<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peritel Menjemput Rezeki Tahunan di Bulan Ramadan   </title><description>Selama bulan suci Ramadan hingga menuju Hari Raya Idul Fitri, menjadi momen penting bagi pelaku usaha ritel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2046032/peritel-menjemput-rezeki-tahunan-di-bulan-ramadan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2046032/peritel-menjemput-rezeki-tahunan-di-bulan-ramadan"/><item><title>Peritel Menjemput Rezeki Tahunan di Bulan Ramadan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2046032/peritel-menjemput-rezeki-tahunan-di-bulan-ramadan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/21/320/2046032/peritel-menjemput-rezeki-tahunan-di-bulan-ramadan</guid><pubDate>Minggu 21 April 2019 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/21/320/2046032/peritel-menjemput-rezeki-tahunan-di-bulan-ramadan-ZGwmnMTl2V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/21/320/2046032/peritel-menjemput-rezeki-tahunan-di-bulan-ramadan-ZGwmnMTl2V.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Selama bulan suci Ramadan yang sebentar lagi kita jelang, hingga menuju Hari Raya Idul Fitri, menjadi momen penting bagi pelaku usaha ritel dan pebisnis dalam melipatgandakan pertumbuhan pendapatan. Hal ini dikarenakan meningkatnya pola konsumsi, terutama penjualan makanan dan pakaian, yang melonjak tinggi.

Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yang diperkirakan mencapai 267 juta orang, tentu menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya di bulan Ramadan. Di Bulan Suci ini diketahui terjadi perubahan perilaku konsumen di Tanah Air.

Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh berubahnya pola makan, bertambahnya aktivitas harian, atmosfer religius, dan tradisi Ramadan yang berlangsung selama satu bulan penuh. Momen ini musti dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk mendulang berkah, terutama bagi pengusaha di bidang ritel, busana, kuliner, furnitur, dan parsel bahkan rental mobil.

Setiap tahunnya transaksi jual beli pada bulan Ramadan memang selalu meningkat, tidak terkecuali belanja secara online. Menurut data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan penjualan ritel pada periode bulan Puasa dan Lebaran 2018 lalu mencapai angka 15-20%. Angka ini meningkat tiga kali lipat, dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pasca-Pilpres, Bisnis Ritel Ditaksir Tumbuh 15%
Manhattan Associatesjuga menyebutkan pendapatan industri ritel nasional tumbuh 45% seiring peningkatan konsumsi selama periode Ramadan, Lebaran, hingga libur akhir tahun lalu. Adapun berdasarkan penelitian terbaru dari Priceza, tingkat klik pada penjualan online 26% lebih tinggi selama Ramadan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara nilai transaksi lewat dunia maya naik sebanyak 16%. Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta mengemukakan, Ramadan dan Lebaran merupakan salah satu momentum yang paling ditunggu-tunggu pengusaha ritel karena periode tersebut saat di mana konsumsi masyarakat meningkat dan mendongkrak penjualan peritel.

&quot;Di bulan Puasa dan Lebaran memang secara otomatis pendapatan peritel akan tumbuh lebih besar dibandingkan bulan biasa karena permintaan konsumsi pasti banyak, karena orang mau beli makanan dalam jumlah banyak, juga belanja baju,&amp;rdquo; katanya.

Tutum memperkirakan, memasuki Bulan Suci ini, bisnis makanan akan naik minimal sebesar 50% dibandingkan bulan normal.
Baca Juga: Ini Cara Ritel Hadapi Persaingan E-Commerce
Usaha ritel pakaian akan tumbuh sebesar 200% hingga 300%. &amp;ldquo;Hampir sama sebenarnya pertumbuhannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengusaha harus menyiapkan stok lebih banyak agar di lapangan tak kewalahan memenuhi kebutuhan pelanggan,&amp;rdquo; sebutnya.

Momen Ramadan dan Lebaran, lanjut dia, memberikan kontribusi cukup besar bagi perusahaan ritel dari total omzetdalam setahun, yakni hingga 65%, karena berada di semester pertama. Sepanjang 2019 Aprindo menargetkan pertumbuhan industri ritel bisa mencapai 10%, tak jauh berbeda dengan realisasi pertumbuhan 2018 yang mencapai sekitar 9%.

Dengan jumlah tersebut, harapannya total transaksi bisa mencapai Rp250 triliun hingga Rp260 triliun dengan harapan transaksi melalui onlinejuga akan meningkat. Asosiasi memasang target konservatif karena mempertimbangkan berbagai kondisi saat ini seperti masih berlangsungnya tahun politik serta pertumbuhan ekonomi yang masih menantang.

