<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UEA Bangun Panel Surya Terbesar di Gurun Pasir</title><description>Dengan anugerah banyak sinar matahari di Timur Tengah, upaya konstruksi monumen sedang dibangun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/02/320/2050478/uea-bangun-panel-surya-terbesar-di-gurun-pasir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/02/320/2050478/uea-bangun-panel-surya-terbesar-di-gurun-pasir"/><item><title>UEA Bangun Panel Surya Terbesar di Gurun Pasir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/02/320/2050478/uea-bangun-panel-surya-terbesar-di-gurun-pasir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/02/320/2050478/uea-bangun-panel-surya-terbesar-di-gurun-pasir</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2019 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/02/320/2050478/uea-bangun-panel-surya-terbesar-di-gurun-pasir-KKqXtBDorw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/02/320/2050478/uea-bangun-panel-surya-terbesar-di-gurun-pasir-KKqXtBDorw.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Antara)</title></images><description>DUBAI - Dengan anugerah banyak sinar matahari di Timur Tengah, upaya konstruksi monumen sedang dibangun. Berlokasi di gurun pasir Dubai, Taman Panel Surya Mohammed bin Rashid Al Maktoum dibangun untuk menjadi ikon baru Uni Emirat Arab (UEA).
Taman panel surya itu sesuai dengan nama penguasa Dubai dan wakil presiden UEA dan perdana menteri UEA. Itu akan melampaui rekor baru sebagai ladang panel surya terbesar di dunia. Saat ini masuk tahun kedelapan pembangunan taman panel surya tersebut.
Citra satelit menunjukkan skala yang sangat besar di mana panel surya terbentang dari timur ke barat yang dikelilingi pembangkit listrik. Jika selesai dibangun, Dubai Energy and Water Authority (DEWA) mengungkapkan investasi senilai USD13,6 miliar bisa memasok energi untuk 1,3 juta rumah dan mengurangi emisi karbon sebanyak 6,5 ton per tahun.
Baca Juga: Hemat Listrik, Rumah Para Menteri Akan Dipasang Panel Surya
 
Ladang panel surya itu dimulai diumumkan ke publik pada 2012 dan akan selesai proyek pembangunannya pada 2030. Taman panel surya 5.000 megawatt akan selesai tiga kali lebih lama dibandingkan Burj Khalifa. Fase pertama dan kedua sudah selesai dengan 2,3 panel surya dengan kapasitas 213 megawatt.
Fase tiga yang masih dalam proyek konstruksi memasang 3 juta panel surya dan 800 megawatt akan selesai pada 2020. Menurut Direktur Pelaksana DEWA Saeed Al-Tayer, proyek tersebut menandai batu loncatan untuk pentingnya energi bersih dan terbarukan.
Itu juga akan mempromosikan penggunaan energi yang seimbang untuk pembangunan dan lingkungan. &amp;ldquo;Taman surya itu akan menghasilkan 5.000 megawatt pada 2030. Itu akan memasok listrik ke wilayah seluas 44 km persegi dan memecahkan rekor dunia,&amp;rdquo; ujar Al-Tayer.
Setelah bertahun-tahun proses pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, proyek itu kini memasuk tahap keempat. Itu mungkin menjadi tahapan yang paling ambisius.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/07/21/40139/217498_medium.jpg&quot; alt=&quot;Berkapasitas 5 MWp, PLTS Kupang Diklaim Pembangkit Listrik Terbesar di Indonesia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Setelah proyek dimulai pada Maret 2018, DEWA mengklaim program itu memiliki menara pembangkit listrik tenaga surya (CSP) terbesar di dunia. Program itu menggunakan cermin yang disebut dengan heliostats untuk fokus pada menara tertinggi untuk bisa menang kap panas.
Nantinya, panas itu akan digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. &amp;ldquo;Secara khusus, CSP lebih efisien karena lebih tinggi di bandingkan photovoltaics,&amp;rdquo; ungkap Christos Markides, profesor energi ramah lingkungan di Imperial College London, kepada CNN .
