<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Tumbuh 5,07% di Kuartal I-2019, Penopangnya Konsumsi Rumah Tangga</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2052052/ekonomi-tumbuh-5-07-di-kuartal-i-2019-penopangnya-konsumsi-rumah-tangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2052052/ekonomi-tumbuh-5-07-di-kuartal-i-2019-penopangnya-konsumsi-rumah-tangga"/><item><title>Ekonomi Tumbuh 5,07% di Kuartal I-2019, Penopangnya Konsumsi Rumah Tangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2052052/ekonomi-tumbuh-5-07-di-kuartal-i-2019-penopangnya-konsumsi-rumah-tangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/20/2052052/ekonomi-tumbuh-5-07-di-kuartal-i-2019-penopangnya-konsumsi-rumah-tangga</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2019 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/06/20/2052052/ekonomi-tumbuh-5-07-di-kuartal-i-2019-penopangnya-konsumsi-rumah-tangga-gw0bdoYxFl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/06/20/2052052/ekonomi-tumbuh-5-07-di-kuartal-i-2019-penopangnya-konsumsi-rumah-tangga-gw0bdoYxFl.jpeg</image><title>Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07%. Di mana konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan yakni berkontribusi 56,82%, dari sisi pengeluaran. Sedangkan dari sisi produksi, kontribusi terbesar dari industri sebesar 20,07%.
Kepada BPS Suhariyanto menjelaskan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% pada kuartal I 2019, melambat dari posisi kuartal IV 2018 sebesar 5,08%. Tetapi meningkat dari posisi kuartal I 2018 sebesar 4,94%.
&quot;Di mana dengan peningkatan upah riil tani dan buruh bangunan, bantuan sosial dari pemerintah yang tumbuh tinggi di kuartal I 2019, tentu memberikan pengaruh pada konsumsi rumah tangga,&quot; jelas dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5,07%
 
Kemudian, kontribusi terbesar kedua dari investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 32,17% atau tumbuh 5,03%. Terkontraksi bila dibandingkan kuartal IV 2018 sebesar 6,01% dan kuartal I 2018 sebesar 5,85%.
&quot;Ini didorong pertumbuhan bangunan, mesin dan perlengkapan. Tapi kendaraan dan peralatan lainnya mengalami kontraksi,&quot; kata dia.
Lalu ekspor berkontribusi sebesar 18,48% atau pertumbuhannya terkontraksi 2,08%. Sedangkan kontribusi impor terkontraksi 18,74% terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana laju impor juga melambat 7,75% di kuartal I 2019.

Sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 16,93%, meski kontribusinya kecil hanya 1,36% pada pertumbuhan ekonomi.
&quot;LPNRT didorong adanya pemilu 2019, kegiatan partai dan kampanye memberikan kontribusi,&quot; kata dia.
Kemudian, konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan tinggi yakni 5,21%, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35%. Hal ini didorong kenaikan realisasi belanja dari  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5%
 
&quot;Ada kenaikan realisasi belanja barang dan jasa, belanja pegawai, juga kenaikan bansos tunai sebesar 106,64%. Ini menyebabkan konsumsi pemerintah kuartal I 2019 bergerak sangat bagus sekali,&quot; katanya.
Adapun dari sisi produksi, kontribusi terbesar yakni dari industri sebesar 20,07% dengan pertumbuhan 3,86%. Kemudian perdagangan berkontribusi 13,20% dengan pertumbuhan 5,26% dan pertanian berkontribusi 12,56% atau tumbuh 1,81%.
&quot;Jadi dari segi lapangan usaha struktur perekonomian Indonesia tidak banyak berubah masih didominasi industri, perdagangan dan pertanian,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07%. Di mana konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan yakni berkontribusi 56,82%, dari sisi pengeluaran. Sedangkan dari sisi produksi, kontribusi terbesar dari industri sebesar 20,07%.
Kepada BPS Suhariyanto menjelaskan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% pada kuartal I 2019, melambat dari posisi kuartal IV 2018 sebesar 5,08%. Tetapi meningkat dari posisi kuartal I 2018 sebesar 4,94%.
&quot;Di mana dengan peningkatan upah riil tani dan buruh bangunan, bantuan sosial dari pemerintah yang tumbuh tinggi di kuartal I 2019, tentu memberikan pengaruh pada konsumsi rumah tangga,&quot; jelas dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5,07%
 
Kemudian, kontribusi terbesar kedua dari investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 32,17% atau tumbuh 5,03%. Terkontraksi bila dibandingkan kuartal IV 2018 sebesar 6,01% dan kuartal I 2018 sebesar 5,85%.
&quot;Ini didorong pertumbuhan bangunan, mesin dan perlengkapan. Tapi kendaraan dan peralatan lainnya mengalami kontraksi,&quot; kata dia.
Lalu ekspor berkontribusi sebesar 18,48% atau pertumbuhannya terkontraksi 2,08%. Sedangkan kontribusi impor terkontraksi 18,74% terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana laju impor juga melambat 7,75% di kuartal I 2019.

Sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 16,93%, meski kontribusinya kecil hanya 1,36% pada pertumbuhan ekonomi.
&quot;LPNRT didorong adanya pemilu 2019, kegiatan partai dan kampanye memberikan kontribusi,&quot; kata dia.
Kemudian, konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan tinggi yakni 5,21%, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35%. Hal ini didorong kenaikan realisasi belanja dari  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 Capai 5%
 
&quot;Ada kenaikan realisasi belanja barang dan jasa, belanja pegawai, juga kenaikan bansos tunai sebesar 106,64%. Ini menyebabkan konsumsi pemerintah kuartal I 2019 bergerak sangat bagus sekali,&quot; katanya.
Adapun dari sisi produksi, kontribusi terbesar yakni dari industri sebesar 20,07% dengan pertumbuhan 3,86%. Kemudian perdagangan berkontribusi 13,20% dengan pertumbuhan 5,26% dan pertanian berkontribusi 12,56% atau tumbuh 1,81%.
&quot;Jadi dari segi lapangan usaha struktur perekonomian Indonesia tidak banyak berubah masih didominasi industri, perdagangan dan pertanian,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
