<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>949 Km Jalan Tol Beroperasi Selama 2015-2019, Berikut Daftarnya</title><description>Sepanjang 949 kilometer jalan tol sudah dioperasikan selama periode 2015-2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046616/949-km-jalan-tol-beroperasi-selama-2015-2019-berikut-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046616/949-km-jalan-tol-beroperasi-selama-2015-2019-berikut-daftarnya"/><item><title>949 Km Jalan Tol Beroperasi Selama 2015-2019, Berikut Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046616/949-km-jalan-tol-beroperasi-selama-2015-2019-berikut-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/22/320/2046616/949-km-jalan-tol-beroperasi-selama-2015-2019-berikut-daftarnya</guid><pubDate>Senin 22 April 2019 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/22/320/2046616/949-km-jalan-tol-beroperasi-selama-2015-2019-berikut-daftarnya-PdTcZjDCA9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/22/320/2046616/949-km-jalan-tol-beroperasi-selama-2015-2019-berikut-daftarnya-PdTcZjDCA9.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengoperasikan sepanjang 949 kilometer jalan tol selama periode 2015-2019. Angka ini terus bertambah seiring beberapa jalan tol yang rampung pengerjaannya dan siap dioperasikan pada tahun ini.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Ranto Parlindungan Rajagukguk mengatakan, pada 2019 ditargetkan sepanjang 1.850 km jalan tol bisa dioperasikan oleh pemerintah. Pihaknya optimis bisa mengejar target pengoperasian tersebut.
&quot;Terkait dengan jalan tol hingga saat ini totalnya kita sudah mengoperasikan 949 km jalan tol. Target kita sampai 2020 akan beroperasi 1.859 km,&quot; ujarnya dalam acara press Briefing di Kantor BPJT Komplek Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (22/4/2019).
Baca Juga: Tunggu Diresmikan Presiden, Tol Malang-Pandaan Siap Dioperasikan
Ranto menambahkan, dari panjang 949 km jalan tol sudah dioperasikan, mencakup 39 jalan tol yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera hingga Sulawesi. Adapun rinciannya adalah sepanjang 132 km yaitu, jalan tol Relokasi Porong &amp;ndash; Gempol sepanjang (3,55 km), Gempol &amp;ndash; Pandaan (12,05 km), Cikampek &amp;ndash; Palimanan (116,75 km).
Kemudian 2016 telah beroperasi sepanjang 44 km, yaitu jalan tol Surabaya &amp;ndash; Mojokerto Seksi IV (18,47 km). Lalu ada juga Pejagan &amp;ndash; Pemalang Seksi I dan 2 (20,2 km), Kertosono &amp;ndash; Mojokerto Seksi 3 (5,02 km).
Baca Juga: 5 Tol Baru Ini Dibuka saat Mudik Lebaran
Selanjutnya, pada tahun 2017 jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 156 km, yaitu jalan tol Akses Tanjung Priok (11,4 Km), Gempol &amp;ndash; Pasuruan Seksi 1 (15,7 km), Kertosono &amp;ndash; Mojokerto Seksi 2 (19,9 km), Semarang &amp;ndash; Solo Seksi 3 (17,5 Km). Kemudian ada tol Becakayu Seksi 1B &amp;ndash; 1C (8,4 km),  Surabaya &amp;ndash; Mojokerto Seksi 1B, 2, dan 3 (15,5 km), Soreang &amp;ndash; Pasir Koja (8,15 km)
Ada juga Palembang &amp;ndash; Indralaya Seksi  1 (7,4 km), Medan &amp;ndash; Binjai Seksi 2 dan 3 (10,45 km), Medan &amp;ndash; Tebing Tinggi Seksi 2 sampai 6 (42,1 km).
&quot;Tercatat 39 jalan tol yang sudah diresmikan sepanjang 2014-2019,&quot; ucapnya.
Selanjutnya pada tahun 2018 jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 450 km.  Jalan tol sepanjang itu terdiri dari Bakauheni &amp;ndash; Terbanggi Besar (13,9 km), Solo &amp;ndash; Ngawi segmen (Simpang Susun Ngawi &amp;ndash; Klitik) sepanjang 4 km, Ngawi &amp;ndash; Kertosono segmen (Klitik &amp;ndash; Wilangan) sepanjang 47,95 km.