Menurut Tutum, saat ini pola belanja dan konsumsi masyarakat semakin  tidak terprediksi karena kemajuan teknologi digitaldi antaranya melalui  perdagangan online yaitu e-commerce. Kegiatan belanja masyarakat pada  perusahaan atau gerai ritel bisa jadi akan berkurang. Namun, dia  optimistis bisnis ritel di Indonesia masih dapat menunjukkan performa  yang positif dengan berbagai strategi dan gimmickyang ditawarkan  pebisnis.

&quot;Ada ceruk yang terambil dengan tumbuhnya e-commerce,memang cukup  berpengaruh, sehingga kami harus lebih kreatif memasarkan barang.  Tetapi, memang angka belanja onlinebelum signifikan,&quot; ujar Tutum.  Dihubungi terpisah, Head of Corporate Communication PT Mitra Adiperkasa  Tbk (MAP) Fetty Kwartati menuturkan, menyongsong Ramadan dan Idul Fitri  tahun ini, pihaknya menyiapkan strategi khusus untuk semakin memanjakan  pelanggan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, MAP akan mengadakan promo menarik  seperti diskon produk, gift piurchase, buy 1 get 1, special price,  cashback, hingga peluncuran menu baru. Kegiatan ini dipertimbangkan  karena perusahaan ritel terkemuka tersebut menilai setiap high  seasonseperti liburan Lebaran dan Natal memang jadi masa yang  menguntungkan untuk meraup pendapatan.

&amp;ldquo;Bulan Ramadan dan akhir tahun menjadi musim puncak bagi peritel  karena masyarakat lebih sering belanja sehingga kami musti kreatif  meracik program untuk menarik keuntungan,&amp;rdquo; ucapnya. Dia mengungkapkan,  setiap musim libur besar, pendapatan MAP umumnya naik 15% hingga 20%  dibanding periode-periode lainnya.

Dibanding unit bisnis yang lainnya, terang Fetty, konsep speciality  storeyang mencakup toko active, fashion dan lifestylemenjadi bidang yang  paling berkontribusi besar bagi perusahaan saat Ramadan dan Lebaran.  MAP Group berencana membuka 250 gerai baru lagi tahun ini.

&amp;ldquo;Kami optimistis tahun ini penjualan ritel akan tetap baik karena di  awal bulan semua berjalan positif. Perusahaan ingin tumbuh 15% di tahun  ini salah satunya dari kontribusi brand food and beverages,&amp;rdquo; tukasnya.  Gerai ritel yang kini dioperasikan MAP di antaranya Sogo, Seibu, dan  Galleries Lafayette.

Juga ada toko fashion dan lifestyleseperti Zara, Marks &amp;amp; Spencer,  Topman, Topshop, Kipling, Lacoste, Nautica, Massimo Dutti, Staccato,  Crabtree &amp;amp; Evelyn, Swarovski, Zara Home, dan Sephora; sports yakni  Converse, Golf House, Payless ShoeSource, Planet Sports, Reebok,  Rockport, Skechers, Sports Station, The Athlete's Foot, dan Clark.

Adapun Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) juga bakal menghadirkan  program mengasyikkan bagi pengunjung setia. MKG mengadakan program  belanja menarik selama Ramadan seperti diskon produk, buy 1 get 1,dan  sebagainya. Ada juga program One Day Sale yang berlangsung pada 18 dan  25 Mei 2019 mulai pukul 10.00 WIB hingga 24.00 WIB.

&amp;ldquo;Pada hari tersebut akan ada discount up to70% dari para  tenant-tenantdi MKG,&amp;rdquo; ujar Center Director MKG Tommy L. Dia  mengungkapkan, berdasarkan data jumlah pengunjung pada saat periode  Ramadan dan Lebaran tahun-tahun lalu memang terlihat bahwa kenaikan  cenderung stabil yaitu di antara 10%-20%.

&amp;ldquo;Jadi dapat kami asumsikan bahwa kenaikan jumlah pengunjung tahun ini  pun di antara rentang angka tersebut,&amp;rdquo; katanya. Senada dengan itu,  Corporate Public Relations Manager Lippo Malls Indonesia Nidia N Ichsan  menyatakan, pihaknya selalu memberikan program terbaik di bulan penuh  berkah tersebut.

Karena, ujar dia, Ramadan memang merupakan waktu peak season bagi  peritel. &amp;ldquo;Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu memberikan banyak  program. Mulai dari tema dekorasi yang berbeda di setiap mal, kegiatan  menarik buat pengunjung, promo, diskon, serta late night sale,&amp;rdquo;  tukasnya.
Berbicara mengenai tren belanja konsumen di tahun ini, mengingat   masih berlangsungnya tahun politik dan daya beli yang cenderung menurun,   dia mengaku, tak bisa memprediksinya apakah akan mengalami kenaikan   atau penurunan. Namun, awal tahun ini pendapatan perusahaan ritel dan   mal ternyata mengalami peningkatan.

