<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau Dimulai   </title><description>Palembang-Bengkulu akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim dari semul 4 jam menjadi 1,5-2 jam</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/10/320/2041541/proyek-tol-simpang-indralaya-muara-enim-lubuk-linggau-dimulai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/10/320/2041541/proyek-tol-simpang-indralaya-muara-enim-lubuk-linggau-dimulai"/><item><title>Proyek Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau Dimulai   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/10/320/2041541/proyek-tol-simpang-indralaya-muara-enim-lubuk-linggau-dimulai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/10/320/2041541/proyek-tol-simpang-indralaya-muara-enim-lubuk-linggau-dimulai</guid><pubDate>Rabu 10 April 2019 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Okky Wanda lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/10/320/2041541/proyek-tol-simpang-indralaya-muara-enim-lubuk-linggau-dimulai-j30umeTI2i.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Setkab</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/10/320/2041541/proyek-tol-simpang-indralaya-muara-enim-lubuk-linggau-dimulai-j30umeTI2i.jpeg</image><title>Foto: Setkab</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jalan Tol Trans Sumatra tak hanya dilakukan pada koridor utama saja dari Bakaheuni-Aceh sepanjang 2.062 kilometer (Km). Pemerintah juga membangun sirip Tol Trans Sumatra yang terdiri dari tiga koridor yakni Medan-Tebing Tinggi-Sibolga, Padang-Pekanbaru-Dumai dan Palembang-Sp. Indralaya-Bengkulu sepanjang total 890 Km.
&amp;ldquo;Berfungsinya jalan Tol Bakaheuni-Palembang (350 Km) pada Juni 2019 mendatang akan lebih optimal apabila sirip jalan tol-nya yakni Ruas Palembang-Bengkulu (351 Km) juga dibangun,&amp;rdquo; kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Pencanangan Pembangunan kedua ruas tol tersebut, melansir Setkab RI, Rabu, (10/4/2019).
Bulan lalu, jelas Menteri PUPR, sudah dimulai pembangunan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, hari ini Simpang Indralaya-Muara Enim (119 Km) dan Muara Enim-Lubuk Linggau (114,5 Km).
Acara pencanangan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Anggota DPR RI Wahyu Senjaya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Direktur Utama PT. Hutama Karya Bintang Perbowo, dan perwakilan Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan.
Baca Juga: Tol Banda Aceh-Sigli Seksi 4 Rampung Akhir Tahun Ini
Dalam sambutannya, Menteri Basuki mendorong Pemerintah Daerah yang dilintasi tol untuk mulai pembangunan jalan akses menuju kawasan industri dan wisata. Salah satu contohnya adalah pengembangan kawasan industri di Kabupaten Ngawi dan Nganjuk setelah beroperasinya tol Trans Jawa.
&amp;ldquo;Perusahaan di Karawang, vendornya tidak perlu pindah ke Karawang tetapi bisa tetap di daerah karena dengan adanya jalan tol, waktu tempuh dan biaya lebih pasti. Pembangunan jalan tol merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk membantu Pemerintah Daerah mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Bukan kami (Pemerintah Pusat) yang minta didukung, namun kami yang membantu kerja Pemda,&amp;rdquo; terang Menteri Basuki.
Baca Juga: Pembangunan Tol Trans Sumatera Berlanjut, Palembang-Bengkulu Segera Tersambung
Kecepatan penyelesaian pembangunan tol juga membutuhkan peran Pemda dalam melakukan pembebasan lahan. Menteri Basuki menyebut Tol Bakaheuni-Lampung dan Aceh-Sigli menjadi contoh kecepatan pembebasan lahan. &amp;ldquo;Sekarang ganti untung, tentu ada pernak-perniknya sebagai tantangan dalam pembebasan lahan,&amp;rdquo; jelasnya.
Pemerintah juga serius untuk memperluas manfaat tol bagi masyarakat setempat dengan memberikan porsi lebih besar kepada produk-produk lokal di rest area jalan tol. Sebelumnya Pemerintah telah menyelesaikan ruas tol Palembang-Simpang Indralaya (22 Km) dan telah operasional.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya untuk membangun 24 ruas tol di Sumatra.Proses pengadaan tanah dijadwalkan dimulai bulan April 2019 dari  seksi Simpang Indralaya &amp;ndash; Prabumulih. Seksi Simpang Indralaya &amp;ndash;  Prabumulih direncanakan dapat beroperasi terlebih dahulu pada bulan  Februari 2022, sedangkan, keseluruhan konstruksi kedua ruas jalan tol  tersebut ditargetkan dapat selesai pada bulan Desember 2022. Jadwal  pengoperasian paling lambat 2 bulan setelah selesai pekerjaan  konstruksi.
Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp47,89 Triliun ini memiliki  6 Simpang Susun, yaitu SS Sp. Indralaya, SS Prabumulih, SS Muara Enim,  SS Lahat/Merapi, SS Musi Rawas, SS Lubuk Linggau. &amp;ldquo;Pemerintah Kabupaten  dan Kota yang dilintasi Tol Pelembang-Bengkulu mulai menyiapkan potensi  ekonomi lokal karena kawasan sekitar simpang susun akan menjadi pusat  pertumbuhan ekonomi baru,&amp;rdquo; jelas Danang.
Menurut Danang, kehadiran tol yang menghubungkan Palembang-Bengkulu  akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim dari semul 4 jam  menjadi 1,5-2 jam. Sementara Palembang-Bengkulu akan dapat ditempuh  selama 4 jam.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keberadaan  jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau akan lebih membuka  potensi ekonomi perkebunan, pertanian, pertambangan dan pariwisata  Sumsel.