Kemudian ada Bogor Ring Road Seksi 2B (2,65 km), Gempol &amp;ndash; Pasuruan Seksi 2 (6,6 km), Solo &amp;ndash; Ngawi Segmen Kartasura &amp;ndash; Sragen (35,22 km), Medan &amp;ndash; Kualanamu &amp;ndash; Tebing Tinggi Seksi 1 (10,75 km), Palembang &amp;ndash; Indralaya Seksi 2 &amp;amp; 3 (14,18 km), Depok &amp;ndash; Antasari Seksi 1 (5,8 km), Pejagan &amp;ndash; Pemalang Seksi 3 &amp;amp; 4 (37,3 km).Selanjutnya, jalan tol Pemalang &amp;ndash; Batang Segmen Sewaka &amp;ndash; SS Pemalang  (5,4 km), Solo &amp;ndash; Ngawi Segmen Sragen &amp;ndash; Ngawi (50,9 km), Ciawi &amp;ndash; Sukabumi  Seksi 1 (15,35 km), Pemalang &amp;ndash; Batang SS Pemalang &amp;ndash; Pasekaran sepanjang  33,8 km, Batang &amp;ndash; Semarang (Pasekaran &amp;ndash; SS Krapyak sepanjang 75 km),  Semarang &amp;ndash; Solo (Salatiga &amp;ndash; Kartasura sepanjang 32,5 km), Ngawi &amp;ndash;  Kertosono (Wilangan &amp;ndash; Kertosono sepanjang 39,1 km), Kertosono &amp;ndash;  Mojokerto (Bandar &amp;ndash; Kertosono sepanjang 0,9 km), Relokasi Porong &amp;ndash;  Gempol (6,3 km), Gempol &amp;ndash; Pasuruan (Pasuruan &amp;ndash; Grati sepanjang 12,2 km)
Sementara khusus 2019 hingga April 2019 jalan tol yang telah  beroperasi sepanjang 167,4 km ialah ruas jalan tol Bakauheni &amp;ndash; Terbanggi  Besar segmen SS Bakauheni &amp;ndash; SS Lematang dan SS Kotabaru &amp;ndash; SS Terbanggi  Besar (127 km), Medan &amp;ndash; Kualanamu &amp;ndash; Tebing Tinggi seksi 7 (9,1 km),  Pasuruan &amp;ndash; Probolinggo seksi 1-3 (31,3 km). Sebagai informasi, ruas  jalan tol Cawang - Probolinggo saat ini telah terhubung sepanjang (851  km), Merak - Probolinggo (964 km), dan Merak - Banyuwangi (1148 km).
&quot;Hingga April, ada 167,4 kilometer jalan tol yang beroperasi. Itu  misalnya Bakauheni &amp;ndash; Terbanggi Besar segmen simpang susun Bakauheni &amp;ndash;  simpang susun Lematang dan simpang susun Kotabaru &amp;ndash; SS Terbanggi Besar  (127 km),&quot; jelasnya.
Menurut Ranto, kehadiran jalan tol memberikan manfaat penting dalam  rangka meningkatkan produktivitas rakyat, serta meningkatkan daya saing  bangsa. Selain itu jalan tol juga berdampak positif terhadap peningkatan  nilai konektivitas antar wilayah, perekenomian masyarakat, kelancaran  distribusi barang dan jasa, kemudahan akses peningkatan mutu industri  dan pariwisata daerah, juga pengembangan pertanian di wilayah yang  terintegrasi oleh jalan tol tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengoperasikan sepanjang 949 kilometer jalan tol selama periode 2015-2019. Angka ini terus bertambah seiring beberapa jalan tol yang rampung pengerjaannya dan siap dioperasikan pada tahun ini.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Ranto Parlindungan Rajagukguk mengatakan, pada 2019 ditargetkan sepanjang 1.850 km jalan tol bisa dioperasikan oleh pemerintah. Pihaknya optimis bisa mengejar target pengoperasian tersebut.
&quot;Terkait dengan jalan tol hingga saat ini totalnya kita sudah mengoperasikan 949 km jalan tol. Target kita sampai 2020 akan beroperasi 1.859 km,&quot; ujarnya dalam acara press Briefing di Kantor BPJT Komplek Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (22/4/2019).
Baca Juga: Tunggu Diresmikan Presiden, Tol Malang-Pandaan Siap Dioperasikan
Ranto menambahkan, dari panjang 949 km jalan tol sudah dioperasikan, mencakup 39 jalan tol yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera hingga Sulawesi. Adapun rinciannya adalah sepanjang 132 km yaitu, jalan tol Relokasi Porong &amp;ndash; Gempol sepanjang (3,55 km), Gempol &amp;ndash; Pandaan (12,05 km), Cikampek &amp;ndash; Palimanan (116,75 km).
Kemudian 2016 telah beroperasi sepanjang 44 km, yaitu jalan tol Surabaya &amp;ndash; Mojokerto Seksi IV (18,47 km). Lalu ada juga Pejagan &amp;ndash; Pemalang Seksi I dan 2 (20,2 km), Kertosono &amp;ndash; Mojokerto Seksi 3 (5,02 km).
