<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Mixed, Investor Cerna Data Ekonomi AS</title><description>Saham-saham pada Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan 11 April 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042357/wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042357/wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as"/><item><title>Wall Street Mixed, Investor Cerna Data Ekonomi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042357/wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042357/wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as</guid><pubDate>Jum'at 12 April 2019 07:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/12/278/2042357/wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as-FwTTahwLhV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/12/278/2042357/wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as-FwTTahwLhV.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Saham-saham pada Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan 11 April 2019, karena investor mencerna sejumlah data ekonomi terbaru.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 14,11 poin atau 0,05%, menjadi ditutup di 26.143,05 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 sedikit menguat 0,11 poin atau 0,0038%, menjadi berakhir di 2.888,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 16,88 poin atau 0,21%, menjadi ditutup di 7.947,36 poin, dilansir dari Antaranews, Jumat (12/4/2019).
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat usai Laporan The Fed soal Perlambatan Ekonomi Global
 
Saham JetBlue Airways naik sekitar 0,9%, setelah maskapai berbiaya rendah itu pada Rabu (10/4/2019) mengumumkan rencana untuk menyediakan layanan penerbangan ke London pada 2021, sebuah langkah untuk bersaing dengan maskapai penerbangan internasional besar di pasar kosmopolitan yang sibuk.
Enam dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri naik hampir 0,9%, memimpin para pencetak keuntungan.
Karena sebagian besar perusahaan akan melaporkan hasil laba untuk kuartal pertama minggu ini, para analis memperkirakan laba kuartal pertama S&amp;amp;P 500 turun 2,5% dari setahun lalu, kontraksi pertama mereka sejak 2016, menurut Reuters. Hal itu memicu kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi AS.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,6% pada Maret, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Harga-harga permintaan akhir naik 0,1% di Februari dan turun 0,1% di Januari.
Peningkatan ini terjadi terutama karena lonjakan harga bensin. Untuk 12 bulan yang berakhir Maret, indeks permintaan akhir naik 2,2%, kenaikan 12 bulan terbesar sejak Desember 2018.
Klaim pengangguran AS, atau jumlah orang yang mengajukan permohonan tunjangan pengangguran, turun tajam 8.000 menjadi 196.000 dalam pekan yang berakhir 6 April, kata Departemen Tenaga Kerja. Ini menandai level terendah untuk klaim awal sejak 4 Oktober 1969, menandakan pasar tenaga kerja yang kuat menopang perekonomian AS.</description><content:encoded>JAKARTA - Saham-saham pada Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan 11 April 2019, karena investor mencerna sejumlah data ekonomi terbaru.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 14,11 poin atau 0,05%, menjadi ditutup di 26.143,05 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 sedikit menguat 0,11 poin atau 0,0038%, menjadi berakhir di 2.888,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 16,88 poin atau 0,21%, menjadi ditutup di 7.947,36 poin, dilansir dari Antaranews, Jumat (12/4/2019).
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat usai Laporan The Fed soal Perlambatan Ekonomi Global
 
Saham JetBlue Airways naik sekitar 0,9%, setelah maskapai berbiaya rendah itu pada Rabu (10/4/2019) mengumumkan rencana untuk menyediakan layanan penerbangan ke London pada 2021, sebuah langkah untuk bersaing dengan maskapai penerbangan internasional besar di pasar kosmopolitan yang sibuk.
Enam dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri naik hampir 0,9%, memimpin para pencetak keuntungan.
Karena sebagian besar perusahaan akan melaporkan hasil laba untuk kuartal pertama minggu ini, para analis memperkirakan laba kuartal pertama S&amp;amp;P 500 turun 2,5% dari setahun lalu, kontraksi pertama mereka sejak 2016, menurut Reuters. Hal itu memicu kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi AS.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,6% pada Maret, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Harga-harga permintaan akhir naik 0,1% di Februari dan turun 0,1% di Januari.
Peningkatan ini terjadi terutama karena lonjakan harga bensin. Untuk 12 bulan yang berakhir Maret, indeks permintaan akhir naik 2,2%, kenaikan 12 bulan terbesar sejak Desember 2018.
Klaim pengangguran AS, atau jumlah orang yang mengajukan permohonan tunjangan pengangguran, turun tajam 8.000 menjadi 196.000 dalam pekan yang berakhir 6 April, kata Departemen Tenaga Kerja. Ini menandai level terendah untuk klaim awal sejak 4 Oktober 1969, menandakan pasar tenaga kerja yang kuat menopang perekonomian AS.</content:encoded></item></channel></rss>
