<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angkutan Umum Pakai Mobil Listrik Diberi Insentif</title><description>Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong penggunaan angkutan umum bertenaga listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/23/320/2046895/angkutan-umum-pakai-mobil-listrik-diberi-insentif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/23/320/2046895/angkutan-umum-pakai-mobil-listrik-diberi-insentif"/><item><title>Angkutan Umum Pakai Mobil Listrik Diberi Insentif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/23/320/2046895/angkutan-umum-pakai-mobil-listrik-diberi-insentif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/23/320/2046895/angkutan-umum-pakai-mobil-listrik-diberi-insentif</guid><pubDate>Selasa 23 April 2019 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/23/320/2046895/angkutan-umum-pakai-mobil-listrik-diberi-insentif-WZ5jem3siq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/23/320/2046895/angkutan-umum-pakai-mobil-listrik-diberi-insentif-WZ5jem3siq.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong penggunaan angkutan umum bertenaga listrik dengan memberikan sejumlah insentif dan regulasi .

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan meninjau kembali fasilitas lain pada transportasi listrik ini, sebab untuk angkutan transportasi terdapat insentif yang diberikan pemerintah.

&amp;ldquo;Saya belum tahu ya, tapi kalau tidak salah perpresnya juga ada menyangkut insentif,&amp;rdquo; kata Budi di Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mobil Listrik Tesla Meledak di China, Bagaimana dengan Blue Bird?
Budi menambahkan, penggunaan transportasi ramah lingkungan ini bisa dimanfaatkan untuk angkutan transportasi Transjakarta maupun Damri sebagai angkutan perkotaan. Terkait tarif, akan dibebankan sesuai dengan tarif normal.

Seperti diketahui, operator taksi nasional PT Blue Bird Tbk meluncurkan mobil dengan tenaga listrik sebagai tambahan armada baru untuk layanan Blue Bird dan Silver Bird. Taksi listrik ini akan mulai melayani masyarakat pada Mei 2019. Dia menambahkan dari sisi infrastruktur juga telah disediakan pihak Blue Bird.

&amp;ldquo;Sistem chargernya juga disediakan oleh pihak Blue Bird, jadi tidak ada masalah, maka masih ikut tarif normal,&amp;rdquo; tegasnya.

Pemerintah, ungkap Budi, akan berusaha mengikuti langkah positif yang dilakukan Blue Bird menerapkan taksi listrik ramah lingkungan pada angkutan transportasi lainnya.

&amp;ldquo;Saya kira ini memang inovasi yang bagus sekali. Dan akan kita contoh sebisa mungkin untuk transportasi lain seperti Bus Rapid Transit (BRT) supaya bisa menggunakan teknologi ini,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Ya, bisa kita terapkan di bus-bus perkotaan melalui BRT, Damri, maupun Transjakarta dengan tarif konvensional Rp6.500 per kilometer,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertama di RI, Taksi Blue Bird Pakai Mobil Listrik Tesla
Presiden Direktur Blue Bird Group Holding, Noni Purnomo mengatakan, pihaknya optimistis layanan taksi listrik ini akan diterima masyarakat luas sebab merupakan pionir di industri transportasi Indonesia.
&amp;ldquo;Kami optimis layanan taksi listrik ini bisa diterima masyarakat luas. Sebagai perusahaan transportasi terbesar yang beroperasi selama lebih dari 56 tahun, Blue Bird selalu melakukan inovasi dan terobosan baru,&amp;rdquo; ujarnya.

Pengoperasian taksi listrik ini akan tetap mengacu dengan tarif normal yang berlaku selama ini. Tahap awal Blue Bird akan mengoperasikan taksi listrik ini sebanyak 25 unit untuk BYD dan empat unit Tesla pada produk layanan Blue Bird dan Silver Bird.



Sementara itu, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan,  selain dukungan dalam bidang pelestarian lingkungan, pengoperasian mobil  bertenaga listrik ini juga memberikan nilai tambah terkait dengan  program ketahanan dan bauran energi nasional, program pengurangan  penggunaan dan subsidi BBM, serta program pengurangan emisi gas buang  yang dilaksanakan pemerintah.

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) menyatakan akan  menyuplai penuh pasokan listrik untuk Blue Bird, termasuk untuk 19  charging station taxi listrik atau e-taxi yang dilaunching Blue Bird  kemarin.

Sejak 2017 PLN khususnya Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya)  telah aktif menginisiasi pembentukan new life styledi kalangan  masyarakat Jakarta di antaranya dengan menjadi pionir pengguna kendaraan  listrik dan menyosialisasikan penggunaan kendaraan listrik melalui  setiap kesempatan.