CSP menyimpan energi lebih panas dibandingkan baterai. &amp;ldquo;Penyimpanan energi panas itu 10 kali lebih murah dibandingkan penyimpanan energi listrik,&amp;rdquo; ujarnya. Dia menambahkan, itulah keuntungan utama teknologi CSP.Secara umum, CSP mampu menghasilkan listrik tanpa matahari dan bisa  bekerja pada malam hari. Menara Dubai itu mampu menyimpan panas selama  15 jam dan menyediakan pasokan listrik selama 24 jam.
CSP memiliki tinggi mencapai 260 meter dan dikelilingi oleh 70.000  heliostat. Menara CSP dengan kekuatan 100 megawatt ditambah dengan  parabola dan photovoltaics akan menyuplai 850 megawatt. Nantinya, tahap  kelima 900 megawatt photovoltaics akan resmi beroperasi pada 2021.
Awal April lalu, melansir Arabian Business , proyek pembangunan  Menara CSP sudah dimulai. Itu akan menjadi simbol transformasi Dubai  menjadi pusat energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Menurut CEO DEWA Saeed Mohammed Al-Tayer, CSP itu akan menjadi  penghasil lis trik independen dan menjadi CSP terbesar di dunia. Proyek  konstruksi CSP itu dilakukan oleh Noor Ener gy 1, sebuah konsorsium dan  kemitraan antara DEWA, ACWA Po-wer dari Saudi, dan Silk Road Fund dari  China.
Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya SMA Pertama di Indonesia Diresmikan
 
Menurut Abdul Hamid Al Mu haidib, Direktur Pelaksana Noor Energy 1,  proyek pembangunan CSP akan sesuai dengan rencana. Nantinya, jika  kapasitas lis trik yang dihasilkan mencapai 1.963 megawatt dari fase  pertama hingga keempat, maka taman panel surya Mohammed bin Rashid Al  Maktoum Solar Park menempati posisi terbesar di dunia.
&amp;ldquo;CSP itu merupakan menara surya tertinggi di dunia. Itu memiliki  kapasitas penyimpan panas terbesar,&amp;rdquo;kata Al-Tayer. The Ladakh Solar Farm  di India akan menghasilkan 3.000 megawatt saat beroperasi pada 2023  ketika World Economic Forum dilaksanakan.
Saat ini, Taman Panel Surya Tengger di Ningxia, China, menghasilkan  1.547 megawatt dan terbesar di dunia saat ini. &amp;ldquo;Debu masih menjadi  tantangan signifikan,&amp;rdquo; demikian keterangan DEWA.
&amp;ldquo;Akumulasi debu pada panel surya bisa menghasilkan listrik,&amp;rdquo; imbuh  mereka. DEWA sedang menyiapkan sistem pembersih robot untuk membersihkan  pembangkit listrik dalam waktu singkat. Faktor lain yang menjadi  tantangan adalah temperatur yang ekstrem, pada malam hari sangat dingin,  sedangkan pada siang hari sangatlah panas.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/02/03/47018/240887_medium.jpg&quot; alt=&quot;PLTS Jakabaring Sport City Kapasitas 2 Megawatt Siap Sukseskan Asian Games 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Degradasi suhu juga berlangsung sangat ekstrem. Temperatur pada musim  panas bisa mencapai 40 derajat Celsius, dan belasan derajat Celsius  pada malam hari. Proyek tersebut merupakan upaya UEA akan mengembangkan  energi campuran antara energi ramah lingkungan, nuklir, dan energi  terbarukan.
Energi UEA akan fokus menyeimbangkan tujuan ekonomi dan lingkungan.  Mengefisienkan penggunaan energi oleh individu dan organisasi hingga  40%. Dubai sebagai garda depan pembangunan di UEA akan menjadi pelopor  dalam pengembangan energi ramah lingkungan.
Dubai akan menjanjikan tujuan dan kerangka energi bersih hingga 2050.  Dubai menyiapkan infrastruktur, hukum, pendanaan, dan pembangunan  kapasitas untuk mewujudkan energi bersih.Saudi Akan Tiru Dubai
Terinspirasi Mohammed bin Rashid Al Maktoum Solar Park di Dubai, Arab   Saudi tertarik megembangkan program tersebut di negaranya karena   dinilai lebih efisien untuk menghasilkan energi listrik.
