<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Gangguan KRL Commuterline, KCI Datangkan 196 Gerbong Kereta Baru</title><description>PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meremajakan gerbong kereta demi mengatasi gangguan operasional KRL Commuter Line.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/320/2042453/atasi-gangguan-krl-commuterline-kci-datangkan-196-gerbong-kereta-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/320/2042453/atasi-gangguan-krl-commuterline-kci-datangkan-196-gerbong-kereta-baru"/><item><title>Atasi Gangguan KRL Commuterline, KCI Datangkan 196 Gerbong Kereta Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/320/2042453/atasi-gangguan-krl-commuterline-kci-datangkan-196-gerbong-kereta-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/12/320/2042453/atasi-gangguan-krl-commuterline-kci-datangkan-196-gerbong-kereta-baru</guid><pubDate>Jum'at 12 April 2019 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/12/320/2042453/atasi-gangguan-krl-commuterline-kci-datangkan-196-gerbong-kereta-baru-QEUl28WnOg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Commuterline (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/12/320/2042453/atasi-gangguan-krl-commuterline-kci-datangkan-196-gerbong-kereta-baru-QEUl28WnOg.jpg</image><title>Kereta Commuterline (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meremajakan gerbong kereta demi mengatasi gangguan operasional KRL Commuter Line. Sebagai bukti, tahun ini KCI mendatangkan 196 kereta. Sebanyak 24 gerbong sudah didatangkan pada Januari 2019 dan sisanya dikirim bertahap hingga akhir tahun. Dengan peremajaan kereta, otomatis stand formasi 12 akan berkembang dari yang sebelumnya 31 menjadi 36 rangkaian. Kemudian pada 2020, KCI bakal mendatangkan 96 unit.
&amp;ldquo;Salah satunya kami akan berusaha mendatangkan unit dari INKA,&amp;rdquo; kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti di Jakarta kemarin. Menurut dia, adanya penambahan rangkaian stand formasi 12, maka standformasi 8 yang menjadi pelopor modernisasi commuter line akan berkurang dari sebelumnya 32 rangkaian menjadi 22 rangkaian.
Baca Juga: KRL Commuterline Gangguan walau Ada Jalur Ganda, Begini Penjelasan Kemenhub
 
Direktur Teknik dan Pemeliharaan PT KCI John Roberto mengungkapkan, kereta commuter line yang didatangkan saat ini mengimpor dari Jepang. PT INKA selaku produsen kereta api belum memproduksi commuter line. &amp;ldquo;Makanya dibutuhkan perawatan rutin dan berkala,&amp;rdquo; ucapnya. KCI mengoperasikan 10 seri kereta metro dengan umur tertua yakni produksi 1980-an. Meski uzur, kereta tersebut masih layak dioperasikan. Hanya, dalam setiap gangguan masalah kelistrikan selalu menjadi masalah klasik. Umur komponen yang menua menyebabkan perjalanan kereta terganggu. Itu berimbas pada pelayanan masyarakat. Menurut John, beberapa seri kereta yang dibeli dari Jepang kini tak diproduksi lagi oleh pabrikannya. Alhasil KCI harus mengadakan perjanjian dengan beberapa pabrik kereta lainnya untuk menyiapkan suku cadang. Tiga pabrikan itu yakni JAIS, Metro, dan Tokyo.
&amp;ldquo;Tiga seri yang kerap mengalami gangguan yakni seri 1.000, 6.000, dan 8.000,&amp;rdquo; katanya. Dari tiga seri itu, sekitar 40% kereta yang saat ini beroperasi di Jabodetabek. Karena itu, upaya mendowngrade atau memensiunkan kereta dilakukan bertahap. Termasuk dengan mendatangkan seri baru, KCI mencoba menghadirkan seri 05 yang diproduksi 2003. Meskipun sistem kelistrikan sama dengan seri sebelumnya, seri 05 jauh lebih baik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/04/05/56645/287914_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengguna KRL Jabodetabek Sumbang KCI Rp3,3 Miliar per Hari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
DDT Jatinegara- Cakung Beroperasi
Double double track (DDT) atau jalur rel dwiganda Jatinegara - Cakung resmi beroperasi hari ini. Meski dapat memangkas jarak antar kereta (head time ), secara keseluruhan pengoperasian DDT belum berdampak signifikan terhadap commuter line . Ini disebabkan jalur yang beroperasi masih pendek yakni 9,5 km dan pembangunan Stasiun Manggarai penuh sesak. Kendati akhirnya dipaksakan menambah jumlah perjalanan, KCI khawatir terjadi antrean di sejumlah lintas commuter line . Menurut Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, pengoperasian DDT memperlancar ruas Cipinang - Jatinegara di mana KA Jarak Jauh maupun commuter line biasanya kerap tertahan sebelum masuk Stasiun Jatinegara.
