<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Hanya 5% Perlu Dibahas saat Debat Capres   </title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini hanya 5% perlu dibahas dalam debat calon presiden</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2041189/pertumbuhan-ekonomi-hanya-5-perlu-dibahas-saat-debat-capres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2041189/pertumbuhan-ekonomi-hanya-5-perlu-dibahas-saat-debat-capres"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Hanya 5% Perlu Dibahas saat Debat Capres   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2041189/pertumbuhan-ekonomi-hanya-5-perlu-dibahas-saat-debat-capres</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/20/2041189/pertumbuhan-ekonomi-hanya-5-perlu-dibahas-saat-debat-capres</guid><pubDate>Selasa 09 April 2019 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/09/20/2041189/pertumbuhan-ekonomi-hanya-5-perlu-dibahas-saat-debat-capres-tATACtlQr3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Debat Capres (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/09/20/2041189/pertumbuhan-ekonomi-hanya-5-perlu-dibahas-saat-debat-capres-tATACtlQr3.jpg</image><title>Foto: Debat Capres (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Center of Reform in Economics (Core) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini hanya 5% perlu dibahas dalam debat calon presiden dan calon wakil presiden putaran kelima pada 13 April 2019 mendatang.
Pasalnya, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang melampaui kisaran 5% jika ingin menjadi negara maju. Hal ini juga untuk menghindari Indonesia terjebak di kelas negara berpendapatan menengah atas (upper middle-class).
Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, dengan gejolak ekonomi global tang besar memang pertumbuhan ekonomi d ikisaran 5% merupakan kinerja yang baik. Namun, Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi.
&quot;Tapi kebutuhan untuk tumbuh lebih dari 5% itu sangat besar. Kalau segitu terus (5%) bisa dipastikan kita akan terjebak di kelas menangah atas,&quot; ujarnya dalam diskusi ekonomi di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Baca Juga: 5 Tahun ke Depan, Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa
Dia menjelaskan, Indonesia membutuhkan waktu 23 tahun untuk bisa lepas dari status negara berpendapatan menengah ke bawah (lower-middle income) hingga akhirnya bisa ke kelas menengah atas. Oleh sebab itu, perlu pembahasan untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi agar Indonesia tak lagi terjebak.
&quot;Artinya kalau kita tak percepat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi kita akan berada lebih lama lagi di upper middle income,&quot; katanya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Harus di Atas 5%, Ini Dampaknya
Menurut Faisal, untuk menghindari jebakan tersebut maka Indonesia harus mendorong pertumbuhan ke level 7% dan harus bertahan selama beberapa dekade. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan bonus demografi yang kini tengah dinikmati.
&quot;Hal ini harus diupayakan sesegera mungkin pada saat masih menikmati bonus demografi,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Center of Reform in Economics (Core) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini hanya 5% perlu dibahas dalam debat calon presiden dan calon wakil presiden putaran kelima pada 13 April 2019 mendatang.
Pasalnya, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang melampaui kisaran 5% jika ingin menjadi negara maju. Hal ini juga untuk menghindari Indonesia terjebak di kelas negara berpendapatan menengah atas (upper middle-class).
Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, dengan gejolak ekonomi global tang besar memang pertumbuhan ekonomi d ikisaran 5% merupakan kinerja yang baik. Namun, Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi.
&quot;Tapi kebutuhan untuk tumbuh lebih dari 5% itu sangat besar. Kalau segitu terus (5%) bisa dipastikan kita akan terjebak di kelas menangah atas,&quot; ujarnya dalam diskusi ekonomi di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Baca Juga: 5 Tahun ke Depan, Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa
Dia menjelaskan, Indonesia membutuhkan waktu 23 tahun untuk bisa lepas dari status negara berpendapatan menengah ke bawah (lower-middle income) hingga akhirnya bisa ke kelas menengah atas. Oleh sebab itu, perlu pembahasan untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi agar Indonesia tak lagi terjebak.
&quot;Artinya kalau kita tak percepat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi kita akan berada lebih lama lagi di upper middle income,&quot; katanya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Harus di Atas 5%, Ini Dampaknya
Menurut Faisal, untuk menghindari jebakan tersebut maka Indonesia harus mendorong pertumbuhan ke level 7% dan harus bertahan selama beberapa dekade. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan bonus demografi yang kini tengah dinikmati.
&quot;Hal ini harus diupayakan sesegera mungkin pada saat masih menikmati bonus demografi,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