CSP yang menjadi program utama akan menjadi sumber energi terbarukan   yang bisa menyimpan panas dan memenuhi permintaan listrik yang  meningkat  pada malam hari. Proyek di Dubai akan dikembangkan di kota  industri  Waad Al- Shamal dengan pro gram awal proyek CSP dengan  kekuatan 50  megawatt.
&amp;ldquo;Saudi memantau proyek terbaru di Dubai, termasuk dalam tarif dan   skala,&amp;rdquo; kata Abdulhameed Al-Muhaidib, Direktur Manajemen Aset ACWA Power   Arab Saudi dan Direktur Pelaksanaan Noor Energy 1.
ACWA Power bekerja sebagai pengembang utama untuk proyek CSP di   Saudi. &amp;ldquo;Saya yakin fase selanjutnya adalah Saudi akan menjadi komponen   CSP yang penting,&amp;rdquo; tutur Al-Muhaidib dilansir Arab News.
Dia mengungkapkan, Saudi akan mengembangkan program CSP sebesar 2.700   megawatt, tapi detail proyek tersebut belum diumumkan. &amp;ldquo;Akan ada bayak   rencana mengenai hal itu. Kita akan bekerja mengembankannya,&amp;rdquo; jelas  nya.
Kenapa mengembangkan CSP? Al-Muhaidib mengungkapkan, program itu   relatif lebih sederhana karena tarif listriknya lebih murah dibandingkan   energi konvensional biasa.
Dalam pandangan Chairman ACWA Power, Mohammed bin Abdullah Abunayyan,   pengembangan energi listrik terbarukan menjadi tanggung jawab besar.   &amp;ldquo;Itu juga memiliki tantangan positif dan kita akan menjalankan tugas   tersebut,&amp;rdquo; katanya.
Dia mengungkapkan, proyek tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa   bulan ke depan. Pihaknya juga menjamin proyek tersebut akan dilaksanakan   dengan standar tertinggi dengan memperhatikan faktor lingkungan.
Dengan kerja sama bersama UEA, menurut Abunayyan, kedua negara   memiliki investasi besar. &amp;ldquo;Itu akan menjadi proyek penting di dunia,&amp;rdquo;   paparnya. Dia menambahkan, investasi di bidang teknologi merupakan hal   yang sangat krusial.
Dr Robert Ichord, peneliti senior Atlantic Council Global Energy   Center, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pemakaian listrik di Saudi   meningkat 8-10% setiap tahun. &amp;ldquo;Permintaan energi listrik akan meningkat   dua kali lipat pada 2030,&amp;rdquo; jelasnya.
(Andika Hendra M)</description><content:encoded>DUBAI - Dengan anugerah banyak sinar matahari di Timur Tengah, upaya konstruksi monumen sedang dibangun. Berlokasi di gurun pasir Dubai, Taman Panel Surya Mohammed bin Rashid Al Maktoum dibangun untuk menjadi ikon baru Uni Emirat Arab (UEA).
Taman panel surya itu sesuai dengan nama penguasa Dubai dan wakil presiden UEA dan perdana menteri UEA. Itu akan melampaui rekor baru sebagai ladang panel surya terbesar di dunia. Saat ini masuk tahun kedelapan pembangunan taman panel surya tersebut.
Citra satelit menunjukkan skala yang sangat besar di mana panel surya terbentang dari timur ke barat yang dikelilingi pembangkit listrik. Jika selesai dibangun, Dubai Energy and Water Authority (DEWA) mengungkapkan investasi senilai USD13,6 miliar bisa memasok energi untuk 1,3 juta rumah dan mengurangi emisi karbon sebanyak 6,5 ton per tahun.
Baca Juga: Hemat Listrik, Rumah Para Menteri Akan Dipasang Panel Surya
 
Ladang panel surya itu dimulai diumumkan ke publik pada 2012 dan akan selesai proyek pembangunannya pada 2030. Taman panel surya 5.000 megawatt akan selesai tiga kali lebih lama dibandingkan Burj Khalifa. Fase pertama dan kedua sudah selesai dengan 2,3 panel surya dengan kapasitas 213 megawatt.
Fase tiga yang masih dalam proyek konstruksi memasang 3 juta panel surya dan 800 megawatt akan selesai pada 2020. Menurut Direktur Pelaksana DEWA Saeed Al-Tayer, proyek tersebut menandai batu loncatan untuk pentingnya energi bersih dan terbarukan.
