<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Kelola Uang Ala Baby Boomers</title><description>Generasi baby boomers tergolong gemar menabung. Mereka juga banyak menggunakan penghasilannya untuk membeli tanah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/05/320/2051768/cara-kelola-uang-ala-baby-boomers</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/05/320/2051768/cara-kelola-uang-ala-baby-boomers"/><item><title>Cara Kelola Uang Ala Baby Boomers</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/05/320/2051768/cara-kelola-uang-ala-baby-boomers</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/05/320/2051768/cara-kelola-uang-ala-baby-boomers</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2019 21:16 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/05/320/2051768/cara-kelola-uang-ala-baby-boomers-yUYwvMOPIB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/05/320/2051768/cara-kelola-uang-ala-baby-boomers-yUYwvMOPIB.jpeg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Mengelola keuangan adalah hal penting yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap orang. Mereka yang tergolong generasi baby boomers rupanya terbilang bijak dalam hal itu.
Seperti apa cara baby boomers mengelola keuangan?
Menurut teori Graeme Codrington &amp;amp; Sue Grant-Marshall, terdapat setidaknya 6 kelompok generasi selama kurun waktu 100 tahun terakhir. Pertama adalah generasi tradisionalis yang terlahir pada tahun 1922 &amp;ndash; 1945. Selanjutnya baby boomers yang terlahir pada tahun 1946 &amp;ndash; 1964.
Lalu ada generasi X yang terlahir pada tahun 1965 &amp;ndash; 1980 dan milenial yang terlahir pada tahun 1981 &amp;ndash; 1994. Yang termuda adalah generasi Z (1995-2010) serta Alpha (terlahir setelah tahun 2010).
Baca Juga: Mau Liburan ke Thailand Tapi Gaji UMR? Bisa Kok, Ini Caranya
Generasi yang sering jadi bahan perbincangan adalah milenial. Generasi yang satu ini dikenal lebih mementingkan gaya hidup seperti travelling dan menunda memiliki rumah. Nah, milenial atau generasi lainnya bisa belajar dari generasi baby boomers dalam hal mengelola keuangan.
Mengapa Dinamakan Baby Boomers?
Melansir dari CekAja, Minggu (5/5/2019), seperti telah disebutkan, generasi baby boomers adalah kelompok orang yang lahir pada tahun 1946 &amp;ndash; 1964. Mereka muncul tatkala tingkat kelahiran di seluruh dunia mengalami peningkatan, yaitu setelah Perang Dunia II berakhir. Di Amerika Serikat saja, ada hampir 77 juta bayi dilahirkan.
Pada tahun 1964, baru diperkenalkan pil pengontrol kehamilan yang kemudian populer di dunia. Hal inilah yang menghentikan fenomena &amp;lsquo;ledakan bayi&amp;rsquo;.
Baca Juga: Baru Kerja Mau Beli Motor? Ini Tipsnya
Sejarawan berpendapat, fenomena &amp;lsquo;ledakan bayi&amp;rsquo; terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu banyak orang yang tertunda keinginannya memulai keluarga selama Perang Dunia II. Setelah perang usai, barulah banyak orang mewujudkan keinginan yang tertunda tersebut.
Faktor lain yaitu dorongan untuk menikah di usia yang lebih muda. Selain itu, ada rasa percaya diri bahwa era selanjutnya akan aman dan sejahtera. Memang, pada akhir tahun  1940-an dan 1950-an, terjadi peningkatan upah, perkembangan bisnis hingga peningkatan variasi dan kuantitas produk. Hal tersebut meningkatkan standar hidup di seluruh dunia.
Karakteristik Generasi Baby Boomers
Masa-masa ketika baby boomers lahir adalah masa-masa setelah perang berlalu. Kala itu, adalah saat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menata ulang kehidupan. Karenanya, baby boomers punya karakter mandiri.
