<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Launching LinkAja Ditunda, Kementerian BUMN: Kita Sempurnakan Dulu   </title><description>Semula LinkAja akan dilaunching pada 14 dan 21 April 2019, namun akhirnya bata</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046436/launching-linkaja-ditunda-kementerian-bumn-kita-sempurnakan-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046436/launching-linkaja-ditunda-kementerian-bumn-kita-sempurnakan-dulu"/><item><title>Launching LinkAja Ditunda, Kementerian BUMN: Kita Sempurnakan Dulu   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046436/launching-linkaja-ditunda-kementerian-bumn-kita-sempurnakan-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046436/launching-linkaja-ditunda-kementerian-bumn-kita-sempurnakan-dulu</guid><pubDate>Senin 22 April 2019 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/22/320/2046436/launching-linkaja-ditunda-kementerian-bumn-kita-sempurnakan-dulu-RGFmeCZvwe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: LinkAja (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/22/320/2046436/launching-linkaja-ditunda-kementerian-bumn-kita-sempurnakan-dulu-RGFmeCZvwe.jpg</image><title>Foto: LinkAja (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali batal me-launching sistem pembayaran berbasis digital, LinkAja. Semula LinkAja akan dilaunching pada 14 dan 21 April 2019, namun akhirnya batal karena beberapa kendala.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Jasa Survai dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, alasan mengapa LinkAja belum di launching karena masih ada beberapa penyempurnaan yang harus dilakukan. Misalnya belum tersediannya dompet elektroniknya.
Jika aplikasi diluncurkan maka seluruh uang ditampung dalam dompet yang ada pada aplikasi tersebut. Saat ini, Bank BNI menyambungkan antara dompet dari perbankan satu dengan lainnya.
Baca Juga: Menteri Rini: Lucu, Ada yang Larang BUMN Berutang
&quot;Kita mau migrasi dompet segala macem, dompet elektronik belum ada. Kan belum jadi dompetnya BNI sama yang lainnya kita inline-kan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/02/56598/287638_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasar Murah KAI Sosialisasikan Pembayaran Digital LinkAja&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Gatot menambahkan, aplikasi LinkAja nantniya juga bisa saja untuk menyalurkan kredit ultra mikro seperti yang selama ini dilakukan oleh perbankan. Namun hal tersebut masih sebatas wacana dan membutuhkan waktu yang lama untuk mematangkannya.
Baca Juga: Menteri Rini Sebut Kerugian BUMN Tak Seburuk Dulu
&quot;Bisa-bisa saja (menyalurkan kredit usaha mikro). Semua potensi bisa diexplore tapi belum ada niatan ke sana,&quot; katanya.
Saat ditanyai kapan aplikasi ini akan diluncurkan secara resmi, Gatot belum bisa memastikannya. Namun yang jelas menurut Gatot, apliaksi ini akan diluncurkan ketika selurunya sudah disempurnakan.
&quot;Kita sempurnakan dulu. Kapan launching-nya tunggu persiapannya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali batal me-launching sistem pembayaran berbasis digital, LinkAja. Semula LinkAja akan dilaunching pada 14 dan 21 April 2019, namun akhirnya batal karena beberapa kendala.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Jasa Survai dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, alasan mengapa LinkAja belum di launching karena masih ada beberapa penyempurnaan yang harus dilakukan. Misalnya belum tersediannya dompet elektroniknya.
Jika aplikasi diluncurkan maka seluruh uang ditampung dalam dompet yang ada pada aplikasi tersebut. Saat ini, Bank BNI menyambungkan antara dompet dari perbankan satu dengan lainnya.
Baca Juga: Menteri Rini: Lucu, Ada yang Larang BUMN Berutang
&quot;Kita mau migrasi dompet segala macem, dompet elektronik belum ada. Kan belum jadi dompetnya BNI sama yang lainnya kita inline-kan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/02/56598/287638_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasar Murah KAI Sosialisasikan Pembayaran Digital LinkAja&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Gatot menambahkan, aplikasi LinkAja nantniya juga bisa saja untuk menyalurkan kredit ultra mikro seperti yang selama ini dilakukan oleh perbankan. Namun hal tersebut masih sebatas wacana dan membutuhkan waktu yang lama untuk mematangkannya.
Baca Juga: Menteri Rini Sebut Kerugian BUMN Tak Seburuk Dulu
&quot;Bisa-bisa saja (menyalurkan kredit usaha mikro). Semua potensi bisa diexplore tapi belum ada niatan ke sana,&quot; katanya.
Saat ditanyai kapan aplikasi ini akan diluncurkan secara resmi, Gatot belum bisa memastikannya. Namun yang jelas menurut Gatot, apliaksi ini akan diluncurkan ketika selurunya sudah disempurnakan.
&quot;Kita sempurnakan dulu. Kapan launching-nya tunggu persiapannya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