Itu juga akan mempromosikan penggunaan energi yang seimbang untuk pembangunan dan lingkungan. &amp;ldquo;Taman surya itu akan menghasilkan 5.000 megawatt pada 2030. Itu akan memasok listrik ke wilayah seluas 44 km persegi dan memecahkan rekor dunia,&amp;rdquo; ujar Al-Tayer.
Setelah bertahun-tahun proses pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, proyek itu kini memasuk tahap keempat. Itu mungkin menjadi tahapan yang paling ambisius.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/07/21/40139/217498_medium.jpg&quot; alt=&quot;Berkapasitas 5 MWp, PLTS Kupang Diklaim Pembangkit Listrik Terbesar di Indonesia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Setelah proyek dimulai pada Maret 2018, DEWA mengklaim program itu memiliki menara pembangkit listrik tenaga surya (CSP) terbesar di dunia. Program itu menggunakan cermin yang disebut dengan heliostats untuk fokus pada menara tertinggi untuk bisa menang kap panas.
Nantinya, panas itu akan digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. &amp;ldquo;Secara khusus, CSP lebih efisien karena lebih tinggi di bandingkan photovoltaics,&amp;rdquo; ungkap Christos Markides, profesor energi ramah lingkungan di Imperial College London, kepada CNN .
CSP menyimpan energi lebih panas dibandingkan baterai. &amp;ldquo;Penyimpanan energi panas itu 10 kali lebih murah dibandingkan penyimpanan energi listrik,&amp;rdquo; ujarnya. Dia menambahkan, itulah keuntungan utama teknologi CSP.Secara umum, CSP mampu menghasilkan listrik tanpa matahari dan bisa  bekerja pada malam hari. Menara Dubai itu mampu menyimpan panas selama  15 jam dan menyediakan pasokan listrik selama 24 jam.
CSP memiliki tinggi mencapai 260 meter dan dikelilingi oleh 70.000  heliostat. Menara CSP dengan kekuatan 100 megawatt ditambah dengan  parabola dan photovoltaics akan menyuplai 850 megawatt. Nantinya, tahap  kelima 900 megawatt photovoltaics akan resmi beroperasi pada 2021.
Awal April lalu, melansir Arabian Business , proyek pembangunan  Menara CSP sudah dimulai. Itu akan menjadi simbol transformasi Dubai  menjadi pusat energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Menurut CEO DEWA Saeed Mohammed Al-Tayer, CSP itu akan menjadi  penghasil lis trik independen dan menjadi CSP terbesar di dunia. Proyek  konstruksi CSP itu dilakukan oleh Noor Ener gy 1, sebuah konsorsium dan  kemitraan antara DEWA, ACWA Po-wer dari Saudi, dan Silk Road Fund dari  China.
Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya SMA Pertama di Indonesia Diresmikan
 
Menurut Abdul Hamid Al Mu haidib, Direktur Pelaksana Noor Energy 1,  proyek pembangunan CSP akan sesuai dengan rencana. Nantinya, jika  kapasitas lis trik yang dihasilkan mencapai 1.963 megawatt dari fase  pertama hingga keempat, maka taman panel surya Mohammed bin Rashid Al  Maktoum Solar Park menempati posisi terbesar di dunia.
&amp;ldquo;CSP itu merupakan menara surya tertinggi di dunia. Itu memiliki  kapasitas penyimpan panas terbesar,&amp;rdquo;kata Al-Tayer. The Ladakh Solar Farm  di India akan menghasilkan 3.000 megawatt saat beroperasi pada 2023  ketika World Economic Forum dilaksanakan.
Saat ini, Taman Panel Surya Tengger di Ningxia, China, menghasilkan  1.547 megawatt dan terbesar di dunia saat ini. &amp;ldquo;Debu masih menjadi  tantangan signifikan,&amp;rdquo; demikian keterangan DEWA.