&amp;ldquo;Paling yang berpengaruh kereta yang biasa tertahan masuk Jatinegara, kemungkinan akan berkurang atau hilang,&amp;rdquo; ujarnya. Untuk pembangunan Stasiun Manggarai, saat ini arus lalu lintas di stasiun itu kian padat yang mengharuskan dua lajur commuter line yakni Bekasi dan Bogor saling bergantian. Kondisi ini ditambah padat lagi dengan keberadaan KA Bandara dan KA Jarak Jauh yang melintas di Stasiun Manggarai.Tutup Perlintasan Sebidang
Direktur Operasi PT KCI Subakir menuturkan, untuk menekan jadwal  perjalanan sebenarnya bukan terhadap DDT, melainkan pada perlintasan  sebidang. Dia memperkirakan tanpa perlintasan sebidang KCI bisa  memangkas headtime hingga tiga menit. Saat ini jumlah perlintasan  sebidang cukup banyak. Di Daop 1 Jakarta berdasarkan data Ditjen  Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sekitar 212  perlintasan liar atau tidak dijaga. Pengamat kebijakan publik Agus  Pambagio menilai masalah perlintasan sebidang harus diselesaikan dengan  baik. Sekalipun KCI mendatangkan ribuan gerbong baru bila perlintasan  sebidang masih ada maka kereta baru akan sia-sia.
Sebagai kota megapolitan dengan jumlah perjalanan kereta mencapai 900  perjalanan setiap harinya, dia mendorong perlintasan sebidang ditutup.  Tambahan perjalanan harus dilakukan seiring bertambahnya jumlah  penumpang. &amp;ldquo;Sebenarnya masalahnya di DPRD. Mereka tidak mau mengesahkan  pembangunan flyover atau underpass ,&amp;rdquo; kata Agus. Kondisi ini diperburuk  kebiasaan masyarakat yang belum mengerti bahaya akibat membuka jalur  perlintasan. Banyak lokasi jalan yang telah ditutup kemudian dibuka lagi  oleh masyarakat.
(Yan Yusuf)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meremajakan gerbong kereta demi mengatasi gangguan operasional KRL Commuter Line. Sebagai bukti, tahun ini KCI mendatangkan 196 kereta. Sebanyak 24 gerbong sudah didatangkan pada Januari 2019 dan sisanya dikirim bertahap hingga akhir tahun. Dengan peremajaan kereta, otomatis stand formasi 12 akan berkembang dari yang sebelumnya 31 menjadi 36 rangkaian. Kemudian pada 2020, KCI bakal mendatangkan 96 unit.
&amp;ldquo;Salah satunya kami akan berusaha mendatangkan unit dari INKA,&amp;rdquo; kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti di Jakarta kemarin. Menurut dia, adanya penambahan rangkaian stand formasi 12, maka standformasi 8 yang menjadi pelopor modernisasi commuter line akan berkurang dari sebelumnya 32 rangkaian menjadi 22 rangkaian.
Baca Juga: KRL Commuterline Gangguan walau Ada Jalur Ganda, Begini Penjelasan Kemenhub
 
Direktur Teknik dan Pemeliharaan PT KCI John Roberto mengungkapkan, kereta commuter line yang didatangkan saat ini mengimpor dari Jepang. PT INKA selaku produsen kereta api belum memproduksi commuter line. &amp;ldquo;Makanya dibutuhkan perawatan rutin dan berkala,&amp;rdquo; ucapnya. KCI mengoperasikan 10 seri kereta metro dengan umur tertua yakni produksi 1980-an. Meski uzur, kereta tersebut masih layak dioperasikan. Hanya, dalam setiap gangguan masalah kelistrikan selalu menjadi masalah klasik. Umur komponen yang menua menyebabkan perjalanan kereta terganggu. Itu berimbas pada pelayanan masyarakat. Menurut John, beberapa seri kereta yang dibeli dari Jepang kini tak diproduksi lagi oleh pabrikannya. Alhasil KCI harus mengadakan perjanjian dengan beberapa pabrik kereta lainnya untuk menyiapkan suku cadang. Tiga pabrikan itu yakni JAIS, Metro, dan Tokyo.
