<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN Capai Rp102 Triliun di Maret 2019</title><description>Kemenkeu  mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja  Negara (APBN) hingga akhir Maret 2019 sebesar Rp102 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/20/2046583/defisit-apbn-capai-rp102-triliun-di-maret-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/20/2046583/defisit-apbn-capai-rp102-triliun-di-maret-2019"/><item><title>Defisit APBN Capai Rp102 Triliun di Maret 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/20/2046583/defisit-apbn-capai-rp102-triliun-di-maret-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/20/2046583/defisit-apbn-capai-rp102-triliun-di-maret-2019</guid><pubDate>Senin 22 April 2019 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/22/20/2046583/defisit-apbn-capai-rp102-triliun-di-maret-2019-Gpsxv9ng9L.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers Kemenkeu (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/22/20/2046583/defisit-apbn-capai-rp102-triliun-di-maret-2019-Gpsxv9ng9L.jpeg</image><title>Konferensi Pers Kemenkeu (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu)  mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2019 sebesar Rp102 triliun. Angka itu setara dengan 0,63% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Di mana pada Maret 2018 defisit tercatat Rp85,8 triliun atau 0,58% terhadap PDB.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan, defisit APBN hingga Maret 2019 itu terdiri dari pendapatan negara sebesar Rp350,1 triliun atau 16,2% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 4,9% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar Rp333,7 triliun.
Baca Juga: Penyaluran Bansos Rp23,6 Triliun hingga Februari, Melonjak 70%
 
Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp452,1 triliun atau sudah 18,4% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh sebesar 7,7% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp419,6 triliun.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga Maret 2019 tercatat sebesar Rp177,4 triliun atau mencapai 59,9% dari pagu APBN 2019. Pembiayaan ini tumbuh 16,6% dari periode tahun lalu  yang sebesar Rp152,2 triliun.
&quot;Dengan demikian, defisit APBN hingga 31 Maret 2019 Rp102 triliun atau 0,63% dari PDB. Lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit periode yang sama tahun lalu yang 0,58% dari PDB,&quot;ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Secara rinci, untuk pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp279,9 triliun atau sudah mencapai 15,7% dari target. Angka ini tumbuh 6,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp262,4 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara yang sebesar Rp452,1 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp260,7 triliun atau sudah 16% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh 11,4% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018.
Kemudian dari realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp191,3 triliun atau sudah 23,1% dari pagu APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 3,1% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.
&quot;Berdasarkan capaian sampai akhir Maret 2019, diperkirakan pelaksanaan APBN 2019 dapat tetap terjaga untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan defisit APBN pada 1,84% per PDB,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu)  mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2019 sebesar Rp102 triliun. Angka itu setara dengan 0,63% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Di mana pada Maret 2018 defisit tercatat Rp85,8 triliun atau 0,58% terhadap PDB.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan, defisit APBN hingga Maret 2019 itu terdiri dari pendapatan negara sebesar Rp350,1 triliun atau 16,2% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 4,9% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar Rp333,7 triliun.
Baca Juga: Penyaluran Bansos Rp23,6 Triliun hingga Februari, Melonjak 70%
 
Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp452,1 triliun atau sudah 18,4% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh sebesar 7,7% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp419,6 triliun.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga Maret 2019 tercatat sebesar Rp177,4 triliun atau mencapai 59,9% dari pagu APBN 2019. Pembiayaan ini tumbuh 16,6% dari periode tahun lalu  yang sebesar Rp152,2 triliun.
&quot;Dengan demikian, defisit APBN hingga 31 Maret 2019 Rp102 triliun atau 0,63% dari PDB. Lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit periode yang sama tahun lalu yang 0,58% dari PDB,&quot;ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Secara rinci, untuk pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp279,9 triliun atau sudah mencapai 15,7% dari target. Angka ini tumbuh 6,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp262,4 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara yang sebesar Rp452,1 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp260,7 triliun atau sudah 16% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh 11,4% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018.
Kemudian dari realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp191,3 triliun atau sudah 23,1% dari pagu APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 3,1% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.
&quot;Berdasarkan capaian sampai akhir Maret 2019, diperkirakan pelaksanaan APBN 2019 dapat tetap terjaga untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan defisit APBN pada 1,84% per PDB,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
