<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jokowi Bentuk Holding dan Super Holding BUMN, Apa Bedanya?</title><description>Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden nomor urut 01 periode 2019-2024 berkomitmen ingin menjadikan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendunia. Salah satu caranya adalah dengan membuat hoding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberbagai bidang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2045268/jokowi-bentuk-holding-dan-super-holding-bumn-apa-bedanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2045268/jokowi-bentuk-holding-dan-super-holding-bumn-apa-bedanya"/><item><title> Jokowi Bentuk Holding dan Super Holding BUMN, Apa Bedanya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2045268/jokowi-bentuk-holding-dan-super-holding-bumn-apa-bedanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2045268/jokowi-bentuk-holding-dan-super-holding-bumn-apa-bedanya</guid><pubDate>Minggu 21 April 2019 07:15 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/18/320/2045268/jokowi-bentuk-holding-dan-super-holding-bumn-apa-bedanya-I7GTBQDAIV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi  (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/18/320/2045268/jokowi-bentuk-holding-dan-super-holding-bumn-apa-bedanya-I7GTBQDAIV.jpg</image><title>Presiden Jokowi  (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden nomor urut 01 periode 2019-2024 berkomitmen ingin menjadikan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendunia. Salah satu caranya adalah dengan membuat hoding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberbagai bidang.
Mencoba menelisik lebih jauh makna tersebut, menjadi BUMN yang mendunia sebenarnya bukan hal baru bagi perusahaan milik negara kita. Itu jika maknanya adalah sudah membuka cabang ataupun sudah memasarkan banyak produk di dunia.
Sebut saja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk beserta entitas anak yang sudah malang melintang untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Aljazair, Taiwan, Nigeria dan juga Filipina.
Dari sektor keuangan, ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang sudah melayani nasabah di Hongkong, London, New York, Singapura, Tokyo dan satu kantor fungsional di Osaka.
Indonesia juga terus mendorong produk-produknya milik BUMN dikenal dan digunakan oleh dunia. Seperti hasil produksi PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) dan juga PT PAL yang sudah banyak digunakan di berbagai negara.
Alat utama sistem senjata (alutista) yang di produksi seperti senapan serbu SS1-V1 yang banyak dipesan oleh Mali di Afrika dan beragam jenis senjata lainnya yang biasa diekspor ke Kamboja, Malaysia, Myanmar, Oman, Filipina, dan juga Afghanistan.
Untuk PT PAL, belum lama ini salah satu perusahaan BUMN yang masuk dalam BUMN Industri Strategi (BUMNis) itu sudah mampu memproduksi kapal sela lho. Bahkan sudah beberapa negara tetangga sudah melirik hasil buatan dalam negeri itu.
Kapal selam yang dinamakan KRI Aluguro &amp;ndash; 405 itu merupakan hasil dari transfer teknologi antara Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME), perusahaan asal Korea Selatan dan PT PAL.
Beragam hal tersebut merupakan bukti bahwa BUMN negeri ini sudah mampu bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Sebab produksinya banyak yang sudah dipasarkan diluar negeri, alias mendunia.
Memang tidak boleh juga untuk cepat berpuas diri. Perusahaan -perusahaan itu juga terus berbenah dan ekspansif untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik lagi. Tetapi yang harus diingat adalah produk buatan anak negeri itu sudah berhasil sejajar di &amp;ldquo;etalase&amp;rdquo; dunia.
Lalu bagaimana dengan skema holding. Dilansir dari halamqa CekAja, Minggu (21/3/2019), berikut penjelasan lengkap mengenai holding
Sejarah Holding BUMN
Sejarah pembentukan holding BUMN sendiri sebenarnya tidak hanya lahir baru &amp;ndash; baru ini. Rencana pembentukan holding sudah meluncur sejak tahun 1998 silam.
Kala itu Menteri BUMN pertama, Tanri Abeng mencetuskan ide holdingisasi BUMN untuk menciptakan BUMN yang kuat, yang fokus pada proses bisnis, mulai dari hulu ke hilir.
Kala itu Tanri Abeng mengusulkan pembentukan 5 holding BUMN, yakni holding BUMN energi dan tambang, holding BUMN Infrastruktur, holding BUMN finansial, holding BUMN semen dan konstruksi dan holding BUMN pupuk juga perkebunan.Nah beberapa dari rencana besar tersebut sudah ada yang terbentuk dan ada juga yang masih dalam tahapan pembahasan. Salah satu holding BUMN yang sudah terbentuk adalah holding BUMN di sektor pertambangan.Di sektor itu PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ditunjuk menjadi &amp;ldquo;payung&amp;rdquo; bagi PT Timah (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Kemudian ada juga holding BUMN Migas dimana PT Pertamina (Persero) menjadi induk usaha dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Dalam waktu dekat, pemerintah juga tengah berupaya menyelesaikan holdingisasi di bidang infrastrktur dan juga konstruksi serta holding BUMN Pengembangan Perumahan dan Kawasan tengah. Teranyar, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pemerintah juga tengah merencanakan pembentukan holding penerbangan.Bahkan dia menargetkan 6 holding lainnya dapat terbentuk tahun ini, diantaranya holding BUMN keuangan, asuransi, farmasi, pelabuhan, semen, dan juga pertahanan
Apa Itu Super Holding
Dalam debat capres dan cawapres juga muncul istilah super holding. Rencana pembentukan super holding dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memayungi beberapa holding BUMN yang sudah terbentuk.
Tetapi wacana super holding pun sudah digagas pada zaman Tanri Abeng saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Jika rencana tersebut berjalan lancar maka super holding tersebut akan menjelma menjadi layaknya Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional Berhad milik negeri Malaysia.