Dalam bekerja, generasi baby boomers sering disebut sebagai workaholic yang memegang teguh dedikasi dan loyalitas. Mereka adalah sosok pekerja keras, yang berjuang demi kesejahteraan keluarganya, terutama anak-anak mereka. Mereka tidak mau anak-anaknya merasa kesusahan.
Generasi baby boomers biasanya merupakan sosok pensiunan yang punya banyak uang. Alhasil, daya beli mereka tergolong tinggi. Jadi, meski mereka kurang akrab dengan teknologi digital, jangan sepelekan mereka ya!
Bagaimana Generasi Baby Boomers Mengelola Uang?
Generasi baby boomers terbilang generasi yang pandai mengendalikan  keuangan mereka. Mereka siap menanggung pengeluaran tak terduga tanpa  harus mengandalkan utang.  Inilah pemaparan selengkapnya:
&amp;bull;	Gemar menabung
Generasi baby boomers tergolong gemar menabung. Mereka juga banyak  menggunakan penghasilannya untuk membeli tanah, rumah, hingga kendaraan.  Mereka memikirkan nasib keturunannya kelak, karena tak ingin  keluarganya terutama anak-anaknya merasa kesusahan. Ya, generasi baby  boomers sudah mempersiapkan warisan untuk keturunannya.
Bagaimana denganmu? Ke mana saja penghasilanmu selama ini? Jika kamu  merasa gajimu selalu tak berbekas, saatnya untuk membenahi keuangan.  Mulailah menabung dan berinvestasi untuk masa depanmu.
Sebuah studi dari Society of Actuaries baru-baru ini memperlihatkan  bagaimana setiap generasi menangani keuangan dan rencana pensiun. Studi  itu mengungkapkan beberapa perbedaan utama antara baby boomers, generasi  X, dan milenial.
Studi memperlihatkan setengah dari milenial dan dua perlima Generasi X  hanya memiliki perencanaan untuk dua hingga tiga bulan ke depan.  Sebaliknya, hampir seperempat dari baby boomers punya rencana dengan  sisa hidup mereka. Pendekatan jangka panjang ini membuat mereka  lebih  cenderung memprioritaskan tabungan dan perencanaan pensiun.
Kalau kamu belum berpikir untuk jangka panjang, saatnya memulai. Buka  rekening pensiun, kemudian sisihkan 10 persen hingga 15 persen gaji  untuk tabungan pensiun. Jika tidak mampu mengumpulkan sebanyak itu, cari  cara untuk mengurangi pengeluaran sehingga tetap bisa menabung.
&amp;bull;	Terhindar dari utang
Studi dari Society of Actuaries juga menunjukkan, hampir sepertiga  dari baby boomers tidak memiliki utang. Hal tersebut membuat mereka  lebih mudah menabung untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka.
Kamu mungkin masih merasa sulit menghindari utang, tetapi kamu dapat  meminimalkan jumlahnya. Saat sedang benar-benar membutuhkan pinjaman,   kamu bisa membandingkan beberapa pemberi pinjaman berbeda untuk mencari  tahu penawaran terbaik. Misalnya, kamu bisa cari pemberi pinjaman yang  menawarkan bunga terendah.
&amp;bull;	Memiliki dana darurat
Studi dari Society of Actuaries juga memperlihatkan generasi baby  boomers terbilang siap untuk menghadapi kondisi tak terduga karena sudah  punya dana darurat. Memang, idealnya setiap orang harus punya dana  daurat untuk menutupi setidaknya tiga hingga enam bulan biaya hidup.
Jika kamu belum punya dana darurat, mulailah mengumpulkannya.  Jumlahkan pengeluaranmu dalam sebulan kemudian kalikan tiga hingga enam.  Setelah itu, putuskan berapa banyak uang yang harus kamu kumpulkan  setiap bulan untuk mencapai jumlah tersebut.
&amp;bull;	Punya penasihat keuangan
Studi dari Society of Actuaries juga menemukan, sebanyak 25 persen  generasi baby boomers berkonsultasi dengan penasihat keuangan. Dan,  hanya 19 persen dari generasi X dan 10 persen dari generasi milenial  yang melakukannya.
