<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KEIN Contek Thailand Terapkan Industri 4.0 di Indonesia</title><description>Implementasi revolusi industri 4.0 harus dilakukan secara bertahap</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/320/2047608/kein-contek-thailand-terapkan-industri-4-0-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/320/2047608/kein-contek-thailand-terapkan-industri-4-0-di-indonesia"/><item><title>KEIN Contek Thailand Terapkan Industri 4.0 di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/320/2047608/kein-contek-thailand-terapkan-industri-4-0-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/24/320/2047608/kein-contek-thailand-terapkan-industri-4-0-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 24 April 2019 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/24/320/2047608/kein-contek-thailand-terapkan-industri-4-0-di-indonesia-yJlFvyh7x1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  Robot (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/24/320/2047608/kein-contek-thailand-terapkan-industri-4-0-di-indonesia-yJlFvyh7x1.jpg</image><title>Ilustrasi  Robot (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir menyatakan implementasi revolusi industri 4.0 harus dilakukan secara bertahap. Pasalnya, banyak negara yang gagal di era industri 4.0.
&quot;Revolusi undustri 4.0 itu harus ada tahapan-tahapan, contohnya di Thailand. Apabila suatu perusahaan masuk industri 4.0 harus masuk tahapan-tahapan yang diatur Undang-Undang (UU) di sana,&quot; ujarnya di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Tingkatkan PDB hingga USD150 Miliar, Ini Penjelasannya
Di menuturkan, tahapan-tahapan yang dilakukan di Thailand seperti adanya aturan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian hingga Kementerian Perdagangannya.
&quot;Sehingga produksi 4.0 itu harus mempunyai kriteria-kriteria dan kita akan menuju seperti itu,&quot; tutur dia.
Baca Juga: Menteri Jonan: Ada 4 Bidang yang Jadi Tren di Era 4.0
Dia menambahkan, Indonesia akan melakukan tahapan seperti Thailand. Misalnya, masyarakat di pedesaan diberikan pengembangan industri supaya tidak ketinggalan.
&quot;Dan industri 4.0 jangan jadi momok karena itu harus menyesuaikan kita sendiri dan Sumber Daya Manusia (SDM) kita harus terampil dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir menyatakan implementasi revolusi industri 4.0 harus dilakukan secara bertahap. Pasalnya, banyak negara yang gagal di era industri 4.0.
&quot;Revolusi undustri 4.0 itu harus ada tahapan-tahapan, contohnya di Thailand. Apabila suatu perusahaan masuk industri 4.0 harus masuk tahapan-tahapan yang diatur Undang-Undang (UU) di sana,&quot; ujarnya di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Tingkatkan PDB hingga USD150 Miliar, Ini Penjelasannya
Di menuturkan, tahapan-tahapan yang dilakukan di Thailand seperti adanya aturan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian hingga Kementerian Perdagangannya.
&quot;Sehingga produksi 4.0 itu harus mempunyai kriteria-kriteria dan kita akan menuju seperti itu,&quot; tutur dia.
Baca Juga: Menteri Jonan: Ada 4 Bidang yang Jadi Tren di Era 4.0
Dia menambahkan, Indonesia akan melakukan tahapan seperti Thailand. Misalnya, masyarakat di pedesaan diberikan pengembangan industri supaya tidak ketinggalan.
&quot;Dan industri 4.0 jangan jadi momok karena itu harus menyesuaikan kita sendiri dan Sumber Daya Manusia (SDM) kita harus terampil dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
