<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Ekonomi China Kuat, Wall Street Melesat</title><description>Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042845/data-ekonomi-china-kuat-wall-street-melesat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042845/data-ekonomi-china-kuat-wall-street-melesat"/><item><title>Data Ekonomi China Kuat, Wall Street Melesat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042845/data-ekonomi-china-kuat-wall-street-melesat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/278/2042845/data-ekonomi-china-kuat-wall-street-melesat</guid><pubDate>Jum'at 12 April 2019 21:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/12/278/2042845/data-ekonomi-china-kuat-wall-street-melesat-FoZGCq4gdt.png" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/12/278/2042845/data-ekonomi-china-kuat-wall-street-melesat-FoZGCq4gdt.png</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat, setelah ada data kuat dari ekonomi China.

Selain itu, laporan pendapatan kuartal I juga lebih baik dari perkiraan JP Morgan dan adanya kesepakatan dagang sektor energi USD33 miliar yang membuat Wall Street bangkit.

Melansir Reuters, Jumat (12/4/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 214,74 poin atau 0,82%, ke level 26.357,79.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Mixed, Investor Cerna Data Ekonomi AS
Sementara itu, indeks S&amp;amp;P 500 naik 12,54 poin, atau 0,43% ke 2.900,86 dan indeks Nasdaq Composite naik 36,79 poin atau 0,46% menjadi 7.984,15.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,3%. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang baru dirilis, proyeksi diturunkan 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat usai Laporan The Fed soal Perlambatan Ekonomi Global
IMF mengatakan ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan yang disebabkan oleh ketidakpastian potensial dalam ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lainnya.

Proyeksi 3,3% untuk 2019 adalah 0,3% di bawah angka 2018, dan diharapkan tumbuh kembali menjadi 3,6% pada 2020.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat, setelah ada data kuat dari ekonomi China.

Selain itu, laporan pendapatan kuartal I juga lebih baik dari perkiraan JP Morgan dan adanya kesepakatan dagang sektor energi USD33 miliar yang membuat Wall Street bangkit.

Melansir Reuters, Jumat (12/4/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 214,74 poin atau 0,82%, ke level 26.357,79.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Mixed, Investor Cerna Data Ekonomi AS
Sementara itu, indeks S&amp;amp;P 500 naik 12,54 poin, atau 0,43% ke 2.900,86 dan indeks Nasdaq Composite naik 36,79 poin atau 0,46% menjadi 7.984,15.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,3%. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang baru dirilis, proyeksi diturunkan 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat usai Laporan The Fed soal Perlambatan Ekonomi Global
IMF mengatakan ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan yang disebabkan oleh ketidakpastian potensial dalam ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lainnya.

Proyeksi 3,3% untuk 2019 adalah 0,3% di bawah angka 2018, dan diharapkan tumbuh kembali menjadi 3,6% pada 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
