<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stagnan, Laba Bersih Jasa Marga Rp584 Miliar di Kuartal I-2019</title><description>PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meraup laba bersih sebesar Rp584,8 miliar pada kuartal I-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/278/2047308/stagnan-laba-bersih-jasa-marga-rp584-miliar-di-kuartal-i-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/278/2047308/stagnan-laba-bersih-jasa-marga-rp584-miliar-di-kuartal-i-2019"/><item><title>Stagnan, Laba Bersih Jasa Marga Rp584 Miliar di Kuartal I-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/278/2047308/stagnan-laba-bersih-jasa-marga-rp584-miliar-di-kuartal-i-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/278/2047308/stagnan-laba-bersih-jasa-marga-rp584-miliar-di-kuartal-i-2019</guid><pubDate>Rabu 24 April 2019 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Retno Tri Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/24/278/2047308/stagnan-laba-bersih-jasa-marga-rp584-miliar-di-kuartal-i-2019-FeWQbF1ita.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/24/278/2047308/stagnan-laba-bersih-jasa-marga-rp584-miliar-di-kuartal-i-2019-FeWQbF1ita.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meraup laba bersih sebesar Rp584,8 miliar pada kuartal I-2019. Laba bersih ini tidak mengalami kenaikan yang berarti alias stagnan jika dibandingkan kuartal I-2018 yang sebesar Rp583 miliar.

&quot;Pencapaian laba bersih ini tidak terlepas dari mulai beroperasinya jalan tol baru dan masifnya kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian konstruksi proyek jalan tol,&quot; Corporate Secretary Jasa Marga M Agus Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Sementara itu, Jasa Marga mencatat ebitda sebesar Rp1,81 triliun, tumbuh sebesar 14,5% atau sekitar Rp229,58 Miliar dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu. Jasa Marga pada periode ini juga mampu mencatat margin ebitda sebesar 71,8% lebih besar dari kuartal I tahun 2018 sebesar 66,30%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Bersih Jasa Marga Naik 6,5% Jadi Rp583 Miliar di Kuartal I
Dari sisi pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,52 triliun atau meningkat 5,7% dari kuartal I tahun 2018. Angka tersebut berasal dari kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp2,34 triliun atau naik 6,3% dibandingkan Kuartal I tahun 2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol dari anak perusahaan mencapai 16,11% meningkat 4,78% dibandingkan kontribusi pendapatan tol di anak perusahaan di kuartal I tahun lalu yaitu hanya sebesar 11,33%.

Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa di akhir tahun 2018.

&quot;Di sisi usaha lain, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha lain sebesar Rp179,6 miliar,&quot; katanya.

Dalam sisi pendanaan, untuk menjaga kondisi keuangan Perusahaan agar tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan Perusahaan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA).
&amp;nbsp;Baca Juga: Antisipasi Jasa Marga Atasi Macet saat Mudik Lebaran
Produk keuangan KIK DINFRA Jasa Marga ini merupakan Produk KIK DINFRA yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Seluruh capaian tersebut merupakan pembuktian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif.

Pada sisi operasional, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah &amp;ndash; Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Aceh hingga Lampung. Saat ini jalan tol tersebut dapat memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen untuk terus mengembangkan  inovasi di berbagai aspek untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan  kepada pengguna jalan tol. Salah satunya adalah dengan menggelar  simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification  (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) yang turut diikuti Menteri  Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno di Gerbang Tol (GT)  Cengkareng dan GT Kapuk pada ruas Tol Soedyatmo bulan Maret 2019 lalu.

Teknologi yang dikenal dengan nama FLO ini merupakan teknologi sistem  transaksi tol tanpa henti yang diproduksi oleh anak usaha Jasa Marga,  PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO). Sistem ini merupakan  pengembangan dari teknologi Electronic Toll Collection (ETC) menuju  sistem Multi Lane Free Flow (MLFF).

Sesuai dengan rencana pengoperasian jalan tol baru pada tahun 2019,  Jasa Marga diharapkan dapat mengoperasikan &amp;plusmn; 245 Km jalan tol baru yang  tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan serta Pulau  Sulawesi.

Untuk target pengoperasian wilayah Jabotabek dan Pulau Jawa terdiri  dari Jalan Tol Cengkareng-Kunciran (14,20 Km), Jalan Tol  Kunciran-Serpong (11,20 Km), Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 Km), Jalan  Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (36,40 Km), Jalan Tol Pandaan-Malang  (38,49 Km) serta Jalan Tol Gempol-Pandaan (1,60 Km).

