<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan DP Direlaksasi, Saat Ini Paling Mudah Beli Rumah   </title><description>Membeli rumah selalu menjadi diskusi yang menarik dalam setiap keluarga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/16/470/2044335/aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/16/470/2044335/aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah"/><item><title>Aturan DP Direlaksasi, Saat Ini Paling Mudah Beli Rumah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/16/470/2044335/aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/16/470/2044335/aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah</guid><pubDate>Selasa 16 April 2019 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/16/470/2044335/aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah-ROhMgCUmHC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/16/470/2044335/aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah-ROhMgCUmHC.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Membeli rumah selalu menjadi diskusi yang menarik dalam setiap keluarga. Bukan hanya karena uang yang dibelanjakan nilainya sangat besar, membeli rumah juga menyangkut hajat hidup orang banyak.

Bagi masyarakat Indonesia, lumrah sekali bahwa orangtua dan keluarga besar ingin ikut punya andil suara terhadap rumah yang akan dibeli anggota keluarga mereka. Ribet, tapi nyata.

Kepemilikan rumah memang sangat erat dengan kondisi sosial. Bukan semata-mata faktor penghasilan yang jadi penentu. Faktor ketersediaan juga menjadi penting untuk dipertimbangkan. Lebih dari 70% pembelian rumah bagi masyarakat Indonesia adalah melalui jalur KPR yang artinya melibatkan perbankan sebagai salah satu tonggak penting dari industri keuangan.

&amp;ldquo;Terlepas dari berbagai kritik atas ketidaksempurnaan pemerintah, perlu dicatat bahwa ada upaya serius secara berkesinambungan dari berbagai masa pemerintahan untuk memberikan akses lebih besar bagi kepemilikan rumah oleh masyarakat secara umum,&quot; kata Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (16/4/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Strategi Jitu Menabung DP Rumah untuk Pekerja Kantoran
Dia menambahkan, beberapa upaya tersebut adalah pendirian PT Sarana Multi Infrastruktur, pendirian PT Sarana Multigriya Finansial, pemberlakuan BI 7 Days Repo Rate, dan penyempurnaan ketentuan Loan to Value untuk Kredit Properti melalui berbagai Peraturan Bank Indonesia, jelas Ike.

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) adalah perusahaan pemerintah yang berfokus pada pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dengan tugas utama menjadi katalis terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan mendukung skema kerja sama Kemitraan Swasta dan Pemerintah (Public Private Partnership). Ini terkait erat dengan industri properti yang menjadi roda perekonomian dimana infrastruktur akan mengoptimalkan manfaat sosial dan ekonomi untuk masyarakat.

Sementara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (PT SMF) adalah perusahaan yang dibentuk pemerintah untuk mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia. PT SMF didirikan dengan fokus untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan sehingga pada gilirannya memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan
Bank Indonesia memberlakukan BI 7 Days (Reverse) Repo Rate sejak 19 Agustus 2016. Ini artinya, BI memberikan acuan suku bunga pasar untuk berlaku dalam rentang waktu tujuh hari sebagai pengganti BI Rate yang sebelumnya berlaku satu tahun.

Dengan jangka waktu yang lebih pendek, suku bunga acuan bisa lebih mencerminkan kondisi pasar karena tak perlu menunggu setahun di mana BI 7 Days Repo Rate memiliki suku bunga/rate bisa lebih rendah atau lebih tinngi daripada BI Rate.

Melalui kebijakan ini, diharapkan dapat mengontrol tingkat suku bunga dengan efektif. Sehingga dampaknya penyaluran kredit dari bank-bank ke masyarakat menjadi lebih lancar sekaligus risiko kredit macet dapat lebih ditekan karena perubahan suku bunga acuan lebih akurat mengikuti pergerakan pasar tanpa harus menunggu setahun.
Sementara aturan tentang Loan to Value untuk Kredit Properti pertama  kali dikeluarkan melalui Surat Edaran BI No 14/10/DPNP tahun 2012.  Aturan ini mengalami beberapa penyempurnaan dengan besaran Down Payment  (DP) yang harus dipenuhi oleh pembeli adalah mulai dari 30%. Aturan  besaran DP minimal ini terus mengalami penurunan hingga menjadi 15% di  tahun 2016. Melalui PBI No. 20/8/PBI/2018 tahun 2018, besaran nilai DP  diserahkan pada penilaian bank.

Menurut Ike, berbagai kebijakan pemerintah tersebut menunjukkan bahwa  sesungguhnya saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah.  Selama ini kendala nomor satu untuk membeli rumah adalah Down Payment.  Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, DP sekarang menjadi lebih  fleksibel sehingga kendala DP seharusnya teratasi.