Rencana pembentukan super holdings dimaksudkan agar pengelolaan BUMN dikelola oleh professional, bukan lagi birokrat. Artinya kemungkinan besar, lahirnya super holding bakal menggeser tugas Kementerian BUMN yang selama ini memayungi dan mengontrol kinerja BUMN.
Membincang bisnis BUMN, keseluruhan bisnis yang ditangani oleh BUMN merupakan pekerjaan besar. Itu mengapa kelangsungan bisnis BUMN menjadi salah satu fokus pemerintah. Maklum, BUMN juga salah satu sumber pendapatan negara melalui setoran dividen.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden nomor urut 01 periode 2019-2024 berkomitmen ingin menjadikan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendunia. Salah satu caranya adalah dengan membuat hoding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberbagai bidang.
Mencoba menelisik lebih jauh makna tersebut, menjadi BUMN yang mendunia sebenarnya bukan hal baru bagi perusahaan milik negara kita. Itu jika maknanya adalah sudah membuka cabang ataupun sudah memasarkan banyak produk di dunia.
Sebut saja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk beserta entitas anak yang sudah malang melintang untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Aljazair, Taiwan, Nigeria dan juga Filipina.
Dari sektor keuangan, ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang sudah melayani nasabah di Hongkong, London, New York, Singapura, Tokyo dan satu kantor fungsional di Osaka.
Indonesia juga terus mendorong produk-produknya milik BUMN dikenal dan digunakan oleh dunia. Seperti hasil produksi PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) dan juga PT PAL yang sudah banyak digunakan di berbagai negara.
Alat utama sistem senjata (alutista) yang di produksi seperti senapan serbu SS1-V1 yang banyak dipesan oleh Mali di Afrika dan beragam jenis senjata lainnya yang biasa diekspor ke Kamboja, Malaysia, Myanmar, Oman, Filipina, dan juga Afghanistan.
Untuk PT PAL, belum lama ini salah satu perusahaan BUMN yang masuk dalam BUMN Industri Strategi (BUMNis) itu sudah mampu memproduksi kapal sela lho. Bahkan sudah beberapa negara tetangga sudah melirik hasil buatan dalam negeri itu.
Kapal selam yang dinamakan KRI Aluguro &amp;ndash; 405 itu merupakan hasil dari transfer teknologi antara Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME), perusahaan asal Korea Selatan dan PT PAL.
Beragam hal tersebut merupakan bukti bahwa BUMN negeri ini sudah mampu bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Sebab produksinya banyak yang sudah dipasarkan diluar negeri, alias mendunia.
Memang tidak boleh juga untuk cepat berpuas diri. Perusahaan -perusahaan itu juga terus berbenah dan ekspansif untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik lagi. Tetapi yang harus diingat adalah produk buatan anak negeri itu sudah berhasil sejajar di &amp;ldquo;etalase&amp;rdquo; dunia.
Lalu bagaimana dengan skema holding. Dilansir dari halamqa CekAja, Minggu (21/3/2019), berikut penjelasan lengkap mengenai holding
Sejarah Holding BUMN
Sejarah pembentukan holding BUMN sendiri sebenarnya tidak hanya lahir baru &amp;ndash; baru ini. Rencana pembentukan holding sudah meluncur sejak tahun 1998 silam.
Kala itu Menteri BUMN pertama, Tanri Abeng mencetuskan ide holdingisasi BUMN untuk menciptakan BUMN yang kuat, yang fokus pada proses bisnis, mulai dari hulu ke hilir.
Kala itu Tanri Abeng mengusulkan pembentukan 5 holding BUMN, yakni holding BUMN energi dan tambang, holding BUMN Infrastruktur, holding BUMN finansial, holding BUMN semen dan konstruksi dan holding BUMN pupuk juga perkebunan.Nah beberapa dari rencana besar tersebut sudah ada yang terbentuk dan ada juga yang masih dalam tahapan pembahasan. Salah satu holding BUMN yang sudah terbentuk adalah holding BUMN di sektor pertambangan.Di sektor itu PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ditunjuk menjadi &amp;ldquo;payung&amp;rdquo; bagi PT Timah (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Kemudian ada juga holding BUMN Migas dimana PT Pertamina (Persero) menjadi induk usaha dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Dalam waktu dekat, pemerintah juga tengah berupaya menyelesaikan holdingisasi di bidang infrastrktur dan juga konstruksi serta holding BUMN Pengembangan Perumahan dan Kawasan tengah. Teranyar, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pemerintah juga tengah merencanakan pembentukan holding penerbangan.Bahkan dia menargetkan 6 holding lainnya dapat terbentuk tahun ini, diantaranya holding BUMN keuangan, asuransi, farmasi, pelabuhan, semen, dan juga pertahanan
Apa Itu Super Holding
Dalam debat capres dan cawapres juga muncul istilah super holding. Rencana pembentukan super holding dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memayungi beberapa holding BUMN yang sudah terbentuk.
Tetapi wacana super holding pun sudah digagas pada zaman Tanri Abeng saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Jika rencana tersebut berjalan lancar maka super holding tersebut akan menjelma menjadi layaknya Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional Berhad milik negeri Malaysia.
Rencana pembentukan super holdings dimaksudkan agar pengelolaan BUMN dikelola oleh professional, bukan lagi birokrat. Artinya kemungkinan besar, lahirnya super holding bakal menggeser tugas Kementerian BUMN yang selama ini memayungi dan mengontrol kinerja BUMN.
Membincang bisnis BUMN, keseluruhan bisnis yang ditangani oleh BUMN merupakan pekerjaan besar. Itu mengapa kelangsungan bisnis BUMN menjadi salah satu fokus pemerintah. Maklum, BUMN juga salah satu sumber pendapatan negara melalui setoran dividen.</content:encoded></item></channel></rss>