Sementara itu, untuk target pengoperasian di Pulau Sumatera,  Kalimantan dan Sulawesi terdiri dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing  Tinggi Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi (Telah beroperasi Maret 2019  sepanjang (9,26 Km), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (98,89 Km) serta  tiga seksi untuk Jalan Tol Manado-Bitung: Seksi 1A Manado-Sukur (7,00  Km), Seksi 1B Sukur-Airmadidi (7,00 Km) dan Seksi 2A Airmadidi-Danowudu  (11,50 Km).
</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meraup laba bersih sebesar Rp584,8 miliar pada kuartal I-2019. Laba bersih ini tidak mengalami kenaikan yang berarti alias stagnan jika dibandingkan kuartal I-2018 yang sebesar Rp583 miliar.

&quot;Pencapaian laba bersih ini tidak terlepas dari mulai beroperasinya jalan tol baru dan masifnya kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian konstruksi proyek jalan tol,&quot; Corporate Secretary Jasa Marga M Agus Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Sementara itu, Jasa Marga mencatat ebitda sebesar Rp1,81 triliun, tumbuh sebesar 14,5% atau sekitar Rp229,58 Miliar dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu. Jasa Marga pada periode ini juga mampu mencatat margin ebitda sebesar 71,8% lebih besar dari kuartal I tahun 2018 sebesar 66,30%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Bersih Jasa Marga Naik 6,5% Jadi Rp583 Miliar di Kuartal I
Dari sisi pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,52 triliun atau meningkat 5,7% dari kuartal I tahun 2018. Angka tersebut berasal dari kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp2,34 triliun atau naik 6,3% dibandingkan Kuartal I tahun 2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol dari anak perusahaan mencapai 16,11% meningkat 4,78% dibandingkan kontribusi pendapatan tol di anak perusahaan di kuartal I tahun lalu yaitu hanya sebesar 11,33%.

Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa di akhir tahun 2018.

&quot;Di sisi usaha lain, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha lain sebesar Rp179,6 miliar,&quot; katanya.

Dalam sisi pendanaan, untuk menjaga kondisi keuangan Perusahaan agar tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan Perusahaan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA).
&amp;nbsp;Baca Juga: Antisipasi Jasa Marga Atasi Macet saat Mudik Lebaran
Produk keuangan KIK DINFRA Jasa Marga ini merupakan Produk KIK DINFRA yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Seluruh capaian tersebut merupakan pembuktian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif.

Pada sisi operasional, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah &amp;ndash; Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Aceh hingga Lampung. Saat ini jalan tol tersebut dapat memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen untuk terus mengembangkan  inovasi di berbagai aspek untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan  kepada pengguna jalan tol. Salah satunya adalah dengan menggelar  simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification  (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) yang turut diikuti Menteri  Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno di Gerbang Tol (GT)  Cengkareng dan GT Kapuk pada ruas Tol Soedyatmo bulan Maret 2019 lalu.

Teknologi yang dikenal dengan nama FLO ini merupakan teknologi sistem  transaksi tol tanpa henti yang diproduksi oleh anak usaha Jasa Marga,  PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO). Sistem ini merupakan  pengembangan dari teknologi Electronic Toll Collection (ETC) menuju  sistem Multi Lane Free Flow (MLFF).

Sesuai dengan rencana pengoperasian jalan tol baru pada tahun 2019,  Jasa Marga diharapkan dapat mengoperasikan &amp;plusmn; 245 Km jalan tol baru yang  tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan serta Pulau  Sulawesi.

Untuk target pengoperasian wilayah Jabotabek dan Pulau Jawa terdiri  dari Jalan Tol Cengkareng-Kunciran (14,20 Km), Jalan Tol  Kunciran-Serpong (11,20 Km), Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 Km), Jalan  Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (36,40 Km), Jalan Tol Pandaan-Malang  (38,49 Km) serta Jalan Tol Gempol-Pandaan (1,60 Km).

Sementara itu, untuk target pengoperasian di Pulau Sumatera,  Kalimantan dan Sulawesi terdiri dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing  Tinggi Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi (Telah beroperasi Maret 2019  sepanjang (9,26 Km), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (98,89 Km) serta  tiga seksi untuk Jalan Tol Manado-Bitung: Seksi 1A Manado-Sukur (7,00  Km), Seksi 1B Sukur-Airmadidi (7,00 Km) dan Seksi 2A Airmadidi-Danowudu  (11,50 Km).
</content:encoded></item></channel></rss>