&amp;ldquo;Akumulasi debu pada panel surya bisa menghasilkan listrik,&amp;rdquo; imbuh  mereka. DEWA sedang menyiapkan sistem pembersih robot untuk membersihkan  pembangkit listrik dalam waktu singkat. Faktor lain yang menjadi  tantangan adalah temperatur yang ekstrem, pada malam hari sangat dingin,  sedangkan pada siang hari sangatlah panas.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/02/03/47018/240887_medium.jpg&quot; alt=&quot;PLTS Jakabaring Sport City Kapasitas 2 Megawatt Siap Sukseskan Asian Games 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Degradasi suhu juga berlangsung sangat ekstrem. Temperatur pada musim  panas bisa mencapai 40 derajat Celsius, dan belasan derajat Celsius  pada malam hari. Proyek tersebut merupakan upaya UEA akan mengembangkan  energi campuran antara energi ramah lingkungan, nuklir, dan energi  terbarukan.
Energi UEA akan fokus menyeimbangkan tujuan ekonomi dan lingkungan.  Mengefisienkan penggunaan energi oleh individu dan organisasi hingga  40%. Dubai sebagai garda depan pembangunan di UEA akan menjadi pelopor  dalam pengembangan energi ramah lingkungan.
Dubai akan menjanjikan tujuan dan kerangka energi bersih hingga 2050.  Dubai menyiapkan infrastruktur, hukum, pendanaan, dan pembangunan  kapasitas untuk mewujudkan energi bersih.Saudi Akan Tiru Dubai
Terinspirasi Mohammed bin Rashid Al Maktoum Solar Park di Dubai, Arab   Saudi tertarik megembangkan program tersebut di negaranya karena   dinilai lebih efisien untuk menghasilkan energi listrik.
CSP yang menjadi program utama akan menjadi sumber energi terbarukan   yang bisa menyimpan panas dan memenuhi permintaan listrik yang  meningkat  pada malam hari. Proyek di Dubai akan dikembangkan di kota  industri  Waad Al- Shamal dengan pro gram awal proyek CSP dengan  kekuatan 50  megawatt.
&amp;ldquo;Saudi memantau proyek terbaru di Dubai, termasuk dalam tarif dan   skala,&amp;rdquo; kata Abdulhameed Al-Muhaidib, Direktur Manajemen Aset ACWA Power   Arab Saudi dan Direktur Pelaksanaan Noor Energy 1.
ACWA Power bekerja sebagai pengembang utama untuk proyek CSP di   Saudi. &amp;ldquo;Saya yakin fase selanjutnya adalah Saudi akan menjadi komponen   CSP yang penting,&amp;rdquo; tutur Al-Muhaidib dilansir Arab News.
Dia mengungkapkan, Saudi akan mengembangkan program CSP sebesar 2.700   megawatt, tapi detail proyek tersebut belum diumumkan. &amp;ldquo;Akan ada bayak   rencana mengenai hal itu. Kita akan bekerja mengembankannya,&amp;rdquo; jelas  nya.
Kenapa mengembangkan CSP? Al-Muhaidib mengungkapkan, program itu   relatif lebih sederhana karena tarif listriknya lebih murah dibandingkan   energi konvensional biasa.
Dalam pandangan Chairman ACWA Power, Mohammed bin Abdullah Abunayyan,   pengembangan energi listrik terbarukan menjadi tanggung jawab besar.   &amp;ldquo;Itu juga memiliki tantangan positif dan kita akan menjalankan tugas   tersebut,&amp;rdquo; katanya.
Dia mengungkapkan, proyek tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa   bulan ke depan. Pihaknya juga menjamin proyek tersebut akan dilaksanakan   dengan standar tertinggi dengan memperhatikan faktor lingkungan.
Dengan kerja sama bersama UEA, menurut Abunayyan, kedua negara   memiliki investasi besar. &amp;ldquo;Itu akan menjadi proyek penting di dunia,&amp;rdquo;   paparnya. Dia menambahkan, investasi di bidang teknologi merupakan hal   yang sangat krusial.
Dr Robert Ichord, peneliti senior Atlantic Council Global Energy   Center, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pemakaian listrik di Saudi   meningkat 8-10% setiap tahun. &amp;ldquo;Permintaan energi listrik akan meningkat   dua kali lipat pada 2030,&amp;rdquo; jelasnya.
(Andika Hendra M)</content:encoded></item></channel></rss>
