<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi hingga Sri Mulyani Bakal Ramaikan Pertemuan APEC Business Advisory Council</title><description>Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2040958/presiden-jokowi-hingga-sri-mulyani-bakal-ramaikan-pertemuan-apec-business-advisory-council</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2040958/presiden-jokowi-hingga-sri-mulyani-bakal-ramaikan-pertemuan-apec-business-advisory-council"/><item><title>Presiden Jokowi hingga Sri Mulyani Bakal Ramaikan Pertemuan APEC Business Advisory Council</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2040958/presiden-jokowi-hingga-sri-mulyani-bakal-ramaikan-pertemuan-apec-business-advisory-council</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2040958/presiden-jokowi-hingga-sri-mulyani-bakal-ramaikan-pertemuan-apec-business-advisory-council</guid><pubDate>Selasa 09 April 2019 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/09/20/2040958/presiden-jokowi-hingga-sri-mulyani-bakal-ramaikan-pertemuan-apec-business-advisory-council-rMEuB2c2SF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Taufik Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/09/20/2040958/presiden-jokowi-hingga-sri-mulyani-bakal-ramaikan-pertemuan-apec-business-advisory-council-rMEuB2c2SF.jpg</image><title>Foto: Taufik Okezone</title></images><description> 
JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) pada  23-26 April 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta.
Acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita dan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi.
Chairman ABAC Indonesia Anindya N. Bakrie mengatakan, pertemuan ini akan membahas rekomendasi ABAC kepada para pemimpin ekonomi APEC yang akan diserahkan pada akhir tahun ini.
&quot;Adapun agenda utama yang akan dibawakan oleh ABAC Indonesia adalah mendorong ekonomi inklusif di kawasan Asia Pasifik,&quot; ujarnya di Mandiri Club, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Donald Trump Puji Pertumbuhan Ekonomi RI di KTT APEC, Banggakan Internasionalisasi UKM Presiden Jokowi
Dia menuturkan, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah salah satu bentuk kerja sama kawasan yang penting bagi Indonesia dalam memperjuangkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan dengan mendorong perdagangan dan investasi yang terbuka dan bebas, mempercepat integrasi ekonomi regional dan memfasilitasi iklim bisnis yang positif dan inklusif.
&quot;Jadi, pada prosesnya, APEC memiliki lengan sektor swasta yang dimandatkan untuk memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan para pemimpin APEC, yang dinamakan ABAC (APEC Business Advisory Council) atau Dewan Penasehat ABAC. ABAC terdiri dari 3-6 anggota yang merupakan pemimpin bisnis di seluruh Ekonomi APEC,&quot; tutur dia.
Dalam melaksanakan mandatnya, lanjut dia, ABAC mengadakan pertemuan sebanyak 4 kali setiap tahunnya. Isu yang dibahas di dalam setiap pertemuan ABAC terdiri dari lima agenda atau working group, yakni, regional economic integration, sustainable development, MSME and entrepreneurship, finance and economic and digital and innovation.
&quot;Kegiatan ABAC II Jakarta 2019 ini merupakan salah satu wujud dukungan ABAC Indonesia terhadap pemerintah Indonesia, khususnya pasca pemilu/pilpres, di mana posisi diplomasi Indonesia harus semakin kuat di mata International, sehingga Indonesia dapat lebih berperan di kancah perdagangan internasional,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Sikap Inklusif dalam Era Digital
Sebelumnya, ABAC telah mengadakan pertemuan ABAC I pada tahun ini di Atlanta, Georgia, AS, yaitu pada tanggal 1-4 Maret 2019. Selanjutnya, pertemuan ABAC III akan diadakan di Hangzhou, China, pada tanggal 22-25 Juli 2019; dan pertemuan ABAC IV atau yang terakhir di tahun 2019 akan berlangsung di Chile, Santiago, pada tanggal 11-13 November 2019.
