<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp790,5 Triliun Selama 3 Bulan</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit mencapai Rp790,5 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/29/278/2049492/bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp790-5-triliun-selama-3-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/04/29/278/2049492/bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp790-5-triliun-selama-3-bulan"/><item><title>Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp790,5 Triliun Selama 3 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/04/29/278/2049492/bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp790-5-triliun-selama-3-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/04/29/278/2049492/bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp790-5-triliun-selama-3-bulan</guid><pubDate>Senin 29 April 2019 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/29/278/2049492/bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp790-5-triliun-selama-3-bulan-Vw8ELoA1jD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/29/278/2049492/bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp790-5-triliun-selama-3-bulan-Vw8ELoA1jD.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit mencapai Rp790,5 triliun pada kuartal I 2019 atau tumbuh 12,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran pada kredit produktif tercatat Rp522,6 triliun atau sebesar 76,3% dari portofolio kredit bank only. Di mana kredit modal kerja (bank only) sebesar Rp295,8 triliun atau tumbuh 7,0% (year on year/yoy) dan kredit investasi  mencapai Rp226,7 triliun atau naik 13,6% yoy.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menjelaskan, laju ekspansi perseroan itu ditopang oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit mikro dan consumer.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp7,2 Triliun pada Kuartal I-2019
Pada akhir Maret 2019, pembiayaan segmen corporate mencapai Rp301,9 triliun atau tumbuh 17,9% yoy. Lalu segmen micro banking tumbuh 24,4% yoy menjadi Rp106,5 triliun dan kredit consumer tumbuh 9,2% yoy menjadi Rp87,2 triliun.

Pada kuartal I 2019, Mandiri menyalurkan kredit untuk infrastruktur sebesar Rp177,8 triliun. Kredit itu diberikan pada 7 sektor utama yakni transportasi sebesar Rp38,9 triliun, tenaga listrik sebesar Rp35,6 triliun, migas &amp;amp; energi terbarukan sebesar Rp27,4 triliun, konstruksi sebesar Rp20,5 triliun, jalan tol sebesar Rp17,7 triliun, telematika sebesar Rp16,8 triliun, perumahan rakyat &amp;amp; fasilitas kota sebesar Rp9,6 triliun.

&quot;Sedangkan untuk infrastruktur lainnya sebesar Rp11,3 triliun,&quot; imbuhnya di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Januari-Maret 2019 mencapai Rp5,17 triliun atau sekitar 20% dari target tahun 2019. Adapun 51% dari nilai tersebut atau Rp2,64 triliun disalurkan pada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

&quot;Sejak pertama kali disalurkan hingga Maret 2019, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp71,1 triliun kepada lebih dari 1,32 juta debitur di seluruh Indonesia,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Skenario Bank Mandiri Akuisisi Bank Permata
Seiring pertumbuhan kredit, Mandiri mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) menjadi 2,68% dari posisi pada kuartal I 2018 sebesar 3,32%. Hal ini memangkas alokasi biaya pencadangan perseroan menjadi Rp2,8 triliun dari Rp3,8 triliun atau berhasil turun sebesar 28,1% yoy.

Meski demikian, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri hanya sebesar 3,9% yoy atau sebesar 516,5 triliun, yang berasal dari dana murah (CASA). Pertumbuhan ini bertumpu pada kenaikan tabungan sebesar Rp20,4 triliun menjadi Rp331,3 triliun dan giro  sebesar Rp185,1 triliun.</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit mencapai Rp790,5 triliun pada kuartal I 2019 atau tumbuh 12,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran pada kredit produktif tercatat Rp522,6 triliun atau sebesar 76,3% dari portofolio kredit bank only. Di mana kredit modal kerja (bank only) sebesar Rp295,8 triliun atau tumbuh 7,0% (year on year/yoy) dan kredit investasi  mencapai Rp226,7 triliun atau naik 13,6% yoy.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menjelaskan, laju ekspansi perseroan itu ditopang oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit mikro dan consumer.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp7,2 Triliun pada Kuartal I-2019
Pada akhir Maret 2019, pembiayaan segmen corporate mencapai Rp301,9 triliun atau tumbuh 17,9% yoy. Lalu segmen micro banking tumbuh 24,4% yoy menjadi Rp106,5 triliun dan kredit consumer tumbuh 9,2% yoy menjadi Rp87,2 triliun.

Pada kuartal I 2019, Mandiri menyalurkan kredit untuk infrastruktur sebesar Rp177,8 triliun. Kredit itu diberikan pada 7 sektor utama yakni transportasi sebesar Rp38,9 triliun, tenaga listrik sebesar Rp35,6 triliun, migas &amp;amp; energi terbarukan sebesar Rp27,4 triliun, konstruksi sebesar Rp20,5 triliun, jalan tol sebesar Rp17,7 triliun, telematika sebesar Rp16,8 triliun, perumahan rakyat &amp;amp; fasilitas kota sebesar Rp9,6 triliun.

&quot;Sedangkan untuk infrastruktur lainnya sebesar Rp11,3 triliun,&quot; imbuhnya di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Januari-Maret 2019 mencapai Rp5,17 triliun atau sekitar 20% dari target tahun 2019. Adapun 51% dari nilai tersebut atau Rp2,64 triliun disalurkan pada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

&quot;Sejak pertama kali disalurkan hingga Maret 2019, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp71,1 triliun kepada lebih dari 1,32 juta debitur di seluruh Indonesia,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Skenario Bank Mandiri Akuisisi Bank Permata
Seiring pertumbuhan kredit, Mandiri mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) menjadi 2,68% dari posisi pada kuartal I 2018 sebesar 3,32%. Hal ini memangkas alokasi biaya pencadangan perseroan menjadi Rp2,8 triliun dari Rp3,8 triliun atau berhasil turun sebesar 28,1% yoy.

Meski demikian, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri hanya sebesar 3,9% yoy atau sebesar 516,5 triliun, yang berasal dari dana murah (CASA). Pertumbuhan ini bertumpu pada kenaikan tabungan sebesar Rp20,4 triliun menjadi Rp331,3 triliun dan giro  sebesar Rp185,1 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