Penasihat keuangan yang baik layak dimiliki jika kamu tidak terampil  mengelola keuangan sendiri. Penasihat keuangan dapat membuat saran-saran  termasuk memilih investasi yang tepat untukmu</description><content:encoded>JAKARTA - Mengelola keuangan adalah hal penting yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap orang. Mereka yang tergolong generasi baby boomers rupanya terbilang bijak dalam hal itu.
Seperti apa cara baby boomers mengelola keuangan?
Menurut teori Graeme Codrington &amp;amp; Sue Grant-Marshall, terdapat setidaknya 6 kelompok generasi selama kurun waktu 100 tahun terakhir. Pertama adalah generasi tradisionalis yang terlahir pada tahun 1922 &amp;ndash; 1945. Selanjutnya baby boomers yang terlahir pada tahun 1946 &amp;ndash; 1964.
Lalu ada generasi X yang terlahir pada tahun 1965 &amp;ndash; 1980 dan milenial yang terlahir pada tahun 1981 &amp;ndash; 1994. Yang termuda adalah generasi Z (1995-2010) serta Alpha (terlahir setelah tahun 2010).
Baca Juga: Mau Liburan ke Thailand Tapi Gaji UMR? Bisa Kok, Ini Caranya
Generasi yang sering jadi bahan perbincangan adalah milenial. Generasi yang satu ini dikenal lebih mementingkan gaya hidup seperti travelling dan menunda memiliki rumah. Nah, milenial atau generasi lainnya bisa belajar dari generasi baby boomers dalam hal mengelola keuangan.
Mengapa Dinamakan Baby Boomers?
Melansir dari CekAja, Minggu (5/5/2019), seperti telah disebutkan, generasi baby boomers adalah kelompok orang yang lahir pada tahun 1946 &amp;ndash; 1964. Mereka muncul tatkala tingkat kelahiran di seluruh dunia mengalami peningkatan, yaitu setelah Perang Dunia II berakhir. Di Amerika Serikat saja, ada hampir 77 juta bayi dilahirkan.
Pada tahun 1964, baru diperkenalkan pil pengontrol kehamilan yang kemudian populer di dunia. Hal inilah yang menghentikan fenomena &amp;lsquo;ledakan bayi&amp;rsquo;.
Baca Juga: Baru Kerja Mau Beli Motor? Ini Tipsnya
Sejarawan berpendapat, fenomena &amp;lsquo;ledakan bayi&amp;rsquo; terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu banyak orang yang tertunda keinginannya memulai keluarga selama Perang Dunia II. Setelah perang usai, barulah banyak orang mewujudkan keinginan yang tertunda tersebut.
Faktor lain yaitu dorongan untuk menikah di usia yang lebih muda. Selain itu, ada rasa percaya diri bahwa era selanjutnya akan aman dan sejahtera. Memang, pada akhir tahun  1940-an dan 1950-an, terjadi peningkatan upah, perkembangan bisnis hingga peningkatan variasi dan kuantitas produk. Hal tersebut meningkatkan standar hidup di seluruh dunia.
Karakteristik Generasi Baby Boomers
Masa-masa ketika baby boomers lahir adalah masa-masa setelah perang berlalu. Kala itu, adalah saat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menata ulang kehidupan. Karenanya, baby boomers punya karakter mandiri.
Dalam bekerja, generasi baby boomers sering disebut sebagai workaholic yang memegang teguh dedikasi dan loyalitas. Mereka adalah sosok pekerja keras, yang berjuang demi kesejahteraan keluarganya, terutama anak-anak mereka. Mereka tidak mau anak-anaknya merasa kesusahan.
Generasi baby boomers biasanya merupakan sosok pensiunan yang punya banyak uang. Alhasil, daya beli mereka tergolong tinggi. Jadi, meski mereka kurang akrab dengan teknologi digital, jangan sepelekan mereka ya!