&quot;Sebagai bagian dari kekuatan ekonomi global dan memiliki 260 juta penduduk, atau lebih dari 1/3 populasi Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran penting dalam pasar global dan regional,&quot; ungkap dia.The McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia, yang  kini berada di peringkat ke-16 dalam kekuatan ekonomi global akan terus  naik peringkat ekonomi global menjadi yang ketujuh pada tahun 2030.
&quot;Selain itu, PricewaterhouseCoopers bahkan percaya bahwa Indonesia  akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2050,&quot; kata dia.
Keberhasilan Indonesia di tengah gejolak global yang masif tentunya  tidak dapat dipisahkan dari fundamental makro ekonomi Indonesia yang  kokoh serta koordinasi kebijakan yang kuat, sebagaimana disebutkan dalam  laporan triwulanan ekonomi Bank Dunia Indonesia, Desember 2018. Selain  fundamental, peluang perekonomian ke depan sangat besar, didorong oleh  peran teknologi digital yang semakin besar.
Indonesia memiliki kesempatan berkembang yang sangat besar dengan  memanfaatkan peran ekonomi digital untuk mendorong produktivitas dan  meningkatkan taraf hidup masyarakat,&quot; jelasnya.
Sementara itu, anggota ABAC Indonesia Shinta Widjaja Kamdani  menyatakan ABAC juga sangat mendukung sektor finansial yang semakin  inklusif, pemberdayaan perempuan dalam ekonomi melalui kesamaan akses  dan inisiatif ABAC Impact Fund.
&quot;Partisipasi perempuan di dalam ekonomi merupakan salah satu faktor  penting bagi pencapaian pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik yang inklusif  serta memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan pun mendapatkan  manfaat seluas-luasnya. Oleh karena itu, didalam pertemuan ABAC II  Jakarta 2019 mendatang, ABAC Indonesia mendorong topik ini untuk menjadi  perhatian yang harus dikedepankan,&quot; tutur dia.
Dia mengungkapkan, pembahasan mengenai topik ini akan difokuskan  untuk mendorong kewirausahaan perempuan melalui financing and bundling  of services (pembiayaan dan juga kebutuhan lain yang dibutuhkan  wirausahawan perempuan seperti training, mentorship, jaringan bisnis,  formalisasi usaha, dan lain-lain), meningkatkan partisipasi perempuan di  tempat kerja, dan melalui inisiatif pembentukan ABAC Impact Fund.
&quot;ABAC Impact Fund sendiri merupakan inisiatif Indonesia dan akan  menjadi kontribusi ABAC secara keseluruhan untuk mendorong pembangunan  ekonomi yang inklusif di kawasan Asia-Pasifik. Insiatif ini merupakan  kemajuan dari proses ABAC yang sebelumnya lebih diarahkan untuk  memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin Ekonomi APEC  menjadi lebih kepada aksi nyata,&quot; ungkap dia.
Dengan lebih dari 60 Anggota ABAC yang seluruhnya merupakan pemimpin  perusahaan terkemuka di kawasan Asia-Pasifk, ABAC Impact Fund memiliki  potensi yang luar biasa untuk menyentuh dan memberikan dampak yang  signifikan terhadap masyarakat Asia-Pasifik sekaligus sebagai salah satu  proses menuju Free Trade Area on Asia Pacific (FTAAP) yang  dicita-citakan oleh APEC Bogor Goals 1994.
Muara dari semua inisiatif ABAC Indonesia adalah agar kerjasama  perdagangan, investasi dan ekonomi membawa dampak pada pembangunan yang  semakin inklusif kedepannya. Salah satu agenda yang konsisten dibawa  oleh ABAC Indonesia adalah mendorong sektor Finansial yang semakin  inklusif.
Sedangkan, Anggota ABAC Indonesia Kartika Wirjoatmodjo mengatakan,  tahun ini Indonesia menjadi champion dalam isu inklusi finansial dengan  fokus kepada peran inklusi pada tabungan, dana pensiun dan asuransi.
&quot;Rekomendasi kebijakan dalam pertemuan ABAC II Jakarta 2019 akan  diajukan kepada para pengambil kebijakan di Asia-Pasifik untuk kemudian  diimplementasikan,&quot; ujarnya.
