<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenperin Siap Ekspor Mobil Desa ke Timor Leste</title><description>Kemenperin siap memasarkan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) ke beberapa negara Asean</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/14/320/2043377/kemenperin-siap-ekspor-mobil-desa-ke-timor-leste</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/14/320/2043377/kemenperin-siap-ekspor-mobil-desa-ke-timor-leste"/><item><title>Kemenperin Siap Ekspor Mobil Desa ke Timor Leste</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/14/320/2043377/kemenperin-siap-ekspor-mobil-desa-ke-timor-leste</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/14/320/2043377/kemenperin-siap-ekspor-mobil-desa-ke-timor-leste</guid><pubDate>Minggu 14 April 2019 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Retno Tri Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/14/320/2043377/kemenperin-siap-ekspor-mobil-desa-ke-timor-leste-arf3L1KxJY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil Pedesaan (Foto: Kemenperin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/14/320/2043377/kemenperin-siap-ekspor-mobil-desa-ke-timor-leste-arf3L1KxJY.jpg</image><title>Mobil Pedesaan (Foto: Kemenperin)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika siap memasarkan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) atau mobil desa ke beberapa negara di Asia Negara (Asean).
Mobil asli Indonesia yang dikembangkan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dinilai memiliki ketangguhan mesin AMMDes dan luasnya daya jelajah. Mobil desa ini mampu melalui jalan ekstrim di desa-desa yang infrastrukturnya masih minim.
Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Andika, mobil ini sangat cocok untuk negara yang infrastruktur di daerahnya masih kurang baik. Apalagi, mobil desa ini  baru dikembangkan di Indonesia.
&quot;Ini potensial ekspor, karena mobil sejenis ini tidak ada di dunia. Ini ide luar biasa yang dikembangkan KMWI sehingga bisa mengisi pasar yang kosong. Minatnya banyak, salah satunya Timor Leste,&quot; ujarnya, dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (14/4/2019).
Baca Juga: Keluhan Perusahaan Miras Eropa: Sulitnya Ekspor ke Indonesia
Menurutnya, kehadiran mobil desa mampu meningkatkan produktivitas petani di desa. Sifatnya yang multiguna membuat AMMDes memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh jenis mobil pedesaan lainnya.
Puji menambahkan melalui AMMDes, petani dapat menikmati hasil tanamnya dengan lebih baik.
Mengacu pada data riset Kemenperin di Sukabumi dan juga Cianjur, Jawa  Barat, rata-rata ongkos angkut hasil bumi ke kota menghabiskan dana sekitar Rp1,7 juta per bulan. Hal itu disebabkan oleh kecilnya ruang pengangkutan, maklum selama ini para petani menjual hasil taninya ke Kota menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Ekspor IKM Gerabah dan Keramik Hias Tembus USD25 Juta
Sehingga jarak pengangkutan jadi &amp;ldquo;terlihat&amp;rdquo; lebih jauh, karena petani harus bolak-balik mengantar dan menjemput kembali hasil taninya. Namun dengan menggunakan AMMDes, ongkos kirim menyusut menjadi Rp900 ribu-an.
&amp;ldquo;Itu mengapa dalam AMMDes 2nd Summit akan kita undang seluruh stakeholder, karena kita ingin benar-benar membantu masyarakat dan mengubah pandangan masyarakat tentang teknologi. Ditambah konsep membangun dari desa juga sesuai dengan Nawacita pemerinta yang ingin mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektvitas dan kematiriman,&amp;rdquo; jelas Puji.Sementara itu, Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia  (KMWI) Reza Treistanto mengakui, bahwa sudah ada minat dari negara lain  soal mobil desa ini. Namun, dirinya masih enggan mengungkapkan lebih  detail negara mana yang berminat tersebut.
&quot;Rencana ekspor nanti ya, Senin ada MoU. Asia Tenggara ada, tapi  nanti lah, kalau sudah resmi ada di katalog elektronik atau e-catalogue  kami,&quot; ujarnya.
Terkait produksi, saat ini KMWI memiliki kapasitas produksi sebanyak  3.000 unit per tahun. Untuk akhir Maret sudah diproduksi sebanyak 2.000  unit.
&quot;Komersialisasi akhir bulan, kelihatannya target bukan per orang  untuk saat ini. Kita sasar supaya setiap desa punya AMMDes dulu,  kemudian BUMDes dan asosiasi. Ketika desa punya, masyarakat akan lihat  fungsinya, sehingga diharapkan bisa mengikuti nantinya,&quot;  tuturnya.