&amp;ldquo;Tren mal tahun ini, sejak Januari 2019, malah naik. Mal kami   rata-rata malah pengunjungnya naik sekitar 8% di bulan Maret 2019   dibanding bulan Maret tahun lalu. Jadi, kami berharap dan harus   optimistis untuk tetap naik di Ramadan tahun ini,&amp;rdquo; sebut Nidia. Saat ini   PT Lippo Karawaci Tbk Indonesia ini memiliki 68 mal yang tersebar di  35  kota besar di Indonesia.

Lokasinya tersebar mulai dari Jakarta sampai Kendari, dari Binjai   hingga Kupang. Pelaku usaha e-commerce juga tak tanggung-tanggung dalam   meluncurkan program menarik saat Ramadan dan Lebaran tahun ini.   Tokopedia misalnya tengah bersiap merilis acara Semarak Duel Seleb dan   Ramadan Ekstra bagi para pengguna setianya.

&amp;ldquo;Kami juga adakan banyak promo menarik untuk pengguna Tokopedia, yang   sebentar lagi bakal dirilis,&amp;rdquo; ujar Public Relations Associate  Tokopedia  Shania Safira Haroen. Untuk diketahui, pada Ramadan tahun  lalu  Tokopedia menghadirkan festival belanja onlinepertama bertajuk  &amp;ldquo;Ramadan  Ekstra&amp;rdquo;. Festival yang diadakan selama Mei 2018 tersebut  ternyata sangat  menarik perhatian dan antusiasme masyarakat Tanah Air  untuk shopping.

Betapa tidak, sepanjang Mei 2018 saja Tokopedia mengklaim telah   melayani lebih dari 65 juta netizen dengan kunjungan sebanyak 300 juta   kali. Aplikasi Tokopedia pun berhasil memuncaki Apple App Store sebagai   aplikasi paling banyak diunduh, melewati aplikasi media sosial populer   seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Sementara di Top Chart Google Play Store, e-commerceyang identik   dengan warna hijau itu duduk di nomor tiga mengalahkan Facebook dan   Instagram. Volume transaksi di Ramadan Ekstra juga luar biasa. Di hari   puncaknya, 25 Mei 2018, Tokopedia sukses mencatatkan nilai transaksi   yang setara dengan akumulasi nilai transaksi sepanjang lima tahun   pertama mereka beroperasi, yakni dari Agustus 2009 sampai Juni 2014. (Rendra Hanggara)</description><content:encoded>JAKARTA - Selama bulan suci Ramadan yang sebentar lagi kita jelang, hingga menuju Hari Raya Idul Fitri, menjadi momen penting bagi pelaku usaha ritel dan pebisnis dalam melipatgandakan pertumbuhan pendapatan. Hal ini dikarenakan meningkatnya pola konsumsi, terutama penjualan makanan dan pakaian, yang melonjak tinggi.

Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yang diperkirakan mencapai 267 juta orang, tentu menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya di bulan Ramadan. Di Bulan Suci ini diketahui terjadi perubahan perilaku konsumen di Tanah Air.

Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh berubahnya pola makan, bertambahnya aktivitas harian, atmosfer religius, dan tradisi Ramadan yang berlangsung selama satu bulan penuh. Momen ini musti dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk mendulang berkah, terutama bagi pengusaha di bidang ritel, busana, kuliner, furnitur, dan parsel bahkan rental mobil.

Setiap tahunnya transaksi jual beli pada bulan Ramadan memang selalu meningkat, tidak terkecuali belanja secara online. Menurut data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan penjualan ritel pada periode bulan Puasa dan Lebaran 2018 lalu mencapai angka 15-20%. Angka ini meningkat tiga kali lipat, dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pasca-Pilpres, Bisnis Ritel Ditaksir Tumbuh 15%
Manhattan Associatesjuga menyebutkan pendapatan industri ritel nasional tumbuh 45% seiring peningkatan konsumsi selama periode Ramadan, Lebaran, hingga libur akhir tahun lalu. Adapun berdasarkan penelitian terbaru dari Priceza, tingkat klik pada penjualan online 26% lebih tinggi selama Ramadan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara nilai transaksi lewat dunia maya naik sebanyak 16%. Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta mengemukakan, Ramadan dan Lebaran merupakan salah satu momentum yang paling ditunggu-tunggu pengusaha ritel karena periode tersebut saat di mana konsumsi masyarakat meningkat dan mendongkrak penjualan peritel.