Pertemuan ABAC II Jakarta 2019 ini memiliki nilai yang sangat  strategis karena merepresentasikan diplomasi anggota ABAC Indonesia yang  semakin kuat di antara negara Asia-Pasifik. Patut dicatat, ABAC II  Jakarta 2019 ini dilakukan setelah perhelatan ABAC I di Atlanta, Amerika  Serikat dan sebelum pertemuan ABAC III di China.
&quot;Pertemuan ABAC II Jakarta 2019 diharapkan dapat menjembatani kerja sama multilateral yang semakin baik ke depannya,&quot; katanya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) pada  23-26 April 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta.
Acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita dan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi.
Chairman ABAC Indonesia Anindya N. Bakrie mengatakan, pertemuan ini akan membahas rekomendasi ABAC kepada para pemimpin ekonomi APEC yang akan diserahkan pada akhir tahun ini.
&quot;Adapun agenda utama yang akan dibawakan oleh ABAC Indonesia adalah mendorong ekonomi inklusif di kawasan Asia Pasifik,&quot; ujarnya di Mandiri Club, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Donald Trump Puji Pertumbuhan Ekonomi RI di KTT APEC, Banggakan Internasionalisasi UKM Presiden Jokowi
Dia menuturkan, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah salah satu bentuk kerja sama kawasan yang penting bagi Indonesia dalam memperjuangkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan dengan mendorong perdagangan dan investasi yang terbuka dan bebas, mempercepat integrasi ekonomi regional dan memfasilitasi iklim bisnis yang positif dan inklusif.
&quot;Jadi, pada prosesnya, APEC memiliki lengan sektor swasta yang dimandatkan untuk memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan para pemimpin APEC, yang dinamakan ABAC (APEC Business Advisory Council) atau Dewan Penasehat ABAC. ABAC terdiri dari 3-6 anggota yang merupakan pemimpin bisnis di seluruh Ekonomi APEC,&quot; tutur dia.
Dalam melaksanakan mandatnya, lanjut dia, ABAC mengadakan pertemuan sebanyak 4 kali setiap tahunnya. Isu yang dibahas di dalam setiap pertemuan ABAC terdiri dari lima agenda atau working group, yakni, regional economic integration, sustainable development, MSME and entrepreneurship, finance and economic and digital and innovation.
&quot;Kegiatan ABAC II Jakarta 2019 ini merupakan salah satu wujud dukungan ABAC Indonesia terhadap pemerintah Indonesia, khususnya pasca pemilu/pilpres, di mana posisi diplomasi Indonesia harus semakin kuat di mata International, sehingga Indonesia dapat lebih berperan di kancah perdagangan internasional,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Sikap Inklusif dalam Era Digital
Sebelumnya, ABAC telah mengadakan pertemuan ABAC I pada tahun ini di Atlanta, Georgia, AS, yaitu pada tanggal 1-4 Maret 2019. Selanjutnya, pertemuan ABAC III akan diadakan di Hangzhou, China, pada tanggal 22-25 Juli 2019; dan pertemuan ABAC IV atau yang terakhir di tahun 2019 akan berlangsung di Chile, Santiago, pada tanggal 11-13 November 2019.
&quot;Sebagai bagian dari kekuatan ekonomi global dan memiliki 260 juta penduduk, atau lebih dari 1/3 populasi Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran penting dalam pasar global dan regional,&quot; ungkap dia.The McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia, yang  kini berada di peringkat ke-16 dalam kekuatan ekonomi global akan terus  naik peringkat ekonomi global menjadi yang ketujuh pada tahun 2030.
&quot;Selain itu, PricewaterhouseCoopers bahkan percaya bahwa Indonesia  akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2050,&quot; kata dia.
Keberhasilan Indonesia di tengah gejolak global yang masif tentunya  tidak dapat dipisahkan dari fundamental makro ekonomi Indonesia yang  kokoh serta koordinasi kebijakan yang kuat, sebagaimana disebutkan dalam  laporan triwulanan ekonomi Bank Dunia Indonesia, Desember 2018. Selain  fundamental, peluang perekonomian ke depan sangat besar, didorong oleh  peran teknologi digital yang semakin besar.