&amp;ldquo;Tiga seri yang kerap mengalami gangguan yakni seri 1.000, 6.000, dan 8.000,&amp;rdquo; katanya. Dari tiga seri itu, sekitar 40% kereta yang saat ini beroperasi di Jabodetabek. Karena itu, upaya mendowngrade atau memensiunkan kereta dilakukan bertahap. Termasuk dengan mendatangkan seri baru, KCI mencoba menghadirkan seri 05 yang diproduksi 2003. Meskipun sistem kelistrikan sama dengan seri sebelumnya, seri 05 jauh lebih baik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/04/05/56645/287914_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengguna KRL Jabodetabek Sumbang KCI Rp3,3 Miliar per Hari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
DDT Jatinegara- Cakung Beroperasi
Double double track (DDT) atau jalur rel dwiganda Jatinegara - Cakung resmi beroperasi hari ini. Meski dapat memangkas jarak antar kereta (head time ), secara keseluruhan pengoperasian DDT belum berdampak signifikan terhadap commuter line . Ini disebabkan jalur yang beroperasi masih pendek yakni 9,5 km dan pembangunan Stasiun Manggarai penuh sesak. Kendati akhirnya dipaksakan menambah jumlah perjalanan, KCI khawatir terjadi antrean di sejumlah lintas commuter line . Menurut Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, pengoperasian DDT memperlancar ruas Cipinang - Jatinegara di mana KA Jarak Jauh maupun commuter line biasanya kerap tertahan sebelum masuk Stasiun Jatinegara.
&amp;ldquo;Paling yang berpengaruh kereta yang biasa tertahan masuk Jatinegara, kemungkinan akan berkurang atau hilang,&amp;rdquo; ujarnya. Untuk pembangunan Stasiun Manggarai, saat ini arus lalu lintas di stasiun itu kian padat yang mengharuskan dua lajur commuter line yakni Bekasi dan Bogor saling bergantian. Kondisi ini ditambah padat lagi dengan keberadaan KA Bandara dan KA Jarak Jauh yang melintas di Stasiun Manggarai.Tutup Perlintasan Sebidang
Direktur Operasi PT KCI Subakir menuturkan, untuk menekan jadwal  perjalanan sebenarnya bukan terhadap DDT, melainkan pada perlintasan  sebidang. Dia memperkirakan tanpa perlintasan sebidang KCI bisa  memangkas headtime hingga tiga menit. Saat ini jumlah perlintasan  sebidang cukup banyak. Di Daop 1 Jakarta berdasarkan data Ditjen  Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sekitar 212  perlintasan liar atau tidak dijaga. Pengamat kebijakan publik Agus  Pambagio menilai masalah perlintasan sebidang harus diselesaikan dengan  baik. Sekalipun KCI mendatangkan ribuan gerbong baru bila perlintasan  sebidang masih ada maka kereta baru akan sia-sia.
Sebagai kota megapolitan dengan jumlah perjalanan kereta mencapai 900  perjalanan setiap harinya, dia mendorong perlintasan sebidang ditutup.  Tambahan perjalanan harus dilakukan seiring bertambahnya jumlah  penumpang. &amp;ldquo;Sebenarnya masalahnya di DPRD. Mereka tidak mau mengesahkan  pembangunan flyover atau underpass ,&amp;rdquo; kata Agus. Kondisi ini diperburuk  kebiasaan masyarakat yang belum mengerti bahaya akibat membuka jalur  perlintasan. Banyak lokasi jalan yang telah ditutup kemudian dibuka lagi  oleh masyarakat.
(Yan Yusuf)</content:encoded></item></channel></rss>