&quot;Di bulan Puasa dan Lebaran memang secara otomatis pendapatan peritel akan tumbuh lebih besar dibandingkan bulan biasa karena permintaan konsumsi pasti banyak, karena orang mau beli makanan dalam jumlah banyak, juga belanja baju,&amp;rdquo; katanya.

Tutum memperkirakan, memasuki Bulan Suci ini, bisnis makanan akan naik minimal sebesar 50% dibandingkan bulan normal.
Baca Juga: Ini Cara Ritel Hadapi Persaingan E-Commerce
Usaha ritel pakaian akan tumbuh sebesar 200% hingga 300%. &amp;ldquo;Hampir sama sebenarnya pertumbuhannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengusaha harus menyiapkan stok lebih banyak agar di lapangan tak kewalahan memenuhi kebutuhan pelanggan,&amp;rdquo; sebutnya.

Momen Ramadan dan Lebaran, lanjut dia, memberikan kontribusi cukup besar bagi perusahaan ritel dari total omzetdalam setahun, yakni hingga 65%, karena berada di semester pertama. Sepanjang 2019 Aprindo menargetkan pertumbuhan industri ritel bisa mencapai 10%, tak jauh berbeda dengan realisasi pertumbuhan 2018 yang mencapai sekitar 9%.

Dengan jumlah tersebut, harapannya total transaksi bisa mencapai Rp250 triliun hingga Rp260 triliun dengan harapan transaksi melalui onlinejuga akan meningkat. Asosiasi memasang target konservatif karena mempertimbangkan berbagai kondisi saat ini seperti masih berlangsungnya tahun politik serta pertumbuhan ekonomi yang masih menantang.

Menurut Tutum, saat ini pola belanja dan konsumsi masyarakat semakin  tidak terprediksi karena kemajuan teknologi digitaldi antaranya melalui  perdagangan online yaitu e-commerce. Kegiatan belanja masyarakat pada  perusahaan atau gerai ritel bisa jadi akan berkurang. Namun, dia  optimistis bisnis ritel di Indonesia masih dapat menunjukkan performa  yang positif dengan berbagai strategi dan gimmickyang ditawarkan  pebisnis.

&quot;Ada ceruk yang terambil dengan tumbuhnya e-commerce,memang cukup  berpengaruh, sehingga kami harus lebih kreatif memasarkan barang.  Tetapi, memang angka belanja onlinebelum signifikan,&quot; ujar Tutum.  Dihubungi terpisah, Head of Corporate Communication PT Mitra Adiperkasa  Tbk (MAP) Fetty Kwartati menuturkan, menyongsong Ramadan dan Idul Fitri  tahun ini, pihaknya menyiapkan strategi khusus untuk semakin memanjakan  pelanggan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, MAP akan mengadakan promo menarik  seperti diskon produk, gift piurchase, buy 1 get 1, special price,  cashback, hingga peluncuran menu baru. Kegiatan ini dipertimbangkan  karena perusahaan ritel terkemuka tersebut menilai setiap high  seasonseperti liburan Lebaran dan Natal memang jadi masa yang  menguntungkan untuk meraup pendapatan.

&amp;ldquo;Bulan Ramadan dan akhir tahun menjadi musim puncak bagi peritel  karena masyarakat lebih sering belanja sehingga kami musti kreatif  meracik program untuk menarik keuntungan,&amp;rdquo; ucapnya. Dia mengungkapkan,  setiap musim libur besar, pendapatan MAP umumnya naik 15% hingga 20%  dibanding periode-periode lainnya.

Dibanding unit bisnis yang lainnya, terang Fetty, konsep speciality  storeyang mencakup toko active, fashion dan lifestylemenjadi bidang yang  paling berkontribusi besar bagi perusahaan saat Ramadan dan Lebaran.  MAP Group berencana membuka 250 gerai baru lagi tahun ini.

&amp;ldquo;Kami optimistis tahun ini penjualan ritel akan tetap baik karena di  awal bulan semua berjalan positif. Perusahaan ingin tumbuh 15% di tahun  ini salah satunya dari kontribusi brand food and beverages,&amp;rdquo; tukasnya.  Gerai ritel yang kini dioperasikan MAP di antaranya Sogo, Seibu, dan  Galleries Lafayette.