&amp;ldquo;Dimulai sejak 26 Oktober 2018 PLN Disjaya bersama Blue Bird setuju  untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui  penandatanganan nota kesepahaman terkait penyediaan tenaga listrik untuk  seluruh charging stationmilik Blue Bird,&amp;rdquo; ucap Di ektur Bisnis Regional  Jawa Bagian Barat Haryanto WS di Jakarta kemarin. (Ichsan Amin)
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong penggunaan angkutan umum bertenaga listrik dengan memberikan sejumlah insentif dan regulasi .

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan meninjau kembali fasilitas lain pada transportasi listrik ini, sebab untuk angkutan transportasi terdapat insentif yang diberikan pemerintah.

&amp;ldquo;Saya belum tahu ya, tapi kalau tidak salah perpresnya juga ada menyangkut insentif,&amp;rdquo; kata Budi di Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mobil Listrik Tesla Meledak di China, Bagaimana dengan Blue Bird?
Budi menambahkan, penggunaan transportasi ramah lingkungan ini bisa dimanfaatkan untuk angkutan transportasi Transjakarta maupun Damri sebagai angkutan perkotaan. Terkait tarif, akan dibebankan sesuai dengan tarif normal.

Seperti diketahui, operator taksi nasional PT Blue Bird Tbk meluncurkan mobil dengan tenaga listrik sebagai tambahan armada baru untuk layanan Blue Bird dan Silver Bird. Taksi listrik ini akan mulai melayani masyarakat pada Mei 2019. Dia menambahkan dari sisi infrastruktur juga telah disediakan pihak Blue Bird.

&amp;ldquo;Sistem chargernya juga disediakan oleh pihak Blue Bird, jadi tidak ada masalah, maka masih ikut tarif normal,&amp;rdquo; tegasnya.

Pemerintah, ungkap Budi, akan berusaha mengikuti langkah positif yang dilakukan Blue Bird menerapkan taksi listrik ramah lingkungan pada angkutan transportasi lainnya.

&amp;ldquo;Saya kira ini memang inovasi yang bagus sekali. Dan akan kita contoh sebisa mungkin untuk transportasi lain seperti Bus Rapid Transit (BRT) supaya bisa menggunakan teknologi ini,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Ya, bisa kita terapkan di bus-bus perkotaan melalui BRT, Damri, maupun Transjakarta dengan tarif konvensional Rp6.500 per kilometer,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertama di RI, Taksi Blue Bird Pakai Mobil Listrik Tesla
Presiden Direktur Blue Bird Group Holding, Noni Purnomo mengatakan, pihaknya optimistis layanan taksi listrik ini akan diterima masyarakat luas sebab merupakan pionir di industri transportasi Indonesia.
&amp;ldquo;Kami optimis layanan taksi listrik ini bisa diterima masyarakat luas. Sebagai perusahaan transportasi terbesar yang beroperasi selama lebih dari 56 tahun, Blue Bird selalu melakukan inovasi dan terobosan baru,&amp;rdquo; ujarnya.

Pengoperasian taksi listrik ini akan tetap mengacu dengan tarif normal yang berlaku selama ini. Tahap awal Blue Bird akan mengoperasikan taksi listrik ini sebanyak 25 unit untuk BYD dan empat unit Tesla pada produk layanan Blue Bird dan Silver Bird.



Sementara itu, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan,  selain dukungan dalam bidang pelestarian lingkungan, pengoperasian mobil  bertenaga listrik ini juga memberikan nilai tambah terkait dengan  program ketahanan dan bauran energi nasional, program pengurangan  penggunaan dan subsidi BBM, serta program pengurangan emisi gas buang  yang dilaksanakan pemerintah.

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) menyatakan akan  menyuplai penuh pasokan listrik untuk Blue Bird, termasuk untuk 19  charging station taxi listrik atau e-taxi yang dilaunching Blue Bird  kemarin.

Sejak 2017 PLN khususnya Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya)  telah aktif menginisiasi pembentukan new life styledi kalangan  masyarakat Jakarta di antaranya dengan menjadi pionir pengguna kendaraan  listrik dan menyosialisasikan penggunaan kendaraan listrik melalui  setiap kesempatan.

&amp;ldquo;Dimulai sejak 26 Oktober 2018 PLN Disjaya bersama Blue Bird setuju  untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui  penandatanganan nota kesepahaman terkait penyediaan tenaga listrik untuk  seluruh charging stationmilik Blue Bird,&amp;rdquo; ucap Di ektur Bisnis Regional  Jawa Bagian Barat Haryanto WS di Jakarta kemarin. (Ichsan Amin)
</content:encoded></item></channel></rss>