Indonesia memiliki kesempatan berkembang yang sangat besar dengan  memanfaatkan peran ekonomi digital untuk mendorong produktivitas dan  meningkatkan taraf hidup masyarakat,&quot; jelasnya.
Sementara itu, anggota ABAC Indonesia Shinta Widjaja Kamdani  menyatakan ABAC juga sangat mendukung sektor finansial yang semakin  inklusif, pemberdayaan perempuan dalam ekonomi melalui kesamaan akses  dan inisiatif ABAC Impact Fund.
&quot;Partisipasi perempuan di dalam ekonomi merupakan salah satu faktor  penting bagi pencapaian pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik yang inklusif  serta memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan pun mendapatkan  manfaat seluas-luasnya. Oleh karena itu, didalam pertemuan ABAC II  Jakarta 2019 mendatang, ABAC Indonesia mendorong topik ini untuk menjadi  perhatian yang harus dikedepankan,&quot; tutur dia.
Dia mengungkapkan, pembahasan mengenai topik ini akan difokuskan  untuk mendorong kewirausahaan perempuan melalui financing and bundling  of services (pembiayaan dan juga kebutuhan lain yang dibutuhkan  wirausahawan perempuan seperti training, mentorship, jaringan bisnis,  formalisasi usaha, dan lain-lain), meningkatkan partisipasi perempuan di  tempat kerja, dan melalui inisiatif pembentukan ABAC Impact Fund.
&quot;ABAC Impact Fund sendiri merupakan inisiatif Indonesia dan akan  menjadi kontribusi ABAC secara keseluruhan untuk mendorong pembangunan  ekonomi yang inklusif di kawasan Asia-Pasifik. Insiatif ini merupakan  kemajuan dari proses ABAC yang sebelumnya lebih diarahkan untuk  memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin Ekonomi APEC  menjadi lebih kepada aksi nyata,&quot; ungkap dia.
Dengan lebih dari 60 Anggota ABAC yang seluruhnya merupakan pemimpin  perusahaan terkemuka di kawasan Asia-Pasifk, ABAC Impact Fund memiliki  potensi yang luar biasa untuk menyentuh dan memberikan dampak yang  signifikan terhadap masyarakat Asia-Pasifik sekaligus sebagai salah satu  proses menuju Free Trade Area on Asia Pacific (FTAAP) yang  dicita-citakan oleh APEC Bogor Goals 1994.
Muara dari semua inisiatif ABAC Indonesia adalah agar kerjasama  perdagangan, investasi dan ekonomi membawa dampak pada pembangunan yang  semakin inklusif kedepannya. Salah satu agenda yang konsisten dibawa  oleh ABAC Indonesia adalah mendorong sektor Finansial yang semakin  inklusif.
Sedangkan, Anggota ABAC Indonesia Kartika Wirjoatmodjo mengatakan,  tahun ini Indonesia menjadi champion dalam isu inklusi finansial dengan  fokus kepada peran inklusi pada tabungan, dana pensiun dan asuransi.
&quot;Rekomendasi kebijakan dalam pertemuan ABAC II Jakarta 2019 akan  diajukan kepada para pengambil kebijakan di Asia-Pasifik untuk kemudian  diimplementasikan,&quot; ujarnya.
Pertemuan ABAC II Jakarta 2019 ini memiliki nilai yang sangat  strategis karena merepresentasikan diplomasi anggota ABAC Indonesia yang  semakin kuat di antara negara Asia-Pasifik. Patut dicatat, ABAC II  Jakarta 2019 ini dilakukan setelah perhelatan ABAC I di Atlanta, Amerika  Serikat dan sebelum pertemuan ABAC III di China.
&quot;Pertemuan ABAC II Jakarta 2019 diharapkan dapat menjembatani kerja sama multilateral yang semakin baik ke depannya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