&amp;ldquo;Memang ada peningkatan dari sisi suku bunga. Namun berdasarkan data,  tingkat suku bunga saat ini tidak lebih tinggi dari tahun 2015. Oleh  karena itu, sekarang adalah saat paling mudah untuk membeli rumah,&quot;  katanya.

Kondisi ini juga sesuai dengan hasil survei Rumah.com Property  Affordability Sentiment Index H1-2019, dimana konsumen properti masih  optimistis dengan iklim pasar properti nasional. Berdasarkan hasil  survei tersebut, sebanyak 65% responden mengaku puas dengan kondisi  pasar properti Indonesia.

Kepuasan terhadap iklim properti ini mayoritas didasarkan pada faktor  kenaikan harga properti yang stabil serta apresiasi terhadap kenaikan  harga properti jangka panjang. Kedua faktor ini diamini oleh 63%  responden. Sementara 15% responden yang merasa tidak puas, mengungkapkan  faktor kenaikan harga properti sebagai penyebabnya. Alasan lainnya  adalah uang muka yang terlalu tinggi.

Ike menjelaskan bahwa faktor kenaikan harga memang selalu dipandang  dari dua sisi. Bagi mereka yang optimistis, mereka melihatnya sebagai  peluang investasi di masa depan, sementara mereka yang pesimistis, ini  disebabkan keraguan terhadap kemampuan finansialnya. Mereka yang belum  yakin dengan kemampuan kemungkinan adalah mereka yang masih awam atau  kurang informasi. Padahal, saat ini pasar properti sedang berpihak  kepada pembeli.

Hal ini sejalan dengan optimisme masyarakat terhadap pasar properti  di tahun 2019, yang cenderung naik secara lambat. Sesuai Rumah.com  Property Index terjadi kenaikan index harga properti sebesar 2,9% atau  3.1 poin dari kuartal keempat  2017 ke kuartal IV 2018.

Sedangkan di sisi suplai terjadi penurunan sebesar 17% pada kuartal  IV 2018 (quarter-on-quarter) dan sebesar 0,9% (year-on-year). Penurunan  ini adalah siklus tahunan karena para pengembang enggan meluncurkan  proyek mereka di akhir tahun karena konsumen cenderung fokus berbelanja  jelang akhir tahun.

Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi  untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia,  karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan  disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang  dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari  properti setiap bulannya.

&quot;Pengembang properti, tentu tidak menutup mata terhadap kondisi pasar  dan berbagai kemudahan saat ini. Karena itu mereka juga melakukan  penyesuaian target pasar dengan memperbesar suplai untuk kalangan  menengah. Tak perlu cemas, dengan rajin mencari informasi dan melakukan  pertimbangan yang tepat, masyarakat akan bisa memiliki rumah,&quot; kata Ike.

</description><content:encoded>JAKARTA - Membeli rumah selalu menjadi diskusi yang menarik dalam setiap keluarga. Bukan hanya karena uang yang dibelanjakan nilainya sangat besar, membeli rumah juga menyangkut hajat hidup orang banyak.

Bagi masyarakat Indonesia, lumrah sekali bahwa orangtua dan keluarga besar ingin ikut punya andil suara terhadap rumah yang akan dibeli anggota keluarga mereka. Ribet, tapi nyata.

Kepemilikan rumah memang sangat erat dengan kondisi sosial. Bukan semata-mata faktor penghasilan yang jadi penentu. Faktor ketersediaan juga menjadi penting untuk dipertimbangkan. Lebih dari 70% pembelian rumah bagi masyarakat Indonesia adalah melalui jalur KPR yang artinya melibatkan perbankan sebagai salah satu tonggak penting dari industri keuangan.

&amp;ldquo;Terlepas dari berbagai kritik atas ketidaksempurnaan pemerintah, perlu dicatat bahwa ada upaya serius secara berkesinambungan dari berbagai masa pemerintahan untuk memberikan akses lebih besar bagi kepemilikan rumah oleh masyarakat secara umum,&quot; kata Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (16/4/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Strategi Jitu Menabung DP Rumah untuk Pekerja Kantoran
Dia menambahkan, beberapa upaya tersebut adalah pendirian PT Sarana Multi Infrastruktur, pendirian PT Sarana Multigriya Finansial, pemberlakuan BI 7 Days Repo Rate, dan penyempurnaan ketentuan Loan to Value untuk Kredit Properti melalui berbagai Peraturan Bank Indonesia, jelas Ike.

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) adalah perusahaan pemerintah yang berfokus pada pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dengan tugas utama menjadi katalis terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan mendukung skema kerja sama Kemitraan Swasta dan Pemerintah (Public Private Partnership). Ini terkait erat dengan industri properti yang menjadi roda perekonomian dimana infrastruktur akan mengoptimalkan manfaat sosial dan ekonomi untuk masyarakat.

