket dari kedua agen online itu.
&quot;Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak manajemen AirAsia dan    juga dari penyedia jasa penjualan tiket,&quot; ujar Komisioner KPPU, Guntur    Syahputra Saragih dilansir dari Harian Neraca, Jumat (5/4/2019).
Ia mengatakan, semua keterangan dari manajemen AirAsia nantinya akan    ditanyakan ulang kepada penyedia jasa penjualan tiket, di antaranya    Traveloka dan Tiket.com. Saragih menyatakan, hilangnya kanal penjualan    tiket dalam jaringan (daring/online) Traveloka dan Tiket.com itu sempat    memunculkan wacana tidak sedap seperti persaingan usaha yang tidak    sehat.Ia menyatakan permasalahan tersebut sudah terlalu lama berlarut-larut   dan pihak manajemen AirAsia terus bermain melalui media sosial  sehingga  pihaknya kemudian melakukan langkah inisiatif untuk melakukan   penyelidikan.&quot;Ini bukan laporan tetapi langkah inisiatif kami.   Permasalahan ini terus bergilir di media sosial dan kami berinisiatif   untuk memberikan keadilan kepada semuanya,&quot; kata dia.
Sebelumnya, ia mengatakan permasalahan yang dihadapi AirAsia,   berdasarkan pengakuannya di media massa maupun media sosial, jika kanal   atau saluran penjualan tiket secara dalam jaringan di perusahaan agen   perjalanan tiba-tiba dihapus atau dihilangkan.
Menurut dia, dugaan intervensi kompetitor kepada agen perjalanan   daring (OTA), seperti Traveloka dan Tiket.com terkait menghilangnya   AirAsia dari kanal penjualan, itu perlu dibuktikan.&quot;Memang beberapa   pekan ini lagi hangat-hangatnya mengenai AirAsia ini yang hilang dari   kanal Traveloka dan Tiket.com. Makanya, jika memang pengakuannya ada   intervensi dan itu bentuk persaingan usaha tidak sehat, maka laporkan,&quot;   jelas dia.
Saragih menyatakan, mereka akan mengkaji dan meneliti dugaan   pelanggaran itu, yakni persaingan usaha tidak sehat. Ia memastikan akan   menangani kasus persaingan usaha tidak sehat ini secara profesional dan   memberikan rasa keadilan jika indikasi seperti yang diwacanakan itu   terbukti adanya.
&quot;Amanat UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan   Persaingan Usaha harus ditegakkan agar usaha yang dijalankan tidak ada   yang dirugikan,&quot; kata dia.
Menurut dia, maskapai AirAsia Indonesia mengindikasikan adanya   intervensi oleh kompetitor kepada agen perjalanan daring (OTA), seperti   Traveloka dan Tiket.com terkait menghilangnya AirAsia dari kanal   penjualan itu.
&quot;Kami melihat adanya indikasi, adanya perintah yang memberikan   tekanan kepada OTA,&quot; kata Direktur Niaga AirAsia, Rifai Taberi, di   Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Ia mengetahui kejadian itu sejak Minggu lalu karena banyaknya   pelanggan yang menanyakan terkait menghilangnya AirAsia dari dua OTA   terbesar, yakni Traveloka dan Tiket.com.&quot;Yang aneh kok secara tiba-tiba   dan satu per satu tidak menjual, karena selama ini biasa saja, kita   sudah klarifikasi karena kita mitra dengan para OTA, mereka secara   formal menjawab ada masalah teknis,&quot; kata dia.
Ia menuturkan, dari sistem AirAsia sendiri tidak ada masalah teknis   dan di kanal OTA lain juga masih dijual, seperti Nusatrip. Ia menilai   sangat memungkinkan mitra maskapai menekan OTA, terutama dengan pangsa   pasar paling besar.
&quot;Kalau itu tergantung dari pangsa pasar, pangsa pasar kita dari OTA   cuma dua sampai tiga%. Secara hubungan kerja sama memang sebagai agency,   OTA berhak untuk menjual tiket maskapai,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama buatan PT PAL (Persero). Jembatan dipinggir pantai Holtekamp ini terletak di atas Teluk Youtefa dan direncanakan beroperasi Juli 2019.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah yang belum mencairkan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya gaji yang dicairkan masih sama dengan sebelumnya.
Di sisi lain, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil manajemen AirAsia dan agen penjualan tiket Traveloka serta Tiket.com terkait hilangnya penjualan tiket dari kedua agen online itu.
Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:
Megah dan Gagahnya Jembatan Holtekamp Papua
Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama buatan PT PAL (Persero). Jembatan dipinggir pantai Holtekamp ini terletak di atas Teluk Youtefa dan direncanakan beroperasi Juli 2019.
Okezone mendapat kesempatan untuk melihat langsung proyek yang dikerjakan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PTPP, Hutama Karya dan Nindya Karya.
Baca Juga: Fakta-Fakta Jembatan Holtekamp Diresmikan Juli 2019 dan Ganti Nama
Jembatan ini juga terdiri dari dua bentang utama dengan pelengkung baja. Masing-masing panjang bentang utama 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton.
Di tengah teriknya matahari di Timur Indonesia, Jembatan Holtekamp nampak keindahannya. Ditambah birunya langit, hijaunya air teluk dan merahnya Jembatan Holtekamp.
Dua bentang utama dengan pelengkung baja dengan panjang masing-masing 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton sudah terpasang dengan kokoh.
Jembatan ini memiliki panjang 1.328 meter dan akan menghubungkan Distrik Muara Tami menuju Distrik Hamadi.

Terlihat untuk jalan pendekat sudah 100% selesai. Pengerjaan seperti tulangan struktur hingga pengecoran beton sudah dilakukan.
Selain itu, borpile, pilecap, kolom, slab, median atau dinding jalan dan jembatan sudah terbangun. Barrier, pedestrian, pengadaan girder, pengaspalan, railink, lampu PJU, expansion join dan marka jalan juga sudah ada.
Secara keseluruhan untuk pengerjaan jembatan dan jalan pendekatnya sudah 100%. Hanya saja, jembatan masih belum bisa digunakan, sebab jalan akses menuju Skouw sepanjang 7 km masih dalam tahap pengaspalan.
Baca Juga: Megah dan Gagahnya Jembatan Holtekamp Papua
Selain itu, pengerjaan frontage sisi engros dan sisi laut baru mencapai 75% meliputi pekerjaan gorong-gorong, timbunan, PJU, pengaspalan dan marka jalan.
Jembatan Holtekamp memiliki beberapa manfaat di antaranya sebagai solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Kemudian, mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw.
Jembatan ini juga sebagai sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang diselenggarakan di Papua. Dan yang pasti Jembatan yang diusulkan namanya menjadi Youtefa menjadi landmark atau ikon baru Papua.Pembiayaan jembatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat  melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah  Provinsi Papua mendanai pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp,  dan Pemerintah Kota Jayapura.
Total keseluruhan biaya pembangunan mencapai Rp1,8 triliun, dengan  rincian bentang utama panjangnya 433 meter status selesai (biaya  pembangunan Rp946 miliar).
Jalan akses jembatan Holtekamp 9.590 progres 74,49% (Rp237 miliar).  Jalan pendekat sisi. Holtekam 600 meter status selesai (Rp246 miliar).
Jembatan pendekat sisi Holtekamp 270 meter status selesai (Rp269  miliar). Jembatan pendekat sisi Holtekamp 30 meter progres 85,9% (Rp155  miliar). Jalan pendekat sisi Hamadi 320 meter progres selesai (Rp35  miliar).
Tenang, Kenaikan Gaji PNS Cair Pertengahan April
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa  Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah yang belum mencairkan kenaikan  gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya gaji yang dicairkan masih sama  dengan sebelumnya.
Meskipun begitu, Sri Mulyani memastikan jika sebelum pertengahan  bulan ini, kenaikan gaji PNS sudah bisa dicairkan sepenuhnya. Termasuk  kenaikan sejak Januari 2019.
Seperti diketahui, pemerintah sendiri memastikan kenaikan gaji  Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah bisa dicairkan pada April 20119.  Kenaikan gaji PNS tersebut dihitung sejak kenaikan gaji Januari 2019  (dirapel).
&quot;Nanti dibayarkan sebelum pertengahan bulan ini,&quot; ujarnya saat ditemui di SCBD, Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Menurut Sri Mulyani, belum cairnya beberapa instansi ini karena  pengajuan rapel gajinya mepet dengan awal April, sehingga beberapa  instansi belum sempat melakukan revisi gaji pegawainya.
Alhasil, beberapa instansi masih menganggarkan gaji pegawai yang  belum berubah. Padahal seharusnya gaji pegawai uang dicantumkan dan  diserahkan itu merupakan gaji yang angkanya sudah naik sejak Januari.
&quot;Karena rapelnya memang hampir mendekati 1 april, sehingga mereka belum sempat merevisi,&quot; ucapnya.
Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, masyarakat tidak perlu khawatir.  Sebab menurutnya, pemerintah sudah mengalokasikan sejak awal tahun  kenaikan gaji PNS ini.
&quot;Namun sekarang K/L mulai menyiapkan dokumen Dipa untuk pembaayaran  rapel bulan April ini yaitu dari kenaikan dari Januari, Februari, Maret,  April,&quot; katanya.
KPPU Panggil Manajemen AirAsia, Minta Penjelasan soal Harga Tiket
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil manajemen    AirAsia dan agen penjualan tiket Traveloka serta Tiket.com terkait    hilangnya penjualan tiket dari kedua agen online itu.
&quot;Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak manajemen AirAsia dan    juga dari penyedia jasa penjualan tiket,&quot; ujar Komisioner KPPU, Guntur    Syahputra Saragih dilansir dari Harian Neraca, Jumat (5/4/2019).
Ia mengatakan, semua keterangan dari manajemen AirAsia nantinya akan    ditanyakan ulang kepada penyedia jasa penjualan tiket, di antaranya    Traveloka dan Tiket.com. Saragih menyatakan, hilangnya kanal penjualan    tiket dalam jaringan (daring/online) Traveloka dan Tiket.com itu sempat    memunculkan wacana tidak sedap seperti persaingan usaha yang tidak    sehat.Ia menyatakan permasalahan tersebut sudah terlalu lama berlarut-larut   dan pihak manajemen AirAsia terus bermain melalui media sosial  sehingga  pihaknya kemudian melakukan langkah inisiatif untuk melakukan   penyelidikan.&quot;Ini bukan laporan tetapi langkah inisiatif kami.   Permasalahan ini terus bergilir di media sosial dan kami berinisiatif   untuk memberikan keadilan kepada semuanya,&quot; kata dia.
Sebelumnya, ia mengatakan permasalahan yang dihadapi AirAsia,   berdasarkan pengakuannya di media massa maupun media sosial, jika kanal   atau saluran penjualan tiket secara dalam jaringan di perusahaan agen   perjalanan tiba-tiba dihapus atau dihilangkan.
Menurut dia, dugaan intervensi kompetitor kepada agen perjalanan   daring (OTA), seperti Traveloka dan Tiket.com terkait menghilangnya   AirAsia dari kanal penjualan, itu perlu dibuktikan.&quot;Memang beberapa   pekan ini lagi hangat-hangatnya mengenai AirAsia ini yang hilang dari   kanal Traveloka dan Tiket.com. Makanya, jika memang pengakuannya ada   intervensi dan itu bentuk persaingan usaha tidak sehat, maka laporkan,&quot;   jelas dia.
Saragih menyatakan, mereka akan mengkaji dan meneliti dugaan   pelanggaran itu, yakni persaingan usaha tidak sehat. Ia memastikan akan   menangani kasus persaingan usaha tidak sehat ini secara profesional dan   memberikan rasa keadilan jika indikasi seperti yang diwacanakan itu   terbukti adanya.
&quot;Amanat UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan   Persaingan Usaha harus ditegakkan agar usaha yang dijalankan tidak ada   yang dirugikan,&quot; kata dia.
Menurut dia, maskapai AirAsia Indonesia mengindikasikan adanya   intervensi oleh kompetitor kepada agen perjalanan daring (OTA), seperti   Traveloka dan Tiket.com terkait menghilangnya AirAsia dari kanal   penjualan itu.
&quot;Kami melihat adanya indikasi, adanya perintah yang memberikan   tekanan kepada OTA,&quot; kata Direktur Niaga AirAsia, Rifai Taberi, di   Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Ia mengetahui kejadian itu sejak Minggu lalu karena banyaknya   pelanggan yang menanyakan terkait menghilangnya AirAsia dari dua OTA   terbesar, yakni Traveloka dan Tiket.com.&quot;Yang aneh kok secara tiba-tiba   dan satu per satu tidak menjual, karena selama ini biasa saja, kita   sudah klarifikasi karena kita mitra dengan para OTA, mereka secara   formal menjawab ada masalah teknis,&quot; kata dia.
Ia menuturkan, dari sistem AirAsia sendiri tidak ada masalah teknis   dan di kanal OTA lain juga masih dijual, seperti Nusatrip. Ia menilai   sangat memungkinkan mitra maskapai menekan OTA, terutama dengan pangsa   pasar paling besar.
&quot;Kalau itu tergantung dari pangsa pasar, pangsa pasar kita dari OTA   cuma dua sampai tiga%. Secara hubungan kerja sama memang sebagai agency,   OTA berhak untuk menjual tiket maskapai,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