Baca Juga: 5 Tol Baru Ini Dibuka saat Mudik Lebaran
Selanjutnya, pada tahun 2017 jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 156 km, yaitu jalan tol Akses Tanjung Priok (11,4 Km), Gempol &amp;ndash; Pasuruan Seksi 1 (15,7 km), Kertosono &amp;ndash; Mojokerto Seksi 2 (19,9 km), Semarang &amp;ndash; Solo Seksi 3 (17,5 Km). Kemudian ada tol Becakayu Seksi 1B &amp;ndash; 1C (8,4 km),  Surabaya &amp;ndash; Mojokerto Seksi 1B, 2, dan 3 (15,5 km), Soreang &amp;ndash; Pasir Koja (8,15 km)
Ada juga Palembang &amp;ndash; Indralaya Seksi  1 (7,4 km), Medan &amp;ndash; Binjai Seksi 2 dan 3 (10,45 km), Medan &amp;ndash; Tebing Tinggi Seksi 2 sampai 6 (42,1 km).
&quot;Tercatat 39 jalan tol yang sudah diresmikan sepanjang 2014-2019,&quot; ucapnya.
Selanjutnya pada tahun 2018 jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 450 km.  Jalan tol sepanjang itu terdiri dari Bakauheni &amp;ndash; Terbanggi Besar (13,9 km), Solo &amp;ndash; Ngawi segmen (Simpang Susun Ngawi &amp;ndash; Klitik) sepanjang 4 km, Ngawi &amp;ndash; Kertosono segmen (Klitik &amp;ndash; Wilangan) sepanjang 47,95 km.
Kemudian ada Bogor Ring Road Seksi 2B (2,65 km), Gempol &amp;ndash; Pasuruan Seksi 2 (6,6 km), Solo &amp;ndash; Ngawi Segmen Kartasura &amp;ndash; Sragen (35,22 km), Medan &amp;ndash; Kualanamu &amp;ndash; Tebing Tinggi Seksi 1 (10,75 km), Palembang &amp;ndash; Indralaya Seksi 2 &amp;amp; 3 (14,18 km), Depok &amp;ndash; Antasari Seksi 1 (5,8 km), Pejagan &amp;ndash; Pemalang Seksi 3 &amp;amp; 4 (37,3 km).Selanjutnya, jalan tol Pemalang &amp;ndash; Batang Segmen Sewaka &amp;ndash; SS Pemalang  (5,4 km), Solo &amp;ndash; Ngawi Segmen Sragen &amp;ndash; Ngawi (50,9 km), Ciawi &amp;ndash; Sukabumi  Seksi 1 (15,35 km), Pemalang &amp;ndash; Batang SS Pemalang &amp;ndash; Pasekaran sepanjang  33,8 km, Batang &amp;ndash; Semarang (Pasekaran &amp;ndash; SS Krapyak sepanjang 75 km),  Semarang &amp;ndash; Solo (Salatiga &amp;ndash; Kartasura sepanjang 32,5 km), Ngawi &amp;ndash;  Kertosono (Wilangan &amp;ndash; Kertosono sepanjang 39,1 km), Kertosono &amp;ndash;  Mojokerto (Bandar &amp;ndash; Kertosono sepanjang 0,9 km), Relokasi Porong &amp;ndash;  Gempol (6,3 km), Gempol &amp;ndash; Pasuruan (Pasuruan &amp;ndash; Grati sepanjang 12,2 km)
Sementara khusus 2019 hingga April 2019 jalan tol yang telah  beroperasi sepanjang 167,4 km ialah ruas jalan tol Bakauheni &amp;ndash; Terbanggi  Besar segmen SS Bakauheni &amp;ndash; SS Lematang dan SS Kotabaru &amp;ndash; SS Terbanggi  Besar (127 km), Medan &amp;ndash; Kualanamu &amp;ndash; Tebing Tinggi seksi 7 (9,1 km),  Pasuruan &amp;ndash; Probolinggo seksi 1-3 (31,3 km). Sebagai informasi, ruas  jalan tol Cawang - Probolinggo saat ini telah terhubung sepanjang (851  km), Merak - Probolinggo (964 km), dan Merak - Banyuwangi (1148 km).
&quot;Hingga April, ada 167,4 kilometer jalan tol yang beroperasi. Itu  misalnya Bakauheni &amp;ndash; Terbanggi Besar segmen simpang susun Bakauheni &amp;ndash;  simpang susun Lematang dan simpang susun Kotabaru &amp;ndash; SS Terbanggi Besar  (127 km),&quot; jelasnya.
Menurut Ranto, kehadiran jalan tol memberikan manfaat penting dalam  rangka meningkatkan produktivitas rakyat, serta meningkatkan daya saing  bangsa. Selain itu jalan tol juga berdampak positif terhadap peningkatan  nilai konektivitas antar wilayah, perekenomian masyarakat, kelancaran  distribusi barang dan jasa, kemudahan akses peningkatan mutu industri  dan pariwisata daerah, juga pengembangan pertanian di wilayah yang  terintegrasi oleh jalan tol tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