Bagaimana Generasi Baby Boomers Mengelola Uang?
Generasi baby boomers terbilang generasi yang pandai mengendalikan  keuangan mereka. Mereka siap menanggung pengeluaran tak terduga tanpa  harus mengandalkan utang.  Inilah pemaparan selengkapnya:
&amp;bull;	Gemar menabung
Generasi baby boomers tergolong gemar menabung. Mereka juga banyak  menggunakan penghasilannya untuk membeli tanah, rumah, hingga kendaraan.  Mereka memikirkan nasib keturunannya kelak, karena tak ingin  keluarganya terutama anak-anaknya merasa kesusahan. Ya, generasi baby  boomers sudah mempersiapkan warisan untuk keturunannya.
Bagaimana denganmu? Ke mana saja penghasilanmu selama ini? Jika kamu  merasa gajimu selalu tak berbekas, saatnya untuk membenahi keuangan.  Mulailah menabung dan berinvestasi untuk masa depanmu.
Sebuah studi dari Society of Actuaries baru-baru ini memperlihatkan  bagaimana setiap generasi menangani keuangan dan rencana pensiun. Studi  itu mengungkapkan beberapa perbedaan utama antara baby boomers, generasi  X, dan milenial.
Studi memperlihatkan setengah dari milenial dan dua perlima Generasi X  hanya memiliki perencanaan untuk dua hingga tiga bulan ke depan.  Sebaliknya, hampir seperempat dari baby boomers punya rencana dengan  sisa hidup mereka. Pendekatan jangka panjang ini membuat mereka  lebih  cenderung memprioritaskan tabungan dan perencanaan pensiun.
Kalau kamu belum berpikir untuk jangka panjang, saatnya memulai. Buka  rekening pensiun, kemudian sisihkan 10 persen hingga 15 persen gaji  untuk tabungan pensiun. Jika tidak mampu mengumpulkan sebanyak itu, cari  cara untuk mengurangi pengeluaran sehingga tetap bisa menabung.
&amp;bull;	Terhindar dari utang
Studi dari Society of Actuaries juga menunjukkan, hampir sepertiga  dari baby boomers tidak memiliki utang. Hal tersebut membuat mereka  lebih mudah menabung untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka.
Kamu mungkin masih merasa sulit menghindari utang, tetapi kamu dapat  meminimalkan jumlahnya. Saat sedang benar-benar membutuhkan pinjaman,   kamu bisa membandingkan beberapa pemberi pinjaman berbeda untuk mencari  tahu penawaran terbaik. Misalnya, kamu bisa cari pemberi pinjaman yang  menawarkan bunga terendah.
&amp;bull;	Memiliki dana darurat
Studi dari Society of Actuaries juga memperlihatkan generasi baby  boomers terbilang siap untuk menghadapi kondisi tak terduga karena sudah  punya dana darurat. Memang, idealnya setiap orang harus punya dana  daurat untuk menutupi setidaknya tiga hingga enam bulan biaya hidup.
Jika kamu belum punya dana darurat, mulailah mengumpulkannya.  Jumlahkan pengeluaranmu dalam sebulan kemudian kalikan tiga hingga enam.  Setelah itu, putuskan berapa banyak uang yang harus kamu kumpulkan  setiap bulan untuk mencapai jumlah tersebut.
&amp;bull;	Punya penasihat keuangan
Studi dari Society of Actuaries juga menemukan, sebanyak 25 persen  generasi baby boomers berkonsultasi dengan penasihat keuangan. Dan,  hanya 19 persen dari generasi X dan 10 persen dari generasi milenial  yang melakukannya.
Penasihat keuangan yang baik layak dimiliki jika kamu tidak terampil  mengelola keuangan sendiri. Penasihat keuangan dapat membuat saran-saran  termasuk memilih investasi yang tepat untukmu</content:encoded></item></channel></rss>
