<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BCA Kantongi Laba Bersih Rp6,1 Triliun di Kuartal I-2019</title><description>Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp6,1 triliun atau tumbuh 10,1%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/25/278/2048017/bca-kantongi-laba-bersih-rp6-1-triliun-di-kuartal-i-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/25/278/2048017/bca-kantongi-laba-bersih-rp6-1-triliun-di-kuartal-i-2019"/><item><title>BCA Kantongi Laba Bersih Rp6,1 Triliun di Kuartal I-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/25/278/2048017/bca-kantongi-laba-bersih-rp6-1-triliun-di-kuartal-i-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/25/278/2048017/bca-kantongi-laba-bersih-rp6-1-triliun-di-kuartal-i-2019</guid><pubDate>Kamis 25 April 2019 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/25/278/2048017/bca-kantongi-laba-bersih-rp6-1-triliun-di-kuartal-i-2019-lsstxC8Kmw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/25/278/2048017/bca-kantongi-laba-bersih-rp6-1-triliun-di-kuartal-i-2019-lsstxC8Kmw.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja keuangan selama triwulan I 2019. Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp6,1 triliun atau tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,5 triliun.
Pendapatan operasional bank terdiri dari bunga bersih dan operasional lainnya tumbuh 13,7% menjadi Rp16,7 triliun pada triwulan l-2019 dibandingkan Rp14,7 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih meningkat 11,2% year on year (you) menjadi Rp12,0 triliun, sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 20,7% yoy menjadi Rp4,7 triliun pada triwulan l 2019.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan pendapatan operasional (top-line) yang positif pada kinerja keuangan triwulan I-2019, ditopang oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan fee-based income.
&quot;Kami melihat adanya peningkatan jumlah transaksi sebesar 25,8%, terutama didukung pertumbuhan transaksi mobile banking dan internet banking,&quot; ujarnya di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Baca Juga: BCA Akuisisi Bank Royal
Dia menuturkan, pada triwulan I-2019 portofolio kredit meningkat 13,2% yoy menjadi Rp532 triliun, ditopang oleh pertumbuhan kredit usaha pada segmen korporasi sebesar 15,8% yoy menjadi Rp207,8 triliun dan komersial dan UKM yang meningkat 14,7% yoy menjadi Rp184,7 triliun.
&quot;BCA mencatat laju pertumbuhan kredit investasi yang tinggi sebesar 20,3% yoy pada Maret 2019. Meskipun dihadapkan oleh tantangan tingkat suku bunga yang lebih tinggi, kredit konsumer tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp139,7 triliun,&quot; tutur dia.
Pada segmen konsumer, KPR tumbuh 11,3% yoy menjadi Rp86,5 triliun dan KKB (termasuk entitas anak) meningkat 0,4% yoy menjadi Rp48,0 triliun di triwulan l 2019.
&quot;Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit tumbuh 9,0% yoy menjadi Rpa12,9 triliun,&quot; ungkap dia.

Rasio Kredit Bermasalah BCA di Level 1,5%
Jahja mengatakan rasio kredit bermasalah atau non- performing loan (NPL) berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima pada level 1,5%.
&quot;Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat pada level yang memadai sebesar 171,4%,&quot; ujarnya.
Dia menjelaskan, dengan mempertahankan keunggulannya dalam perbankan transaksi, BCA dapat membukukan pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 7,2% year on year (yoy) menjadi Rp483,7 triliun.
&quot;Berkontribusi 76,8% terhadap total dana pihak ketiga,&quot; ungkapnya dia.
Baca Juga: BCA Bagi Dividen Rp340/Saham
Dia menuturkan, deposito naik 10,1% yoy menjadi Rp145,9 triliun. Total dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp629,6 triliun, tumbuh 7,9% yoy. &quot;Secara konsisten, kami mencermati dinamika bisnis,&quot; tutur dia.
Dia menambahkan, posisi permodalan yang kuat, kecukupan likuiditas dan kualitas kredit yang sehat merupakan faktor utama bagi pertumbuhan bisnis ke depannya.
&quot;Sejalan dengan kemajuan teknologi serta perubahan kebutuhan nasabah, BCA terus mengembangkan produk dan Iayanan dengan berfokus pada peningkatan customer experience dan kenyamanan nasabah,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja keuangan selama triwulan I 2019. Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp6,1 triliun atau tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,5 triliun.
Pendapatan operasional bank terdiri dari bunga bersih dan operasional lainnya tumbuh 13,7% menjadi Rp16,7 triliun pada triwulan l-2019 dibandingkan Rp14,7 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih meningkat 11,2% year on year (you) menjadi Rp12,0 triliun, sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 20,7% yoy menjadi Rp4,7 triliun pada triwulan l 2019.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan pendapatan operasional (top-line) yang positif pada kinerja keuangan triwulan I-2019, ditopang oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan fee-based income.
&quot;Kami melihat adanya peningkatan jumlah transaksi sebesar 25,8%, terutama didukung pertumbuhan transaksi mobile banking dan internet banking,&quot; ujarnya di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Baca Juga: BCA Akuisisi Bank Royal
Dia menuturkan, pada triwulan I-2019 portofolio kredit meningkat 13,2% yoy menjadi Rp532 triliun, ditopang oleh pertumbuhan kredit usaha pada segmen korporasi sebesar 15,8% yoy menjadi Rp207,8 triliun dan komersial dan UKM yang meningkat 14,7% yoy menjadi Rp184,7 triliun.
&quot;BCA mencatat laju pertumbuhan kredit investasi yang tinggi sebesar 20,3% yoy pada Maret 2019. Meskipun dihadapkan oleh tantangan tingkat suku bunga yang lebih tinggi, kredit konsumer tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp139,7 triliun,&quot; tutur dia.
Pada segmen konsumer, KPR tumbuh 11,3% yoy menjadi Rp86,5 triliun dan KKB (termasuk entitas anak) meningkat 0,4% yoy menjadi Rp48,0 triliun di triwulan l 2019.
&quot;Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit tumbuh 9,0% yoy menjadi Rpa12,9 triliun,&quot; ungkap dia.

Rasio Kredit Bermasalah BCA di Level 1,5%
Jahja mengatakan rasio kredit bermasalah atau non- performing loan (NPL) berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima pada level 1,5%.
&quot;Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat pada level yang memadai sebesar 171,4%,&quot; ujarnya.
Dia menjelaskan, dengan mempertahankan keunggulannya dalam perbankan transaksi, BCA dapat membukukan pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 7,2% year on year (yoy) menjadi Rp483,7 triliun.
&quot;Berkontribusi 76,8% terhadap total dana pihak ketiga,&quot; ungkapnya dia.
Baca Juga: BCA Bagi Dividen Rp340/Saham
Dia menuturkan, deposito naik 10,1% yoy menjadi Rp145,9 triliun. Total dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp629,6 triliun, tumbuh 7,9% yoy. &quot;Secara konsisten, kami mencermati dinamika bisnis,&quot; tutur dia.
Dia menambahkan, posisi permodalan yang kuat, kecukupan likuiditas dan kualitas kredit yang sehat merupakan faktor utama bagi pertumbuhan bisnis ke depannya.
&quot;Sejalan dengan kemajuan teknologi serta perubahan kebutuhan nasabah, BCA terus mengembangkan produk dan Iayanan dengan berfokus pada peningkatan customer experience dan kenyamanan nasabah,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