Juga ada toko fashion dan lifestyleseperti Zara, Marks &amp;amp; Spencer,  Topman, Topshop, Kipling, Lacoste, Nautica, Massimo Dutti, Staccato,  Crabtree &amp;amp; Evelyn, Swarovski, Zara Home, dan Sephora; sports yakni  Converse, Golf House, Payless ShoeSource, Planet Sports, Reebok,  Rockport, Skechers, Sports Station, The Athlete's Foot, dan Clark.

Adapun Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) juga bakal menghadirkan  program mengasyikkan bagi pengunjung setia. MKG mengadakan program  belanja menarik selama Ramadan seperti diskon produk, buy 1 get 1,dan  sebagainya. Ada juga program One Day Sale yang berlangsung pada 18 dan  25 Mei 2019 mulai pukul 10.00 WIB hingga 24.00 WIB.

&amp;ldquo;Pada hari tersebut akan ada discount up to70% dari para  tenant-tenantdi MKG,&amp;rdquo; ujar Center Director MKG Tommy L. Dia  mengungkapkan, berdasarkan data jumlah pengunjung pada saat periode  Ramadan dan Lebaran tahun-tahun lalu memang terlihat bahwa kenaikan  cenderung stabil yaitu di antara 10%-20%.

&amp;ldquo;Jadi dapat kami asumsikan bahwa kenaikan jumlah pengunjung tahun ini  pun di antara rentang angka tersebut,&amp;rdquo; katanya. Senada dengan itu,  Corporate Public Relations Manager Lippo Malls Indonesia Nidia N Ichsan  menyatakan, pihaknya selalu memberikan program terbaik di bulan penuh  berkah tersebut.

Karena, ujar dia, Ramadan memang merupakan waktu peak season bagi  peritel. &amp;ldquo;Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu memberikan banyak  program. Mulai dari tema dekorasi yang berbeda di setiap mal, kegiatan  menarik buat pengunjung, promo, diskon, serta late night sale,&amp;rdquo;  tukasnya.
Berbicara mengenai tren belanja konsumen di tahun ini, mengingat   masih berlangsungnya tahun politik dan daya beli yang cenderung menurun,   dia mengaku, tak bisa memprediksinya apakah akan mengalami kenaikan   atau penurunan. Namun, awal tahun ini pendapatan perusahaan ritel dan   mal ternyata mengalami peningkatan.

&amp;ldquo;Tren mal tahun ini, sejak Januari 2019, malah naik. Mal kami   rata-rata malah pengunjungnya naik sekitar 8% di bulan Maret 2019   dibanding bulan Maret tahun lalu. Jadi, kami berharap dan harus   optimistis untuk tetap naik di Ramadan tahun ini,&amp;rdquo; sebut Nidia. Saat ini   PT Lippo Karawaci Tbk Indonesia ini memiliki 68 mal yang tersebar di  35  kota besar di Indonesia.

Lokasinya tersebar mulai dari Jakarta sampai Kendari, dari Binjai   hingga Kupang. Pelaku usaha e-commerce juga tak tanggung-tanggung dalam   meluncurkan program menarik saat Ramadan dan Lebaran tahun ini.   Tokopedia misalnya tengah bersiap merilis acara Semarak Duel Seleb dan   Ramadan Ekstra bagi para pengguna setianya.

&amp;ldquo;Kami juga adakan banyak promo menarik untuk pengguna Tokopedia, yang   sebentar lagi bakal dirilis,&amp;rdquo; ujar Public Relations Associate  Tokopedia  Shania Safira Haroen. Untuk diketahui, pada Ramadan tahun  lalu  Tokopedia menghadirkan festival belanja onlinepertama bertajuk  &amp;ldquo;Ramadan  Ekstra&amp;rdquo;. Festival yang diadakan selama Mei 2018 tersebut  ternyata sangat  menarik perhatian dan antusiasme masyarakat Tanah Air  untuk shopping.

Betapa tidak, sepanjang Mei 2018 saja Tokopedia mengklaim telah   melayani lebih dari 65 juta netizen dengan kunjungan sebanyak 300 juta   kali. Aplikasi Tokopedia pun berhasil memuncaki Apple App Store sebagai   aplikasi paling banyak diunduh, melewati aplikasi media sosial populer   seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Sementara di Top Chart Google Play Store, e-commerceyang identik   dengan warna hijau itu duduk di nomor tiga mengalahkan Facebook dan   Instagram. Volume transaksi di Ramadan Ekstra juga luar biasa. Di hari   puncaknya, 25 Mei 2018, Tokopedia sukses mencatatkan nilai transaksi   yang setara dengan akumulasi nilai transaksi sepanjang lima tahun   pertama mereka beroperasi, yakni dari Agustus 2009 sampai Juni 2014. (Rendra Hanggara)</content:encoded></item></channel></rss>
