<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5,07%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07% (year on year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2051996/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2019-capai-5-07</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2051996/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2019-capai-5-07"/><item><title>BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5,07%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2051996/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2019-capai-5-07</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2051996/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2019-capai-5-07</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2019 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/06/20/2051996/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2019-capai-5-07-yg5DhiZW4d.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/06/20/2051996/bps-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-2019-capai-5-07-yg5DhiZW4d.jpeg</image><title>Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2018 yang sebesar 5,18 % yoy. Meski demikian, posisi ini lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi pada kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%.
&quot;Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 tumbuh 5,07% yoy, lebih rendah dibanding kuartal IV 2018. Angka 5,07% ini masih bagus, lebih bagus dari kuartal I tahun sebelumnya,&quot; ujar Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Selain itu, BPS mencatat harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional pada kuartal I 2019 secara umum mengalami penurunan baik secara kuartal (q to q) dan juga secara tahunan (yoy). Hal ini berpengaruh pada perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5%
Salah satunya terjadi kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada kuartal I 2019 mencapai USD60,49 per barel. Angka ini lebih tinggi dari kuartal IV 2018 yang sebesar USD65,12 per barel atau turun 7,1%.
Adapun ekspor Indonesia ke China pada kuartal I 2019 mencapai 14,11% dan ekspor ke Amerika Serikat dari 11,22%.
&quot;Di sisi lain, dari empat negara mitra dagang utama Indonesia, ada tiga yang perekonomiannya melambat yakni  Singapura, China, dan Korea Selatan, kecuali Amerika Serikat yang pada kuartal I 2019 pertumbuhannya lebih bagus. Ini semua faktor yang pengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; jelas dia.

Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebesar 5,13% yoy. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,10%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal IV 2018 yang sebesar 5,08%.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga terjadi seiring peningkatan daya beli konsumen dan terkendalinya inflasi. Selain itu didorong kenaikan realisasi pengeluaran bantuan sosial pemerintah hingga 106,2% pada kuartal I 2019.
&quot;Hal ini kemudian juga mendorong stabilnya alokasi pendapatan pada konsumsi pada periode Januari-Maret 2019,&quot; ujarnya kepada Okezone.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2018 yang sebesar 5,18 % yoy. Meski demikian, posisi ini lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi pada kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%.
&quot;Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 tumbuh 5,07% yoy, lebih rendah dibanding kuartal IV 2018. Angka 5,07% ini masih bagus, lebih bagus dari kuartal I tahun sebelumnya,&quot; ujar Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Selain itu, BPS mencatat harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional pada kuartal I 2019 secara umum mengalami penurunan baik secara kuartal (q to q) dan juga secara tahunan (yoy). Hal ini berpengaruh pada perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5%
Salah satunya terjadi kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada kuartal I 2019 mencapai USD60,49 per barel. Angka ini lebih tinggi dari kuartal IV 2018 yang sebesar USD65,12 per barel atau turun 7,1%.
Adapun ekspor Indonesia ke China pada kuartal I 2019 mencapai 14,11% dan ekspor ke Amerika Serikat dari 11,22%.
&quot;Di sisi lain, dari empat negara mitra dagang utama Indonesia, ada tiga yang perekonomiannya melambat yakni  Singapura, China, dan Korea Selatan, kecuali Amerika Serikat yang pada kuartal I 2019 pertumbuhannya lebih bagus. Ini semua faktor yang pengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; jelas dia.

Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebesar 5,13% yoy. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,10%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal IV 2018 yang sebesar 5,08%.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga terjadi seiring peningkatan daya beli konsumen dan terkendalinya inflasi. Selain itu didorong kenaikan realisasi pengeluaran bantuan sosial pemerintah hingga 106,2% pada kuartal I 2019.
&quot;Hal ini kemudian juga mendorong stabilnya alokasi pendapatan pada konsumsi pada periode Januari-Maret 2019,&quot; ujarnya kepada Okezone.</content:encoded></item></channel></rss>