Dia optimis produknya ini sangat potensial, apalagi di Indonesia ada  74.000 desa. Katakan baru 30% desa yang sudah memiliki infrastruktur  yang memadi, sisanya masih membutuhkan bantuan salah satunya AMMDes.
Oleh karena itu, Anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menargetkan  akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 12 ribu unit per tahun  di 2020.
&quot;Sebetulnya value AMMDes untuk desa yang belum ada infrastruktur  bagus selalu. Karena kalau sudah ada jalannya, pasti lebih pilih beli  mobil pick up. Tapi jalan infrastruktur belum bagus, berbukit value kita  tinggi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika siap memasarkan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) atau mobil desa ke beberapa negara di Asia Negara (Asean).
Mobil asli Indonesia yang dikembangkan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dinilai memiliki ketangguhan mesin AMMDes dan luasnya daya jelajah. Mobil desa ini mampu melalui jalan ekstrim di desa-desa yang infrastrukturnya masih minim.
Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Andika, mobil ini sangat cocok untuk negara yang infrastruktur di daerahnya masih kurang baik. Apalagi, mobil desa ini  baru dikembangkan di Indonesia.
&quot;Ini potensial ekspor, karena mobil sejenis ini tidak ada di dunia. Ini ide luar biasa yang dikembangkan KMWI sehingga bisa mengisi pasar yang kosong. Minatnya banyak, salah satunya Timor Leste,&quot; ujarnya, dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (14/4/2019).
Baca Juga: Keluhan Perusahaan Miras Eropa: Sulitnya Ekspor ke Indonesia
Menurutnya, kehadiran mobil desa mampu meningkatkan produktivitas petani di desa. Sifatnya yang multiguna membuat AMMDes memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh jenis mobil pedesaan lainnya.
Puji menambahkan melalui AMMDes, petani dapat menikmati hasil tanamnya dengan lebih baik.
Mengacu pada data riset Kemenperin di Sukabumi dan juga Cianjur, Jawa  Barat, rata-rata ongkos angkut hasil bumi ke kota menghabiskan dana sekitar Rp1,7 juta per bulan. Hal itu disebabkan oleh kecilnya ruang pengangkutan, maklum selama ini para petani menjual hasil taninya ke Kota menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Ekspor IKM Gerabah dan Keramik Hias Tembus USD25 Juta
Sehingga jarak pengangkutan jadi &amp;ldquo;terlihat&amp;rdquo; lebih jauh, karena petani harus bolak-balik mengantar dan menjemput kembali hasil taninya. Namun dengan menggunakan AMMDes, ongkos kirim menyusut menjadi Rp900 ribu-an.
&amp;ldquo;Itu mengapa dalam AMMDes 2nd Summit akan kita undang seluruh stakeholder, karena kita ingin benar-benar membantu masyarakat dan mengubah pandangan masyarakat tentang teknologi. Ditambah konsep membangun dari desa juga sesuai dengan Nawacita pemerinta yang ingin mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektvitas dan kematiriman,&amp;rdquo; jelas Puji.Sementara itu, Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia  (KMWI) Reza Treistanto mengakui, bahwa sudah ada minat dari negara lain  soal mobil desa ini. Namun, dirinya masih enggan mengungkapkan lebih  detail negara mana yang berminat tersebut.
&quot;Rencana ekspor nanti ya, Senin ada MoU. Asia Tenggara ada, tapi  nanti lah, kalau sudah resmi ada di katalog elektronik atau e-catalogue  kami,&quot; ujarnya.
Terkait produksi, saat ini KMWI memiliki kapasitas produksi sebanyak  3.000 unit per tahun. Untuk akhir Maret sudah diproduksi sebanyak 2.000  unit.
&quot;Komersialisasi akhir bulan, kelihatannya target bukan per orang  untuk saat ini. Kita sasar supaya setiap desa punya AMMDes dulu,  kemudian BUMDes dan asosiasi. Ketika desa punya, masyarakat akan lihat  fungsinya, sehingga diharapkan bisa mengikuti nantinya,&quot;  tuturnya.
Dia optimis produknya ini sangat potensial, apalagi di Indonesia ada  74.000 desa. Katakan baru 30% desa yang sudah memiliki infrastruktur  yang memadi, sisanya masih membutuhkan bantuan salah satunya AMMDes.
Oleh karena itu, Anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menargetkan  akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 12 ribu unit per tahun  di 2020.
&quot;Sebetulnya value AMMDes untuk desa yang belum ada infrastruktur  bagus selalu. Karena kalau sudah ada jalannya, pasti lebih pilih beli  mobil pick up. Tapi jalan infrastruktur belum bagus, berbukit value kita  tinggi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
