<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 8% hingga Maret 2019</title><description>PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan volume penjualan semen di bulan Maret 2019 sebesar 161.505 ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/15/278/2043635/volume-penjualan-semen-baturaja-naik-8-hingga-maret-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/15/278/2043635/volume-penjualan-semen-baturaja-naik-8-hingga-maret-2019"/><item><title>Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 8% hingga Maret 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/15/278/2043635/volume-penjualan-semen-baturaja-naik-8-hingga-maret-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/15/278/2043635/volume-penjualan-semen-baturaja-naik-8-hingga-maret-2019</guid><pubDate>Senin 15 April 2019 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Okky Wanda lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/15/278/2043635/volume-penjualan-semen-baturaja-naik-8-hingga-maret-2019-l88HqYvJ8T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/15/278/2043635/volume-penjualan-semen-baturaja-naik-8-hingga-maret-2019-l88HqYvJ8T.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan volume penjualan semen di bulan Maret 2019 sebesar 161.505 ton. Angka ini tumbuh 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 150.071 ton.
Baca Juga: Permintaan Semen Turun, Pendapatan Semen Baturaja Rp266 Miliar
 
Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim menyebutkan bahwa berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pertumbuhan volume penjualan tersebut jauh di atas rata-rata industri di wilayah Sumbagsel. Adapun data menyebutkan, rata-rata penjualan industri wilayah tersebut terkoreksi minus 14%.
Jobi menambahkan, pada Maret 2019 SMBR masih mampu meningkatkan market share nya diseluruh wilayah pemasaran SMBR sebesar 25%. &quot;Dengan share tertinggi 68% untuk wilayah Sumsel dan 25% di wilayah Lampung yang merupakan pasar utama Perseroan&quot; kata dia dilansir dari keterangan resmi, Senin (15/4/2019).

Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan volume penjualan seiring dengan besarnya pangsa pasar di wilayah pemasaran SMBR. &amp;ldquo;Demand untuk wilayah pemasaran kami di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung pada tahun 2018 mencapai 6,9 juta ton atau tumbuh 9% dibanding tahun 2017, sehingga kami optimis target 2,75 juta ton dapat tercapai,&amp;rdquo; kata Jobi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan volume penjualan semen di bulan Maret 2019 sebesar 161.505 ton. Angka ini tumbuh 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 150.071 ton.
Baca Juga: Permintaan Semen Turun, Pendapatan Semen Baturaja Rp266 Miliar
 
Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim menyebutkan bahwa berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pertumbuhan volume penjualan tersebut jauh di atas rata-rata industri di wilayah Sumbagsel. Adapun data menyebutkan, rata-rata penjualan industri wilayah tersebut terkoreksi minus 14%.
Jobi menambahkan, pada Maret 2019 SMBR masih mampu meningkatkan market share nya diseluruh wilayah pemasaran SMBR sebesar 25%. &quot;Dengan share tertinggi 68% untuk wilayah Sumsel dan 25% di wilayah Lampung yang merupakan pasar utama Perseroan&quot; kata dia dilansir dari keterangan resmi, Senin (15/4/2019).

Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan volume penjualan seiring dengan besarnya pangsa pasar di wilayah pemasaran SMBR. &amp;ldquo;Demand untuk wilayah pemasaran kami di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung pada tahun 2018 mencapai 6,9 juta ton atau tumbuh 9% dibanding tahun 2017, sehingga kami optimis target 2,75 juta ton dapat tercapai,&amp;rdquo; kata Jobi.</content:encoded></item></channel></rss>
