<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Waspadai Kenaikan Harga Telur saat Ramadan</title><description>Bulog mewaspadai dan mengantisipasi fluktuasi harga telur ayam di pasar ketika memasuki bulan Ramadan hingga Lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2051933/bulog-waspadai-kenaikan-harga-telur-saat-ramadan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2051933/bulog-waspadai-kenaikan-harga-telur-saat-ramadan"/><item><title>Bulog Waspadai Kenaikan Harga Telur saat Ramadan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2051933/bulog-waspadai-kenaikan-harga-telur-saat-ramadan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2051933/bulog-waspadai-kenaikan-harga-telur-saat-ramadan</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2019 08:49 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/06/320/2051933/bulog-waspadai-kenaikan-harga-telur-saat-ramadan-06aDoEgQRI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Telur (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/06/320/2051933/bulog-waspadai-kenaikan-harga-telur-saat-ramadan-06aDoEgQRI.jpg</image><title>Ilustrasi Telur (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Urusan Logistik (Bulog) mewaspadai dan mengantisipasi fluktuasi harga telur ayam di pasar ketika memasuki bulan Ramadan hingga Lebaran.
&quot;Kemungkinan telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga,&quot; kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai menghadiri acara di Kementerian BUMN, dilansir dari Antaranews, Senin (6/5/2019).
Baca Juga: Harga Telur Ayam Naik Tajam Jadi Rp33.671/Kg
 
Lebih lanjut, Budi menjelaskan Bulog sudah kerja sama dengan para peternak telur ayam. &quot;Kita sudah membeli mereka. Sudah pesanlah. Tapi kita mintanya untuk produksi bulan ini,&quot; kata Budi Waseso.
Terkait operasi pasar, Budi menjelaskan bahwa belum ada rencana operasi pasar besar-besaran, sebab menurutnya harga dinilai masih bisa dikendalikan.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan bahwa pasokan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan puasa sudah mencukupi.

&quot;Secara umum sembilan bahan pokok semuanya sudah siap,&quot; kata Budi Waseso (Buwas).
Buwas menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo membahas Persiapan Menghadapi Idul Fitri.
&quot;Apalagi beras, sekarang sudah 2,1 juta ton, gula sudah banyak, jagung masih, jadi minyak kita punya stok 2 juta sekian, jadi sudah mumpuni lah,&quot; kata Buwas.
Dengan kecukupan suplai bahan pangan tersebut, operasi pasar, menurut Buwas, belum diperlukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Urusan Logistik (Bulog) mewaspadai dan mengantisipasi fluktuasi harga telur ayam di pasar ketika memasuki bulan Ramadan hingga Lebaran.
&quot;Kemungkinan telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga,&quot; kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai menghadiri acara di Kementerian BUMN, dilansir dari Antaranews, Senin (6/5/2019).
Baca Juga: Harga Telur Ayam Naik Tajam Jadi Rp33.671/Kg
 
Lebih lanjut, Budi menjelaskan Bulog sudah kerja sama dengan para peternak telur ayam. &quot;Kita sudah membeli mereka. Sudah pesanlah. Tapi kita mintanya untuk produksi bulan ini,&quot; kata Budi Waseso.
Terkait operasi pasar, Budi menjelaskan bahwa belum ada rencana operasi pasar besar-besaran, sebab menurutnya harga dinilai masih bisa dikendalikan.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan bahwa pasokan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan puasa sudah mencukupi.

&quot;Secara umum sembilan bahan pokok semuanya sudah siap,&quot; kata Budi Waseso (Buwas).
Buwas menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo membahas Persiapan Menghadapi Idul Fitri.
&quot;Apalagi beras, sekarang sudah 2,1 juta ton, gula sudah banyak, jagung masih, jadi minyak kita punya stok 2 juta sekian, jadi sudah mumpuni lah,&quot; kata Buwas.
Dengan kecukupan suplai bahan pangan tersebut, operasi pasar, menurut Buwas, belum diperlukan.</content:encoded></item></channel></rss>