Sementara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (PT SMF) adalah perusahaan yang dibentuk pemerintah untuk mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia. PT SMF didirikan dengan fokus untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan sehingga pada gilirannya memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan
Bank Indonesia memberlakukan BI 7 Days (Reverse) Repo Rate sejak 19 Agustus 2016. Ini artinya, BI memberikan acuan suku bunga pasar untuk berlaku dalam rentang waktu tujuh hari sebagai pengganti BI Rate yang sebelumnya berlaku satu tahun.

Dengan jangka waktu yang lebih pendek, suku bunga acuan bisa lebih mencerminkan kondisi pasar karena tak perlu menunggu setahun di mana BI 7 Days Repo Rate memiliki suku bunga/rate bisa lebih rendah atau lebih tinngi daripada BI Rate.

Melalui kebijakan ini, diharapkan dapat mengontrol tingkat suku bunga dengan efektif. Sehingga dampaknya penyaluran kredit dari bank-bank ke masyarakat menjadi lebih lancar sekaligus risiko kredit macet dapat lebih ditekan karena perubahan suku bunga acuan lebih akurat mengikuti pergerakan pasar tanpa harus menunggu setahun.
Sementara aturan tentang Loan to Value untuk Kredit Properti pertama  kali dikeluarkan melalui Surat Edaran BI No 14/10/DPNP tahun 2012.  Aturan ini mengalami beberapa penyempurnaan dengan besaran Down Payment  (DP) yang harus dipenuhi oleh pembeli adalah mulai dari 30%. Aturan  besaran DP minimal ini terus mengalami penurunan hingga menjadi 15% di  tahun 2016. Melalui PBI No. 20/8/PBI/2018 tahun 2018, besaran nilai DP  diserahkan pada penilaian bank.

Menurut Ike, berbagai kebijakan pemerintah tersebut menunjukkan bahwa  sesungguhnya saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah.  Selama ini kendala nomor satu untuk membeli rumah adalah Down Payment.  Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, DP sekarang menjadi lebih  fleksibel sehingga kendala DP seharusnya teratasi.

&amp;ldquo;Memang ada peningkatan dari sisi suku bunga. Namun berdasarkan data,  tingkat suku bunga saat ini tidak lebih tinggi dari tahun 2015. Oleh  karena itu, sekarang adalah saat paling mudah untuk membeli rumah,&quot;  katanya.

Kondisi ini juga sesuai dengan hasil survei Rumah.com Property  Affordability Sentiment Index H1-2019, dimana konsumen properti masih  optimistis dengan iklim pasar properti nasional. Berdasarkan hasil  survei tersebut, sebanyak 65% responden mengaku puas dengan kondisi  pasar properti Indonesia.

Kepuasan terhadap iklim properti ini mayoritas didasarkan pada faktor  kenaikan harga properti yang stabil serta apresiasi terhadap kenaikan  harga properti jangka panjang. Kedua faktor ini diamini oleh 63%  responden. Sementara 15% responden yang merasa tidak puas, mengungkapkan  faktor kenaikan harga properti sebagai penyebabnya. Alasan lainnya  adalah uang muka yang terlalu tinggi.

Ike menjelaskan bahwa faktor kenaikan harga memang selalu dipandang  dari dua sisi. Bagi mereka yang optimistis, mereka melihatnya sebagai  peluang investasi di masa depan, sementara mereka yang pesimistis, ini  disebabkan keraguan terhadap kemampuan finansialnya. Mereka yang belum  yakin dengan kemampuan kemungkinan adalah mereka yang masih awam atau  kurang informasi. Padahal, saat ini pasar properti sedang berpihak  kepada pembeli.

Hal ini sejalan dengan optimisme masyarakat terhadap pasar properti  di tahun 2019, yang cenderung naik secara lambat. Sesuai Rumah.com  Property Index terjadi kenaikan index harga properti sebesar 2,9% atau  3.1 poin dari kuartal keempat  2017 ke kuartal IV 2018.

Sedangkan di sisi suplai terjadi penurunan sebesar 17% pada kuartal  IV 2018 (quarter-on-quarter) dan sebesar 0,9% (year-on-year). Penurunan  ini adalah siklus tahunan karena para pengembang enggan meluncurkan  proyek mereka di akhir tahun karena konsumen cenderung fokus berbelanja  jelang akhir tahun.

Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi  untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia,  karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan  disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang  dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari  properti setiap bulannya.

&quot;Pengembang properti, tentu tidak menutup mata terhadap kondisi pasar  dan berbagai kemudahan saat ini. Karena itu mereka juga melakukan  penyesuaian target pasar dengan memperbesar suplai untuk kalangan  menengah. Tak perlu cemas, dengan rajin mencari informasi dan melakukan  pertimbangan yang tepat, masyarakat akan bisa memiliki rumah,&quot; kata Ike.

</content:encoded></item></channel></rss>