&amp;ldquo;Pembangunan tol ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Hal ini  merupakan perhatian Presiden Joko Widodo yang kemudian memerintahkan  Menteri PUPR untuk membangun ruas tol ini. Kehadiran tol akan  memperlancar konektivitas, karena sebelum truk batubara dilarang  melintas di jalan umum, waktu tempuh Palembang-Muara Enim bahkan  mencapai 12 jam,&amp;rdquo; jelas Herman.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jalan Tol Trans Sumatra tak hanya dilakukan pada koridor utama saja dari Bakaheuni-Aceh sepanjang 2.062 kilometer (Km). Pemerintah juga membangun sirip Tol Trans Sumatra yang terdiri dari tiga koridor yakni Medan-Tebing Tinggi-Sibolga, Padang-Pekanbaru-Dumai dan Palembang-Sp. Indralaya-Bengkulu sepanjang total 890 Km.
&amp;ldquo;Berfungsinya jalan Tol Bakaheuni-Palembang (350 Km) pada Juni 2019 mendatang akan lebih optimal apabila sirip jalan tol-nya yakni Ruas Palembang-Bengkulu (351 Km) juga dibangun,&amp;rdquo; kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Pencanangan Pembangunan kedua ruas tol tersebut, melansir Setkab RI, Rabu, (10/4/2019).
Bulan lalu, jelas Menteri PUPR, sudah dimulai pembangunan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, hari ini Simpang Indralaya-Muara Enim (119 Km) dan Muara Enim-Lubuk Linggau (114,5 Km).
Acara pencanangan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Anggota DPR RI Wahyu Senjaya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Direktur Utama PT. Hutama Karya Bintang Perbowo, dan perwakilan Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan.
Baca Juga: Tol Banda Aceh-Sigli Seksi 4 Rampung Akhir Tahun Ini
Dalam sambutannya, Menteri Basuki mendorong Pemerintah Daerah yang dilintasi tol untuk mulai pembangunan jalan akses menuju kawasan industri dan wisata. Salah satu contohnya adalah pengembangan kawasan industri di Kabupaten Ngawi dan Nganjuk setelah beroperasinya tol Trans Jawa.
&amp;ldquo;Perusahaan di Karawang, vendornya tidak perlu pindah ke Karawang tetapi bisa tetap di daerah karena dengan adanya jalan tol, waktu tempuh dan biaya lebih pasti. Pembangunan jalan tol merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk membantu Pemerintah Daerah mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Bukan kami (Pemerintah Pusat) yang minta didukung, namun kami yang membantu kerja Pemda,&amp;rdquo; terang Menteri Basuki.
Baca Juga: Pembangunan Tol Trans Sumatera Berlanjut, Palembang-Bengkulu Segera Tersambung
Kecepatan penyelesaian pembangunan tol juga membutuhkan peran Pemda dalam melakukan pembebasan lahan. Menteri Basuki menyebut Tol Bakaheuni-Lampung dan Aceh-Sigli menjadi contoh kecepatan pembebasan lahan. &amp;ldquo;Sekarang ganti untung, tentu ada pernak-perniknya sebagai tantangan dalam pembebasan lahan,&amp;rdquo; jelasnya.
Pemerintah juga serius untuk memperluas manfaat tol bagi masyarakat setempat dengan memberikan porsi lebih besar kepada produk-produk lokal di rest area jalan tol. Sebelumnya Pemerintah telah menyelesaikan ruas tol Palembang-Simpang Indralaya (22 Km) dan telah operasional.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya untuk membangun 24 ruas tol di Sumatra.Proses pengadaan tanah dijadwalkan dimulai bulan April 2019 dari  seksi Simpang Indralaya &amp;ndash; Prabumulih. Seksi Simpang Indralaya &amp;ndash;  Prabumulih direncanakan dapat beroperasi terlebih dahulu pada bulan  Februari 2022, sedangkan, keseluruhan konstruksi kedua ruas jalan tol  tersebut ditargetkan dapat selesai pada bulan Desember 2022. Jadwal  pengoperasian paling lambat 2 bulan setelah selesai pekerjaan  konstruksi.
Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp47,89 Triliun ini memiliki  6 Simpang Susun, yaitu SS Sp. Indralaya, SS Prabumulih, SS Muara Enim,  SS Lahat/Merapi, SS Musi Rawas, SS Lubuk Linggau. &amp;ldquo;Pemerintah Kabupaten  dan Kota yang dilintasi Tol Pelembang-Bengkulu mulai menyiapkan potensi  ekonomi lokal karena kawasan sekitar simpang susun akan menjadi pusat  pertumbuhan ekonomi baru,&amp;rdquo; jelas Danang.
Menurut Danang, kehadiran tol yang menghubungkan Palembang-Bengkulu  akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim dari semul 4 jam  menjadi 1,5-2 jam. Sementara Palembang-Bengkulu akan dapat ditempuh  selama 4 jam.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keberadaan  jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau akan lebih membuka  potensi ekonomi perkebunan, pertanian, pertambangan dan pariwisata  Sumsel.
&amp;ldquo;Pembangunan tol ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Hal ini  merupakan perhatian Presiden Joko Widodo yang kemudian memerintahkan  Menteri PUPR untuk membangun ruas tol ini. Kehadiran tol akan  memperlancar konektivitas, karena sebelum truk batubara dilarang  melintas di jalan umum, waktu tempuh Palembang-Muara Enim bahkan  mencapai 12 jam,&amp;rdquo; jelas Herman.</content:encoded></item></channel></rss>
